Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
Setelah Salah Paham - BAB 106


__ADS_3

WELCOME TO THE STORY


🌹HAPPY READING🌹


Zergan mengangguk. "Ayo makan siang. Temani aku, ya," ucap Zergan dan langsung berbalik untuk keluar kamar.


Sampai di ambang pintu, Zergan menghentikan langkahnya dan berbalik menatap aludra. "Kamu tahu aku paling tidak bisa marah sama kamu, Sayang. Tapi jangan manfaatkan itu."


DEG


Jantung aludra semakin tak karuan mendengar zergan bicara dengan tenang begini. Dia lebih memilih zergan yang marah dengan mengomel dari pada diam dan menahan seperti ini.


Aludra membenarkan dress rumahnya yang tersingkap sampai paha. Dia segera turun menggunakan lift dan menyusul zergan untuk ke meja makan.


Sampai di meja makan sudah ada Zayn dan juga Bima yang ikut duduk di kursi meja makan bergabung bersama Zergan. Aludra menghela nafas saat baru keluar dari lift.


"Bima belum pulang?" tanya Aludra lembut.


"Gak dibolehin sama om Zergan, tante. katanya makan siang dulu baru pulang," ucapnya menatap tanpa dosa pada Zergan. Padahal anak itu yang tidak mau pulang.


Zergan membulatkan matanya tak percaya. "Kecil-kecil udah bisa bohong, ya," ucap zergan sengit.


"Sesekali sedekah sama anak piatu itu ikhlas, Om," ucap Bima santai.


namun berbeda dengan alidra dan Zergan yang mendengarnya. Bibir Bima mungkin bicara dengan senyum, tapi hatinya pasti memendam kesedihan.


Masih ingat Bima, bukan? anak dari rekan bisnis Zergan yang bernama Rio. Duda tampan yang juga satu komplek dengan Zergan. Dia juga yang berpengaruh penting dalam membuka skandal video Rea dan adik iparnya Rio yaitu Dewa (ada di BAB 70an).


"Bima bisa makan disini kapanpun Bima mau, ya. Anggap disini keluarga Bima juga. Anggap tante ini juga Mamanya Bima," ucap Aludra lembut.


"Istrinya papa aku berarti tante?"


"UHUK, UHUK, UHUK," batuk besar itu keluar begitu saja dari tenggorokan Zergan.


"Bukan gitu! Kalau kamu anggap kayak gitu gak boleh main disini lagi," jawab Zergan tegas.


"Dasar pelit."


"Iya, papa pelit!"


ucap Bima dan Zayn secara bersamaan.


"Zayn," ucap Zergan tegas memandang penuh ancamam pada anaknya itu.


"Hehe becanda, Pa," jawabnya dengan mengangkat jari telunjuk dan jari tengah membentuk huruf V.

__ADS_1


"Ck, itu aja marah. Tenang om, papaku juga sudah punya calon ibu baru," ucap Bima. Kini mereka sudah mulai menyuap makanan yang telah diambilkan oleh Aludra.


"Benarkah?" tanya Zergan dan Aludra bersamaan sedikit kaget mendengar penuturan Bima.


Bima mengangguk. "Papa sering lihat fotonya kalau sendiri. tapi Bima gak pernah dibolehin liat," jawab anak itu setelah menelan makanan dalam mulutnya.


"Baguslah. lebih cepat papamu menikah itu lebih baik. biar gak sok jadi teman istri orang," jawab zergan ketus.


"Mas," tegur aludra lembut memperingati omongan zergan yang tak pernah di filter terlebih dahulu.


Setelahnya mereka melanjutkan makanan dalam diam.


"Aku kembali kantor ya," ucap zergan berdiri setelah menghabiskan makan siangnya. Sedangkan Zayn dan Bima sudah berpindah tempat main ke rumah Bima. anak itu memang sangat aktif sekali sehingga bermain kesana-kemari.


"mas," panggil aludra lembut.


"Iya sayang."


"Ada yang lupa," ucap aludra merajuk.


Zergan menghela nafas pelan. Dia tahu apa yang dimaksud istrinya. Beginilah jika suasana hatinya tidak baik. Kebiasaannya saat akan pergi pasti akan berubah.


Zergan berjalan kembali mendekati Aludra.


Cup.


Cup.


Cup.


Cup.


"Papa kerja lagi, ya Nak. Baik-baik di perut Mama, Ya. Dan bilang sama Mama untuk lebih terbuka lagi sama Papa. Papa merasa gak berguna kalau kayak gini," ucap Zergan curhat pada anaknya yang belum lahir.


