Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
Setelah Salah Paham - BAB 128


__ADS_3

WELCOME TO THE STORY


🌹HAPPY READING🌹


Badan kurus, kantung mata serta lingkaran mata yang hitam. Wajah mereka juga terdapat beberapa lebam dan darah segar yang sudah mengering di sudut bibir.


"Nak," panggil Fredy lirih dengan suara tercekat menatap Grace sendu.


Grace mengangguk dengan air mata yang sudah membasahi pipinya. "Itu orang tua kandungku, paman," jawab gadis itu dengan suara tercekat.


Fredy menatap tak percaya atas apa yang sudah grace sampaikan. Kini dia benar-benar percaya seratus persen atas apa yang telah disampaikan oleh Zergan dan Wira. Dia sangat percaya jika adiknya benar-benar memiliki sikap tak punya hati lebih dari binatang.


"Maaf, Nak," ucap Fredy dengan suara bergetar.


Grace hanya bisa mengangguk. hatinya sudah tak berbentuk sejak lama. dia tidak tahu entah dimana letak benci dan dendam. Setiap hari hatinya hanya dipenuhi rasa khawatir dan takut.


Wira yang melihat semua itu merangkul grace. memberi kenyamanan pada wanita yang dia cintai. Tidak salah dia mejatuhkan hatinya pada grace. bukannya benci melihat hidup grace yang berantakan, rasa cinta dan kagumnya semakin besar pada wanita itu.


Ya, memang begitulah seharusnya cinta. Orang yang tulus mencintai tidak akan menjauh setelah mendengar semua masalah dan kekurangan kita. Malah sebaliknya, rasa itu akan semakin tumbuh dengan kasih dan sayang samakin menjadi. rasa ingin memiliki dan melindungi semakin besar dalam diri wira untuk grace. tekad untuk menjadikan wanita ini satu-satunya ratu di hatinya semakin bulat. Entah bagaimana takdir nanti akan menyatukan mereka, mengingat besarnya tembok penghalang diantara keduanya.


Hanya ada dua pilihan, memeluk agama baru, atau memilih hati yang baru.


"Dekati kedua orang tuamu, grace. jika kami yang mendekati, mereka mungkin akan ketakutan karena kami orang asing," ucap Wira lembut yang dianggukki pak Fredy.


"Rasanya aku tak sanggup," ucap grace menunduk.


"Demi kebebasan dan kebahagiaan kalian, nak. Ayolah," ucap Pak fredy memberi semangat.


Grace menetralkan emosinya. gadis itu mengusap air mata yang membanjiri pipinya. dengan perlahan grace melangkahkan kaki mendekat kearah dua manusia yang terlihat sangat pasrah itu.


Grace bersimpuh. dia mensejajarkan tubuhnya dengan kedua orang tuanya. Perlahan tangan grace bergerak menyentuh lembut tangan lelaki yang duduk bersandar itu. Tangannya yang tadi bergerak mengusap lembut rambut wanita yang terbaring dengan kepala di paha lekaki itu kini berada di genggaman grace.


Dengan perlahan mata lelaki itu terbuka. Wajah yang penuh luka dan lebam itu menunjukan senyum menatap grace.

__ADS_1


tenggorokan grace terasa sakit karena tercekat melihat senyum tulus dari Ayahnya. "Ayah," panggil Grace dengan suara bergetar hebat.


Mendengar sebuah suara, wanita yang tadi menutup mata dengan kepala menghadap ke perut sang suami dengan perlahan memutar tubuh. Sama dengan lelaki tadi, sang wanita juga menampilkan senyumnya. "Grace datang, Nak," ucap Sang ibu yang dianggukki oleh grace.


"Maaf ayah, Ibu," ucap grace menangis.


Pak fredy yang melihat itu mendekat. "Siapa nama kalian?" tanya Pak fredy lembut.


"Anda siapa, Pak?" tanya ibu grace pelan.


Pak fredy menunduk dalam. "Maafkan adik saya," ucap Pak fredy malu mengakui siapa dirinya di depan sepasang manusia yang menjadi korban adiknya. Sungguh, rasanya pak fredy merasa lebih hina dari Ayah dan ibu grace saat ini.


Tubuh ibu grace menegang. dia langsung memeluk erat sang suami dengan tubuh bergetar. Ada rasa takut yang teramat dalam pada dirinya.


