Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
Setelah Salah Paham - BAB 103


__ADS_3

WELCOME TO THE STORY


🌹HAPPY READING🌹


Aludra yang ingin mempertahankan egonya langsung berdiri dan berjalan menuju kamarnya. meninggalkan Zayn sendiri disana. Mata Zayn membola saat aludra berjalan menaiki tangga.


"MAMA!"


"ALUDRA!"


Aludra yang mendengar suara suaminya segera berbalik. Mata wanita itu membulat dengan bibir menerbitkan senyum melihat kepulangan suaminya.


"ALUDRA BERHENTI DISANA!"


"MAMA BERHENTI DISANA!"


ucap Zergan dan Zayn secara bersamaan. Zergan langsung berlari begitu juga dengan zayn.


aludra heran. Padahal dia tidak apa-apa tapi entah kenapa suami dan anaknya berteriak seolah ada sebuah kejadian besar yang sangat membahayakan.


"Dorong kursi roda mama, Nak," ucap zergan menggendong aludra ala bridal style dan membawanya untuk memasuki lift menuju kamar yang ada di lantai dua dan diikuti zayn dibelakang yang mendorong kursi roda.


Zergan menidurkan aludra di ranjang kamar mereka. Wajah kedua lelaki yang berbeda usia itu nampak panik saat ini.


Dahi aludra berkerut bingung. Sekarang bukan lagi melepas rindu yang ingin dia lakukan, tapi bertanya untuk melepas rasa penasaran akan sikap aneh anak dan suaminya. "Kalian ini kenapa sih? kayak orang lagi dalam bahaya aja. ada apa?" tanya aludra menatap zayn dan zergan bergantian.


"aku khawatir, Sayang. kan udah dibilang kalau kamu harus pakai kursi roda. dan ini udah lewat jam sembilan malam, harusnya udah rebahan di kama bukannya masih nonton di luar," jawab zergan yang membuat aludra mengerjapkan matanya pelan.


"Kalau Zayn kenapa cemas?" tanya Aludra beralih menatap lelaki kecil yang berdiri di sebelah Zergan.


"Takut dimalahin papa. kan papa udah pesan sama Zayn untuk jaga mama. kebetulan papa pulang, jadi Zayn khawatil nanti dianggap gak amanah," jawab Zayn yang kini membuat aludra berubah kesal.


"Kamu yaaaa," ucap aludra gemas dengan anak laki-lakinya itu.


Zayn terkekeh pelan. "Belcanda, Mama. Zayn itu khawatil. Kalau mama jalan naik tangga nanti mama capek dan adek yang dipelutnya juga kegoncang. Makanya dali kemalin Zayn kalau bawa mama tulun lewat lift telus," jawab Zayn menyampaikan rasa khawatirnya.


Mata yang tadi memandang kesal itu kini menatap kagum dan berbinar kedua lelaki berbeda usia di depannya. Tidak menyangka bahwa sesayang itu mereka kepada aludra dan anaknya. "Terimakasih sudah khawatir sama aku dan anak aku," ucap aludra dengan pose manisnya. telapak tangan wanita itu menangkup kedua pipinya dengan mata berkedip lucu. aludra persis seperti gadis kecil yang bahagia mendapat sebutir permen.


"Anak kamu itu anak aku juga, Sayang."


"Dan anak Mama itu adiknya Zayn juga."


Aludra tersenyum polos.


"Jadi kesimpulannya, Zayn dan papa mengkhawatilkan dedek bayi."


Ucapan zayn itu kini merubah wajah aludra yang berbinar menjadi kesal setengah mati.

__ADS_1


Zayn berlari ke sudut kamar menghindari aludra yang sudah berdiri untuk mengejarnya. Tapi zergan dengan sigap menangkapnya dan kembali menidurkan wanita itu di kasur. "Anak kamu bercanda, Sayang," ucap Zergan lembut.


Zergan beralih menatap Zayn yang kini tersenyum tanpa dosa di sudut kamar. Zergan berjalan menangkap Zayn namun anaknya itu berlari untuk menghindari. Terjadilah aksi kejar-mengejar selama beberapa detik hingga akhirnya Zayn menyerah dan tertangkap oleh Zergan. Bukan hal yang sulit untuk zergan menangkap tubuh mungil anaknya itu.


"Kamu nakal, ya," ucap zergan gemas.


"Minta maaf sama Mama," ucap zergan yang dianggukki anak itu dengan patuh.


"Mama cantiknya Zayn, istlinya Papa zelgan yang ganteng, Zayn minta maaf, ya," ucap anak itu memperlihatkan puppy eyesnya menatap aludra.


Mana bisa aludra marah lama. wanita itu merentangkan kedua tangannya dan langsung disambut oleh Zayn. anak dan ibu itu saling berpelukan menyalurkan kasih sayang satu sama lain.


