
Jangan lupa like
Jangan lupa komen
Jangan lupa favorit
Jangan lupa kasih vote
Jangan lupa kasih hadiah juga yaaaaa 😉🤗
🌹HAPPY READING🌹
"Lusa aku akan ke New Zealand," ucap Zergan memberitahu.
"Apa ada urusan pekerjaan?" tanya Aludra lagi yang dianggukki oleh Zergan.
"Dengan Kak Wira?" tanya Aludra lagi.
Zergan menggeleng. "Bersama Rea," jawab Zergan singkat.
Aludra terdiam mendengar jawaban Zergan. Raut wajah yang tadinya tersenyum kini berubah jadi datar. "Bukankah jika pergi keluar kamu biasanya sama kak Wira, Mas?" tanya Aludra pelan.
"Kali ini aku membutuhkan Rea," jawab Zergan singkat.
Aludra hanya mengangguk. "Semoga kerjaan kamu cepat selesai. Dan cepat pulang, Mas," ucap Aludra tersenyum menatap Zergan.
"Jangan cemburu. Dia adikku," ucap Zergan mengerti apa yang dipikirkan Aludra.
Aludra hanya tersenyum. "Perasaanku tidak lebih penting dari hubunganmu dengan Rea, Mas. Jadi aku tidak akan cemburu lagi," ucap Aludra lembut.
Zergan menatap Aludra dalam diam yang mengalihkan pandanganya. Wanita itu tampak enggan membalas tatapan mata Zergan. Aku pergi untuk hubungan kita, Aludra. Jadi aku mohon kau bersabar sebentar lagi. Batin Zergan menatap sendu istrinya.
Aludra masih mencoba menampilkan senyumnya menatap Zayn yang asik dengan film kesukaanya. Anak itu nampak sama sekali tidak terganggu dengan pembicaraan Aludra dan Zergan.
"Zayn," panggil Aludra lembut.
"Iya Ma," jawab anak itu tanpa menolehkan pandangannya dari layar televisi.
"Udah malam, Nak. Tidur yuk," ajak Aludra.
Zayn nampak diam.
"Nontonnya bisa disambung besok, Nak," ucap Aludra membujuk Zayn.
Zayn nampak mengangguk dan tersenyum. Jika Mamanya yang bicara, maka itulah yang harus dia lakukan. Zayn akan patuh atas apa yang disampaikan Aludra. Karena setiap dia mengikuti perkataan Aludra, maka itu yang terbaik untuknya.
__ADS_1
"Aku ke kamar Zayn dulu, Mas," ucap Aludra pada Zergan yang dibalas anggukan kepala oleh lelaki itu.
Zergan memandang punggung anak dan istrinya yang sedang berjalan menaiki tangga. "Satu Minggu ke depan akan menjadi awal kebahagiaan kita lagi, Aludra," Guam. Zergan dengan tekad yang kuat.
.....
Zergan membuka pintu kamar Zayn. Dia menatap Aludra yang sedang tiduran menyamping sambil mengusap lembut rambut Zayn. Memberikan kesan nyaman pada anak itu hingga Zayn tidur dengan nampak pulas.
"Mas," bisik Aludra melihat kedatangan Zergan.
Zergan berjalan mendekat dan duduk disisi ranjang yang lain. "Kamu bersih-bersihlah dulu, Aludra," ucap Zergan meminta Aludra untuk melakukan ritual yang biasa wanita itu lakukan sebum tidur.
"Nanti saja, Mas. Mas duluan aja ke kamar," ucap Aludra lembut.
"Matamu sudah mengantuk begitu. Lakukanlah dulu. Kau tidak akan bisa tidur jika tidak bersih," ucap Zergan apa adanya.
Aludra menghela nafas dan mengangguk. "Aku minta tolong kamu buat jagain Zayn disini dulu ya, Mas. Dia baru tidur, aku takut nanti Zayn kebangun lagi," ucap Aludra.
Zergan mengangguk. "Tanpa kamu minta aku akan disini, Aludra," ucap Zergan.
Aludra tersenyum. Wanita itu dengan perlahan bangkit dari kasur dan berjalan keluar kamar Zayn dengan perlahan dan menutup pintunya kembali.
Zergan menatap putranya yang menutup mata. Lelaki itu terkekeh pelan. "Jangan pura-pura tidur, Nak," ucap Zergan yang tahu dengan kelakuan Zayn.
Zayn langsung menutup matanya rapat mendengar perkataan Zergan. "Bangun sendiri atau Papa bangunin?" tanya Zergan lagi.
