
Jangan lupa like
Jangan lupa komen
Jangan lupa favorit
Jangan lupa kasih vote
Jangan lupa kasih hadiah juga yaaaaa 😉🤗
🌹HAPPY READING🌹
"Ya," ucap Adam singkat.
"Ada masalah Tuan."
"Katakan," jawab Adam dengan perasaan yang sudah tak menentu.
"Para investor mencabut semua saham mereka dari Bailey Group," ucap sekretaris Adam dari seberang sana.
"APA?!" teriak Adam tak percaya dengan apa yang terjadi.
"Benar, Tuan. Lebih baik tuan ke perusahaan sekarang. Para petinggi perusahaan menunggu kedatangan Tuan. Skandal yang terjadi sudah sampai beritanya pada mereka. Aku tidak bisa mencegah lebih jauh, Tuan. Apalagi setelah mereka mendengar konferensi pers dari Tuan Muda Zergan. Semuanya semakin yakin dan percaya pada skandal itu, Tuan," ucap sekretaris Adam.
"Aku ke perusahaan sekarang," jawab Adam dan langsung mematikan sambungan teleponnya. Bagaimanapun juga, dia harus bisa mempertahankan Bailey Group. Dia harus bisa meyakinkan para investor untuk tidak lari dari Bailey Group.
Tanpa pikir panjang, Adam segera mengganti pakaiannya dengan pakaian kantor dan segera keluar kamar.
"Mas Adam mau kemana?" tanya Rea yang datang dari arah dapur. Sepertinya wanita itu baru selesai membuat sarapan. Terbukti dari bau harum masakan.
"Bukan urusanmu," ucap Adam dan langsung pergi begitu saja.
"Tapi setidaknya sarapan dulu, Mas. Kamu belum makan lagi sejak pulang dari Indonesia," ucap Rea mengingatkan Adam akan kesehatannya.
"Bukan urusanmu!" jawab Adam dan menghentakkan tangan Rea dengan kuat sehingga terhempas begitu saja.
Rea hanya bisa memandangi punggung Adam yang menjauh dari pandanganya. Mata wanita itu mudah sekali berair akhir-akhir ini. "Kamu cengeng sekali sekarang ini, Rea," gumam Rea pada dirinya sendiri sambil menghapus air matanya.
"Aku banyak dosa, Ya Allah. Tapi berikan balasan dari setiap hal baik yang pernah aku lakukan dulu kepada Adam. Jangan biarkan dia kesusahan. Aku yang salah," gumam Rea tulus dengan secara harapan kebaikan untuk Adam.
Beberapa menit mengendarai mobilnya, Adam sampai di depan Bailey Group.
Kakinya melangkah penuh keraguan. Tapi apa yang Adam takutkan tidak terjadi. Para karyawannya tetap bekerja dengan profesional. Adam baru kembali ingat bahwa ini bukan Indonesia. Karyawannya lebih mementingkan pekerjaan daripada gosip yang beredar.
__ADS_1
Kaki Adam langsung melangkah ke ruang meeting. Tadi sekretarisnya memberi pesan bawah semua petinggi sudah menunggu di ruang meeting.
"Maaf saya terlambat," ucap Adam penuh penyesalan dan menatap satu persatu yang hadir disana.
Semua hanya mengangguk. Adam duduk di kursinya dan disebelahnya sudah ada sekretaris Adam yang sejak tadi menunggu.
"Kami langsung saja Tuan Adam. Kami sungguh tak menyangka atas berita yang sudah terjadi. Secara saya pribadi, saya sangat tidak menyangka jika anda melakukan semua ini. Perbuatan anda ini sangat merugikan perusahaan," ucap salah satu pemilik saham cukup besar di Bailey Group.
"Saya bisa jelaskan," ucap Adam menarik pelan nafasnya.
"Semua itu memang terjadi. Tapi saya bisa pastikan perusahan tidak akan terkena impasnya," ucap Adam meyakinkan mereka semua.
"Bagaimana tidak berimbas? Sekarang ini saham kita turun drastis. Dan itu terjadi dalam sehari," jawab salah satu dari mereka.
"Tapi saya bisa buktikan dengan kinerja perusahaan. Saya janji semua ini tidak akan mempengaruhi kinerja perusahaan," ucap Adam lagi.
"Tapi semua sudah terlambat. Saya memutuskan untuk menarik kembali saham saya dari perusahaan ini," ucap salah satu mereka dengan yakin dan dianggukki oleh yang lainnya.
"Beri saya satu kesempatan," ucap Adam lagi.
"Kami ada pilihan. Itupun jika adan setuju."
"Katakan," ucap Adam.
"Kami ingin Tuan Fatih atau anak anda Zergan yang memimpin perusahaan ini. Karena jujur saja, kami sangat gamang jika masih anda yang menjabat sebagai pemimpin."
