Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
Setelah Salah Paham - BAB 118


__ADS_3

WELCOME TO THE STORY


🌹HAPPY READING🌹


"Kamu kerja, Mas?" tanya Aludra begitu masuk kamar.


ini adalah hari kedua laki-laki itu mengambil libur, rencananya. tapi sekarang aludra melihat suaminya sudah siap-siap akan ke kantor.


"Ada meeting mendadak, Sayang. tiba-tiba investor dari China memajukan jadwal meeting yang harusya diadakan lusa," jawab Zergan memberitahu aludra.


tadi saat selesai mandi, Zergan mendapat telepon dari Wira bahwa salah satu investor penting perusahaan memajukan jadwal pertemuan mereka. Mau tak mau zergan harus pergi karena memang itu adalah tanggung jawabnya sendiri.


"Apa gak bisa diwakilin aja, Mas? Kan ada wira sama sekretaris kamu," ucap aludra mencari celah agar suaminya itu tetap istirahat di rumah.


"Gak bisa, Sayang. harus aku yang handel pertemuan ini. pihak investor sendiri yang minta. Kalau enggak bakal ngaruh sama kerja sama perusahaan, Sayang. Dan itu pasti merugikan perusahaan," jawab Zergan yang sedang sibuk dengan rambutnya.


"Tapi kesehatan kamu itu labih penting dari apapun, Mas. Perusahaan masih banyak investor lain," jawab aludra kekeuh meminta Zergan untuk tetap dirumah.


Zergan menghela nafas pelan. Dia meletakkan sisir di meja rias dan berjalan mendekati sang istri yang berdiri di dekat kaki ranjang.


"Aku baik-baik aja, Sayang. Seharian dirumah kemarin buat aku jadi lebih segar. Kamu gak usah khawatir, ya. aku janji bakal baik-baik aja," ucap Zergan meyakinkan Aludra.


Aludra bersedekap dada. Wanita itu memilih untuk masuk kamar mandi daripada menatap suaminya. Sungguh, saat ini sangat kesal karena akan ditinggal lelaki itu.


Zergan menghela nafas pelan. Baru dia akan melangkah menyusul aludra, suara telepon menghentikannya. "Ya Wir?" jawab zergan begitu melihat nama Wira tertera di layar.


"lo dimana? Tuan china itu bakal datang dalam tiga puluh menit lagi," ucap Wira dari seberang sana dengan keadaan sedikit panik.


"Iya. ini gue mau jalan. Lo handle dulu semuanya disana sebelum gue sampe," ucap Zergan dan langsung memutus sambungan telepon mereka.


Zergan kembali berjalan menuju pintu kamar mandi. Dia mencoba membuka pintu dan ternyata dikunci dari Dalam.


"Sayang," panggil Zergan sedikit berteriak.


Tidak ada sautan dari dalam kamar mandi.


"Sayang, aku jalan, ya. Aku janji selesai pertemuan langsung pulang. Aku jalan, ya. I love you. Assalamualaikum," ucap Zergan dan segera keluar kamar untuk bergegas ke perusahaan.


Aludra yang berada di kamar mandi kini sibuk menghapus air matanya. Wanita itu menangis karena Zergan tidak mendengarkan apa yang dia ucapkan. Entahlah, aludra ingin sekali untuk tidak marah karena zergan pergi untuk bekerja. Tapi hati dan pikirannya tak sejalan. Wanita itu sangat cengeng dan sangat mudah menangis jika keinginannya tidak di penuhi oleh zergan.


"Pokoknya nanti aku harus dibujuk," gumamnya dengan wajah cemberut.


"Nak, udah dong. Kamu jangan buat mama cengeng, ya," gumam aludra berbicara pada perutnya sendiri.

__ADS_1


Alidra menghela nafas pelan. Wanita itu membersihkan wajahnya agar tidak kelihatan habis menangis.


.....


"Investornya udah datang?" tanya Zergan begitu turun dari mobil. Dia sudah disambut oleh Wira di pintu masuk.


"Belum, Gan. Mungkin bentar lagi," jawab Wira lega.


"Lo gak usah panik, Wira. Ini cuma pertemuan biasa," ucap Zergan menenangkan sahabatnya itu. kini mereka berdua sudah berjalan menuju ruangan Zergan.


Wira mengangguk. "Gue bukan panik karena itu. Gue takut aja kalau tadi lo gak bisa datang. Aludra pasti akan marah," jawab Wira.


"Itu jadi urusan gue nanti," ucap Zergan santai. Meskipun dalam kepalanya berpikir keras bagaimana cara membujuk aludra nanti.


"Lagian gue heran juga. kok ngebet banget itu orang china mau ketemu sama lo. Kan kita udah tanda tangan kontrak. Buat apa lagi coba pertemuan mendesak gini?" ucap wira heran.


