
Jangan lupa like
Jangan lupa komen
Jangan lupa favorit
Jangan lupa kasih vote
Jangan lupa kasih hadiah juga yaaaaa 😉🤗
🌹HAPPY READING🌹
"Apakah tidurnya nyenyak?" tanya Zergan.
"Ya. Mungkin karena dia kelelahan," jawab Adam.
Zergan mengangguk. Sambil berjalan lelaki itu berkata. "Lelah karena bermain di ranjang," jawab Zergan sambil terkekeh sinis.
"Jaga bicaramu, Zergan!" ucap Adam tegas.
Zergan terkekeh pelan dan menghentikan langkahnya. Lelaki itu berbalik dan menatap Adam yang berdiri dengan menahan emosinya. "Papa pikir bermain di ranjang itu bagaimana? Aku mengatakan bahwa bisa saja dia mengerjakan berkas untuk besok di ranjang kan? Lalu apa yang salah?" tanya Zergan tenang.
Adam yang mendengar itu mengepalkan tangannya di dalam kedua saku celananya. Lelaki itu mencoba tenang dan menghela nafas pelan. "Tidak ada yang salah," jawab Adam pelan.
"Jangan memikirkan yang tidak-tidak, Papa. Pikiranmu sendiri yang akan menghancurkan mu," ucap Zergan dan segera pergi dari sana.
Adam menatap kepergian Zergan ke dapur. "Berpura-pura tidak tahu," gumam lelaki itu tersenyum sinis pada punggung Zergan.
"Jangan hancurkan anakku," ucap Mama Ana yang tiba-tiba datang entah darimana.
Adam yang mendengar itu berbalik. Lelaki itu terkekeh pelan.
"Ingatlah! Dia itu darah daging mu," tambah Mama Ana menatap Adam tenang.
Adam mengangguk. "Ya, Ana. Aku tidak akan lupa akan hal itu," jawab Adam pelan.
Lelaki itu berjalan mendekati Ana sedikit dan berdiri tepat di samping wanita itu. Adam mendekatkan bibirnya kepada telinga Mama Ana dan membisikkan sesuatu. "Tapi wanita yang ada di dalam sana, lebih berharga," jawab Adam dan segera pergi meninggalkan Mama Ana yang diam dengan pandangan sendu. Namun, tangan wanita itu mengepal kuat menahan emosinya.
"Aku tidak menyangka, engkau memberi aku jodoh seburuk itu, Ya Tuhan," gumam Mama Ana. Entahlah, rasanya ingin sekali Mama Ana mengumpati Adam Bailey. Namun, lagi-lagi status sebagai istri mengikatnya.
.....
Sesuai dengan apa yang kemarin dikatakan, hari ini akan diadakan rapat. Zergan sedang bersiap dengan kemeja dan jasnya. Setelah memastikan pakaiannya rapi, Zergan menatap ponselnya yang menampilkan foto cantik Aludra di layar tersebut. Zergan tersenyum. "Penyemangat ku," gumam Zergan.
Zergan mengacak ponselnya dan mencari kontak Aludra. Saat dia akan melakukan panggilan, Zergan tiba-tiba mengentikan jarinya. "Ini masih tengah malam disana," gumam Zergan teringat akan perbedaan waktu Indonesia yang lebih lambat lima jam daripada New Zealand.
__ADS_1
"Aku akan menelpon nanti," gumamnya lagi.
Setelah itu Zergan menggulir layar ponselnya untuk mencari nama lain.
"Ya, kenapa?" tanya seseorang dari seberang sana dengan suara serak akan kantuknya.
"Apa semua disana baik-baik saja, Wira?" tanya Zergan pelan.
Wira yang masih dalam keadaan setengah bernyawa langsung mendudukkan dirinya. "Tidak bisakah kau meneleponku nanti, Tuan Zergan yang terhormat?" tanya Wira menyindir.
"Tidak bisa. Aku ingin jawabanmu sekarang," jawab Zergan enteng.
Wira mendengus kesal dari balik teleponnya. Baru saja matanya akan terpejam karena lelah mengerjakan beberapa file penting, lelaki itu sudah diganggu oleh bosnya yang tidak tahu diri.
Wira menghela nafas pelan. Lelaki itu mengucek matanya terlebih dahulu agar terasa lebih segar. "Semua baik-baik saja. Perusahaan aman," jawab Wira.
"Lalu Aludra?" tanya Zergan.
"Apa kau sudah menghubunginya lagi setelah sampai disana?" tanya Wira yang.
Ditempatnya Zergan menggeleng. "Belum sama sekali," jawab Zergan.
"Hubungilah Aludra. Dia menunggu kabarmu," jawab Wira.
Tanpa banyak bicara lagi, Zergan memutus sambungan teleponnya dengan Wira. Tanpa pikir panjang, lelaki itu langsung mencari kontak Aludra dan melakukan panggilan.
