Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
Setelah Salah Paham - BAB 108


__ADS_3

WELCOME TO THE STORY


🌹HAPPY READING🌹


Jam menunukan pukul tujuh pagi waktu Indonesia bagian barat. Aludra baru saja membuka mata dan langsung melihat wajah tampan sangat suami yang masih nyenyak dalam tidurnya. kegiatan mereka setelah saling meminta maaf membuat keduanya merasa lelah hingga melewatkan waktu subuh. tentu kalian tahu apa yang sudah mereka lakukan bukan? apalagi kalau bukan saling meneguk nikmat dengan pahala yang tak terhitung.


Aludra tersenyum. Suaminya memenag benar-benar membuktikan janji yang dulu pernah dia ucapkan sebelum menikah untuk selalu mencintainya. Aludra mengecup seluruh bagian wajah zergan hingga membuat si pemilik wajah tersenyum dalam tidurnya.


"Ayo bangun, Mas. Kita sholat subuh yuk. mandi bersih dulu," ucap aludra lembut.


"Jam berapa sayang?" tanya Zergan dengan suara seraknya.


"Jam tujuh, Mas."


"HAH?!" Zergan reflek duduk. entah kekuatan darimana lelaki itu langsung berdiri dan mengangkat aludra ke kamar mandi.


"Pelan-pelan aja, Mas. Gak usah buru-buru gitu," ucap aludra memperingati zergan karena kaget dengan perlakuan lelaki itu.


"Kita mandi sendiri-sendiri, ya. biar cepat abis itu sholatnya," ucap Zergan menurunkan aludra di kamar mandi. Zergan masuk ke bagian shower yang dibatasi dinding kaca, dan aludra mandi di bagian bathup.


Setelah mandi bersih, mereka segera melaksanakan sholat subuh meskipun matahari sudah sangat naik. Karena sepengetahuan aludra dan zergan, kita harus tetap melakukan sholat subuh meski bangun terlambat dan sudah lewat waktunya.


"Kalau ginikan bisa santai. Gak dikejar-kejar sama rasa gak tenang lagi," ucap zergan lega.


kini sepasang suami istri itu sudah tiduran lagi di ranjang masih dengan menggunakan pakaian sholat.


"suami aku makin religius, makin sabar dan makin sayang juga gak sama aku?" tanya Aludra menatap suaminya.


Zergan terkekeh. "aku udah kayak gini dari dulunya, Sayang. coba kamu ingat pernah gak aku kasar?" tanya Zergan lagi.


"Pernah lah!" jawab aludra ngegas.


"Kapan?" tanya Zergan heran.


"Kamu lupa? kamu bentak dan nampar aku waktu aku bilangin kamu agar jaga jarak sama rea," jawab Aludra cemberut.


"Ah iya, itu. Kan bagian sandiwara, Sayang. Maaf ya," ucap zergan menyesal.


"Tapikan gak harus sampe nampar aku juga. Kamu bener-benar kayak lampiasin emosi sama aku tahu Mas. Sakit di pipinya udah gak ada, tapi sakit disininya masih ada," ucap aludra menunjuk dadanya.


"Maaf sayang," ucap zergan penuh penyesalan.


Aludra tersenyum dan mengangguk. Zergan mencium pipi aludra tanpa henti hingga membuat wanita terkekeh geli saat kulit bibir zergan menyentuh pipinya sampai basah.


"Udah sembuh," ucap zergan setelah menyelesaikan kegiatannya.


"Terimakasih untuk semuanya suamiku," ucap aludra tersenyum.

__ADS_1


Zergan tersenyum dan mengeratkan pelukannya pada aludra. "Istriku jadi ukhty bisa, naughty apalagi," ucap zergan merasakan lekuk tubuh aludra meski ditutup dengan mukenah.


"Itu harus. pelakor dimana-mana, Mas. gak dari luar aja, dari keluarga sendiripun bisa," ucap aludra mengingat bagaimana dulu rea begitu mengejar zergan dan selalu menempel pada suaminya.


"Aku pastikan aku gak bakal kasih kesempatan siapapun buat buka kunci hati aku yang udah kamu pegang, Sayang. Dan aku berani bilang gak ada yang punya kunci cadangannya," ucap zergan tersenyum menatap manis san istri.


"I love you, Mas."


"I love you more, istriku."


.....


Rea berjalan mondar-mandir di ruang keluarga. Pasalnya, sejak waktu adam menyaksikan mama ana di televisi, adam sama sekali tidak keluar kamar. Rea sudah mencoba untuk membuka namun pintu kamar Adam terkunci dari dalam.


"Ya Allah semoga adam gak ngelakuin hal yang nekad. Kunci cadangan ada gak ya?" tanya Rea lagi. wanita itu segera memeriksa semua laci meja dan lemari pajang yang ada di rumah.


lantai dua dan lantai satu sudah diperiksa oleh Rea. namun dia tidak menemukan kunci cadangan apapun.


"Ah, ruang penyimpanan," gumam Rea ketika ingat sebuah ruangan yang menjadi tempat bagi adam untuk menyimpan segala koleksi pribadinya.


