Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
Setelah Salah Paham - BAB 64


__ADS_3

Jangan lupa like


Jangan lupa komen


Jangan lupa favorit


Jangan lupa kasih vote


Jangan lupa kasih hadiah juga yaaaaa 😉🤗


🌹HAPPY READING🌹


Zergan menggeleng. "Gue haus. Cuma mau ambil minum. Gue gak mungkin ninggalin Kakek. Dia pasti nungguin," ucap Zergan.


"Sekarang kita beritahu Kakek informasi yang kemarin kita dapatkan," tambah Zergan dan berjalan kembali menuju ruangannya.


"Untung gak kabur," gumam Wira menggeleng pelan sambil mengikuti langkah kaki Zergan.


.....


"Kakek," panggil Zergan pada Fatih yang setia menunduk. Kedua sikunya bertumpu pada lutut seolah ada hal besar yang sedang dia pikirkan.


Anwar yang melihat kedatangan Zergan langsung berpindah duduk ke sebuah Fatih.


Fatih mengangkat kepalanya. "Aku kira kau akan kabur jauh," ucap Fatih meledek.


"Aku bukan perempuan," jawab Zergan. Lelaki tua itu masih saja bisa membuatnya kesal padahal tadi mereka sedang beradu mulut hebat.


Zergan dan Wira mendudukkan tubuh mereka. Zergan berhadapan dengan Fatih, sedangkan Wira berhadapan dengan Ayahnya sendiri.


Tangan Zergan bergerak menghidupkan laptop yang ada di depannya. Jemari Zergan dengan lincah mencari apa yang dia butuhkan.


"Kakek baca ini," ucap Zergan memutar arah laptop ke depan Fatih.


Fatih terdiam sebentar. Setelahnya dia mengambil laptop tersebut dan membaca sebuah file yang sudah di buka terlebih dahulu oleh Zergan.


Mata Fatih dengan lihai bergerak membaca setiap rangkaian huruf menjadi kata yang membuat dada sedikit sakit.


Tapi lelaki tua itu tetap mencoba tenang. Meskipun tangannya mencengkram kuat laptop yang ada di pegangannya, namun sebisa mungkin wajahnya menunjukkan ketenangan.


Tidak satupun tulisan yang Fatih lewatkan. Mata lelaki itu tiba-tiba sedikit berair membaca pada lembar tertentu yang membuat hatinya sesak.


Sepuluh menitan Fatih habiskan untuk membaca file yang diberikan oleh Zergan. Setalah selesai, dia kembali laptopnya pada Zergan dan menatap lurus ke depan.


"Bagaimana? Apa Kakek masih mau melindunginya dengan status sebagai anak kandung?" tanya Zergan menatap Fatih.

__ADS_1


Fatih mengalihkan pandanganya pada Zergan. "Tidak aku sangka dia melebihi itu, Zergan," jawab Fatih pelan.


"Aku ingin bicara berdua dengan Kakek," ucap Zergan tiba-tiba.


Wira dan Anwar yang mengerti segera mengangguk dan berdiri untuk berjalan keluar dari ruangan Zergan.


Kini diruangan itu hanya ada Fatih dan Zergan. Dua lelaki berbeda generasi itu nampak terdiam dengan pikirannya masing-masing.


"Kakek," panggil Zergan lembut.


Fatih menatap Zergan, namun mulutnya tidak mengeluarkan sepatah katapun.


"Aku tahu dia anak kandung kakek. Dan dia juga ayah kandungku. Tapi setiap kesalahan harus mendapat hukuman, Kakek," ucap Zergan pelan.


Tidak tahan lagi membendung air bening itu, Fatih menangis di depan cucunya untuk pertama kali. Zergan yang melihat itu sedikit terkejut. "Kakek menangis?" tanya Zergan melihat pipi Fatih yang basah.


Fatih tersenyum miris. "Tidak ada yang tidak akan menangis melihat bagaimana kejamnya seorang anak, Zergan. Apalagi anak kandungnya sendiri," ucap Fatih mengusap pipi dengan telapak tangannya.


"Entah dosa apa yang aku lakukan dimasa lalu hingga Adam benar-benar menjadi iblis seperti itu. Entah apa yang aku perbuat dimasa lalu sehingga dia dengan keji membunuh nyawa tak berdosa. Dan itu dilakukan dua kali," ucap Fatih sendu.


Ya, informasi yang diberikan oleh Zergan dan membuat Fatih sangat terluka adalah, tindakan Adam Bailey dan Rea yang melakukan aborsi sebanyak dua kali. Pertama dilakukan saat Rea berusia dua puluh tahun, dan kedua saat wanita itu berusia dua puluh dua tahun.


Sungguh, entah apa yang ada dipikiran kedua manusia itu hingga mereka dengan tega membunuh janin tak berdosa akibat ulah perbuatan mereka sendiri.


