
Jangan lupa like
Jangan lupa komen
Jangan lupa favorit
Jangan lupa kasih vote
Jangan lupa kasih hadiah juga yaaaaa 😉🤗
🌹HAPPY READING🌹
Sungguh, Zergan sangat suka akan semua tubuh Aludra yang membuatnya candu. Hingga pada tangan Zergan sampai pada inti tubuh Aludra yang berada dibawah sana, kegiatan lelaki itu terhenti seketika dan mengangkat kepalanya menatap Aludra.
Aludra tersenyum polos melihat wajah frustasi Zergan. Sungguh, dia sangat puas sekali kali ini bisa mengerjai suaminya itu. "Aku lagi datang tamu, Mas," ucap Aludra menatap Zergan tanpa dosa.
Tenaga Zergan rasanya hilang saat itu juga. Lelaki itu menjatuhkan kepalanya di ceruk leher Aludra dengan pasrah. "Terus nasib aku gimana, Sayang?" tanya Zergan merengek dengan suara tertahan.
"Ya sabar dulu," ucap Aludra tanpa salah. .
"Gak bisa. Ini udah diujung banget, Sayang" rengek Zergan lagi.
"Kamar mandi luas, Mas," ucap Aludra memberi saran tanpa beban sedikitpun.
"Kamu tega," ucap Zergan merajuk. Namun dia tetap bangun dan langsung pergi ke kemar mandi untuk menyelesaikan apa yang harus dia kerjakan sejak tadi bersama Aludra.
Melihat wajah tersiksa Zergan membuat Aludra terkikik geli. "Maaf, Ya Allah. Alu hanya ingin sedikit menghukum," ucap Aludra sadar atas apa yang dia perbuat ini adalah salah.
"Lagian siapa suruh cepat tergoda coba," gumam Aludra lagi yang tak mau menyalahkan diri sendiri.
Tidak sadarkah Aludra, bahwa baju yang dia gunakan adalah baju yang sangat menantang maut bagi lelaki.
Setengah jam, Zergan keluar dari kamar mandi dengan wajah ditekuk. Meskipun nampak segar, tak dapat dibohongi jika laki-laki itu benar kesal saat ini.
Aludra yang sedang bersandar di ranjang tanpa menutup tubuhnya dengan selimut lagi-lagi membuat Zergan menelan ludahnya susah payah.
"Pakai selimut," ucap Zergan sedikit ketus dan langsung menutupi tubuh Aludra dengan selimut putih itu.
"Kamu kenapa?" tanya Aludra berpura-pura tidak tahu.
"Kemasukan reog!" jawab Zergan ketus.
"Hahaha," tawa Aludra pecah saat itu juga mendengar jawaban Zergan. Ditambah lagi wajah lelaki itu yang sudah sangat kusut.
"Hahaha Makanya, Mas. Harus kuat iman. Gitu aja udah tergoda," ucap Aludra meledek.
__ADS_1
"Diem deh! Mana ada kucing tahan kalau dikasi ikan. Lagian kenapa pakai baju itu coba? Kan kamu tahu lagi halangan masih juga di pakai," jawab Zergan menggerutu kesal.
"Kan baju dibeli untuk dipakai, Mas. Gimana sih?" jawab Aludra santai.
"Terserah," jawab Zergan jutek. Dengan sedikit menghentakkan kakinya, Zergan keluar dari kamar dengan membawa botol minum untuk diisi di dapur.
Aludra yang melihat kelakuan suaminya menggelengkan kepala tak habis pikir dengan perilaku Zergan. "Marahnya melebihi perempuan haid. Hukuman kecil begini saja sudah kesal, apalagi nanti aku kasih yang lebih parah," gumam Aludra.
Bagi Aludra memang hanya hukuman kecil, tapi bagi Zergan ini adalah hukuman paling berat baginya. Zergan lebih rela memeriksa beribu laporan daripada harus dihukum gantung seperti ini.
.....
Zergan menuruni tangga satu persatu. Lelaki itu berjalan menuju dapur dengan mulut yang tak hentinya mendumel sejak tadi.
Selesai mengisi air, Zergan kembali menaiki tangga. Tali baru kaki melangkah menaiki anak tangga pertama, dahinya bingung ketika merasakan ada seseorang diruang tamu rumahnya.
Zergan berbalik. Dengan perlahan dia melangkah menuju ruang tamu.
