Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
Setelah Salah Paham - BAb 24


__ADS_3

Jangan lupa like


Jangan lupa komen


Jangan lupa favorit


Jangan lupa kasih vote


Jangan lupa kasih hadiah juga yaaaaa 😉🤗


🌹HAPPY READING🌹


"Aku ingin melakukan sesuatu agar semua ini cepat berakhir," ucap Zergan.


"Apa?" tanya Wira waspada. Karena ide dari Zergan selalu memacu adrenalin dan menantang ketenangan.


"Bermain-main dengan permainan mereka. Seperti yang mereka lakukan saat ini."


"Apa maksudmu?"


Seringai muncul di sudut bibir Zergan begitu mendengar pertanyaan Wira. "Perpisahanku dan Aludra," jawab Zergan singkat yang membuat Wira menatap tak percaya lelaki itu.


"Apa kau gila?!" tanya Wira marah.


"Dengan begitu, mereka akan masuk perangkap, Wira. Semuanya," jawab Zergan dengan menekankan kata semua di akhir kalimatnya.


"Aku tidak setuju!" tolak Wira tanpa bantahan.


Zergan yang tadinya memunggungi Wira berbalik menatap aneh lelaki itu. "Kenapa kau tidak setuju? Kau tidak mau semuanya cepat terbongkar?" tanya Zergan heran.


"Tapi tidak dengan menceraikan Aludra, GILA!" jawab Wira emosi.


TUK


Pulpen yang ada disakiti jas Zergan melayang begitu saja dan mendarat dengan sangat sempurna di dahi Wira.


"Aws. Apa yang kau lakukan?" tanya Wira mengusap dahinya.


"Membuat otakmu agar tak bodoh," jawab Zergan kesal.


"Hey, dalam hal ini kau yang terlihat bodoh. Akulah yang hebatnya," ucap Wira sedikit sombong.


Zergan berdecak malas. Ingin sekali dia memaki sahabat tak tahu dirinya itu. Tapi dia sangat menyayanginya sebagai saudara.


"Lagian apa yang ada di otakmu, Zergan! Menceraikan Aludra bukan jalannya," ucap Wira heran.


Dahi Zergan berkerut. "Siapa yang akan menceraikan Aludra? Aku tidak akan pernah melepaskan bidadariku," jawab Zergan ngotot.


"Kau sendiri yang mengatakan tentang perpisahanmu dengan Aludra," jawab Wira.


"Aku bilang perpisahan, bukan perceraian! Dasar tuli!" jawab Zergan mengatai Wira.

__ADS_1


"Maksudmu?" tanya Wira tak paham.


"Aku akan membuat Aludra dan Zayn pergi. Setelah itu membawa mereka ke tempat yang tidak diketahui siapapun," jawab Zergan menjelaskan maksudnya.


"Apa kita perlu menjelaskan semuanya pada Aludra?" tanya Wira lagi.


Zergan menggeleng. "Biarkan aku menjalankan peranku seperti keadaan sekarang ini. Kita selalu dalam intaian mereka, Wira. Makanya aku memintamu untuk bicara disini," jawab Wira tak setuju.


"Tapi akan selalu terjadi salah paham diantara kau dan Aludra. Apalagi Zayn yang sudah mulai dingin padamu," ucap Wira.


"Aku tahu Zayn dan Aludra pasti akan bisa mengerti," ucap Zergan.


"Tidak ada manusia yang akan mengerti isi hati tanpa dijelaskan," jawab Wira.


"Aludra bidadariku, dan Zayn adalah pangeranku. Lalu siapa yang kau sebut manusia?" tanya Zergan mencemooh Wira.


Wira mendengus kesal. Bicara dengan lelaki keras kepala ini akan sangat membuatnya kesal. Apalagi jika menyangkut pasangan, dirinya yang akan menjadi bahan ledekan karena belum menikah.


"Lalu apa rencanamu?" tanya Wira.


Zergan tersenyum licik. Lelaki itu benar-benar sudah memikirkan ini sejak semalam. Dia akan melakukannya dan mengakhiri semuanya. "Buat Aludra seolah-olah pergi meninggalkanku karena keinginannya sendiri," jawab Zergan.


"Aku mengerti maksudmu," ucap Wira menyeringai.


"Lalu bagaimana Zayn?" tanya Wira lagi.


"Zayn akan ikut Aludra," jawab Zergan singkat.


Zergan menggeleng. "Bersama seorang ibu adalah tempat ternyaman bagi seorang anak," jawab Zergan mengingat perkataan Zayn pada Aludra tadi malam. Yang meminta agar wanita itu membawanya ikut pergi jika Aludra memilih untuk pergi dari rumah.


Aku tidak mau Zayn membenci Aludra meskipun hanya dalam sandiwara ini. Karena itu melukai hati dua orang yang aku cintai, anak dan istriku. Batin Zergan yakin.


