Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
Setelah Salah Paham - BAB 75


__ADS_3

Jangan lupa like


Jangan lupa komen


Jangan lupa favorit


Jangan lupa kasih vote


Jangan lupa kasih hadiah juga yaaaaa 😉🤗


🌹HAPPY READING🌹


"Iya Mas," jawab Aludra.


"Ayah dan Mama sudah bercerai," ucap Zergan sendu.


Aludra mengangkat pandanganya menatap Zergan. "Mungkin memang itu yang terbaik untuk Ayah dan Mama, Mas," jawab Aludra.


"Kita tidak akan seperti mereka kan, Sayang?" tanya Zergan menatap sendu pada Aludra.


"Aku saja yang sudah se-dewasa ini tidak sanggup melihat Mama yang ditalak oleh Ayah, apalagi Zayn yang masih kecil. Tetap saja ada rasa sakit itu, Sayang," sambung Zergan menatap dalam mata Aludra.


"Tidak akan ada perceraian diantar kita, Mas," ucap Aludra menjawab perkataan Zergan dengan senyum tulusnya.


"Bagaimana jika aku melakukan kesalahan nanti?" tanya Zergan. Sungguh, dia takut apa yang terjadi di rumah tangga Mama dan Ayahnya akan terjadi pada rumah tangganya juga. Zergan bisa meyakinkan dirinya untuk tidak bersalah. Tapi jika memang takdir sudah menentukan, dia takut untuk hal itu.


Aludra menatap lekat mata suaminya. "Jika memang aku menginginkan sebuah kepergian atau perpisahan, mungkin sampai sekarang aku tidak akan bisa mengobati luka kamu, Mas," jawab Aludra.


"Maaf Sayang," ucap Zergan tulus.


Aludra mengangguk. Dia mencium tangan suaminya yang sudah tertutup perban. "Pasti cepat sembuh," ucap Aludra dengan senyum manisnya.


Zergan membawa tubuh Aludra ke dalam dekapannya. Sungguh, Zergan sangat merasa beruntung memiliki Aludra dalam hidupnya. Tidak ada sedikitpun penyesalan baginya karena telah memperjuangkan wanita sehebat Aludra.


"Sudah lebih baik?" tanya Aludra dalam pelukan Zergan.


Zergan mengangguk.


"Sekarang ikut aku," ucap Aludra dan langsung menarik lembut tangan Zergan membawanya menuju ruang keluarga.


Di ruang keluarga rumah Mama Ana terdapat sebuah sofa besar yang dapat menampung dua orang dewasa untuk tertidur disana.


"Aku mau tidur sambil di peluk kamu, Mas," ucap Aludra.


Zergan mengangguk. Suami istri itu merebahkan tubuh mereka dengan Zergan yang memeluk Aludra dari belakang dan Aludra yang memegang tangan Zergan yang melingkar di perutnya.


"Mas," panggil Aludra lembut.

__ADS_1


"Iya sayang," jawab Zergan. Mata keduanya enggan terpejam dan asik dengan pikirannya masing-masing.


"Ajak Mama tinggal sama kita, yuk," ucap Aludra menengadah ke belakang mantap Zergan.


Zergan menunduk. "Apa kamu tidak keberatan?" tanya Zergan menatap Aludra.


"Jika keberatan, aku tidak akan meminta sama kamu, Mas," jawab Aludra.


Zergan tersenyum. Kepalanya sedikit menunduk mencium dahi Aludra. "Besok kita akan bicara sama Mama" ucap Zergan.


Aludra mengangguk senang. Mungkin sekarang saatnya dia benar-benar harus dekat dengan Mama Ana. Meskipun mereka sudah berbaikan, tapi alangkah lebih baiknya mereka memiliki waktu berdua yang lebih banyak sebagai seorang menantu dan mertua.


Setelah mengatakan hal itu, mereka berdua terdiam. Entah apa yang ada di pikiran keduanya, hanya mereka yang tahu.


Beberapa menit, Zergan mulai membuka suaranya. "Sayang," panggil Zergan lembut.


"Iya Mas," jawab Aludra.


Zergan terdiam sebentar. Aludra yang tak mendengar Zergan bersuara kembali menengadah kebelakang melihat suaminya.


"Wanita di video itu adalah Rea," ucap Zergan menatap Aludra.


Aludra kembali menatap lurus ke depan. "Kak Wira sudah cerita, Mas," jawab Aludra pelan.


"Aku khawatir, Mas," ucap Aludra lagi.


