Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
Setelah Salah Paham - BAB 93


__ADS_3

WELCOMEBACK TO THE STORY


🌹HAPPUY READING🌹


Ibu aludra tidak apa-apa. Tapi saya sarankan tuan untuk membawa nyonya aludra ke dokter kandungan," ucap dokter itu lembut.


"Dokter kandungan?" tanya zergan bingung.


Dokter itu tersenyum dan mengangguk. "Saya menduga bahwa saat ini Nyonya Aludra sedang berbadan dua, Tuan."


"waaah! benarkah?" tanya mama ana dengan senyum mengembangnya dan langsung menggeser tubuh zergan ke samping.


lagi dan lagi dokter tersenyum mengangguk. "Benar, Nyonya. untuk lebih jelas saya menyarankan kalian ke dokter kandungan," jawab dokter itu lembut.


"Kami akan segera mengurusnya."


"Kalau begitu saya pamit undur diri," ucap dokter dan berlalu pergi dari hadapan zergan, ana dan Zayn.


Zergan tersenyum cerah. Hasil di mobil dan basement perusahaanku jadi. jerit zergan bahagia dalam hati.


lelaki itu sangat yakin bahwa benih yang tumbuh dan kembang dalam perut aludra adalah hasil permainan panas mereka saat di mobil. Saat aludra di jebak dengan minuman yang sudah diberi obat perangsang oleh Rea.


.....


aludra sudah dipindahkan ke ruang perawatan. wanita itu perlu dirawat sampai menunggu keterangan dari dokter kandungan yang akan memeriksa keadaanya.


Sejak tadi zergan tak hentinya mengecup pipi aludra yang masih belum sadarkan diri. wanita itu seperti terlalu nyaman dengan tidurnya.


"Mama sudah buat janji dengan dokter kandungan di rumah sakit ini," ucap mama ana yang baru saja masuk bersama Zayn.


"Kapan?"


"dia ada praktek nanti sore. Jadi setelah ashar nanti aludra akan diperiksa. kita akan bawa aludra ke ruangannya. kebetulan dokternya teman mama. jadi gak harus nunggu antri," jawab mama ana memberitahu.


"kekuatan orang dalam sekali, ya," ucap zergan menyindir.


"Selagi ada kenapa tidak dimanfaatkan. orang-orang diluar sana susah payah cari orang dalam untuk memperlancar keperluan mereka, kita dikasih mana bisa nolak. Apalagi mama, rugi dong!" ucap mama ana bangga.


Zergan hanya geleng kepala sambil tersenyum mendengar perkataan mamanya. Dia ikut senang melihat mama ana yang sudah banyak bicara. Karena secara tidak langsung, kehamilan aludra membuat mama ana menjadi sedikit sibuk dan melupakan sejenak permasalahan yang ada.


"Mas," suara lirih itu terdengar dari ranjang rumah sakit.


Senyum terbit di bibir zergan dan mama ana.

__ADS_1


"Jangan banyak gerak dulu, sayang," ucap zergan khawatir mencegah aludra yang akan bangun dari tidurnya menjadi posisi duduk.


Aludra mengangguk patuh. Wanita itu memejamkan mata sejenak dan menghela nafas pelan. "Zayn mana, Mas?" tanya Aludra yang tidak melihat kehadiran anaknya di dalam ruang rawat itu.


Mama ana sama zergan reflek melihat kebelakang. "Lho? tadi Zayn di belakang Mama," gumam Mama ana yang tidak melihat Zayn.


"Biar aku cari ke luar dulu, ya," ucap zergan lembut dan mengecup dahi aludra sebelum keluar.


Sampai di pintu, zergan menengok ke kanan dan kiri. tepat di sudut lorong ruangan aludra, matanya menangkap sosok mungil yang duduk di kursi tunggu paing ujung lorong tersebut dan itu adalah anaknya.


Zergan berjalan pelan mendekati Zayn. Zayn yang merasakan kehadiran seseorang disebelahnya menoleh. "Papa," ucap anak itu lirih.


"Zayn kenapa?" tanya Zergan lembut sambil mengangkat tubuh Zayn ke pangkuannya.


Zayn hanya menggeleng.


Zergan menghela nafas. jika sudah begini hanya aludra yang bisa membujuk anak itu untuk berbicara.


"Zayn tidak mau bertemu mama? mama sudah bangun," ucap zergan lembut sambil mengusap rambut zayn.


"Mama sadar?" tanya Zayn menatap zergan dengan mata sayunya.


Zergan mengangguk. Anak itu segera turun dari pangkuan zergan dan berlari memasuki ruangan aludra.


