Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
Setelah Salah Paham - BAB 129


__ADS_3

WELCOME TO THE STORY


🌹HAPY READING🌹


Tangan fredy terkepal kuat mendengar semua itu. Kali ini benar-benar diluar batas.


Hendro dan sinta memanfaatkan kasih sayang antara anak dan orang tua ini untuk membalaskan dendam mereka. Sungguh, tidak ada yang lebih kejam dari semua ini.


“bagaimana kami akan hidup diluar sana? Kami sudah terlalu kotor. Bahkan saat ini, aku sudah punya kehormatan untuk suamiku. Dan begitu juga sebaliknya, Tuan,” ucap margareth lemah.


Martin yang mendengar itu memeluk istrinya dengan kepala disandarkan di Pundak margareth. “Kita tetap suami istri bagaimanapun keadannya, istriku,” ucap martin lembut penuh kasih sayang.


Pak Fredy memejamkan matanya sejenak. Sungguh, kejadian di depan mat aini adalah mimpi yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh lelaki itu. "Penolakan apapun yang kalian katakan, kalian harus pergi dari sini dan menjalani kehidupan yang baik. Ayo!" ucap Fredy mutlak.


Martin dan margareth nampak saling beradu pandang dan beralih menatap grace.


Grace mengerti apa yang ada di pikiran kedua orang tuanya saat ini. Siksaan yang mereka dapatkan membuat sepasang suami istri itu takut untuk menghadapi dunia. Rasanya dunia hanya akan memberi luka. Bahagia sementara yang diberikan dunia hanya senjata untuk mereka bisa menusuk lebih dalam lagi.


"Ayo ayah, Ibu. Tuhan memberi kita kesempatan kita hidup bahagia untuk yang kedua kalinya. Percayalah," ucap grace lembut.


Martin dan margareth mengangguk. Dengan perlahan kedua orang tua grace berdiri dengan tertatih. nampak sekali tenaga yang terkuras habis. entah itu karena pikiran atau karena siksaan yang mereka dapatkan.


aku pastikan kalian akan bahagia setelah ini. batin pak fredy penuh tekad menatap kedua orang tua grace.


“APA YANG KALIAN LAKUKAN?!” teriak sebuah suara dengan nada yang sangat marah. Mereka semua menegang. Tapi tidak dengan pak Fredy dan wira.


Dengan tangan terkepal dan wajah yang sudah merah karena menahan emosi, pak Fredy membalikkan badannya.


DEG

__ADS_1


Sepasang suami istri yang tadinya menatap marah kita merubah ekspresi terkejut melihat siapa yang kini berada di depan mereka. “Aku ingin membebaskan ponakanku dan kedua orang tuanya,” jawab pak Fredy tegas mentap nyalang hendro dan sinta.


Tubuh margareth bergetar hebat. Dengan segera martin memeluk tubuh istrinya untuk memberi ketenangan. Meskipun sebenarnya dia memiliki tekanan mental dan batin yang sama dengan sang istri. Dia masih bisa sedikit menahan dan mengontrol diri. “tenanglah istriku,” bisik martin lembut pada istrinya.


Grace yang menyadari itu memeluk erat tubuh kedua orang tuanya. Wanita itu menolehkan kepala ke belakang dan menatap penuh permusuhan pada hendro dan sinta. “Sekarang aku akan melindungi kedua orang tuaku,” gumam grace tajam.


“KALIAN TIDAK BISA MELAKUKAN INI!” ucap hendro berjalan maju bersama sinta. Lelaki itu menggunakan pakaian olah raga yang nampak basah begitu juga dengan sinta. Nampaknya sepasang suami istri itu baru saja selesai mengerjakan olahraga.


“Kenapa tidak bisa? Siapapun berhak mendapat kebebasan, Hendro. Apa yang kau lakukan ini sudah sangat keterlaluan!” ucap pak Fredy marah menatap adiknya.


“jangan ikut campur, kakak. Kau tidak tahu apa-apa!” jawan hendro menatap tajam pada Fredy.


“apa yang tidak aku ketahui?” tanya Fredy berjalan mendekati hendro.


“Jangan ikut campur, kakak!” desis hendro dengan wajah merah menahan emosi.


“hentikan semua ini hendro. Anakmu sudah lama mati dan kau masih saja terbelenggu dengan dendam sehingga menyebabkan sebuah keluarga hancur berantakan. Kau menyiksa tuubuh dan hati mereka, bajingan!” ucap pak Fredy marah.


