Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
Setelah Salah Paham - BAB 82


__ADS_3

Jangan lupa like


Jangan lupa komen


Jangan lupa favorit


Jangan lupa kasih vote


Jangan lupa kasih hadiah juga yaaaaa 😉🤗


🌹HAPPY READING🌹


"Lakukanlah, Zergan," ucap Fatih yakin.


"Tapi aku mau Kakek juga ikut," ucap Zergan meminta Fatih.


Fatih terdiam sebentar. Tidak lama kemudian dia mengangguk. "Aku akan ikut," jawab Fatih.


Zergan mengangguk. "Nanti aku juga akan mengajak Mama. Kita akan buktikan kebenaran video itu di depan media, Kakek. Kita akan bawa ahli IT dan mereka akan mengecek kebenaran video itu saat konferensi pers nanti," ucap Zergan menjelaskan.


"Apa itu tidak terlalu lama?" tanya Fatih.


"Memang cukup lama. Tapi media pasti akan sangat gila akan berita ini, Kakek. Mereka akan rugi jika melewatkannya," ucap Zergan yakin.


Fatih menghela nafas pelan. "Baiklah," ucap Fatih.


.....


Sedangkan di tempat lain, Wira datang menemui seorang wanita yang sangat sulit untuk dia taklukan.


"Ada apa?" tanya Grace yang keluar menemui Wira. Entah kenapa lelaki itu tidak mau masuk ke dalam rumah tatonya. Dia lebih memilih untuk menunggu Grace di lobi. Dan itu membuat Grace sedikit heran. Karena biasanya, Wira akan masuk tanpa di persilahkan.


"Ikut aku," ucap Wira dan langsung menarik lembut tangan Grace menuju mobilnya.


"Kenapa sih?" tanya Grace tak paham.


"Masuk," ucap Wira membukakan pintu dan mendorong sedikit tubuh Grace agar masuk ke dalam mobilnya. Karena jika tidak begitu, maka Grace akan memberontak dan menolak untuk masuk.


"Kenapa?" tanya Grace lagi setelah Wira duduk di kursi kemudi.

__ADS_1


"Kita harus konferensi pers," ucap Wira.


"Kita?" beo Grace bingung.


Wira mengangguk.


"Memang kita harus klarifikasi apa?" tanya Grace semakin bingung mendengar apa yang dikatakan oleh Wira.


"Kamu gak tahu kasus tentang Adam Bailey dan Rea?" tanya Wira heran.


Grace mengangguk. "Tahu, tapi hubungannya dengan saya apa, Tuan Wira yang terhormat?" tanya Grace gemes dengan kelakuan lelaki itu.


"Kamu pernah terlibat dalam kasus itu. Jadi kamu harus ikut membongkar semua kejahatan Rea dan Adam. Aku yakin masih ada sesuatu hal yang kamu sembunyikan," ucap Wira yakin.


"Tidak! Saya tidak sembunyikan apapun," jawab Grace cepat. Karena benar, setahunya sudah tidak ada lagi rahasia yang dia simpan tentang Rea. Semua sudah dia sampaikan pada Zergan dan Wira.


"Kamu yakin?" tanya Wira lagi memutar badannya menghadap Grace.


Sekali lagi Grace mengangguk. "Sangat yakin," jawab Grace.


"Tapi aku merasakan ada yang kamu sembunyikan," ucap Wira lagi kekeuh dengan apa yang dia pikirkan.


"Jangan fitnah, Tuan," ucap Grace tak terima.


Grace terdiam. Wanita itu nampak berpikir mengingat hal apa yang dia lupakan untuk disampaikan pada Wira dan Zergan. Karena setahunya, dia tidak menyembunyikan apapun selama bekerja dengan Zergan untuk memantau Rea.


"Kamu menyembunyikan perasaanmu," ucap Wira tak nyambung.


BUGH.


Satu pukulan keras dari Grace mendarat sempurna di bahu Wira. "Dasar gak nyambung," ucap Grace kesal setengah mati dengan Wira. Dia sudah susah berpikir tentang hal yang disembunyikan, Wira malah dengan mudah mengatakan hal yang sangat melenceng dari topik pembicaraan mereka.


"Sakit calon istri," ucap Wira meringis mengusap lengannya. Itu memang benar sakit, Grace memukul dengan sekuat tenaganya.


"Siapa suruh bercanda! Sekarang katakan, ini kenapa saya dibawa ke mobil? Bisanya juga menyelonong masuk," ucap Grace bingung.


Wira menghela nafas pelan. "Malam ini akan ada konferensi pers. Semua yang terlibat dengan kasus Adam dan Rea, harus ikut dalam konferensi itu untuk memberi kesaksian. Kamu memang tidak ikut campur banyak, tapi kamu pernah terlibat," ucap Wira jujur.


