Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
Setelah Salah Paham - BAB 73


__ADS_3

Jangan lupa like


Jangan lupa komen


Jangan lupa favorit


Jangan lupa kasih vote


Jangan lupa kasih hadiah juga yaaaaa 😉🤗


🌹HAPPY READING🌹


Melihat Mama Ana yang sudah pergi, Wira mengeluarkan ponsel dari saku celananya dan memberikan pada Zergan.


"Aku ada hadiah untukmu, Ayah," ucap Zergan menyeringai dan menekan tombol untuk memutar sebuah rekaman suara yang dapat membuat Adam diam tak berkutik.


Perempuan di video itu adalah Rea sendiri, Bang. Adam Bailey tidak tahu menahu mengenai ini. Rea sengaja menyembunyikan ini agar apa yang dia inginkan segera terjadi. Karena jika sampai Adam Bailey tahu bahwa perempuan itu adalah Rea, maka entah apa yang akan terjadi padanya.


Potongan percakapan itu membuat tubuh Adam terasa panas dingin dan darahnya terasa mendidih. Tapi dia tetap menunjukkan ketenangan. Kau benar-benar keterlaluan, Rea. Batin Adam dengan tangan mengepal. "Jadi kau berhasil menemukan lelaki itu?" tanya Adam menatap Zergan tajam.


"Tidak sulit, Ayah. Apalagi caramu sangat tidak berkualitas sekali. Menggunakan cucumu dan temannya sebagai bahan ancaman agar dia mau membantu rencana busuk mu. Sungguh kau benar-benar gagal menjadi lelaki, Ayah," sarkas Zergan.


"Mulutmu sudah keterlaluan padaku, Zergan. Aku tak percaya seperti ini ternyata ajaran ibumu," jawab Adam menatap remeh pada anak lelakinya itu.


Zergan terkekeh. "Aku beruntung Mama mengajariku seperti ini. Dan aku lebih beruntung lagi bukan kau yang mengasuhku sejak kecil," jawab Zergan tepat di ulu hati Adam. Bagaimanapun juga, Zergan adalah anak satu-satunya. Dalam hati kecilnya dia tetap saja menyayangi lelaki itu.


Fatih sejak tadi hanya diam sambil terus menatap Adam. Matanya tidak berkedip sedikitpun dari menatap wajah Adam.


Adam yang menyadari itu beralih menatap Fatih. Dengan segera Adam mengalihkan pandangannya ketika melihat Fatih yang menatapnya dengan tatapan sendu dan penuh dengan kekecewaan.


"Bisakah aku bicara dengan Adam berdua?" tanya Fatih tanpa mengalihkan pandanganya dari Adam.


Zergan, Wira dan Anwar saling pandang. Anwar mengangguk menatap Zergan dan Wira. Mengintruksikan agar mereka melaksanakan apa yang dikatakan oleh Fatih.


Kini, di ruang tamu itu hanya tinggal Fatih dan Adam. Sedangkan Zergan memilih untuk menemui Mama ana, sedangkan Anwar dan Wira pergi menuju meja makan.


"Siapa Papamu, Adam?" tanya Fatih menatap anaknya.

__ADS_1


"Pertanyaan apa itu, Papa? Tentu Tuan Fatih adalah Papaku," jawab Adam yakin.


"Tapi aku tidak merasa memiliki anak sepertimu, Adam," jawab Fatih dengan suara bergetar menahan air matanya agar tak jatuh.


"Sejak tadi kau benar-benar tak mengindahkan kehadiranku. Bahkan kau menceraikan istrimu di depan diriku sendiri. Dimana rasa hormatmu pada orang tua?" tanya Fatih lagi.


Bungkam. Itulah yang dilakukan oleh Adam. Tidak ada kata yang bisa dia sampaikan mendengar perkataan Fatih.


