
Jangan lupa like
Jangan lupa komen
Jangan lupa favorit
Jangan lupa kasih vote
Jangan lupa kasih hadiah juga yaaaaa 😉🤗
🌹HAPPY READING🌹
Zergan yang baru keluar dari walk in closed menatap Aludra yang tengah memang ponsel. "Jangan coba-coba melakukan hal gila, Sayang," ucap Zergan tegas berjalan menuju meja rias melewati Aludra begitu saja.
Aludra yang kaget karena mendengar suara Zergan yang tiba-tiba, reflek menjauhkan ponselnya. Untung ponsel itu terjatuh ke kasur hingga tidak kenapa-napa. "Aku hanya-"
"Tidak ada hanya-hanya, Sayang! Jika kamu menghubunginya, berarti kamu tidak menghargai ku sebagai suami dan Mama sebagai menantu," ucap Zergan cepat memotong perkataan Aludra dan segera pergi ke luar kamar. Berada di kamar terus bisa membuat mereka semakin berdebar dan malah akan berujung pada pertengkaran.
"Mas," panggil Aludra berusaha mengejar Zergan. Namun gagal karena Zergan sudah lebih dulu pergi keluar kamar.
Aludra menghela nafas pelan. Mungkin ini memang salahnya. Salah dia yang malah memikirkan keadaan orang lain daripada keadaanya sendiri. "Memang aku yang salah," gumam Aludra sadar.
Aludra berdiri dan segera pergi ke kamar mandi. Sepuluh menit, Aludra keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di tubuhnya. Aludra manatap jam dinding yang sudah menunjukan pukul sebelas malam. Pasti Kakek Fatih, Mama Ana dan Zayn sudah tidur. Mungkin ini saatnya dia minta maaf pada Zergan. Aldira berjalan menuju walk ini closed dan membuka lemari khusus tempat lingerie miliknya. Nampak lah berbagai macam lingerie itu dengan berbagai macam warna.
Aludra tersenyum menatap salah satu lingerie berwarna ungu terong yang sangat indah dan menarik. Tangannya terulur mengambil lingerie itu dan segera mengunakannya. "Sempurna. Mas Zergan rugi sih kalau menolak ini," gumam Aludra percaya diri dengan penampilannya saat berkaca di kaca besar yang ada di walk in closed.
"Tapi kan kemarin aku pura-pura mens, Mas Zergan pasti akan sangat marah ibu. Huh, tidak apalah, kalau dia marah dia yang rugi. Lagi pula mana mungkin lelaki kesayanganku itu bisa menolak," gumam Aludra lagi.
Aludra menatap tubuhnya hingga tatapannya berhenti pada perutnya yang sedikit menonjol. "Aku terlalu banyak makan akhir-akhir ini. Sampai-sampai perutnya agak buncit begini. Harus diet ini," gumam Aludra.
Setelah puas memandang tubuhnya, Aludra memakai jubah tidurnya untuk menutupi sementara pemandangan indah itu. Dia akan turun menyusul Zergan. Lelaki itu pasti sedang menghabiskan waktunya di ruang kerja jika marah seperti ini.
Dengan langkah pasti Aludra berjalan keluar kamar. Dia menoleh kiri dan kana seperti maling untuk memastikan tidak ada penghuni rumah yang masih terjaga.
Setelah dirasa aman, Aludra segera berjalan menuruni tangga. Tujuannya saat ini adalah dapur terlebih dahulu. Dia akan membuatkan minum untuk Zergan begadang malam ini.
__ADS_1
lima menit minuman selesai. Aludra meletakkan gelas di nampan dan segera berjalan menuju ruang kerja Zergan.
"Mas," panggil Aludra begitu memasuki ruang kerja Zergan.
Zergan yang nampak asik dengan laptopnya menoleh sebentar. "Hem," jawabnya kembali fokus pada laptop di depannya.
Mode ngambek. Batin Aludra terkekeh dalam hati.
"Aku buatin minum, Mas," ucap Aludra lembut meletakkan gelas di depan Zergan.
Zergan hanya cuek dan bersikap tak melihat istrinya itu. Dia masih kesal dengan Aludra yang malam memikirkan Rea. Perempuan yang sudah menghancurkan keluarga Bailey.
