
Selamat datang kembali teman-teman. kisah aludra dan zergan balik lagi nih, yeaaayyy!!!!
Selamat membaca dan semoga kalian selalu menikmati walau sudah lama kita tak bersatu hati. HAPPY READING!!
"Tapi ini tentang Rea," ucap aludra yang membuat zergan terdiam.
"Kenapa, Sayang?" tanya Zergan menatap serius sang istri.
"Rea meminta bantuan ku untuk kabur dari Ayah," jawab aludra memberitahu dengan kebenarannya.
"Maksudmu?" tanya Zeegan bingung.
"Mas, bukan maksudku buat nambah pikiran kamu, mas, hanya saja aku gak tenang kalau belum cerita sama kamu," ucap Aludra menatap Zeegan.
"Coba cerita yang sebenarnya," ucap Zergan lembut. sungguh, lelaki itu tidak marah dengan apa yang dikatakan oleh Aludra.
"Aku takut kamu marah, mas," ucap Aludra yang dibalas gelengN oleh Zergan.
__ADS_1
"Aku gak marah, sayang. cuma aku sedikit kesal aja karena tiba-tiba denger nama dia lagi," jawab Zergan jujur.
"Tiga hari yang lalu, mas. tiga hari yang lalu aku dapat telpon dari nomor yang gak di kenal. Awalnya aku gak angkat, tapi dia menelpon hingga tiga kali. Waktu aku angkat, ternyata suara tangisan, dan aku hafal bahwa itu adalah suara Rea, Mas," ucap Aludra memulai ceritanya kepada Zergan tanpa ada yang dia tutupi.
"Rea bilang, dia minta bantuan kita buat bebasin dia dari Ayah. Ayah ngamuk hingga mau bunuh anak mereka, mas. saat ini Rea sedang hamil," ucap Aludra yang membuat Zergan menganggukkan kepalanya.
"Dan untuk menyelamatkan dirinya, Rea memukul ayah sampai pingsan. Sekarang ini, agar ayah tidak ngamuk dan emosi kepadanya, Rea memasung ayah di tempat dulu mama pernah dipasung sama mereka, mas," lanjut Aludra bercerita. Mata wanita itu menunjukkan kesenduan mengingat bagaimana lirihnya suara rea meminta tolong dengan sangat memohon.
Zergan menghela nafas pelan. "Mungkin memang itu yang harus mereka Terima atas kejahatan yang udah mereka perbuat," ucap Zergan santai.
"Bukan urusan itu, mas. aku mengatakan sama kamu bukan untuk membantu Rea, tapi anaknya, mas. ada nyawa tak bersalah dalam perut rea, dan secara kandung itu adalah adik kamu, mas," ucap Aludra lagi memberitahu Zergan.
"Siapa?" tanya Aludra bingung.
"Aku akan minta tolong Rio atau Dewa. Mereka bisa membantu Rea," jawab Zergan.
"Ayahnya Bima?" tanya Aludra bingung.
__ADS_1
Zergan mengangguk. "Satu hal yang dapat aku tangkap dari Rio, dia menyukai Rea. karena saat mami meeting, aku sempat salah paham padanya. aku kira dia menyukai kamu, sayang, tapi nyatanya dia mengincar Rea dengan mencari informasi melalui kamu," ucap Zergan menjawab dengan jujur. Ya, Zergan mengetahui ini karena tak sengaja Zergan menangkap cetakan foto Rea yang jatuh dari saku celana kerja Rio saat mereka rapat bersama di kantor Zergan. Dan Zergan meminta wira untuk mencaritahu kebenaran ini semua.
Aludra menggeleng tak percaya mendengar apa yang baru saja Zergan sampaikan. "Tapikan dia tahu hubungan Rea dan Ayah, mas," ucap Aludra tak habis pikir.
"Begitulah lelaki jika sudah jatuh cinta, Sayang. Dan padahal Rea juga pernah berhubungan badan dengan adik kandung Rio sendiri, yaitu Dewa," jawab Zergan yang membuat Aludra semakin tak percaya. Cinta Rio terdengar tak masuk akal baginya.
"Gimana cara ngasih tahu Rio itu Mas?" tanya Aludra lagi bingung.
"Itu urusan aku, yang penting tugas kamu sekarang adalah mengurus aku, Sayang," ucap zergan dengan senyum polosnya menatap Aludra.
Aludra mengangguk dan tersenyum. Hatinya menjadi lebih lega saat sudah menceritakan semua ini kepada Zergan. "Ternyata gak ada yang salah dengan sebuah keterbukaan terhadap pasangan ya, Mas," ucap Aludra lembut.
Zergan tersenyum miris. Dia tersindir, tapi dia tidak marah karena apa yang disampaikan oleh istrinya adalah sebuah hal yang benar. "Komunikasi adalah segalanya, sayang."
...----------------...
Bagi yang lupa kalian boleh baca bab sebelumnya dulu biar rasanya nyampe ke hati menusuk jiwa yaaa, hehe.
__ADS_1
Peluk jauh dari Nona Marwa dan enjoy your reading 🤗🥰