
WELCOME TO THE STORY
🌹HAPPY READING🌹
Zergan meregangkan tubuh saat tangannya selesai menandatangani semua berkas yang ada di meja. Lelaki itu melihat jam yang sudah menunjukan pukul setengah empat sore. Dengan segera zergan membersihkan meja kerjanya dan bersiap untuk pulang.
"Niko," panggil Zergan pada sekretarisnya setelah keluar dari ruangan.
"Iya, Pak," ucap niko berdiri.
"Kamu pulanglah. saya juga mau pulang ini. kerjaan kamu sudah selesai kan?" tanya zergan yang dianggukki oleh niko.
"Pulanglah kalau begitu. saya duluan," ucap zergan pamit dan langsung berjalan menuju lift.
"lo belum pulang?" tanya Zergan begitu melihat wira yang baru keluar dari lift yang akan dia naiki.
"Tadi gue ke bawah sebentar. Lo mau kemana?" tanya wira.
"Pulanglah. ingat, ya. Gue gak dibolehin kerja sama aludra lewat jam lima sore," ucap zergan meledek wira. aludra sangat memperketat waktu kerja zergan agar lelaki itu bisa tahu batasaanya. karena biasanya, zegan jika sudah bekerja tidak akan ingat waktu.
"Ck. ini baru jam empat lewat dikit," jawab wira setelah melihat jam tangannya.
"Gak peduli. lagian kerja gue udah selesai ini," ucap zergan dan langsung memasuki lift.
Wira mendengus melihat lift yang sudah tertutup. Bos memang bisa melakukan apa saja. termasuk zergan yang juga melimpahkan banyak pekerjaan padanya. tapi tdak apa, meskipun dengan hati menggerutu, wira tetap menjalankan dengan baik karena tahu apa yang menyebabkan zergan seperti itu. jika saja zergan tidak sakit, maka dia pasti akan tetap gila keeja tanpa memperhatikan kesehatannya.
.....
zergan sampai di rumah pukul lima sore. dia mengendarai mobil dengan pelan dan juga singgah untuk membeli bensin. Dan itu adalah hal paling membosankan bagi zergan. antrian yang tidak. tanggung membuatnya sedikit kesal. tapi mau bagaimana, dia harus tetap antri sebagai warga negara yang baik.
Zergan turun dari mobil dan segera memasuki rumah. tidak melihat siapapun di ruang tamu dan ruang keluarga, zergan langsung memasuki lift menuju kamarnya.
sampai di depan pintu kamar, zergan melihat punggung sang istri yang nampak memegang sesuatu. Zergan bersandar di pintu dengan kedua tangan masuk saku celana memperhatikan apa yang dilakukan aludra. sesekali dia juga terkekeh pan mendengar istrinya yang bicara sendiri.
"Eh, tapi kayaknya aku gak pernah dapat amplop kayak gini setelah periksa kandungan deh. Lihat aja kali ya," ucap aludra yang membuat zergan gemas. tidak bisa menahan diri, akhirnya zergan memanggil sang istri yang nampak akan membaca sesuatu.
"Sayang," tangan aludra terhenti kalau mendengar sebuah suara yang sangat dia kenali.
Aludra berbalik. "Eh, Mas," ucap aludra melihat sang suami yang sudah berdiri di depan pintu dengan senyum manisnya.
"Itu kertas apa, Sayang?" tanya Zergan berjalan mendekati aludra.
Aludra menggeleng. "Gak tahu, mas. ini baru aku mau lihat. tadi nemu di bawah meja," jawab aludra jujur.
"Coba aku lihat," ucap Zergan yang langsung dipatuhi oleh aludra. wanita itu memberikan kertas tadi kepada zergan.
Zergan menerima dan matanya membaca setiap kata disana. Darah zergan berdesir. Jantungnya saat ini sangat tak karuan. beruntung dia datang disaat yang tepat. jika tidak, maka sudah dipastikan aludra tahu semuanya saat ini.
huft, syukurlah. batin zergan lega.
zergan berusaha menetralakan wajahnya seperti tidak ada hal yang mengejutkan.
"Apa isinya mas?" tanya aludra.
"Hasil pemeriksaan aku kemarin, sayang," jawab zergan langsung melipat kembali kertas itu dan memasukkannya ke dalam amplop.
Aludra mengangguk. "Kamu mau mandi sekarang atau nanti, Mas?" tanya aludra lembut sambil merapikan selimutnya yang berantakan di kasur.
"Kamu udah mandi belum?" ucap zergan tanpa menjawab apa yang ditanyakan aludra.
Aludra tersenyum dan menggeleng. setelah ini dia akan tahu apa ujung dari pertanyaan suaminya.
