Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
Setalah Salah Paham - BAB 53


__ADS_3

Jangan lupa like


Jangan lupa komen


Jangan lupa favorit


Jangan lupa kasih vote


Jangan lupa kasih hadiah juga yaaaaa 😉🤗


🌹HAPPY READING🌹


Zergan selesai dengan sarapannya. Lelaki itu langsung menahan tangan Aludra yang hendak pergi ke dapur. "Kenapa?" tanya Aludra dengan alis berkerut bingung.


"Kamu udah makan?" tanya Zergan. Lelaki itu merutukki dirinya sendiri. Harusnya dia bertanya dari tadi sejak baru memulai makan, tapi ini udah selesai, baru bertanya.


Aludra mengangguk. "Tadi aku udah sarapan sama Zayn sebelum kamu datang," jawab Aludra.


Aludra mulai mengangkat piring kotor sisa sarapan Zergan. Wanita itu hanya akan bicara jika Zergan bertanya. Selanjutnya, dia akan terus begini sampai suaminya itu benar-benar menyesal.


Zergan menghembuskan nafasnya pelan. "Aku akan ke ruang kerja dulu, ya. Sudah ditunggu Wira," ucap Zergan pamit yang dianggukki oleh Aludra.


Wira sudah datang sejak sepuluh menit yang lalu. Lelaki itu sengaja tidak mau ikut sarapan karena dia memang sudah sarapan di tempat orang tersayangnya. Wah, kira-kira Wira sama siapa ya???


Ceklek.


Zergan membuka ruang kerjanya. Lelaki itu langsung berjalan menuju sofa menyusul Wira yang sudah duduk anteng disana.


"Jadi ada apa?" tanya Wira setelah menyimpan ponsel yang sejak tadi dia mainkan.


Zergan mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Dia membuka galery dan memperlihatkan sebuah video pada Wira.


"Nih," ucap Zergan.


Wira menerima ponsel Zergan dengan raut wajah bingung. Beberapa saat kemudian, mata lelaki itu membulat sempurna melihat apa yang ada di video itu.


"Ini benaran Lo?" tanya Wira dengan pandangan terus menatap ponsel Zergan.


"Ya enggak lah, goblok!" umpat Zergan kesal menatap Wira.


Wira menelan ludahnya kasar. Video ini benar-benar menguji nyalinya. Dengan cepat lelaki itu memberikan kembali ponselnya pada Zergan.

__ADS_1


"Lo dapat dari mana?" tanya Wira.


"Aludra," jawab Zergan singkat.


"Aludra udah tahu semua ini?" tanya Wira tak percaya.


Zergan mengangguk. "Aludra sudah tahu sejak dua hari yang lalu. Mungkin waktu itu dia mau bertanya mengenai ini sama Lo. Tapi berhubung kecewa dengan kebenaran yang kita sampaikan, dia lupa untuk memberitahu ini. Baru tadi Aludra kasih tahu gue," jawab Zergan pelan.


"Gue pinjam ponsel sama laptop Lo," ucap Wira langsung berdiri dan mengambil laptop yang ada di meja depannya.


Zergan mengangguk. Dia tidak meragukan skill Wira dalam hal teknologi begini. Bahkan Wira adalah hacker handal bagi Zergan khusus untuk kantornya. Begitu juga dengan Zergan, kedua lelaki itu tidak bisa diremehkan.


"Gimana?" tanya Zergan tak sabar.


Wira nampak masih bekerja. Mata lelaki itu bergerak sesuai arah kursor dan jari yabg tak berhenti diam di keyboard laptop.


"Benar-benar halus," ucap Wira setelah menakan tombol enter entah untuk apa.


Zergan mendekat. Lelaki itu mencondongkan kepalanya untuk melihat apa yang ada di layar laptop. "Gue tahu siapa yang mengirim ini," ucap Zergan setelah asik dengan pikirannya.


"Tuan Adam?" tebak Wira.


Zergan mengangguk. "Aludra mendapat pesan ini dua hari yang lalu. Itu artinya video ini di kirim saat gue meminta untuk lepas dari perusahaan Adam Bailey. Adam Bailey tidak mungkin tinggal diamkan. Benar-benar ****** dan lelaki brengsek!" umpat Zergan dengan tangan mengepal.


"Aludra bilang dia tahu kalau ini gak asli," jawab Zergan pelan.


Wira menggeleng tak percaya. "Salut gue sama Aludra. Editan ini kualitas tinggi, Gan. Sama seperti video Aludra dulu. Orang awam gak bakal bisa bedain ini asli atau enggak. Cuma orang-orang tertentu. Mereka gak ada cara lain apa selain cara pasaran kayak gini. Heran! Hobi banget ngirim-ngirim video begini," gerutu Wira.