“kau jangan ikut campur. Ini urusanku dengan adikku! Kau hanya Wanita yang gagal. Ingat itu! bukan hanya jadi istri dan ibu, kau juga menjadi seorang perempuan yang gagal,” ucap Fredy tajam menatap sinta yang terdiam seribu bahasa.


“Dan kau? Aku memang tidak tahu bagaimana sedih dan sakitnya kehilangan seorang anak yang kita sayangi. Tapi mereka? Mereka juga kehilangan anak pertama mereka. Dan kau tahu itu karena apa? Itu karena anakmu yang suka berlaku tidak baik pada anak mereka!” ucap pak Fredy menunjuk grace dan keluarganya, namun matanya terus saja menatap nyalang pada hendro.


“Andai saja dulu anakmu memiliki sikap yang baik, maka grace tidak akan mendorong anakmu yang membuli kakaknya sendiri. Andai saja anakmu bisa saling menghargai, maka kakak kandung grace tidak akan putus asa sampai akhirnya bunuh diri. Kau bisa bayangkan seberapa kejam buli yang berikan anakmu bukan? Padahal dia baru berusia tujuh tahun, tapi sangat bisa mematikan mental anak lainnya,” ucap Fredy mengeluarkan semua uneg-uneg pada adiknya itu.


“jadi kau menyalahkan anakku yang kini sudah di surga?” tanya hendro marah.


“tentu tidak. Anakmu tidak akan melakukan semua itu jika saja dia mendapat asuhan yang benar dari kedua orang tuanya, terutama ibunya!” jawab hendri menatap tajam sinta pada akhir kalimatnya.


“Aku jadi curiga. Apa mungkin ada dendam lain dalam hatimu sehingga kau menyiksa grace dan kedua orang tuanya dengan begitu kejam?” tanya pak Fredy menatap lekat hendro.

__ADS_1


Hendro mengalihkan pandangannya dari pak Fredy.


Senyum remeh terbit dibibir pak Fredy melihat itu. Dugaannya benar. Ada dendam lain dalam diri hendro. “jangan pernah berbohong padauku, hendro. Jika kau tidak memberitahunya, maka aku yang akan mencari tahu sendiri,” ucap Pak Fredy tegas.


Hendro terdiam. Sedangkan sinta yang sudah nampak menahan emosi sejak tadi dengan perlahan mulai berjalan mendekati grace dan kedua orang tuanya. Saat dia akan melayangkan pukulan pada grace dari belakang, dengan sigap wira menangkap tangan Wanita itu dan membuangnya kasar.


“Akkhh,” teriak sinta kesakitan karena tangannya terhempas angin dengan keras oleh wira.


“berani kau sentuh mereka, maka aku tidak akan segan-segan mematahkan tanganmu!” ucap wira tajam menatap sinta. Sejak tadi dia diam bukannya tidak ingin menolong. Tapi dia hanya memberikan waktu pada pak Fredy untuk berbicara menyadarkan adiknya. Tapi ketika dia melihat sinta mulai beraksi menyakiti grace dan kedua orang tuanya, wira tidak bisa diam begitu saja. Keselamatan grace dan kedua orang tuanya kini adalah hal utama bagi wira.


“siapa kau? Jangan beraninya ikut campur!” ucap sinta marah.


Melihat semua itu, pak Fredy jadi semakin marah. “AYO SEKARANG!” teriak pak Fredy.


Dari pintu masuklah beberapa orang polisi yang sudah dihubungi oleh wira tadi. Wira meminta mereka datang dengan diam-diam. Pak Fredy memberi kode pada polisi agar menunggu di pintu saat melihat kedatangan mereka. Polisi datang sedikit lebih lambat dari hendro dan sinta. Posisi mereka yang membelakangi pintu membuat mereka tidak mengetahui jika saat ini sudah ada polisi yang siap menangkap mereka.


“Apa yang kau lakukan kakak?!” teriak hendro memberontak saat polisi akan memborgol tangannya.


“Jangan membantah, pak!” ucap polisi tegas dan dengan sigap langsung menahan tangan hendro. Begitu juga dengan sinta yang tidak bisa berkutik.


“Kakak apa yang kau lakukan? Media akan menilaimu buruk karena memenjarakan adikmu sendiri!” ucap hendro tajam.


“aku tidak malu karena itu. Aku lebih malu saat media mengetahi jika aku menyembunyikan manusia jahat seperti kalian,” jawab pak Fredy tegas.


“Cepat bawa mereka. Pak!”


......................


Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yaa!!!!

__ADS_1


SELAMAT MEMBACAAAA!!!!!


__ADS_2