Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
Setelah Salah Paham - BAB 107


__ADS_3

WELCOME TO THE STORY


🌹HAPPY READING🌹


Zergan keluar dari kamarnya setelah selesai membersihkan diri. Laki-laki itu tampak lebih segar dengan penampilan rumahannya dan wajah yang lebih bening.


Zergan membuka pintu kamar Zayn dan melihat anak itu sedang tiduran bersama aludra. "Sini Papa," panggil Zayn pada zergan yang berdiri di ambang pintu.


Zergan tersenyun dan mengangguk.


"Sekarang saatnya papa yang bacain dongeng. Tadi mama udah. Kita gak usah main, Zayn udah ngantuk soalnya," ucap anak itu sambil menyerahkan buku ceritanya pada zergan.


"Itu lebih baik, Nak. oiya, bagaimana hari ini, Nak? good?" tanya zergan sambil merebahkan tubuhnya disisi lain tubuh Zayn.


"Baik, Pa. Tadi Zayn main sampai sole di lumah Bima. Padahal paginya udah main disini juga," jawab Zayn antusias.


"Zayn senang?" tanya zergan lagi.


Zayn mengangguk kuat. "Di lumah Bima ada kebun binatang mininya, Pa," ucap anak itu mulai bercerita.


"Benarkah?"


"Iya, pa. Isinya tapi leptil semua. Zayn geli. Bima bilang itu punya Papanya," jawab anak itu bergedik ngeri.


"Zayn mau juga?" tanya Zergan lagi.


"Apa boleh?"


Zergan mengangguk. "Zayn mau binatang apa?" tanya Zergan lagi.


"Zayn gak mau banyak. Singa putih ya, Pa," ucap anak itu memohon pada Zergan.


Zergan tersenyum dan mengangguk. "Satu minggu lagi apa yang Zayn minta akan datang. Jadi sabar, ya," ucap Zergan yang membuat anak itu kegirangan.


"Mas."


"Gakpapa sayang. lagian uang aku gak bakal habis kalau cuma buat beli seekor singa. daripada gak dipake uangnya, aku kerja buat anakku juga, kan?" ucap Zergan menatap aludra.


kembali dengan kata sindiran namun sangat halus, itulah yang digunakan zergan untuk membuat aludra semakin sadar akan kesalahannya.


"Boleh ya, Ma. Zayn mau singa putih," ucap Zayn memohon pada aludra.


"Zayn gak takut?" tanya aludra yang dibalas gelengan kepala oleh Zayn.


"Janji harus merawatnya dan gak boleh bosan, ya. Zayn gak boleh sia-siain singanya nanti kalau udah dibeliin Papa," ucap Aludra berpesan pada Zayn.


"Siap, Mama," jawab anak itu yakin dengan senyum mengembangnya.


Setelah itu zergan mulai membacakan buku cerita yang tadi Zayn berikan. Tidak lama setelahnya anak itu langsung tertidur.

__ADS_1


Zergan tersenyum menatap wajah polos sang anak yang nampak nyenyak. "Jadilah anak yang baik ya, Nak. tetaplah seperti ini sampai nanti kamu udah dewasa. Tetap sayangi papa dan mama. Tetap muliakan mama kamu sampai nanti dan selalu jadi kesatria buat Papa," ucap Zergan dengan mata yang sedikit berkaca.


"Mas," panggil aludra lirih.


Zergan tersenyum. "Aku hanya terharu. Anak yang dulu begitu kita tunggu kehadirannya sekarang sudah sebesar ini. Padahal baru kemarin aku mengazankannya," ucap zergan mengusap lembut rambut Zayn.


"Bimbingan dan arahan kita yang akan menentukan bagaimana Zayn nanti dimasa depan, Mas," ucap aludra yang dianggukki oleh Zergan.


"Termasuk saling terbuka. aku ingin anak-anakku nanti menjadikan keluarganya sebagai tempat pertama dia berkeluh kesah, tidak kepada orang lain atau siapapun itu," ucap zergan penuh makna menatap Aludra.


"Mas, Maaf," ucap aludra lagi.


Zergan tersenyum. "Ayo kita ke kamar. Biarkan jagoan kecil ini tidur dengan nyenyak," ucap zergan bangun dan menggandeng tangan aludra untuk keluar bersama dari kamar Zayn.


.....


"Mas," panggil aludra setelah zergan keluar dari kamar mandi.


"Kamu belum tidur?" tanya Zergan.


Aludra menggeleng.


Zergan mengangguk dan berjalan menuju ranjang menyusul aludra.


"Kenapa?" tanya Zergan lembut menatap aludra yang menunduk.


"Maaf," kata itu keluar lagi dari bibir aludra untuk kesekian kalinya.


"Maaf karena aku masih melakukan apa yang kamu gak izinkan," jawab aludra jujur.


"Dulu sebelum menikah, aku pernah bilang apa sama kamu?" tanya Zergan lembut.