Tentu itu semua bisa aludra dengar dengan sangat jelas. Terdengar seperti sindiran yang membuat aludra merasa sangat bersalah. "Mas."


Zergan tersenyum. "Aku kembali ke kantor, ya. Kamu baik-baik di rumah. Assalamu'alaikum."


Aludra tidak bisa menahan zergan karena lekaki itu lansung beranjak pergi. aludra menghela nafas menatap kepergian suaminya. "Waalaikumsalam."


.....


Seharian Zergan bekerja untuk melampiaskan rasa kecewanya. sampai sekarang pukul tujuh malam lelaki itu masih asik di kantornya dengan fokus pada laptop yang ada di depannya.


"Udah malam, Gan. Ayo pulang. Aludra pasti nungguin lo," ucap Wira yang sejak tadi memang ada di ruangan zergan. Mereka sudah selesai sejak tadi membahas kerja sama yang akan dilakukan, tapi zergan masih ingin lembur untuk menyelesaikan pekerjaanya. Wira yang bertindak sebagai asisten pribadi yang baik hanya bisa menuruti bosnya itu.

__ADS_1


"Ini belum selesai. lo kalau mau pulang duluan aja," ucap Zergan tanpa menatap Wira.


"Ck. Yang lo kerjain ini bukan kerjaan yang mendesak, Gan. Proposal ini masih untuk satu bulan ke depan. ayo balik," ucap wira mengajak zergan lagi.


"Kalau lo mau balik duluan aja. Gue bentar lagi pulang," jawab zergan lagi tanpa ragu.


Wira menghela nafas pelan. "Oke, fine. lima belas menit lagi kalau belum pulang, jangan marah kalau lo gue seret keluar," ucap Wira mengancam.


Zergan hanya diam dengan tetap fokus pada laptop di depannya. Jari tangan lelaki itu nampak sangat lihai menari diatas keyboard laptop.


.....


Sudah jam delapan malam, namun belum ada tanda-tanda zergan akan pulang.


Dirumah aludra menunggu suaminya di ruang keluarga sambil menonton televisi. Zayn sudah sejak tadi menanyakan keberadaan ayahnya itu.


"Sabar ya, Nak. Papa masih kerja. Kadang ada kerjaan papa kamu yang gak bisa ditinggalin," ucap aludra menjawab pertanyaan Zayn untuk kesekian kalinya. Biasanya jika lembur, zergan pasti akan menelpon dan memberi kabar. Aludra paham, dialah yang membuat zergan menjadi begini.


"Biasanya papa bilang dulu kalau pulang lambat," ucap Zayn cemberut.


"Coba Zayn telfon papa pakai telpon rumah," ucap aludra membujuk anaknya.


Zayn langsung mengangguk. anak itu segera berlari ke telepon rumah yang yang ada di meja sebelah televisi. Aludra bisa saja menelpon menggunakan ponselnya, tapi yang namanya orang salah tetap saja ada rasa takut.


baru Zayn akan menekan tombol angka dua pada telepon, terdengar suara mobil datang dari luar rumah. Anak itu kembali meletakkan telepon dan berlari keluar rumah. "PAPA!" teriak Zayn senang.


Senyum zergan terbit begitu melihat raut senang anaknya. Lelah hati dan pikirannya sedikit teratasi melihat senyum dan semangat Zayn menyambut kepulangannya.


"Mas," panggil aludra. Zergan yang menggendong Zayn tersenyum dan merangkul istrinya dengan sebelah tangannya yang bebas.


"Maaf aku pulang terlambat, ya," ucap zergan lembut. Sungguh, hati aludra semakin merasa bersalah. Suaminya masih bisa lembut padahal dalam hatinya sedang tidak baik-baik saja.


"Mas, maaf," ucap aludra pelan.


Zergan tersenyum dan mengangguk. Setelahnya dia beralih menatap Zayn. "Papa mandi dulu ya, Nak. Zayn tunggu di kamar. nanti kita main sebentar setelah itu tidur," ucap Zergan yang langsung dianggukki oleh Zayn. Anak itu segera berlari memasuki kamarnya setelah turun dari gendongan Zergan.


"Aku mandi dulu, ya. Kamu temani Zayn nanti aku menyusul ke kamarnya. cup," ucap zergan segera pergi meninggalkan aludra setelah mengecup singkat dahi wanita itu.


"Mau gimanapun nanti, aku harus jujur."


......................


Zergan marah gak yaaaa?????? jadi takut!!!!!


Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yaa!!!!

__ADS_1


Selamat membaca!!!!!!!!


__ADS_2