Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
Setelah Salah Paham - BAB 122


__ADS_3

WELCOME TO THE STORY


🌹HAPPY READING🌹


"Saya kurang paham, dokter," ucap zergan lagi bingung.


"Amyotrophic lateral sclerosis (ALS). penyakit saraf yang membuat saraf motorikmu melemah, Nak."


DEG


"Pe-penyakit saraf?"


Dokter rizal kembali mengangguk. "Amyotrophic lateral sclerosis (ALS) adalah penyakit saraf yang bersifat degeneratif. Pada penyakit ini terjadi kerusakan dan kematian sel-sel saraf di otak dan sumsum tulang belakang. Kerusakan sel saraf juga disertai dengan peradangan jaringan di sekitarnya," ucap Dokter Rizal menjelaskan lebih lanjut.


"apa ini bisa membuat saya lumpuh nantinya, dokter?" tanya zergan lagi khawatir.


Dokter Rizal mengangguk. "Tapi kita harus tetap berusaha, Nak," jawab dokter Rizal menyemangati.


"Sembuhkan saya, Dokter," ucap Zergan menatap penuh harap pada dokter Rizal dan dokter David bergantian.


Dokter Rizal menghela nafas pelan. "Belum ada obat untuk penyakit ini, Nak. Tapi konsumsi obat dan terapi perlu dilakukan untuk mencegah penyakit agar tidak memburuk dan menurunkan risiko komplikasi," ucap Dokter Rizal menjelaskan pada zergan.


"Tapi kenapa saya juga merasakan sesak pada pernafasan saya, Dokter? bukankah ini hanya menganggu saraf motorik saja?" tanya zergan lagi.


Lagi dan lagi dokter Rizal menghela nafas pelan. Sedangkan dokter David menatap sendu pada anak sahabatnya itu.


"Itulah permasalanannya, Nak. ALS adalah penyakit yang memburuk dengan cepat. Penyakit ini menjadi fatal apabila sudah menjangkiti saraf-saraf yang mengatur otot pernapasan sehingga menyebabkan sesak dan gagal napas. Separuh penderita meninggal dalam waktu 30 bulan sejak munculnya gejala, sementara 10% bertahan lebih dari sepuluh tahun. Dan pada kasus nak zergan ini, ALS menyerang saraf yang menjangkiti otot pernapasan kamu, Nak," jawab Dokter Rizal yang membuat zergan semakin tersdiam.


Sungguh, kelelahan yang selama ini zergan pikir bisa diatasi dengan vitamin malah bisa berdampak seperti ini.


"Gagal napas. itu artinya saya bisa meninggal kapan saja, dokter?" tanya Zergan menatap sendu pada Dokter Rizal.


"Jangan putus asa, Nak. Selalu ada jalan untuk bertahan," jawab Dokter Rizal menyemangati.


"Kamu tidak boleh putus semangat, Nak," ucap dokter David menambahkan.


"Bisakah saya menjadi salah satu dari 10% yang bertahan lama itu, Dokter?" tanya zergan lagi.


Dokter Rizal mengangguk yakin. "Tentu bisa, Nak. Tidak ada yang mustahil. Semangat dan ikhtiar mu untuk sembuh akan sangat membantu," jawab dokter Rizal yakin.


"Boleh saya berpesan satu hal?" tanya Dokter Rizal yang dianggukki oleh Zergan.

__ADS_1


"Usahakanlan agar hatimu terus bahagia. Tidak hanya kelelahan karena fisik, ALS juga dapat timbul karena tekanan batin dan mental juga, Nak. Jadi jagalah fisik dan psikis mu," ucap Dokter Rizal.


Zergan terdiam. Entah dia bisa melakukan itu atau tidak. Tapi satu hal yang pasti, jelas dia sangat tertekan secara batin mengingat semua permasalahan yang terjadi dalam keluarganya.


"Saya sudah resepkan obat, Nak. Sudah saya berikan pada dokter David. Jika tidak ada yang ditanyakan lagi, saya permisi melanjutkan pekerjaan. Selanjutnya kamu bisa terus berkonsultasi dengan saya nanti. Permisi," ucap. Dokter Rizal pamit dan keluar dari ruangan dokter David.


"Ini Gan," ucap Dokter David memberikan kertas resep pada Zergan.


"Terimakasih, Om," jawab Zergan pelan.


