Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
BAB 156


__ADS_3

WELCOME TO THE STORY


HAPPY READING


“bisa cepat?” tanya zergan ketus pada perawat yang kini membantunya kembali ke kasur setelah dari kamar mandi. Lelaki itu baru saja selesai melakukan terapi hingga menimbulkan efek ke tubuhnya untuk beberapa jam sampai nanti kembali pulih.


Zergan sangat kesal karena perawat yang membantunya ini terkesan sengaja melambatkan Langkah kakinya. Jika saja mama ana tidak keluar untuk membeli sesuatu, maka zergan tidak akan sudi di sentuh oleh perawat ini. “aku bisa sendiri!” ucap zergan memaksa untuk melepaskan tangan perawat yang memegang pinggangnya dengan sedikit memeluk.


“nanti anda akan jatuh, pak,” jawab perawat itu lembut dengan tetap memaksa membantu zergan.


“kau lepaskan atau aku akan melaporkanmu pada professor?” tanya zergan mengancam dan menatap tajam perawat itu.


“ada apa, nak?” tanya mama ana yang baru saja masuk ruangan zergan.


Zergan menoleh ke pintu. “bantu zergan, ma. Dan jangan lupa usir perawat ini,” ucap zergan yang langsung dianggukki oleh mama ana.


“biar saya yang urus anak saya. Terimakasih,” ucap mama ana mengambil alih tugas perawat itu.


Perawat itu langsung melepaskan dan mengangguk dengan senyum manisnya. Tidak lupa dia menatap zergan dengan senyum indahnya. Zergan yang melihat itu mengalihkan pandangannya. Selebar apapun senyummu tidak akan mengalahkan senyum istriku. Batin zergan jijik. Sudah beberapa kali dia risih dengan perawat ini. Tapi dia masih bisa menaha. Tapi kali ini perawat itu kelewat batas. Tidak ada perawat yang membantu pasien dengan cara di peluk seperti itu.


“kalau begitu saya permisi, pak, bu,” ucap perawat itu lembut dan berjalan keluar ruangan inap zergan.


“sangat menjengkelkan,” umpat zergan setelah dia berhasil sampai di kasur dibantu mama ana.


Mama ana meletakkan paper bag yang tadi dia bawa di atas meja. “kenapa kamu marah-marah?” tanya mama ana lembut.


“zergan gak suka, ma. Dia terlalu lancing memegang pasien,” jawab zergan yang memang benar merasa risih.


“mama nanti keluar jangan lama-lama,” lanjut zergan menatap mama ana.


Mama ana hanya mengangguk. Resiko punya anak tampan memang begini. Banyak yang jatuh hati dengan mudah. Tidak tahu saja Wanita di luar sana jika anak tampannya ini bodoh sebagai suami. Rela bohong dan juga tak pandai menjaga perasaan istrinya.


Zergan mengambil ponselnya yang ada di sebelah bantal. Dahinya mengernyit ketika melihat notifikasi dari luar aplikasi hijau. “gambar apa ini?” monolog zergan bingung.

__ADS_1


Dengan antusias zergan membuka pesan yang dikirim oleh aludra. Tangan zergan menekan tanda panah ke bawah pertanda ingin mendownload gambar yang dikirimkan. Tidak sampai lima detik, maka zergan terbelalak melihat gambar itu. Di tambah lagi dengan caption di bawahnya.


Zayn udah nemu kandidat papa baru.


Begitulah kira-kira tulisan yang dikirim. “zayn!" gumam zergan menahan kesal. Tanpa ragu lelaki itu menekan tombol panggilan ke nomor aludra. Satu kali, dua kali, tiga kali panggilan tak di angkat. Mama ana yang melihat itu mengernyit heran manyaksikan wajah menahan emosi anaknya. “kamu kenapa?” tanya mama ana mendekat.


“ini, ma,” ucap zergan memeprlihatkan layer ponselnya pada mama ana.


Mama ana tersenyum. disana terlihat menantunya yang sedang mengobrol dengan seorang lelaki. “dia tetangga kamu kan?” tanya mama ana yang dibalas anggukkan oleh zergan.