"HEH!" teriak Zergan ketika melihat Wira yang tidur di sofa ruang tamunya.
"Kenapa sih?" tanya Wira bangun dari tidurnya.
"Kenapa bisa di rumah gue malam-malam begini?" tanya Zergan duduk di sofa depan Wira.
"Ya bisalah," jawab Wira.
"Tuh," jawab Wira menunjuk jendela yang terbuka dengan dagunya.
Zergan hanya mengangguk. Setelah itu dia ikut merebahkan diri di sofa bersama Wira.
"Kenapa Lo?" tanya Wira ketika melihat wajah sahabatnya yang sangat tidak bersemangat itu.
"Digantung," jawab Zergan pelan.
"Digantung?" tanya Wira lagi tak paham.
"Aludra datang tamu," jawab Zergan dengan mata terpejam.
Untuk beberapa detik Wira terdiam mencerna jawaban Zergan. Namun sedetik berikutnya, lelaki itu tertawa keras meledek Zergan.
"Hahahaha Aludra tahu banget hukuman paling berat, ya," ucap Wira dengan tawanya meledek Zergan.
"Mending diam atau lo pergi dari sini," ancam Zergan membuka matanya.
"Hahaha lebih parah daripada hukuman gantung," ucap Wira tanpa mengindahkan ancaman Zergan.
__ADS_1
"Hahahaha-hiks."
Zergan membuka matanya ketika mendengar tawa yang tadinya keras itu berubah menjadi tangis dari lelaki di depannya ini.
"Kenapa Lo?" tanya Zergan terkejut melihat Wira yang sudah menangis sambil mengusap air matanya.
"Kisah gue lebih menyakitkan dari hukum gantung itu, hiks," jawabnya penuh drama.
Zergan memandang datar sahabatnya itu. Dia kira Wira kesakitan atau sesak nafas karena tertawa, ternyata lelaki itu malah akan curhat.
"Udah, banyak perempuan yang lain yang seiman sama Lo," ucap Zergan menasehati. Zergan memang sudah mengetahui perasaan Wira pada Grace. Tapi mengingat kepercayaan mereka yang berbeda, membuat Zergan sedikit pesimis jika perasaan temannya itu akan terbalaskan.
"Kalau bisa juga gue bakal milih yang lain," ucap Wira pelan.
"Lagian sekalinya jatuh cinta malah sama orang yang tidak tepat," ucap Zergan meledek.
"Bukan gak tepat, ya. Waktunya aja yang salah," ucap Wira kesal menatap Zergan.
"Bapak Lo tahu soal ini?" tanya Zergan.
Wira menggeleng. "Coba bicara sama bapak Lo. Mungkin dia bisa bantu," ucap Zergan memberi ide.
"Lo kira ini masalah kantor? Kalau masalah kantor sih gak papa. Tapi ini? Bisa diledek habis-habisan gue," ucap Wira tak mau.
"Masih aja gengsi. Mau sama Grace atau enggak? Kalau enggak ya jadi perjaka tua aja Lo," ucap Zergan.
"Gak guna dong pusaka gue kalau jadi perjaka tua," ucap Wira tak terima.
"Makanya coba minta tolong sama Bapak Lo. Gue yakin pasti ada solusinya," jawab Zergan.
Wira nampak mengangguk-anggukan kepalanya. "Atau gue hamilin Grace aja ya?" tanya Wira ngawur.
"Berani Lo begitu, gue potong leher Lo!" ancam Zergan tajam menatap Wira.
"Lo mau anak Lo disebut anak haram nanti? Lagian kalau Lo lakuin itu, belum tentu Grace akan mau sama Lo. Jangan-jangan nanti dia tambah benci sama laki-laki gak guna kayak Lo ini," tambah Zergan kesal.
"Iya-iya bercanda astaga," ucap Wira mengelak.
"Becanda Lo gak lucu!" ucap Zergan ngegas.
Wira mengusap dadanya kaget mendengar suara Zergan yang sangat keras. "Yang digantung kerjaannya ngegas terus."
......................
WIRA GILAAA!!!
__ADS_1
Dukung terus novel ini dengan terus ikuti kisahnya dan semoga kalian suka yaaa. Jangan lupa like, komen dan kasih hadiah juga vote yaaa 🤗
Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yang lainnya. Tentunya ada info Alu dan Zergan jugaa. Terimakasih 🤗😉