"Tenang, ibu. Paman fredy tidak akan menyakiti. dia yang akan menyalamatkan kita dari semua ini," ucap grace lembut.


Ayah dan ibu grace sontak memandang anaknya. grace mengangguk dengan senyum dalam tangisnya.


"Benarkah anda akan menolong kami?" tanya Martin pelan.


Pak fredy mengangguk. "Maaf jika saya datang terlambat. maaf jika saya baru tahu saat ini setelah kalian merasakan begitu dalam penderitaan yang diberikan adik saya. Saya mohon maaf," ucap Pak fredy menangkup kedua tangannya di dada.


"Kenapa anda baru datang, Tuan?" tanya margareth memberanikan diri menatap pak fredy.


"Maaf," ucap Pak fredy penuh penyesalan.


Wira yang melihat itu hanya bisa diam. Pantas Hendro dan istrinya betah menjadikan kedua orang tua grace sebagai budak **** mereka. kedua orang tua grace memiliki wajah yang tampan dan cantik meskipun kini sedikit tertutupi oleh luka dan lebam.


"Tolong bebaskan saja anak saya, Pak. Masa depannya masih panjang. Sedangkan kami? kami sudah tidak punya harapan," ucap margareth memohon.


"Ibu," ucap Grace menangis.


Pak Fredy menggeleng. "Kalian akan segera bebas. Kalian dan grace berhak mendapat kebahagiaan. kalian berhak mendapat keadilan," ucap Pak fredy.

__ADS_1


"Kami berhak mendapat keadilan, Tuan?" pertanyaan singkat yang keluar dari bibir Margareth begitu terdengar sangat putus asa dan penuh dengan rasa sakit.


Pak fredy mengangguk yakin. "Sangat berhak. saya berjanji akan memberi hukuman setimpal pada adik saya atas apa yang sudah dia lakukan pada kalian," jawab pak fredy yakin.


"Setelah bebas kami harus bagaimana, Tuan?" tanya margareth lagi yang sangat memberi dampak besar pada hati Pak fredy.


Pak fredy sangat mengerti akan arti dari pertanyaan yang dilontarkan oleh margareth. Hendro dan sinta benar-benar telah menghancurkan hati dan mental Grace beserta kedua orang tuanya.


"Kami hanyalah binatang yang tidak berumah, Tuan," ucap Martin dengan mata berair.


"Tidak ayah. Jangan bicara seperti itu. Ayah dan ibu lebih berharga dari binatang. kalian berharga untukku," sela Grace tak terima atas apa yang dikatakan oleh ayahnya. Sungguh, hati grace sangat sakit mendegar itu semua.


"Saya mohon. Izinkan saya menebus semua kesalahan ini. izinkan saya membebaskan kalian," ucap Pak fredy dengan memohon.


Margareth yang mendengar itu beralih menatap grace yang kini sudah menangis tersedu.


Tangannya terulur mengusap lembut pipi grace. "Jika memang anda ingin membantu, maka bahagiakan saja putri cantikku ini, Tuan. Tolong jamin kehidupannya," uca margareth tulus menatap grace.


"Tidak, Ibu! Grace tidak akan mau bebas jika tidak ada kalian. Membiarkan kalian disini sama saja membunuh kalian secara perlahan. Grace gak mau. Ayo kita mulai kehidupan baru bersama-sama. Apa kalian tidak sayang dengan grace?" tanya grace menangis menatap Margareth dan Martin bergantian.


"Jika tidak sayang maka kami tidak akan rela seperti ini, Nak. Keselamatanmu adalah segalanya. Hendro dan istrinya mengancam Ayah dan Ibu. jika kami melawan, maka nyawamu yang akan jadi taruhannya. Mereka bisa menyakitimu kapan saja, Nak," ucap Martin menjawab.


Tangan fredy terkepal kuat mendengar semua itu. Kali ini benar-benar diluar batas.


Hendro dan sinta memanfaatkan kasih sayang antara anak dan orang tua ini untuk membalaskan dendam mereka. Sungguh, tidak ada yang lebih kejam dari semua ini.


"Penolakan apapun yang kalian katakan, kalian harus pergi dari sini dan menjalani kehidupan yang baik. Ayo!"


......................


Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yaa!!!!


SELAMAT MEMBACAAAA!!!!!

__ADS_1


__ADS_2