
Selamat datang kembali teman-teman. kisah aludra dan zergan balik lagi nih, yeaaayyy!!!!
Selamat membaca dan semoga kalian selalu menikmati walau sudah lama kita tak bersatu hati. HAPPY READING!!
Aludra mendorong kursi roda Zergan untuk menuju ruang rawatnya. Lelaki itu meminta kembali ke kamar setelah setengah jam menghabiskan waktu di taman rumah sakit.
Sepanjang perjalanan dari taman sampai ke ruang rawat Zergan, aludra nampak diam entah apa yang terjadi dengan wanita itu. Mama ana dan fatih menatap Zergan seolah bertanya apa yang terjadi.
Zergan menggeleng. dia juga tidak tahu kenapa istrinya sampai diam seperti itu.
"Nak," panggil mama ana pada aludra yang kini tengah memotong buah. Zergan tidak duduk di kasurnya melainkan duduk di sofa bersama fatih, ana dan aludra, sedangkan Zayn masih tertidur di ranjang rawat zergan. anak itu mungkin sangat kelelahan karena penerbangan yang cukup jauh.
"Iya, ma," jawab Aludra lembut.
"Ada apa?" tanya Mama ana lembut yang dibalas gelengan kepala oleh aludra.
"Kok kamu diam terus, Sayang?" ucap zergan langsung bertanya.
__ADS_1
"Berasa lemes aja badannya, mas," jawab aludra.
Mama aja dan yang lainnya saling pandang. mereka tidak akan bertanya lagi, biar nanti zergan yang bicara dengan sang istri. Zergan yakin, pasti ada sesuatu yang menganggu pikiran istrinya, tapi apa? bukankah tadi aludra sudah mengatakan padanya masalah rea? lalu apa lagi?
"Buahnya, mas. Aku suapin, ya," ucap aludra yang dianggukki oleh Zergan. dengan telaten wanita itu menyuapi zergan dan diterima dengan sangat ikhlas oleh lelaki itu.
"Bagaimana perusahaan, kek?" tanya Zergan mengajak fatih ngobrol.
"Gak usah sok bertanya, kau pasti dapat laporan dari wira setiap hari," jawab fatih ketus.
"Dih, baru sampe dan baru ketemu ketus banget," ucap zergan tak Terima dengan jawaban sinis Fatih.
"Aku perhatian biar kakek bisa cerita padaku," ucap zergan tak mau kalah.
"Kalau kau perhatian, cepat sembuh dan pulang ke Indonesia, urus semua bisnis dan aku bisa pensiun," jawab fatih enteng dan dengan senyumnya menatap Zergan.
"Semua? dasar gila! kalau bisnis satu gakpapa, ini disegala bidang ada, mau nyiksa itu namanya," ucap Zergan tak terima.
__ADS_1
"Sok-sok an nyiksa, berkat bisnis ku kau jadi orang kaya, ya," ucap fatih membanggakan harta dan usahanya.
"Ya!" jawab zergan singkat karena apa yang disampaikan fatih memang benar. "Tapi jangan lupa, aku juga ikut mengembangkannya, bahkan peran ku sangat besar," lanjut zergan yang masih saja membela dirinya.
"Wira lebih tepatnya, kau sendiri tak akan mampu," ucap fatih lagi yang membuat Zergan kesal setengah mati.
"Sayang," rengek zergan menatap aludra yang membuat istrinya dan mama ana tertawa pelan. Zergan padahal tahu bahwa perkataan fatih bukan dari hati, tapi tetap saja lelaki itu merasa kesal dengan apa yang disampaikan kakeknya itu.
"Aku bercanda, dasar pengadu!" ucap fatih menatap malas pada cucunya.
Zergan tersenyum polos, bagaimanapun dia sangat sayang dengan kakeknya itu. lelaki lambang setia yang pernah zergan temui dalam hidupnya. "Terimakasih sudah bawa aludra kesini, kakek," ucap Zergan tulus.
Fatih menatap zergan. "Tahu terimakasih?"
"Bangsat emang!"
...****************...
__ADS_1
Bagi yang lupa kalian boleh baca bab sebelumnya dulu biar rasanya nyampe ke hati menusuk jiwa yaaa, hehe.
Peluk jauh dari Nona Marwa dan enjoy your reading 🤗🥰