Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
BAB 169


__ADS_3

Selamat datang kembali teman-teman. kisah aludra dan zergan balik lagi nih, yeaaayyy!!!!


Selamat membaca dan semoga kalian selalu menikmati walau sudah lama kita tak bersatu hati. HAPPY READING


"Kau cocok dengan wanita itu?" tanya Anwar duduk disebelah Wira.


Wira menghela nafas pelan. "Bibirku mungkin bisa mengatakan cocok, tapi tidak dengan hatiku, Ayah. Sulit sekali," jawab Wira pelan.


"Jawabanmu seperti orang yang sangat patah hati," ucap Anwar meledak anaknya itu


Wira mendengus menatap kesal pada Anwar. "Untuk Ayah," ucap Wira pelan yang masih bisa didengar oleh Anwar.


Anwar terkekeh. "Aku kasian sekali dengan kisah cintamu ini. Udah jarang jatuh cinta, sekalinya jatuh cinta sulit untuk di dapatkan," ucap Anwar lagi yang membuat wira memberikan tatapan kesal padanya.


"Aku harus bagaimana, ya?" tanya wira entah pada siapa yang mengundang tatapan bingung Anwar.


"Bagaimana apanya?" tanya Anwar.


"Sama Grace," ucap Wira menjawab.


"Kau kejarlah," jawab Anwar singkat.

__ADS_1


"Huh, andai semudah itu," jawab Wira menghela nafas pelan.


"Grace sendiri yang tak mau denganku, Ayah! Dia merasa dirinya tak pantas untukku," ucap Wira menatap Anwar.


"Memang susah jika seorang wanita merasa rendah akan dirinya sendiri. Grace sadar dengan keadaanya, makanya dia menolakmu karena merasa tidak pantas. dia percaya kau bisa mendapatkan perempuan yang lebih baik darinya," ucap Anwar memberikan pendapatnya.


"Huh, mengejar cinta lebih sulit dari mengejar cita-cita. Perjuangkan Grace, ayah ingin menantu yang seperti dia," ucap Anwar dan berlalu pergi meninggalkan wira yang masih terdiam mencerna apa yang ayahnya katakan.


Wira memandang lurus ke televisi tapi pikirannya jauh entah kemana. "Grace adalah perempuan yang keras, sangat sulit untuk mengejarnya, tapi beberapa hari ini aku merasa bahwa dia mulai mendekat. Apa tarik ulurku berjalan lancar?" gumam wira berpikir.


Senyum tampan akhirnya terbit dibibir lelaki itu. "Besok akan aku coba lagi untuk jual mahal," ucap wira dengan segala rencana di otaknya.


.....


Zergan menatap jendela yang memperlihatkan Zayn dan Aludra. Dari kamarnya, zergan masih bisa memantau anak berserta istrinya. Zergan menimbang apa yang akan dia lakukan mengenai perkataan Aludra tentang Rea. "Untuk kali ini aku akan menolongmu," gumam Zergan dan mengambil ponselnya yang ada di sebelah pahanya.


Zergan membuka kontak di ponselnya dan mencari nama Rio. Setelah dapat, Zergan segera melakukan panggilan.


"Sok sekali dia!" umpat Zergan karena Rio tak mengangkat panggilannya.


Sekali lagi, Zergan akan mencoba sekali lagi, jika masih tak diangkat maka zergan tak akan pernah lagi menelpon lelaki itu.

__ADS_1


"Halo," sebuah suara dibalik telepon terdengar


"Kau kemana saja? aku menelponmu sudah dua kali!" ucap Zergan kesal.


"Kau bukan prioritas ku," jawab Rio dari seberang sana dengan santai.


Zergan menghela nafas pelan. "Aku butuh bantuanmu, tapi kau pasti akan senang dengan ini," ucap Zergan.


"Aku sibuk," jawab Rio singkat.


"Sombong sekali! Kau yakin tak mau? ini penawaran, dan tak akan datang dua kali," ucap Zergan lagi.


"Aku sama sekali tak tertarik," jawab Rio.


"Ah baiklah! padahal aku memintamu untuk membawa dan menyelamatkan Rea dar-"


"Aku akan atur penerbangan ke New Zealand."


...----------------...


Bagi yang lupa kalian boleh baca bab sebelumnya dulu biar rasanya nyampe ke hati menusuk jiwa yaaa, hehe.

__ADS_1


Peluk jauh dari Nona Marwa dan enjoy your reading 🤗🥰


__ADS_2