Rea segera naik ke lantai dua dan memasuki ruangan paling ujung. Dengan perlahan langkah Rea mendekat dan berhenti tepat di depan pintu. Tanganya terulur membuka ruangan itu.


Dengan perlahan kaki Rea melangkah masuk. Dia menatap sekeliling dinding yang dii penuhi koleksi senjata tajam, pisau dan juga beberapa borgol serta rantai besi yang Rea tidak tahu apa gunanya. Ini untuk kedua kalinya wanita itu memasuki ruangan koleksi adam. pertama kali dia masuk diajak adam untuk melakukan hubungan terlarang dengan sensasi yang berbeda.


"Apa yang kau lakukan disini?" tanya sebuah suara yang membuat Rea tersentak kaget.


Rea menatap adam yang kini berdiri di depan sebuah pasung yang sangat Rea kenal. "Adam, ayo keluar," ucap Rea lembut.


"Keluarlah. tak ada yang memintamu untuk masuk kesini," jawab lelaki itu datar.


"Ayo keluar, adam. Kau nampak sangat pucat," ucap Rea khawatir.


"Apa kau ingat tempat penghukuman ini?" tanya adam menatap pasung di depannya.


Rea mengangguk pelan. "benda ini adalah saksi betapa sakit dan kuatnya jeritan mama ana saat itu," ucap Rea menunduk.


"Dan tentunya juga saksi betapa kejam aku sebagai suami," tambah adam sendu.


"Adam, mari berdamai dengan semuanya. maaf yang sudah diberikan mama ana tidak harus membuat dia kembali bersamamu," ucap Rea mencoba menjelaskan pada adam.


"kau keluarlah sebelum aku melakukan sesuatu yang buruk padamu," ucap adam menatap tajam pada Rea.


"Ayo keluar bersama," ucap Rea membantah.


"Keluar atau aku akan bertindak kejam, Rea!" ucap adam lagi.


Rea menatap perutnya. Dia juga tak mau janinnya sampai kenapa-napa. Dengan segera wanita itu keluar dari ruangan tersebut.

__ADS_1


"Aku harus melakukan apa?" tanya Rea pada dirinya sendiri. melihat kondisi adam yang tidak baik-baik saja membuat Rea sangat khawatir.


"Ah, aku tahu harus apa," gumam Rea. wanita itu segera pergi ke kamar tamu untuk mengambil selendang, kaca mata hitam dan masker untuk menutupi wajahnya, dan juga tas kecil yang berisi sejumlah uang dan ponsel.


Setengah jam berkendara dengan kendaraan umum, Rea sampai di depan sebuah gedung yang menjulang tinggi. Dulu dia sangat dihargai jika datang kesini. tapi sekarang, jangankan menyapa, untuk melihat saja orang-orang nampak enggan.


Rea memasuki kantor Bailey Group. Ya, Rea datang kesini untuk menemui seseorang yang dia harap bisa untuk membujuk adam. Perjalanan Rea sangat mulus karena semua orang masih sibuk dengan pekerjaanya. Wanita itu langsung memasuki lift dan menekan tombol yang dia kira Mama ana berada disana.


Dengan langkah ragu, Rea keluar dari lift.


"Nona Rea," ucap sekretaris adam dulu yang kini menjadi sekretaris Fatih. Dia cukup terkejut melihat Rea yang kini sudah membuka maskernya.


"Hai. Bisakah aku bertemu mama ana?" tanya Rea ragu.


Sekretaris itu terdiam.


Rea yang mengerti pun tersenyum kecut. "Tenang saja. aku tidak akan menyakiti mama ana," ucap Rea tau apa yang dipikirkan sekretaris muda itu.


"Tapi-"


"Aku mohon padamu," ucap Rea memohon dengan menyatukan kedua tangannya di depan dada.


Sekretaris itu mengangguk. "Langsung saja masuk, Nona Rea. Nyonya ana dan tuan fatih serta bapak anwar ada di dalam," ucap sekretaris itu mempersilahkan.


"Terimakasih," ucap Rea dan kembali memasang maskernya


.....


Rea menarik nafas panjang sebelum membuka pintu di depannya. Setelah sekian lama, kini dia akan bertemu dengan orang-orang yang telah dia beri luka dan trauma.


Setelah meyakinkan diri, Rea mengetuk pintu dan membukanya.


Ana, fatih dan anwar duduk bersama di sofa membahas pembukaan cabang baru bailey group. obrolan mereka terhenti ketika seseorang memasuki ruangan. Dahi mereka berkerut. seorang wanita datang dengan selendang, masker dan kaca mata hitam.


"Siapa?"


Dengan perlahan pemilik badan itu membuka kaca mata serta maskernya. Setelah itu dia mengangkat wajah menatap tiga orang yang sedang menunggu jawabannya.


"Mama Ana."


......................


Rea memang cari mati yaaaaa!!!!


Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yaa!!!!


Selamat membaca!!!!!!!!

__ADS_1


__ADS_2