"Wah, mandi bareng ya sayang," ucap zergan manja sambil memeluk aludra dari belakang.
Tanpa ragu aludra mengangguk. "Bentar lagi, ya. aku mau rapiin ini dulu. Kamu tolongin bujuk Zayn, Mas. dia masih main sama moci. udah aku bilangin mandi tapi gak mau," ucap Aludra lembut.
__ADS_1
Zergan menghela nafas pelan dan mengangguk. "Zayn susah dibilangin sejak ada moci. Aku ke bawah dulu, ya sayang," ucap zergan pelan.
Aludra mengangguk.
Zergan mengecup pipi aludra dari belakang dan turun ke lehernya. "tunggu aku baru mandi, ya," pesan zergan yang dianggukki aludra.
.....
Zergan sampai di lantai satu dan langsung berjalan menuju kandanh moci. Ternyata benar, dia masih melihat anaknya yang asik bermain dengan singa itu bersama mama ana yang duduk di kursi santai.
"Zayn," panggil Zergan lembut yang tidak di dengar oleh anak itu.
"Zayn," panggil Zergan lagi.
Zergan menghela nafas pelan. Nampaknya sang anak harus diberi wejangan kalau sudah begini. Mama ana yang duduk tidak jauh menoleh begitu mendengar suara Zergan.
"Zayn," panggil mama ana pada cucunya.
"Iya nenek," jawab Zayn tanpa menoleh pada Mama ana.
"Papa kamu panggil, Nak," ucap mama ana memberitahu dan langsung membuat Zayn berdiri.
Anak itu membalikkan badannya dan melihat zergan yang sudah berdiri dengan bersedekap dada.
Gawat! dia belum mandi dan papanya sudah pulang. bersiaplah setelah itu dia akan kena semprot oleh zergan.
"Eh, papa," ucap Zayn menggaruk tengkuknya yang tak. gatal.
"Ikut papa ke ruang kerja!" ucap zergan tegas tanpa mau dibantah.
Zayn, anak itu sudah panas dingin. dia menatap mama ana untuk meminta bantuan. "Nenek," panggilnya memelas.
"Temuilah, Nak. Papa kamu gak akan marah. Ayo," ucap mama ana menenangkan.
Zayn pasrah dan menyusul zergan ke ruang kerjanya. lagi pula ini adalah salahnya yang tidak mendengar aludra sejak tadi.
Zayn dengan patuh menurut. anak itu menunduk tidak berani mengangkat wajah menatap zergan.
zergan menghela nafas pelan. sebenarnya dia tidak mau seperti ini, tapi Zayn sesekali harus diberi nasehat.
"Zayn tahu kenapa papa ajak kesini?" tanya zergan lembut.
"Maaf papa," ucap anak itu terus menunduk.
"Zayn tahu kenapa papa ajak kesini?" tanya Zergan lagi. dia ingin Zayn mengakui sendiri kesalahannya.
Zayn mengangguk. "Kalena Zayn salah udah gak dengal ucapan mama tadi. Zayn salah kalena belum mandi. Zayn salah kalena main sama moci gak ingat waktu," jawab anak itu yang sudah menangis. namun dia terus menunduk agar zeegan tidak melihat air matanya.
"Apa zayn mau papa kembaliin mocil ke tempat asalnya?" tanya Zergan yang spontan membuat zayn mengangkat kepalanya.
"Jangan," ucap anak itu memohon.
"Kalau gak mau moci papa pulangin, Zayn harus bisa bagi waktu. waktunya main ya main. waktunya mandi ya mandi, nak. Dan jangan pernah sesekali Zayn abaiin omongan mama. Karena sikap Zayn yang gak dengerin mama, itu buat mama sedih. walaupun mama gak nangis tapi hati mama pasti sedih," ucap zergan memberitahu Zayn.
"Maaf, papa," ucap Zayn menunduk.
"Bukan sama papa. tapi minta maaf sama mama. Zayn udah janji sama papa buat selalu jaga mama kan? sekarang kanapa Zayn yang gak dengerin omongan mama?" tanya Zergan lagi yang membuat Zayn tak kuasa menahan tangisnya.
"Zayn minta maaf. Zayn salah," ucap anak itu bergetar.
"Boleh papa bilang sesuatu, nak?" tanya Zergan lembut menyentuh kedua bahu anaknya yang naik turun karena menangis.
Zayn mengangguk. Tangannya sibuk menghapus air mata yang membasahi pipinya.
"Meskipun ada hal baru yang membuat Zayn lebih senang, jangan pernah Zayn lupain mama dan abaikan mama, ya. Itu sama saja Zayn mengabaikan surga Zayn sendiri di dunia ini. Dan Allah gak suka anak yang mengabaikan ibunya, Nak," ucap zergan lembut.