"Kamu harus tetap semangat, Nak. Penyakit jika semakin di pikirkan mana dia akan semakin melunjak. Lebih baik kamu santai tapi tetap mengikuti saran dokter. penyakit itu manja. jika dia kamu manja begini, maka dia akan betah di tubuh kamu, Nak. Semangat lah. Masih ada istri, anak dan ibumu yang jadi alasan kesembuhan mu. Jangan biarkan satu orang membuatmu lupa akan ribuan orang yang menyayangi dan membutuhkanmu," ucap dokter David panjang memberikan kata-kata yang bisa menumbuhkan semangat pada Zergan.


Zergan menghela nafas pelan. Dia mengangguk dan tersenyum menatap dokter David, meskipun hatinya saat ini benar-benar hancur.


"Terimakasih sekali lagi, Om. kalau begitu saya permisi," ucap zergan sopan dan berjalan keluar ruangan dokter David.


*Flashback off*


Zergan sadar dari lamunannya. lelaki itu menatap laci meja di sisi kanan meja kerjanya. Tangan zergan terulur untuk mengambil obat yang dia simpan di bagian laci paling ujung.


"Aku harus bertahan," gumam zergan sambil membuka laci meja.


"Mas."


Zergan menutup kembali laci meja begitu mendengar suara aludra memanggilnya.


"Kamu bikin aku kaget, Sayang," ucap zergan sedikit terkejut.


"Hehe, maaf Mas. Soalnya kamu dari tadi aku ketuk pintu gak dibuka. Jadi aku masuk aja," jawab aludra dengan senyum manisnya.


Zergan ikut tersenyum. melihat senyum bahagia sang istri sudah menjadi obat yang sangat ampuh baginya. "Kenapa, Sayang?" tanya Zergan lembut.


"Di ruang tamu ada Kak wira sama grace, Mas," ucap Aludra memberitahu tujuan kedatangannya kesini.


"Wira sama grace?" tanya Zergan lagi yang dianggukki oleh aludra.


"Ada apa mereka kesini malam-malam?" tanya Zergan sambil berdiri.


"Kayaknya ada sesuatu yang penting," jawab aludra menduga.


"Ayo temui, Sayang," ajak zergan menggandeng tangan Aludra keluar dari ruang kerjanya dan berjalan menuju ruang tamu.

__ADS_1


.....


"Wir," panggil Zergan begitu sampai di ruang tamu.


Wira dan grace menoleh. Grace sudah nampak lebih baik sekarang. Gadis bertato itu sudah lebih rapi dari pada tadi. Tapi wajahnya nampak sembab, mata dan hidung yang merah seperti orang yang baru saja menangis.


"Lo gak ngapa-ngapain grace kan, Wir?" tanya zergan menatap Wira curiga.


"Ck! ada yang mau gue omongin sama lo, gan," ucap Wira to the point.


"Tapi sebelumnya, gue mau nitip grace disini dulu, ya," lanjut wira.


"Sebenarnya ada apa, kak?" tanya Aludra buka suara.


"Nanti Grace yang akan bercerita padamu, Alu," jawab Wira yang dianggukki oleh Aludra.


Aludra berjalan mendekati grace. "Ayo ikut aku, Grace," ucap Aludra lembut mengajak grace ke kamar tamu.


Kini tinggal zergan berdua dengan Wira di ruang tamu. "kita ngobrol di ruang kerja," ucap Zergan yang lansung dianggukki oleh wira.


.....


"Sebenarnya ada apa, wir?" tanya Zergan begitu mereka duduk berdua di ruang kerja Zergan.


"Gue butuh bantuan lo, gan," ucap Wira tanpa basa-basi.


"Bantuan apa?" tanya zergan.


"Buat bebasin Grace dari kehidupannya yang sekarang," jawab Wira yang membuat alis zergan berkerut bingung.


Melihat kebingungan zergan, Wira menceritakan semua yang terjadi tadi pada grace dan juga semua informasi yang dia ketahui mengenai grace dan kelurga tempat grace tinggal.


"Biadab!" umpat zergan setelah mendengar cerita menyakitkan tentang grace.


"Lo harus bawa grace ke psikiater, Wir. meskipun diluarnya baik-baik aja, tapi belum tentu hatinya," ucap Zergan yang dianggukki oleh Wira.


"Terus lo mau gue bantu apa?" tanya Zergan lagi menatap Wira.


Wira tersenyum miring menatap zergan. "Bantu gue main-main, gan."


......................

__ADS_1


Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yaa!!!!


SELAMAT MEMBACAAAA!!!!!


__ADS_2