Anak itu tersenyum dan memperlihatkan gigi putihnya pada Zergan. "Kebiasaan, Pa," ucapnya jujur.
"Kebiasaan maksudnya?" tanya Zergan heran.
"Zayn biasanya pula-pula tidul dulu. Takut nanti Mama nangis lagi dan Zayn bisa hapus ail mata mama. Nanti Mama sendili yang akan tidul kalna menangis. Setalah Mama tidul nanti, balu Zayn bisa tidul juga," ucap anak itu menceritakan kebiasaanya pada Zergan.
"Sesering itu mama menangis, Nak?" tanya Zergan pelan.
"Sangat sering, Papa," jawab Zayn sendu.
Zergan menghela nafas pelan. "Boleh Papa minta sesuatu, Nak?" tanya Zergan lembut.
"Apa Papa?" tanya Zayn.
"Apapun yang terjadi, Zayn harus tetap bela Mama dan selalu lindungi Mama ya. Jika nanti Papa tidak ada, maka Zayn yang harus mengambil tugas untuk melindungi Mama," ucap Zergan.
"Memang Papa mau kemana?" tanya anak itu bingung.
"Papa akan ke New Zealand untuk urusan pekerjaan. Selama Papa gak ada, Zayn harus jagain Mama ya," ucap Zergan berpesan.
__ADS_1
"Pasti, Pa. Zayn bakal jagain Mama selalu," ucap anak itu yakin.
"Termasuk jagain Mama dari Paman Rio," ucap Zergan lagi.
"Paman Lio? Papanya Bima?" tanya Zayn memperjelas pemahamannya.
Zergan mengangguk. "Zayn gak boleh biarin Mama dan Paman Rio berdua ya. Atau kalau bisa jangan sampai mereka bertemu," ucap Zergan lagi.
"Memang kenapa, Pa? Paman Lio kan baik," ucap anak itu lagi heran dengan perkataan Papanya yang mengatakan seolah-olah Rio adalah orang jahat.
"Pokoknya Zayn harus lakukan apa yang Papa minta, ya. Jangan pernah tinggalin Mama sendiri," ucap Zergan lagi.
Dengan masih bingung Zayn mengangguk. Daripada mengatakan bahwa dia tidak mengerti, lebih baik dia mengangguk saja dan membuat Zergan diam.
"Sekarang Zayn tidur, ya," ucap Zergan.
"Tapi Mama-"
"Mama udah di kamar. Mau bersih-bersih dulu. Mama udah capek dan ngantuk banget kayaknya, Nak. Jadi Zayn Papa yang temani ya," ucap Zergan.
Zayn mengangguk mendengar Mamanya yang capek dan mengantuk. Daripada Mamanya bertambah letih dan menahan kantuk, biar kali ini Zayn tidur dengan ditemani Zergan.
Tiga puluh menit, Zergan berhasil membuat anaknya itu tidur meskipun harus menjawab banyak pertanyaan. yang membuat Zergan sedikit berpikir keras. Zergan menarik selimut Zayn sampai batas leher. Dia mengecup pelan dahi anak itu dan tersenyum. "Jadilah lelaki sejati, Nak," gumam Zergan penuh harap.
Setalah itu, Zergan berjalan menuju pintu dan menekan saklar lampu yang ada di sebuah pintu untuk mematikannya.
.....
Zergan memasuki kamarnya. Lelaki itu melihat Aludra yang juga baru keluar dari walk in closed. Wajah Aludra sudah nampak lebih segar setelah perawatan malamnya. Zergan akui, tidak ada yang lebih cantik daripada istrinya di muka bumi ini.
"Mas," panggil Aludra pelan.
Zergan hanya mengangguk. Lelaki itu berjalan menuju ranjang dan merebahkan diri disana.
Aludra yang melihat itu menyusul Zergan dan ikut merebahkan diri di sebelah Zergan. "Zayn sudah benar-benar tidur, Mas?" tanya Aludra yang dibalas anggukan oleh lelaki itu.
"Aludra," panggil Zergan.
"Iya Mas," jawab Aludra.
"Bagaimana jika nanti orang yang paling kau sayangi, ternyata orang yang paling menyakiti?"
......................
Dukung terus novel ini dengan terus ikuti kisahnya dan semoga kalian suka yaaa. Jangan lupa like, komen dan kasih hadiah juga vote yaaa 🤗
__ADS_1
Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan. Nanti berbukalah dengan yang manis-manis ya 🤗😉 Semoga setiap ikhlas menjadi berkah, dan setiap sabar menjadi anugrah.