Awalnya Zergan juga sangat syok. Tapi mengingat bagaimana kejahatan Adam dan Rea, mereka bahkan bisa melakukan lebih jahat dari ini.


Fatih menunduk. Dia berusaha menyembunyikan tangisnya dari Zergan.


Zergan yang melihat itu langsung berdiri dan berpindah posisi menjadi bersimpuh di hadapan Fatih. "Kakek," panggil Zergan pelan.


Fatih mengangkat pandanganya. Mata lelaki tua itu sudah sangat berair saat ini. "Dia memang anak Kakek, tapi izinkan aku untuk melakukan ini, Kakek. Setiap kesalahan harus mendapat hukuman. Kakek yang mengajarkan itu padaku," ucap Zergan pelan.


"Aku minta restu Kakek untuk apa yang akan aku lakukan, Kakek," ucap Zergan lagi menatap Fatih penuh permohonan.


Fatih memandang lekat wajah cucunya. Setelah beberapa detik lelaki itu mengangguk. "Lakukanlah, Nak. Tidak ada lagi yang bisa aku katakan untuk membelanya," jawab Fatih setelah meyakinkan dirinya.


Zergan tersenyum. Dia langsung menegakan setengah tubuhnya dan memeluk erat Fatih.


"Restu mu ini sangat berarti untukku, Kakek," ucap Zergan senang.


Fatih mengangguk dan melepaskan pelukannya. "Boleh aku minta sesuatu padamu, Zergan?" tanya Fatih.


"Iya Kakek," jawab Zergan dengan senyumnya.


"Jangan sampai menjadi Ayah mu, Nak. Dia memang Ayah kandungmu, tapi jangan sampai kau juga menjadi cerminannya," ucap Fatih tulus.

__ADS_1


Zergan mengangguk yakin. Demi tuhan, Zergan sangat tidak ingin mengakui adam sebagai Ayahnya. Tapi mau bagaimana lagi, jika saja dia bisa memilih menjadi anak siapa, dia lebih baik menjadi anak dari keluarga sederhana daripada harus menjadi anak dari Adam Bailey.


"Setelah ini kita akan ke rumahku, Kakek," anak Zergan.


"Aku tidak bisa, Zergan. Ada sesuatu yang harus aku selesaikan," jawab Fatih menolak halus.


Zergan menghela nafas pelan. Dia kembali berdiri dan berjalan untuk duduk di sofa yang semua dia duduki.


"Apapun yang akan kau lakukan, lakukanlah. Tapi satu hal yang pasti, jangan lagi mengorbankan anak juga istrimu untuk membalas semuanya," ucap Fatih berpesan.


Zergan mengangguk yakin. Setalah ini dia tidak akan ceroboh lagi dalam mengambil tindakan dan keputusan.


.....


Aludra duduk sambil termenung di ruang keluarga. Sedangkan di pahanya ada kepala Zayn yang tidur dengan nyenyak.


Waktu masih menunjukan pukul empat sore, itu artinya sebentar lagi Zergan akan pulang. Dia sudah tidak sabar untuk membicarakan apa yang tadi dia lihat dan sudah kirim pada Zergan.


TIN. TIN.


Suara klakson mobil mengalihkan pandangan Aludra. Dengan lembut wanita itu mengganti pahanya dengan bantal untuk menyangga kepala Zayn yang tidur agar tetap nyaman, setalah itu dia berjalan keluar rumah.


"Assalamu'alaikum, Sayang," ucap Zergan turun dari mobil bersama Wira.


"Waalaikumsalam, Mas," jawab Aludra menyalami tangan Zergan.


"Mas Zergan sudah baca pesanku?" tanya Aludra. Meskipun dia lihat Zergan memang sudah membaca pesannya, tapi dia tetap ingin memastikan karena belum dapat balasan dari lelaki itu.


Zergan mengangguk. "Kita langsung keluar kerjaku, Sayang," jawab Zergan dan diikuti oleh Wira dan Aludra.


Kini mereka bertiga sudah duduk diruang kerja Zergan yang ada di rumah.


"Sudah dapat balasan, Wir?" tanya Zergan.


Wira segera mengecek ponselnya dan membuka email. "Sudah Gan," jawab Wira.


Wira membuka email masuknya dan membaca sebuah pesan yang tadi dikirim oleh anak buah mereka.


"Apa?" tanya Zergan menatap Wira.


Aludra yang juga ikut penasaran ikut menatap Wira tak sabaran.


"Laki-laki itu adik dari mendiang istrinya Rio."


................

__ADS_1


Dukung novel ini dengan terus ikuti kisahnya dan semoga kalian suka yaaa. Jangan lupa like, komen dan kasih hadiah juga vote yaaa 🤗


Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yang lainnya. Tentunya ada info Alu dan Zergan jugaa. Terimakasih 🤗😉


__ADS_2