"Ya jelas hobi. Kerjaan mereka gak jauh dari ngangkang dan ************," ucap Zergan tak habis pikir dengan kedua manusia menjijikan itu.


"Lagian tuan Adam kenapa si? Tujuannya apa coba mau ngehancurin rumah tangga Lo sama Aludra? Gak guna banget. Harusnya yang dia hancurkan itu kan Mama Ana. Karena saingan mereka dalam menjalani hubungan kan Mama Ana," ucap Wira bingung.


Zergan mengangkat bahunya. Dia juga bertanya-tanya tentang ini. Tapi semua akan terjawab nanti. Sekarang tugas Zergan melindungi orang-orang tersayangnya dari kejahatan Adam dan Rea.


"Apa Kakek Fatih tahu tentang ini?" tanya Wira lagi.


"Gak mungkin Kakek gak tahu," jawab Zergan pelan. Kakeknya itu bukan orang sembarangan, pasti tahu mengenai hal ini.


Wira mengangguk setuju. "Semoga Kakek Fatih tidak ngamuk," gumam Wira berdoa. Karena jika Fatih sudah bertindak, semuanya tidak akan ada ampun.


Saat asik dengan obrolan mereka, pintu ruang kerja Zergan terbuka. Aludra masuk dengan membawa nampak berisi satu gelas kopi dan susu. Kopi untuk Wira, dan susu untuk Zergan.

__ADS_1


"Diminum Kak," ucap Aludra meletakkan dua gelas itu di meja.


Wira dan Zergan saling pandang. Lagi-lagi Aludra bersikap tidak biasa pada mereka.


"Aludra," panggil Wira lembut.


"Iya Kak," jawab Aludra menampilkan senyumnya.


"Kenapa kamu bisa tahu mengenai video ini palsu?" tanya Wira dengan bibir yang sudah gatal sejak hendak bertanya.


"Apa kamu bisa membedakan asli atau tidaknya? Dan juga dengan foto-fotonya," tanya Wira lagi melihat Aludra yang hanya diam.


"Aku lebih percaya suamiku daripada video dan foto itu, Kak," jawab Aludra yang memuat hati Zergan berdenyut sakit. Begitu juga dengan Wira yang mengalihkan pandanganya pada Zergan. Lelaki itu hanya bisa menunduk menyembunyikan malunya.


"Aku tahu rasanya tidak di percayai. Sudah tidak dipercayai, dibohongi dan dijadikan alat untuk sandiwara lagi. Rasanya sangat tidak enak, Kak. Aku tidak mau orang yang cintai juga merasakannya," ucap Aludra sambil memandang Zergan yang juga kini menatapnya dengan tatapan penuh penyesalan.


"Lanjutkan obrolan kalian. Aku akan keluar dulu," ucap Aludra dan langsung pergi tanpa menghiraukan panggilan Wira.


"Wanita begini yang sempat Lo benci sebentar, Gan? Bahkan dia lebih dari bidadari," ucap Wira memuji Aludra.


"Sekali lagi Lo muji istri gua, gue potong gaji Lo," ucap Zergan mengancam. Dia sangat tidak suka ada lelaki lain yang memuji istrinya. Hanya dia yang boleh melakukan itu.


"Masih aja cemburu. Aludra udah kayak adik gue sendiri, gila!" ucap Wira menoyor kepala Zergan.


"Gimana sama incaran Lo?" tanya Zergan sambil mengusap dahinya.


Wira tersenyum sendiri. "Aman dan terkendali," jawabnya senang.


"Jangan sampai Lo sia-siain," ucap Zergan menasehati.


Wira mengangguk. "Pasti! Gue gak mau bodoh kayak Lo," ucap Wira menyindir.


Zergan hanya tertawa pelan. Tidak ada yang bisa dia bantah karena apa yang dikatakan Wira adalah benar.


"Jadi apa yang bakal kita lakuin?" tanya Wira mulai serius.


Zergan menatap lurus dengan senyum seringainya. "Hancurkan Adam dan Rea dari ujung kepala hingga ujung kakinya."


......................


Dukung terus novel ini dengan terus ikuti kisahnya dan semoga kalian suka yaaa. Jangan lupa like, komen dan kasih hadiah juga vote yaaa 🤗

__ADS_1


Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yang lainnya. Tentunya ada info Alu dan Zergan jugaa. Terimakasih 🤗😉


__ADS_2