__ADS_1
Zayn mengangguk. "Zayn mau minta maaf sama mama," ucap anak itu tanpa ragu.
"Zayn janji gak ulangin lagi?" tanya Zergan lembut.
Dengan yakin anak itu mengangguk.
Zergan membawa tubuh zayn ke pangkuannya dan membantu menghapus air mata zayn. "Ini air mata karena apa, Nak?" tanya Zergan pelan.
"Kalna Zayn menyesal udah buat mama sedih," jawab anak itu menatap Zergan.
Zergan tersenyum dan mengecup pelan dahi zayn. dia sangat bersyukur karena anaknya bukanlah anak yang suka membangkang jika dinasehati. Dua bersyukur karena zayn lebih banyak mewarisi sifat alidra yang baik.
"Sekarang kita ketempat mama, ya," ucap Zergan yang dianggukki oleh Zayn.
Zergan menggendong Zayn dan membawanya menuju lift untuk sampai di kamarnya bersama aludra.
Zergan berjalan memasuki kamar begitu sampai dan melihat aludra yang baru keluar dari kamar mandi.
"Mama," panggil Zayn menangis.
"Eh, anak mama kenapa ini?" tanya Aludra khwatir.
Zayn turun dari gendongan zergan dan beralih memeluk kaki aludra. "Zayn minta maaf kalna udah gak dengal ucapan mama. Zayn minta maaf kalna buat mama sedih. Zayn minta maaf dan janji gak. ulangin lagi, Mama," ucap anak itu sambil menangis.
Aludra tersenyum. Sekarang dia tahu. sepertinya Zayn baru saja mendalat wejangan dari zergan.
"Mama udah maafin, Nak. Tapi jangan diulangi, ya," ucap aludra lembut mengusap kepala Zayn.
Zayn mengangguk. anak itu mengangkat kepalanya dan menatap aludra dengan mata sembab. "Zayn mau mandi sama mama," ucap anak itu yang langsung membuat zergab melotot tak Terima.
"Biar papa yang mandiin Zayn," ucap Zergan dan langsung mengakat tubuh Zayn membawanya ke kamar anak itu untuk mandi.
Aludra terkekeh melihat tingkah suaminya. tentu zergan sangat tidak setuju karena mereka sudah berencana mandi bersama untuk waktu yang tidak bisa ditebak berapa lamanya.
.....
Hari telah berganti. Saat ini zergan sibuk dengan pekerjaan yang tak pernah habis. Dia baru saja mendapat kabar dari aludra bahwa wanita itu ingin pergi ke panti bersama Zayn. zergan mengizinkan dan nanti sore akan menjemput aludra disana.
"Filenya masih sama wira lagi," gumam zergan mengingat file yang akan dia kerjakan belum sampai ke tangannya.
Zergan terdiam memcerna apa yang terjadi. saat hendak berdiri, lelaki itu merasakan kakinya yang tak bertenaga sehingga dia kembali terduduk di kursi kerja.
Zergan memejamkan mata saat pandanganya terasa kabur. tangan lelaki meraba-raba meja kerja untuk mengambil telepon kantor.
"Keruangan gue, Wir," ucap Zergan setelah berhasil melakukan panggilan ke ruangan wira.
Tangan Zergan terulur melonggarkan dasinya dan membuka kancing kemeja paling atas saat sesak itu mulai menyerang. "Ya A-Alla-ah. Ha-hamba mo-hon," ucap tersenggal merasakan nafasnya yang mulai sempit.
Zergan terjatuh dari kursi hingga lantai. Laki-laki itu sungguh gak bisa menahan bobot tubuhnya agar tetap duduk di kursi.
"ASTAGA? GAN!" teriak wira yang baru masuk ke ruangan Zergan.
Wira mengangkat kepala Zergan ke pangkuannya. Kepala lekaki itu menggeleng memberi kode pada wira bahwa dia tidak bisa lagi menahan semuanya.
Dadanya terasa semakin sempit dan tidak sanggup untuk bernafas. "gue mohon, gan. Kita ke rumah sakit. NIKO!" teriak wira memanggil niko untuk membantunya mengangkat Zergan.
Niko yang berada di luar tentu tidak bisa mendengar panggilan Wira. Karena ruangan Zergan yang kedap suara. Dengan segera wira mengeluarkan ponselngmya mengubungi niko.
"Ke ruangan zergan sekarang!" ucap wira tegas.
Tidak lama, niko masuk dan terkejut melihat atasannya yang sudah tidak sadarkan diri. "Kita bawa zergan ke rumah sakit."
................
Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yaa!!!!
__ADS_1
SELAMAT MEMBACAAAA!!!!!