Zergan yang melihat itu tersenyum senang. Zayn sangat bisa membuat aludra bahagia. Zergan tidak khawatir, jika nanti takdir jodohnya tidak panjang dengan aludra, dia bisa dengan tenang meninggalkan sang istri bersama anak yang bisa menjaganya.


Tetaplah seperti ini sampai nanti kamu dewasa, Nak. Bahkan jika sudah berumah tangga, tetaplah muliakan ibumu. Batin zergan berharap penuh atas sikap penyayang Zayn.


.....


"Kenapa gak kasih tahu aku kalau mau pulang?" tanya aludra pada zergan.


Kini sepasang suami istri itu sedang tidur sambil berpelukan di atas ranjang. Sedangkan zayn, anak itu sudah zergan kembalikan ke kamarnya sendiri. kacang lupa sama kulit emang. sudah pulang dari New Zealand dia tidak memperbolehkan zayn untuk tidur bersama aludra lagi. Tentu saja karena dia tidak mau waktunya terganggu dengan aludra.


"Aku mau kasih kejutan, Sayang," jawab zergan dengan senyum manisnya.


"Kasih kejutan kasih kejutan, giliran sampai rumah cemas gak jelas. Anak sama bapak sama aja emang," gerutu aludra manja yang membuat zergan terkekeh.


"Sesekali tidak apa mengerjai suami, hihi," jawab aludra polos.


Zergan merasa gemas dan semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh aludra. "Aku senang kamu yang sekarang ini, Sayang. Kehamilan kamu sekarang aku suka," ucap Zergan lembut sambil mengusap lembut rambut aludra.


"Kok gitu?"


"Kamu lebih manja sekarang. Aku suka kamu yang manja dan banyak tingkah menggemaskan gini. Jujur saja, aku gak suka kamu yang mandiri," ucap Zergan.


"Heeem. Nak, mulai sekarang kita harus manja dan habiskan uang papa kamu, ya," ucap aludra berbicara pada perutnya.


"Ya, realistislah dari sekarang, Nak. Uang papa gak bakal habis sampai nanti kamu punya cucu sekalipun," jawab Zergan terkekeh.


"Orang anaknya belum lahir udah di bilang punya cucu aja. Masih sangat lama, Papa," ucap aludra dengan menirukan suara anak kecil pada kalimat terakhirnya.


"Menggemaskan sekali," jawab zergan gemas dan menggigit pelan pipi aludra yang kini semakin berisi karena kehamilannya.


"Oiya, Mas?"


"Kenapa, Sayang?" tanya Zergan.


"Emm,,, waktu di New Zealand, mas ketemu rea?" tanya Aludra sedikit takut.

__ADS_1


Zergan terdiam. Tadinya dia ingin marah mendengar pertanyaan aludra, tadi melihat wajah takut istrinya membuat lelaki itu tersenyum. Zergan semakin mengeratkan pelukannya pada aludra.


Setelah terdiam beberapa detik, Zergan membuka suara. "aku tidak bertemu dengannya, Sayang," jawab zergan lembut.


Aludra hanya mengangguk saja. Dia takut bertanya lebih banyak karena itu bisa memicu kemarahan zergan. Setelahnya tidak ada lagi percakapan antara zergan dan aludra. sampai aludra mendengar dengkuran halus di lehernya.


Aludra tersenyum lembut. "Tidur yang nyenyak, suamiku. I love you."


Zergan mengernyit bingung melihat wira yang datang pagi ini dengan wajah kusut. "Dengan wajah begitu kau menyambut kedatangan bosmu?"


Wira menghela nafas pelan. lekaki itu tersenyum paksa pada zergan yang kini duduk di kursi kebesarannya. "Selamat datang kembali, Tuan," ucap Wira membungkuk hormat.


"Lo kenapa?" tanya Zergan yang mengerti keadaan hati temannya pasti sedang tidak baik-baik saja.


Wira hanya menggeleng.


"Pekerjaan?"


Wira menggeleng lagi.


"Ayahmu?"


Gelengan kepala kembali menjadi jawabannya.


"Perempuan?"


Wira diam.


"Grace?"


"Heeem," jawabnya tak bersemangat.


"Udah gue bilangin, lo harus punya kesabaran dan perjuangan lebih buat dapetin Grace," ucap zergan santai.


"Lo harus lebih keras lagi berjuang, Wir. yang lo hadapi bukan wanita keras saja, jangan lupain kerapuhan dalam dirinya," tambah zergan.


Wira menghela nafas lelah. "Apa gue ikut agamanya aja kali ya?" tanya wira sedikit tak nyambung.


Zergan mengangkat sebelah alisnya. "Gue mah terserah lo aja. tapi gue gak mau munafik, sekali lo ambil jalan pintas itu, berhenti jadi sahabat gue."


......................


Oiya, buat yang mau lihat chatnya zergan dan aludra yang buat zergan mabuk kepayang bisa lihat di instagram aku yaaa


Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yaa!!!!


Selamat membaca!!!!!!!!

__ADS_1


__ADS_2