"Diminum, Mas," ucap Aludra masih berdiri di sebelah Zergan.
Zergan masih diam. Dia terus mengetikkan sesuatu di laptopnya.
Aludra mulai melancarkan aksinya. Dia membuka jubah tidur itu dan membiarkan begitu saja di lantai. Hingga terpampanglah lekuk tubuh Aludra yang sangat indah dan memperlihatkan dengan jelas kulit putihnya.
Dada Aludra yang sedikit besar agak menyembul ke luar karena kain tipis itu memiliki belahan dada yang sangat dengan. Benar-benar sangat sesuai dengan selera Zergan.
Zergan menoleh sempurna pada Aludra. Aludra yang melihat itu mengembangkan senyum indahnya. "Diminum, Mas," ucap Aludra dengan suara super lembut.
Zergan menelan ludahnya susah payah menatap penampilan Aludra. Baru melihat saja dia susah tegang begini, apalagi menyentuh dan memainkannya, Zergan merasa akan sampai ke surga saat ini juga.
Zergan menggeleng dan mengerjapkan matanya beberapa kali untuk mengembalikan kesadarannya. Dia tidak boleh tergoda begitu saja oleh Aludra. Dia ingat Aldira baru datang bulan sekitar dua hari yang lalu, jadi dia tidak mau tersiksa lagi.
Melihat reaksi Zergan membuat Aludra tersenyum puas dalam hati. Dengan gerakan cepat Aludra segera duduk diatas pangkuan Zergan.
Zergan melotot kaget melihat perlakuan Aludra.
"Kamu gak kangen aku, Mas?" tanya Aludra memainkan jari-jarinya di dada Zergan.
"Aku kangen lho. Karena udah lama aku gak main sama kamu," ucap Aludra lagi.
Aludra menatap Zergan. Dia bisa melihat suaminya itu sedikit kesusahan menahan hasratnya. "Jangan ditahan, Mas. Yang di bawah udah berdiri lho," ucap Aludra lagi dengan jahilnya dia malah menggesekkan tubuh bawahnya pada Zergan.
__ADS_1
Zergan mendesis menahan gejolaknya. "Jangan mencoba mengerjai ku, Sayang. Aku tahu kamu masih datang bulan," ucap Zergan pelan.
"Kamu gak rasain ini. Udah gak ada penghalangnya lho," ucap Aludra menuntun tangan Zergan menuntut bagian bawah tubuhnya.
Zergan yang kaget hanya bisa menurut. Benar saja, dia tidak merasakan ada yang mengganjal di bagian bawah Aludra.
"Sudah selesai?" tanya Zergan bingung.
Aludra menjawab dengan anggukan dan senyum indahnya.
"Secepat itu?" tanya Zergan lagi.
Aludra tersenyum manis dan memperlihatkan deretan giginya yang rapi. "Kemarin itu sedikit pelajaran buat kamu, Mas," jawab Aludra polos.
"Kamu mengerjai aku?" tanya Zergan.
"He'em," jawab Aludra mengangguk polos.
Zergan terdiam dan memasang datar istrinya.
"Yakin kamu mau marah? Aku sih gak masalah," ucap Aludra dan akan bangkit dari paha Zergan namun segera di tahan oleh lelaki itu.
"Hukuman kamu sampai pagi, Sayang," ucap Zergan menatap Aludra dengan tatapan mesumnya.
Tanpa aba-aba Zergan langsung melahap bibir Aludra dan menguasainya atas dan bawah. Aludra dengan senang hati menerima perlakuan Zergan. Kedua tangannya melingkar di leher Zergan.
Dirasa mereka berdua sudah mulai kekurangan oksigen, Zergan segera menghentikan kegiatannya. Mata mereka saling bertemu dan saling menatap penuh cinta.
"Malam pertama untuk kesekian kalinya."
......................
Dukung novel ini dengan terus ikuti kisahnya dan semoga kalian suka yaaa. Jangan lupa like, komen dan kasih hadiah juga vote yaaa 🤗
Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yang lainnya. Tentunya ada info Alu dan Zergan jugaa. Terimakasih 🤗😉
__ADS_1