"Kamu belum tidur?" tanya Zergan yang mendengar suara Aludra masih terdengar segar dari seberang sana.
Di tempatnya Aludra menggeleng. "Aku nunggu kabar kamu, Mas. Kamu baik-baik saja, bukan?" tanya Aludra.
Zergan mengumpati dirinya sendiri yang lupa untuk mengabari Aludra. "Aku disini baik-baik saja. Sebentar lagi aku akan pergi rapat," jawab Zergan.
Terdengar helaan nafas lega dari Aludra. "Syukurlah, Mas. Aku lega mendengarnya. Semoga dapat kali ini lancar dan tanpa hambatan ya, Mas," ucap Aludra berdoa.
Zergan mengaminkan dalam hati. "Apapun kabar yang kamu dengar Aludra, aku mohon jangan cepat percaya dan tetap di sampingku," ucap Zergan tiba-tiba.
"Maksudnya Mas?" tanya Aludra tak paham.
"Cukup tetap dirumah dan jangan kemana-mana, Aludra. Jangan biarkan rumah kita tidak berpenghuni nanti," ucap Zergan lagi.
"Aku tida-"
"Sekarang kamu tidurlah. Pasti masih larut malam disana. Kau harus jaga kesehatan untuk mengurus aku dan Zayn nanti," ucap Zergan cepat memotong perkataan Aludra.
"Tapi-"
__ADS_1
"Tidur Aludra," ucap Zergan tegas.
"Bolehkah aku minta ditemani sampai tidur sebelum rapat kamu dimulai, Mas?" tanya Aludra pelan.
Zergan mengangguk. "Aku temani," jawabnya singkat.
Aludra tersenyum senang. Dengan segera wanita itu merebahkan dirinya di ranjang.
Dari balik telepon, tidak lama setelah itu Zergan bisa mendengar hembusan nafas Aludra yang mulai teratur. Tidak butuh waktu lama, Zergan bisa menghipnotis Aludra untuk cepat tidur.
.....
"Jadi rapat apa ini, Zergan?" tanya Adam Bailey sedikit emosi. Karena saat ini, mereka sudah berada di ruang rapat. Hanya terdapat Zergan, Adam dan Rea disana.
"Papa pikir rapat apa?" tanya Zergan menaikkan sebelah alisnya.
"Jangan mencoba untuk menipu Papamu sendiri, Zergan. Kau mengatakan jika akan ada investor baru yang akan berinvestasi dengan saham besar," ucap Adam Bailey.
"Iya Bang. Kenapa hanya kita bertiga?" tanya Rea juga ikut bingung.
Zergan terkekeh pelan di tempatnya. Mereka saat ini sedang mengadakan rapat di perusahaan pusat Bailey di New Zealand yang di pimpin langsung oleh Adam.
Zergan berdiri dari kursinya. Lelaki itu nampak memutar-mutar remote proyektor ditangannya yang sudah terhubung dengan laptop lelaki itu.
"Aku ingin lepas seutuhnya dari Bailey Group," ucap Zergan yang tiba-tiba membuat Adam menatap tak terima.
"Jangan membual. Aku sudah mengizinkanmu mengubah nama perusahaan di Indonesia, dan sekarang kau meminta lepas begitu saja? Aku tidak akan membiarkan itu," jawab Adam tegas menolak.
"Perusahaanku di Indonesia sama besarnya dengan perusahaan disini. Dan jangan lupa, itu semua karena usahaku. Jadi aku memutuskan untuk keluar seutuhnya dari Bailey Group," ucap Zergan menatap Adam.
Adam terkekeh pelan. "Kau pikir banyak investor yang akan setuju?" tanya Adam meragukan.
"Kenapa tidak setuju? Aku harap Papaku ini tidak lupa, bahwa perusahaanku di Indonesia lebih menghasilkan daripada perusahaanmu ini. Investor mungkin akan berpaling sepenuhnya dari sini," jawab Zergan.
"Jangan main-main, Bang. Rencana rapat kita diawal tidak untuk membicarakan ini," ucap Rea mencoba lembut.
"Memang. Ada hal yang lebih mengejutkan nanti. Kejutan untuk mu, dan Ayah tirimu ini," ucap Zergan berani. Lelaki itu nampak tak ada takut untuk bicara pada Adam dan Rea.
"Jangan mengintimidasi adikmu, Zergan!" ucap Adam Bailey tegas.
"Lebih tepatnya selingkuhan mu, bukan?"
......................
Dukung terus novel ini dengan terus ikuti kisahnya dan semoga kalian suka yaaa. Jangan lupa like, komen dan kasih hadiah juga vote yaaa 🤗
__ADS_1
Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan. Nanti berbukalah dengan yang manis-manis ya 🤗😉 Semoga setiap ikhlas menjadi berkah, dan setiap sabar menjadi anugrah.