Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
BAB 162


__ADS_3

Selamat datang kembali teman-teman. kisah aludra dan zergan balik lagi nih, yeaaayyy!!!!


Selamat membaca dan semoga kalian selalu menikmati walau sudah lama kita tak bersatu hati. HAPPY READING!!


Mama ana mengangguk. “sebentar mama ambilkan dul-”


Ucapan mama ana terputus kala dia menoleh dan matanya menangkap tiga sosok yang sangat dia rindukan. Zergan yang melihat itu ikut menoleh. Wajah terkejut nampak jelas dari ekspresinya. “sa-sayang.”


“Mas," panggil aludra dengan senyum manis, namun jelas sekali kesedihan diantara senyumnya.


Ya Allah, maaf jika aku sudah membuat suamiku sendiri harus menahan rindu seperti ini. batin aludra merasa bersalah atas apa yang sudah dia lakukan kepada zergan. sungguh, melihat zergan yang seperti ini membuat aludra sangat ingin merutuki egonya.


mama ana menutup mulutnya tak percaya melihat ini semua. ternyata fatih berhasil membujuk aludra u tuk datang menjelaskan menjenguk zergan. ternyata lelaki itu menepati usaha yang dia janjikan untuk membawa aludra kesini, dan sekarang usahanya itu memberikan hasil yang sangat penting bagi zergan.


"Alu," ucap mama ana dengan senyumnya. dengan lembut mama ana membantu zergan berjalan agar mereka semua saling mendekat.


Zayn, anak itu masih tertidur dan bahkan sama sekali tak terganggu dengan suara orang dewasa disekitarnya.


"Mas," panggil aludra saat semuanya sudah saling berhadapan. aludra menatap sang suami dari atas hingga bawah. sedangkan fatih memberi kode kepada mama ana agar mengajaknya untuk membawa fatih masuk ke dalam ruangan zergan.


Mama ana mengangguk. "ah iya, ayo bawa Zayn, ayah," ucap mama ana yang mengerti dengan kode dari fatih.

__ADS_1


Fatih mengangguk. Tanpa berbicara keduanya berjalan memasuki ruang inap zergan, meninggalkan sepasang suami istri yang masih saling pandang itu.


"sayang, ini kamu?" tanya zergan mengangkat tangan dengan niat i gin menyentuh wajah sang istri.


Aludra mengangguk. dia mengambil tangan zergan dan meletakkan di pipinya. "ini istri kamu, mas," ucap aludra dengan mata yang sudah basah dan merah.


menyadari tenaga sang suami yang sudah lemah, aludra segera mengajak zergan untuk duduk di kursi tunggu depan ruangan zergan.


"ini aku aludra, mas. istri kamu," ucap aludra lagi meyakinkan sang suami.


"kamu disini, sayang," ucap zergan dengan mata yang sudah di penuhi oleh cairan bening karena rasa bahagia sekaligus haru yang menyelimuti hatinya.


aludra mengangguk. "aku datang," ucap aludra lembut.


aludra mengangguk. "aku udah maafin kamu, mas," jawab aludra dengan senyumnya yang membuat air mata zergan semakin deras tak tertahan.


"Sayang," ucap zergan menangis mereka atap aludra. sungguh, hati zergan semakin teriris melihat sang istri yang begitu dengan mudah memberinya maaf.


"Aku memang marah, tapi aku gak benci sama suami aku sendiri. gak ada istri yang dengan sadar membenci suaminya, mas. maaf jika hukuman yang aku berika harus membuat kamu tersiksa," ucap aludra lembut.


"kamu pasti juga tersiksa, sayang. bukan cuma aku," jawab zergan memegang erat tangan sang istri.

__ADS_1


Aludra mengangguk. "tidak ada istri yang akan baik-baik saja tanpa suami yang dia cintai disinya, mas, dan begitu juga sebaliknya. senyum yang terpancar hanya sebuah kepalsuan untuk menyamarkan rindu dan kesedihan," ucap aludra lembut dengan air mata yang membasahi pipinya.


"Kamu memang memaafkan aku, tapi rasanya penyesalan aku gak ada akhirnya, sayang," jawab zergan sendu.


"berdamailah, mas. maafkan diri kamu jika kamu benar-benar sayang sama aku," jawab aludra mencoba membuat zergan menyayangi dirinya sendiri.


"Kesalahan apapun akan termaafkan dalam rumah tangga kita kecuali kekerasan dan perselingkuhankan, mas?" tanya aludra lembut memegang dagu zergan untuk mengangkat wajah lelaki itu yang tertunduk.


Zergan mengangguk.


"kalau begitu maafkan diri kamu, mas. aku aja bisa kenapa kamu enggak?" ucap aludra lembut memberikan senyum tulus untuk sang suami.


"kamu adalah pemberian Allah yang tak pernah aku sesali dan keluhkan, sayang," ucap zergan tulus menatap intens mata Aludra.


Aludra tersenyum. mendengar perkataan zergan sungguh membuatnya berbunga-bunga. "kamu juga, mas. Kamu adalah bentuk syukur yang selalu aku langit kan kepada Allah."


...****************...


Bagi yang lupa kalian boleh baca bab sebelumnya dulu biar rasanya nyampe ke hati menusuk jiwa yaaa, hehe.


BTW, cuma mau kasih info kalau mulai sekarang, tanggal ini, bulan ini dan tahun ini, aku akan aktif nulis lagi, ya. kita akan berkomunikasi intens lewat karya-karya aku.

__ADS_1


dan yang paling penting, aku minta maaf karena baru bisa update lagi, soalnya kemarin-kemarin itu aku harus ngurus pendidikan dan nikahan aku 🙏, jadi dimaafin, ya semuaa 🤗


Peluk jauh dari Nona Marwa dan enjoy your reading 🤗🥰


__ADS_2