Grace menghela nafas pelan. Dia cukup terkejut dengan video Adam dan Rea yang viral saat ini. "Bagaimana keadaan Tuan Zergan?" tanya Grace. Bukannya apa-apa, wanita itu hanya khawatir pada Zergan sebagai seorang teman. Karena bagaimanapun, Zergan sudah banyak membantu hidupnya hingga bisa cukup seperti sekarang ini.

__ADS_1


"Dia pasti kecewa dan terluka. Tapi selama Aludra berada disampingnya, Zergan pasti bisa mengontrol semuanya," ucap Wira.


Grace mengangguk setuju. Kehadiran Aludra memang sangat berpengaruh dalam hidup Zergan. "Jam berapa konferensi pers nya?" tanya Grace.


"Waktu selepas isya," jawab Wira.


"Baiklah. Aku akan ikut," ucap Grace.


Wira tersenyum. Sebenarnya jika Grace tidak datang pun tidak apa-apa, tapi Wira ingin wanita itu ikut terlibat dalam semua ini. Dia ingin Grace selalu dekat dengannya. Meskipun sulit untuk bersama, tapi ini sedikit usaha untuk dia mencairkan hati Grace.


.....


Sesuai dengan apa yang sudah direncanakan, Zergan, Fatih, Mama Ana, Aludra sudah duduk di depan sebuah meja panjang dengan banyak mikrofon di depan mereka. Wira berdiri di belakang Zergan, Grace berdiri dibelakang Aludra dan Anwar yang berdiri dibelakang Fatih. Selain mereka, ada beberapa ahli IT yang dipercaya oleh Zergan dan Wira untuk memeriksa kebenaran video itu.


Kilat kamera menyilaukan tempat. Berbagai macam media datang menyorot mengenai berita heboh ini.


"Konferensi pers ini untuk meluruskan semuanya. Kalian tentu tahu mengenai berita Ayahku dan Anak kandungnya. Kami disini tidak akan menjelaskan, tapi jika kalian bertanya, maka kami akan menjawab dengan sejujur-jujurnya," ucap Zergan memulai.


Tangan lelaki itu nampak mengepal dibawah meja. Aludra yang menyadari itu langsung menggenggam tangan suaminya.


Dingin, itulah yang pertama ada dibenak Aludra ketika menyentuh kulit tangan Zergan. Lelaki itu sekuat tenaga menahan gejolak dalam dirinya.


"Apakah video itu benar adanya atau hanya untuk menaikkan pamor keluarga Bailey?" tanya salah satu wartawan dari salah satu televisi nasional.


Tangan Zergan mengepal semakin kuat. Bahkan sedikit membuat badannya gemetar. Pertanyaan wartawan itu berhasil membuat Zergan emosi. Tapi usapan lembut dari Aludra mampu menenangkannya. Bagaimana mungkin video itu dianggap untuk menaikan pamor keluarga? Bukannya baik, itu malah mencoreng nama baik keluarga Bailey.


"Sebagian orang mungkin memang rela melakukan apapun untuk menaikan pamornya. Tapi itu tidak dengan keluarga Bailey. Tanpa kasus pun, media selalu mencari celah untuk memberikan berita mengenai keluarga Bailey. Tapi karena kami sangat menjaga privasi, kami terhindar dari fitnah kejam media. Tapi untuk kali ini, kasus yang terjadi sekarang semata-mata untuk memberi pelajaran pada-"


Ucapan Zergan terhenti ketika Mama Ana memegang tangan sebelah kiri Zergan. Sedangkan tangan kanannya berada di bawah meja dengan tangan Aludra yang menggenggamnya.


Mama Ana menggeleng. "Kendalikan diri, Nak," ucap Mama Ana lembut.


Zergan mengangguk. Dia menarik nafas pelan dan mengeluarkannya perlahan. "Satu hal yang pasti, semua ini bukan karena pamor ataupun sensasi belaka. Dan untuk wartawan lainnya, berpikirlah sebelum bertanya. Saya yakin kalian semua yang hadir pasti sekolah yang tinggi untuk pekerjaan kalian ini," ucap Zergan mengakhiri jawabannya.


"Apakah video itu bisa dijamin keasliannya atau palsu?" tanya salah satu Wartawan lainnya.


"Biar ahli IT yang menjawab pertanyaan kalian."


......................

__ADS_1


Dukung novel ini dengan terus ikuti kisahnya dan semoga kalian suka yaaa. Jangan lupa like, komen dan kasih hadiah juga vote yaaa 🤗


Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yang lainnya. Tentunya ada info Alu dan Zergan jugaa. Terimakasih 🤗😉


__ADS_2