"Ayah Adam mengetahui semua ini, aku khawatir dengan keadaan Rea," cicit Aludra takut akan reaksi Zergan.


"Itu urusan mereka, Sayang. Yang penting semuanya sudah terungkap. Dan besok akan ada berita heboh," ucap Zergan menyambung dalam hatinya.


"Ayah bilang dia mencintai Rea, bukan? Berarti Ayah bisa mengendalikan dirinya nanti karena cinta itu," sambung Zergan lagi.


"Kenapa begitu?" tanya Aludra tak paham.


"Jika cinta, Adam Bailey tidak akan menyakiti Rea berlebihan, Sayang," ucap Adam memperjelas maksudnya.


"Kamu yakin sepeti itu, Mas?" tanya Aludra lagi yang dianggukki oleh Zergan.


"Tapi kamu menyakitiku sebelumnya?" ucap Aludra menatap Zergan mendongak.


Tatapan Zergan dan Aludra terpaku untuk beberapa saat. "Maaf, Sayang," ucap Zergan tulus dengan raut penyesalan yang sangat ketara di wajahnya.


Aludra mengangguk.


"Itu artinya hukuman selesai?" tanya Zergan berbinar.


"Tentu belum. Aku masih belum puas menghukum kamu, Mas. Sekarang ini berhubung kondisinya lagi genting, jadi hukumannya di tunda dulu," ucap Aludra enteng.

__ADS_1


"Benar-benar, ya," ucap Zergan mengeratkan pelukannya pada tubuh Aludra hingga membuat wanita itu sedikit menjerit. .


"Tapi apapun itu, asalkan jangan pergi maka aku akan terima. Aku mencintai kamu, Sayang. Sangat," ucap Zergan penuh ketulusan memeluk erat tubuh Aludra.


Aludra tersenyum dan mengangguk mendengar perkataan Zergan. Setelahnya mereka berdua sama-sama diam. Karena asik dengan pikiran masing-masing, Zergan dan Aludra tertidur dengan sambil berpelukan di sofa ruang keluarga itu.


.....


Rea menatap penuh binar meja makan yang kini sudah penuh dengan makanan. Dia puas dengan hasil masakannya kali ini. Dia yakin tidak akan mengecewakan Adam. "Harusnya sebentar lagi Mas Adam sampai," gumam Rea menatap jam di pergelangan tangannya.


"Mas?" gumam Rea setelah tersadar dari apa yang baru saja dia katakan tadi.


Wanita itu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum malu. "Tidak buruk sebenarnya, hanya saja aku tidak biasa. Tapi itu terdengar lebih baik," gumam Rea senang.


"Ah iya," ucap Rea seakan ingat sesuatu.


Rea menatap tubuhnya sendiri. Senyum terbit di bibir wanita itu dan dengan segera dia berlari meninggalkan dapur menuju kamarnya. Rea berjalan menuju walk in closed dan melihat berbagai macam lingerie koleksinya. "Mas Adam pasti akan suka," gumam Rea lagi.


Rea memilih salah satu lingerie hitam yang sangat tipis hingga memperlihatkan bentuk tubuhnya. Setelah selesai memakai, wanita itu menutupnya dengan kimono tidur selutut.


"Hoam."


Waktu akan menjelang subuh. Pasta saja saat ini wanita itu merasakan kantuk yang cukup berat di matanya.


Rea kembali berjalan keluar kamar. Dia akan memutuskan untuk menunggu Adan di ruang tamu.


1 jam.


2 jam.


3 jam.


Adam tak kunjung datang. "Apa penerbangannya di tunda ya? Tapi Mas Adam tidak menghubungiku sama sekali," gumam Rea mengecek ponselnya.


Karena tidak tahan dengan kantuknya, akhirnya Rea merebahkan tubuhnya di sofa untuk tidur sebentar sembari menunggu kepulangan Adam.


.....


Waktu terus berjalan. Adam baru saja turun dari jet pribadinya setelah sampai. Adam mengernyit bingung melihat orang kepercayaannya yang datang untuk menjemputnya datang dengan tergesa-gesa.


"Ada apa?" tanya Adam.


Orang kepercayaan Adam nampak ragu. Tapi dia harus memberitahu ini pada tuannya itu. "Ada berita tak enak, Tuan."


................


Dukung novel ini dengan terus ikuti kisahnya dan semoga kalian suka yaaa. Jangan lupa like, komen dan kasih hadiah juga vote yaaa 🤗

__ADS_1


Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yang lainnya. Tentunya ada info Alu dan Zergan jugaa. Terimakasih 🤗😉


__ADS_2