"Kapan akan kita lakukan?" tanya Wira lagi.


"Secepatnya," jawab Zergan yakin.


Wira yang mendengar jawaban Zergan mengangguk tersenyum. "Ini akan jadi permainan yang seru," gumam Wira yang masih bisa didengar oleh Zergan.


Zergan terkekeh pelan. "Jika saja orang dibelakang manusia hina itu hanya sampah kecil, akan aku habiskan saat ini juga. Tapi kau tahu pasti, siapa dalangnya, bukan?" ucap Zergan bertanya sekaligus mengingatkan Wira.


Wira mengangguk. "Pengkhianat bisa tiba dari mana saja," jawab Wira yang disetujui oleh Zergan.


.....


Sejak tadi hingga siang, Aludra memandang sedih Zayn yang menjadi pendiam sejak pembicaraan mereka semalam.


"Zayn," panggil Aludra lembut. Saat ini Zayn sibuk dengan permainan legonya.


"Iya Ma," jawab Zayn tanpa menoleh.


"Zayn kenapa ikut diamkan mama juga?" tanya Aludra sedih.

__ADS_1


Zayn menghentikan kegiatan tangannya yang sejak tadi asik dengan legonya. Dia beralih menatap Aludra dan berdiri. Anak itu tersenyum dan mengusap lembut pipi Mamanya dengan tangan mungil miliknya. "Zayn hanya sedang sibuk sama Lego, Mama," jawab Zayn lembut.


Aludra menggeleng. "Pasti ada yang Zayn pikirkan. Ini Mama kamu, Nak. Bukan orang lain," ucap Aludra.


Wajah anak itu tiba-tiba berubah sendu. Bibir yang tadinya tersenyum kini mencebik kebawah menunjukan kesedihannya.


"Ada apa, Nak?" tanya Aludra lembut.


"Zayn melasa belsalah sama Papa," jawab Zayn menunduk dengan jari tangan yang saling bertautan.


"Apa karena tadi pagi?" tanya Aludra tepat yang langsung dianggukki oleh Zayn.


"Sekarang Mama tanya. Kenapa Zayn bisa bersikap dingin begitu saja Papa?" tanya Aludra lembut.


"Zayn gak suka Papa yang selalu marah-marah sama Mama. Sama Zayn baik, tapi kenapa sama Mama tidak?" jawab anak itu takut.


Aludra tersenyum lembut. "Apa dengan bersikap seperti itu pada Papa membuat Zayn senang?" tanya Aludra yang dibalas gelengan kepala oleh Zayn.


"Apa dengan bersikap seperti itu membuat Zayn menjadi nyaman?" tanya Aludra lagi yang masih dibalas gelengan kepala oleh Zayn.


"Lalu kenapa masih melakukan sesuatu yang tidak baik untuk kamu, Nak? Zayn mungkin boleh kecewa atau marah sama Papa, tapi jangan sampai melupakan sikap kita sebagai anak, ya?" ucap Aludra lembut menasehati Zayn.


Zayn mengangkat kepalanya dan menatap Aludra. Mata anak itu sudah berkaca-kaca mendengar perkataan Aludra. "Itu sama saja kayak Zayn dendam sama Papa, ya Ma?" tanyanya lagi pelan.


Aludra mengangguk. "Dan Mama selalu bilang apa?" tanya Aludra.


"Kita tidak boleh dendam. kalena itu melusak hati kita," jawab Zayn.


Aludra tersenyum dan mencubit pipi anaknya dengan gemas. "Jadi gak boleh seperti itu lagi, ya Nak?" tanya Aludra.


Zayn mengangguk. "Zayn mau minta maaf sama Papa. Kita ke kantol Papa yuk, Ma?" pinta Zayn


Aludra terdiam sebentar. Setelah beberapa detik, wanita itu mengangguk dan tersenyum menuruti perkataan Zayn meskipun ada sedikit ragu dalam hatinya.


.....


Setelah kembali dari ruangan rahasia tadi, Zergan kini sudah sibuk dengan pekerjaannya. Lelaki itu sibuk menggores tinta diatas kertas putih yang sudah terisi oleh tulisan-tulisan penting.


Disela pekerjaannya, pintu ruangan Zergan terbuka. "Kenapa?" tanya Zergan setelah melihat Wira yang memasuki ruangannya.


"Tuan besar akan datang."


................


Semuanya akan terjawab di part flashback nanti yaa


Untuk visual Zergan dan Aludra, silahkan lihat di instagram aku yaaa @yus_kiz


Dukung terus novel ini dengan terus ikuti kisahnya dan semoga kalian suka yaaa. Jangan lupa like, komen dan kasih hadiah juga vote yaaa 🤗


Selamat berbuka puasa bagi yang menjalankan. Semoga setiap ikhlas menjadi berkah, dan setiap sabar menjadi anugrah 🤗😉

__ADS_1


__ADS_2