Zergan mengangkat bahu. lelaki itu juga tidak tahu kenapa investor dari china begitu ingin bertemu dengan dirinya saat ini.


.....


"Kamu juga ikut, niko," ucap Zergan saat dia keluar dari ruangannya.


"Saya, pak?" tanya Niko heran.


Mereka bertiga berjalan menuju ruang meeting yang disana sudah ada pihak dari China.


Zergan membuka pintu kaca dan melihat sudah ada tiga orang yang duduk disana. Seorang wanita muda dan dua orang lelaki paruh baya.


"selamat datang, Tuan Feng," ucap Zergan menyalami tangan rekan bisnisnya itu.


"Ah, terimakasih, tuan Zergan," jawab tuan Feng ikut berdiri menyambut kedatangan Zergan dan yang lainnya.


Wira ikut tersenyum dan begitu juga Niko.


"Silahkan duduk," ucap Zergan mempersilahkan mereka untuk duduk kembali.


"Apakah ada hal yang penting, tuan Feng? sampai anda bersikeras ingin bertemu dengan saya?" tanya Zergan menatap Tuan Feng.


"Saya baru mendengar berita mengenai Bailey group, Tuan Zergan," ucap Feng memberitahu.


Zergan dan wira saling pandang. Kemudian zergan kembali menatap Feng dan mengangguk. "Saya tahu kecemasan anda, Tuan. Tapi saya bisa pastikan itu tidak ada hubungan dengan AluZer Group," jawab zergan pasti.


"Apa anda bisa menjamin? Bukannya saya meragukan anda, tuan Zergan, tapi dalam bisnis semua harus jelas," ucap Tuan Feng tegas.

__ADS_1


Zergan tersenyum dan mengangguk. "saya bisa pastikan tidak ada pengaruh untuk kerja sama kita, Tuan Feng. Jika saja memang anda tidak yakin, anda bisa membatalkan kerjasama ini," ucap Zergan yang membuat wira dan Niko menatap tak percaya pada lekaki itu. Tapi diantara mereka tidak ada yang bersuara.


Sedangkan tuan Feng tersenyum menatap Zergan. "Saya suka dengan percaya diri anda, Tuan Zergan. Saya tidak ragu lagi akan hal ini," ucap Tuan Feng yang membuat Wira dan Niko menghela nafas pelan.


Zergan mengangguk dan tersenyum. Dia sudah tahu cara menghadapi tuan Feng yang tegas dalam bisnis. Semakin dia terlihat takut, maka akan semakin ragu tuan Feng akan kehandalannya dalam berbisnis.


"Ah, iya. Kenalkan, Tuan zergan. Ini Ziao, anak perempuan saya," ucap Tuan Feng memperkenalkan anak perempuannya pada Zergan.


Zergan tersenyum dan mengangguk.


"Senang bertemu dengan anda, Tuan Zergan. selanjutnya saya yang akan menggantikan ayah saya untuk menangani kerjasama dengan anda," ucap Nona Ziao lembut.


Zergan mengangguk. "Saya senang bisa kerja sama dengan anda. anda akan lebih sering berkomunikasi dengan asisten saya nanti, Nona. Karena saya juga sudah menyerahkan proyek ini padanya," ucap Zergan yang membuat wira menatapnya terkejut.


"Dan Tuan Feng tenang saja. Asisten saya adalah orang terpercaya. Saya bisa menjamin kerjasama ini akan tetap berjalan baik," ucap Zergan meyakinkan tuan Feng yang kini hanya bisa terdiam.


"Dan satu lagi. Nama Perusahaan saya adalah AluZer, singkatan nama saya dengan istri tercinta," ucap Zergan tegas dan jelas.


"Saya sudah tahu itu, Tuan Zergan," jawab Tuan Feng ramah.


"Saya hanya memberitahu lagi jika sekiranya anda lupa dan jika sekiranya ada yang belum tahu disini."


.....


"Wajar dia ngotot mau ketemu sama lo. Mau ngenalin anaknya ternyata," ucap Wira setelah mereka selesai mengadakan pertemuan.


Zergan menggeleng dengan senyumnya. "Kita harus tegas balik sama orang kayak tuan, Feng. Dia orang baik, tapi dia suka sekali menguji sesuatu," ucap Zergan yang dianggukki oleh Wira.


"Lo langsung balik?" tanya Wira.


"Gue mau ke rumah sakit dulu. Janjinya hari ini kan?" tanya Zergan.


"Oh iya. Mau gue temenin?" tawar Wira.


Zergan menggeleng. "Gue sendiri aja. Gue pamit dulu," ucap Zergan berlalu meninggalkan Wira.


Wira menatap punggung Zergan yang menjauh. "Gue harap lo selalu baik-baik aja, Gan."


......................


Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yaa!!!!


Selamat membaca!!!!!!!!

__ADS_1


__ADS_2