"Kalau udah nikah, gak boleh kerja lagi. Kalaupun memang mau kerja, gajinya harus tiga kali lipat dari uang yang kamu kasih setiap bulan," jawab Aludra lirih.


"Terus kenapa masih dilanggar, Sayang?" tanya Zergan lagi.


Aludra diam sambil terus menunduk. Dia tahu dia sangat salah dalam hal ini. Sudah jelas uang yang dia Terima tidak seberapa, tapi masih tetap melakukan apa yang dilarang zergan.


"Apa uang yang aku kasih masih kurang, Sayang?" tanya Zergan yang di jawab gelengan kepala oleh aludra.


"Apa perintah aku tidak begitu penting?" tanya Zergan lagi.


"Gak gitu, Mas," jawab aludra cepat dengan mata suah berair.


"Lalu kenapa kamu masih lakuin apa yang aku larang? dan juga kenapa kamu gak pernah pake uang yang aku kasih sebagai nafkah ke kamu?" tanya zergan lagi.


"Uang yang kamu kasih aku pake buat kebutuhan keluarga kita. Sedangkan buat keperluan pribadi aku beli pake uang sendiri," jawab aludra takut dengan suara bergetar


"Uang pribadi?" tanya zergan lebih menekankan apa yang dikatakan oleh aludra.

__ADS_1


Aludra mengangguk.


"Terus fungsi aku sebagai suami apa, Sayang?" tanya Zergan lagi menatap kecewa pada istrinya.


"Mas maaf. Gak ada maksud apa-apa, hiks," jawab aludra sudah terisak.


"Aku gak marah sama kamu. Jadi jangan takut, ya," ucap zergan tersenyum sambil mengangkat dagu aludra agar bisa menatapnya. "Aku hanya kecewa karena gak bisa tegas sama istri aku sendiri."


"Kamu harusnya bilang jika memang mau apa. Kamu harusnya bilang jika memang uang yang aku kasih masih belum cukup. Kamu harusnya izin untuk melakukan apapun itu meskipun nanti jawaban yang aku berikan tidak sesuai dengan apa yang kamu mau. Aku suami kamu, Sayang. Hidup kamu tanggung jawab aku. Membuat kamu susah dengan bekerja, itu artinya sebuah kegagalan bagi aku untuk menjadi imam kamu," tambah zergan lembut namun sirat akan kekecewaan dimata lelaki itu.


"Tapi aku gak capek, Mas. Aku gak susah juga," ucap aludra lagi.


"Mau kamu capek ataupun enggak, melakukan sesuatu tanpa izin suami itu dosakan, Sayang?" tanya zergan menatap aludra.


Aludra mengangguk dengan rasa bersalahnya.


"Mau aku kaya atu enggak, mau aku ganteng atau enggak, mau aku sehat atau enggak, gimanapun keadaan aku, aku tetap imam kamu kan?" tanya Zergan lagi.


Aludra mengangguk. "Cuma kamu. gak mau yang lain," jawab alidra terisak.


Zergan tersenyum. "Kalau gitu coba kasih tahu aku, kenapa kamu masih jalanin usaha jualan online kamu? bukankah usahanya udah kamu kasih ke ibu panti tempat kamu tinggal dulu?" tanya Zergan mencoba mengajak aludra untuk bercerita.


Aludra menghapus air mata yang ada di pipinya. "Ibu panti kewalahan, Mas. anak di panti makin banyak, jadi aku inisiatif aja buat bantu. Apalagi waktu itu kita salah paham, aku milih buat aktif lagi, jaga-jaga kalau nanti aku ditinggalin," jawab aludra jujur.


"Kamu bisa cerita aku dan kita bisa cari solusinya, Sayang. Nanti aku kirim orang buat bantu ibu panti. Biar gak kewalahan. Dan kamu gak boleh sibuk lagi, ya. kamu hanya boleh sibuk karena aku, Zayn dan juga calon anak kita," ucap zergan lembut.


"Dan kamu bilang jaga-jaga buat nanti jika aku tinggalin kamu?"


Aludra mengangguk takut.


"Aku bakal jadi gelandangan kalau tinggalin kamu, Sayang. Kamu lupa kalau semuanya atas nama siapa? atas nama kamu," ucap zergan mencolen ujung hidung aludra hingga wanita itu malu.


"Makasi banyak, Mas. Aku minta maaf dan janji gak bakal ulangin lagi. Emmm,,, aku dimaafin .kan?" tanya aludra takut.


Zergan terdiam sebentar. Setelahnya dia tersenyum dan merentangkan kedua tangan pada aludra.


Aludra yang paham langsung memeluk tubuh suaminya.


"Marah aku seketika lenyap saat melihat wajah teduh dan cinta untuk istriku ini," ucap Zergan lembut mengeratkan pelukannya pada aludra.


"Aku beruntung memiliki kamu, Mas."


"Kita saling beruntung sampai nanti mendapatkan surganya, Sayang."


......................


Mau juga punya suami kayak zergaaaaan!!!!!


Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yaa!!!!

__ADS_1


Selamat membaca!!!!!!!!


__ADS_2