"Mama!" teriak Zayn dan langsung berlari menuju ranjang aludra.


Aludra tersenyum menatap anaknya. "Zayn."


"Mama jangan pingsan lagi. Zayn khawatir. Gak usah buat adik lagi ya, Ma," ucap anak itu lirih.


Zergan yang berada di ambang pintu menepuk jidat mendengar apa yang disampaikan oleh anaknya. Begitu juga dengan mama ana. Cucunya itu benar benar lurus menuruti apa yang tadi zergan ucapkan.


Dahi aludra mengerut bingung.


"Tadi papa bilang kalau mama pingsan karena semalam mama sama papa buat adik untuk Zayn," jawab Zayn polos yang sampaikan pada aludra membuat wanita itu lamgsung menatap tajam suaminya.


"Jujur itu lebih baik, Sayang," jawab zergan terkekeh pelan tanpa dosa.


Aludra menghela nafas pelan. Lalu dia beralih manatap Zayn sambil tersenyum. "Mama gak kenapa-napa kok, Nak. Mama baik-baik aja. Zayn gak. usah khawatir lagi, ya," ucap aludra lembut.


Zayn mengangguk. Dia memeluk erat pergelangan tangan aludra sambil duduk di kursi yang ada di sebelah ranjang. Anak itu benar-benar khawatir jika terjadi sesuatu yang buruk terhadap wanita kesayangannya.


Mama Ana tersenyum melihat Zayn yang begitu menyayangi aludra. Dia ingat akan zergan kecil yang begitu sangat posesif kepadanya dulu.

__ADS_1


Semoga keluarga kecil ini selalu engkau berkahi, Ya Allah. Batin mama ana berdoa. Sungguh, dia tidak ingin aludra sampai merasakan apa yang dia rasakan dulu. Dia tidak ingin zergan mengikuti langkah ayahnya yang telah memberi noda dalam pernikahannya.


.....


"Kenapa kita kesini, Mas?" tanya aludra bingung. wanita itu kini sudah duduk di kursi roda sesuai dengan apa yang di minta oleh zergan.


Zergan yang mendorong kursi rodanya tersenyum. "Kamu pasti tahu kalau kita keruangan ini tujuannya untuk apa, sayang," jawab Zergan.


Aludra terdiam. wanita itu tahu, tapi dia tidak ingin terlalu berharap dengan apa nanti yang akan dia dengar. dia takut apa yang akan didengarnya tidak sesuai dengan harapan.


Mama Ana dan dokter kandungan itu menyambut kedatangan Zergan, zayn dan aludra. Mama ana memang sudah ada di sana lebih dahulu untuk sekedar berbincang dengan teman lamanya.


"Selamat datang," ucap dokter lembut dengan senyumnya.


"Langsung kita periksa saja, ya! tadi saya juga sudah menerima dan membaca laporan mengenai kondisi aludra sebelumnya dari dokter umum di UGD," ucap Dokter bername tag Arumi itu.


Mereka semua mengangguk. Aludra segera di baringkan di ranjang yang sudah disediakan. dokter Arumi memulai pemeriksaannya dengan mengoleskan gel di perut aludra.


"Wah! Benar ternyata, kamu tengah berbadan dua, Nak Aludra," ucap Dokter Arumi ikut senang memberitahu.


"Sa-saya hamil, Dok?" tanya Aludra tak percaya.


Dokter Arumi mengangguk. "kandungan kamu sudah akan mengajak dua bulan, Nak," ucao dokter Arumi.


Zergan tersenyum cerah. "Kegiatan kita di mobil membuahkan hasil, Sayang," ucap Zergan tanpa malu yang membuat wajah aludra memerah dan mama ana yang melotot gak percaya pada anaknya itu.


"Berbadan dua itu apa?" tanya Zayn yang sejak tadi hanya diam.


Zergan tersenyum. "Mama hamil, Nak. Zayn akan jadi abang," jawab lembut.


Tangan mungil Zayn mengepal.


BUGH


"ZAYN GAK MAU PUNYA ADIK!"


"ZAYN!"


................


Hai temanku semua, lama tak jumpa membuat kerinduan ini sangat dalam ya, hehe.


Aludra dan Zergan masih berlanjut, ya. Bagi yang sedikit lupa, kalian bisa baca bab sebelumnya ya, dijamin tetap seru.

__ADS_1


Terimakasih untuk kalian karena masih setia menunggu kisah ini. Jangan lupa like, komen dan kasih hadiah juga vote yaaa 🤗


__ADS_2