“cocok,” ucap mama ana polos.


“ma,” panggil zergan protes.


Mama ana terkekeh. “coba kamu pastikan sama anak buah kamu. Mana tahu zayn ngerjain kamu,” ucap mama ana mengingatkan.


Dengan cepat zergan langsung menuruti perkataan mama ana.


“istri saya dimana?” tanya zayn tanpa basa-basi sama sekali. Lelaki itu sungguh tak sabar mendengar jawaban dari anak buahnya.


“apa ada yang aneh dengan gelagat rio?” tanya zergan.


“tidak ada, tuan. Mereka tidak sengaja bertemu karena rio membawa anaknya bermain di taman,” jawab anak buah zergan setahunya.


Zergan menghela nafas lega. “kalau begitu terus jaga istri dan anakku,” ucap zergan dan langsung memutus sambungan telepon mereka.


“gimana?” tanya mama ana yang sejak tadi mendengar.


“mereka hanya tak sengaja bertemu, ma. Alu ke taman untuk bertemu dengan grace,” jawab zergan.


“percayalah sama istri kamu. Aludra bukan tipe Wanita yang mudah jatuh cinta, apalagi dia selingkuh. Dia berbeda dengan kamu,” ucap mama ana menyindir anaknya.


“zergan gak selingkuh,” protes zergan tak terima.

__ADS_1


“iya gak selingkuh. Tapi kalau urusan bohong dan buat aludra menangis kamu nomor satu,” jawab mama ana gambling.


“hati-hati lo, nak. Aludra itu cantik. Dia gadis yang pintar dan baik hati. Banyak yang menunggu jandanya. Jangan sampai kamu menyia-nyiakan aludra,” lanjut mama ana serius.


“zergan gak bakal lakuin itu, ma. Zergan bohong kemarin karena terpaksa. Dan ujung-ujungnya ketahuan juga kan? Susah zergan dapat aludra gak mungkin zergan sia-siakan,” ucap zergan yakin.


“syukur kalau kamu berpikir seperti itu. Jangan seperti-” mama ana tiba-tiba saja menghentikan ucapannya. Wanita itu menggeleng sambil tersenyum menatap zergan.


“mama ingat ayah?” tanya zergan lembut memegang tangan ibunya itu.


“sedikit,” jawab mama ana sekenanya.


“zergan gak memaksa, ma. Bagaimanapun dia adalah ayah zergan. Tapi jika bisa, lupakan dia. Zergan tidak akan pernah keberatan jika mama membuka hati untuk menemani masa tua mama. Asal mama Bahagia, zergan akan ikhlas dan terima, ma,” ucap zergan lembut.


Mama ana tersenyum. “ada kamu dan keluarga kecil kamu saja mama udah senang, nak. Sekarang kamu istirahat, ya. Semakin tenang tubuh kamu makan akan semakin baik untuk perkembangan Kesehatan kamu,” ucap mama ana mencoba mengalihkan pembicaraan mereka.


Zergan tersenyum dan menganggguk. Dia hanya menurut karena tak mau membuat mama ana semakin sedih akan pikiraanya mengenai adam bailey.


…..


Sesuai janji mereka, grace, aludra dan zayn makan malam bersama di sebuah restoran mewah dekat dengan panti. Kali ini grace yang akan mentraktir sesuai janjinya tadi siang dengan aludra.


Kini mereka bertiga sudah duduk di kursi yang sudah di pesan oleh grace. Zayn menatap berbinar es krim yang disediakan khusus untuknya. “ini sesuai janji tante pada zayn,” ucap grace menggeser cup es krim ukuran besar itu ke depan zayn.


“wah! Terimakasih banyak, tante,” jawab zayn senang dan semangat.


Grace tersenyum senang dan mengangguk. Aludra yang melihat senyum anaknya ikut tersenyum. “secukupnya aja ya, nak,” ucap aludra mengingatkan zayn.


“siap ma-, lho? Uncle Wira?!”


...****************...


Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @nonamarwa_ untuk melihat info mengenai novel aku yaa!!!!

__ADS_1


SELAMAT MEMBACAAAA!!!!!


__ADS_2