Jantung Adam rasanya ingin lepas saat ini juga. Sungguh, dia sangat dipermalukan kali ini. Tapi dia tidak bisa mengelak bahwa semua sudah terungkap.
"Beri saya satu kesempatan," ucap Adam meminta dengan tegasnya.
"Maaf, Tuan Adam. Jika memang anda tidak bisa memilih, maka kami terpaksa menarik semua saham dari Bailey Group."
Adam menghela nafasnya pelan. Dia beralih menatap Mark. Sekretaris sekaligus orang yang dipercaya Adam untuk menggantikannya jika tidak bisa datang ke Bailey Group.
"Bisa berikan kami waktu untuk bicara berdua, Tuan-taun?" ucap Mark sopan meminta izin pada mereka semua.
"Silahkan," jawab salah satu petinggi itu mewakili.
Mark dan Ada berjalan menuju sebuah ruangan kecil yang ada di ruangan meeting. Ruangan itu biasa digunakan sebagai tempat beristirahat oleh Adam jika malas ke ruangan kerjanya.
"Apa yang harus aku lakukan, Mark?" tanya Adam pada Mark setelah mereka berada diruangan itu.
Mark menghela nafas pelan. Ada rasa iba pada atasannya itu. Tapi semua perbuatan Adam memang sudah sangat keterlaluan dan sulit untuk dimaafkan.
__ADS_1
Maafkan aku, Tuan. Perbuatan anda memang tidak bisa di tolerir lagi. Batin Mark.
Mark yang menang mengetahui semua perlakuan Adam kepada Ana, hubungan Adam dan Rea hanya bisa diam saat itu, hingga semua terungkap sampai sekarang ini.
"Mungkin memang anda harus memenuhi permintaan para petinggi, Tuan. Karena jika tidak, maka Bailey Group akan hancur. Nasib ribuan karyawan ada di tangan anda. Dan terutama, setidaknya anda masih menyelamatkan apa yang selama ini sudah menjadi hasil dari kerja keras Tuan Fatih," ucap Mark memberi sarannya.
Adam hanya diam mendengarkan perkataan Mark.
"Aku masih bingung. Pasti ada mata-mata hingga Zergan menyabotase semua rencana kita untuk melakukan konferensi pers," ucap Adam masih dengan keras hatinya.
"Mungkin itu memang nalurinya sebagai seorang anak, Tuan," jawab Mark yang membuat Adam langsung menatapnya.
"Kau membelanya?" tanya Adam tak terima.
"Saya hanya selalu berpihak pada yang benar, Tuan," jawab Mark berani.
Tangan Adam mengepal. Tapi saat ini dia tidak bisa marah atau mengeluarkan semua rasa emosinya. Dia harus bisa tenang dan menahan untuk sekarang ini.
"Katakan para petinggi itu bahwa apa yang mereka inginkan akan terpenuhi, Mark," ucap Adam.
"Jadi anda,,,"
"Ya. Mungkin Papa lebih baik untuk mengurus perusahaan," ucap Adam memutuskan.
Mark mengangguk. Dengan segera dia keluar dari ruangan itu dan menyampaikan apa yang menjadi keputusan Adam Bailey. Semua petinggi yang mendebat itu tersenyum senang. Mereka merasa cukup tenang sekarang karena Bailey Group akan kembali berada di tangan orang yang tepat.
.....
Zergan terbangun dari tidurnya mendengar ponselnya yang ada di meja kerjanya berdering. Dia dan Aludra masih saling memeluk di sofa ruang kerjanya setelah kegiatan panas mereka semalam.
Adam bangkit dengan tubuh telanjangnya itu. Dia kembali memakai pakaian yang berserak di lantai dan mengambil ponselnya.
"Ini masih jam 6, kenapa dia menelpon sepagi ini?" gumam Zergan bertanya.
Tidak beberapa lama Zergan menepuk dahinya. "Disana pasti sudah siang," ucap Adam setelah sadar dengan perbedaan waktu antara Indonesia dan New Zealand.
Tanpa pikir panjang, Zergan segera mengangkat panggilan itu. "Kenapa?" tanya Zergan tanpa basa-basi.
Senyum terbit di bibir Zergan mendengar info yang dia dapatkan. "Saya dan Kakek akan segera kesana."
Zergan tersenyum penuh kemenangan setelah mendapat berita dari orang kepercayaannya disana. "Maafkan aku harus menghancurkan mu seperti ini, Ayah. Tapi Kakekku lebih berhak untuk semuanya."
................
__ADS_1
Dukung novel ini dengan terus ikuti kisahnya dan semoga kalian suka yaaa. Jangan lupa like, komen dan kasih hadiah juga vote yaaa 🤗
Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yang lainnya. Tentunya ada info Alu dan Zergan jugaa. Terimakasih 🤗😉