"Jangan marah jika Zergan bersikap seperti itu padamu, Adam. Mungkin itu balasan karena kau juga bersikap seperti itu padaku," ucap Tuan Fatih dengan air mata yang sudah tidak bisa dia tahan.


"Apa tidak ada sedikitpun penyesalan di hatimu, Adam?" tanya Fatih.


Adam kembali diam. Entahlah, sungguh terasa sulit untuk menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh Papanya itu.


Fatih mengusap air mata yang masih membasahi pipinya itu. Lelaki tua itu mengirup udara banyak dan melepaskannya perlahan. Sambil berdiri, Fatih masih terus menatap Adam. "Kau membuktikan bahwa kau benar-benar hasil didikan Ibumu, Adam."


DEG


Jantung Adam berdetak tak karuan mendengar perkataan Fatih. Dengan pandangan kosong di menatap kepergian Fatih yang meninggalkannya sendiri di ruang tamu. "Aku tidak seperti Ibuku, Papa," gumam Adam menggelengkan kepalanya dengan menunduk. Lelaki itu baru saja merasa tertampar dengan apa yang barusan dikatakan oleh Fatih.


.....


Kemarin saat pergi, Adam berjanji akan sampai di tempat mereka subuh. Oleh karena itu, Rea rela memasak tengah malam menjelang pagi begini agar makanan yang nanti mereka makan tak dingin.


"Aku akan mengungkapkan perasaanku pada Adam," ucap Rea.


Ya, Rea memang sudah meyakinkan dirinya untuk menerima Adam sepenuhnya. Saat ini, dia ingin merajut kebahagiaan bersama Adam. Rasanya sudah tidak mungkin jika Rea mengganggu rumah tangga Zergan Aludra. Sudah berbagai cara di lakukan, namun cinta Zergan dan Aludra begitu kuat.


Sudah terlanjur basah, lebih baik dia mandi sekalian. Begitulah yang dilakukan Rea saat ini. Daripada terus menerus menjadi selingkuhan Adam, lebih baik Rea mencoba untuk membuka lembaran baru dengan orang yang sama agar hari mereka lebih menyenangkan. Lagipula saat ini sudah tidak ada lagi yang perlu disembunyikan. Semua keluarga sudah menemui mengenai hubungan mereka.


"Semoga Adam suka," ucap Rea setelah mencicipi masakannya. Meskipun tidak jago, setidaknya Rea belajar dari YouTube untuk membuat masakan kesukaan Adam. Meskipun tidak seenak masakan Ana.


"Aku akan menjadi istri yang baik untuk Adam nanti. Cepatlah pulang, Adam," gumam Rea membayangkan betapa bahagianya dia nanti hidup dengan lekat yang mencintai dirinya.


.....


Zergan memasuki kamar mamanya. Matanya menangkap Mama Ana yang duduk di pinggir kasur dengan pandangan kosong. Tidak ada air mata, namun pandangan itu surat akan sakit dan luka.

__ADS_1


"Ma," panggil Zergan lembut duduk di sebelah Mama Ana.


Mama Ana menoleh dan tersenyum. "Mama baik, Nak," ucap Mama Ana meyakinkan Zergan.


"Apa terasa sakit?" tanya Zergan menatap dalam mata Mama Ana.


Mama Ana membalas tatapan Zergan. Setelahnya dia menggeleng dan tersenyum. "Sedikit. Tapi ini lebih baik dari sebelumnya. Meskipun bercerai, Mama akan tetap menjadi Mama kami, Nak. Dan Adam akan tetap menjadi Ayah kamu," ucap Mama Ana.


"Tapi Mas-"


"Sejahat apapun dia, hubungan darah tidak ada yang bisa mengkhianatinya, Nak," jawab Mama Ana cepat.


Zergan menghela nafas pelan. Rasanya sesak sekali melihat Mama Ana menahan semuanya sendiri. Tapi jika memaksa untuk cerita, dia tidak mau membuat Mama anak semakin tertekan.


"Adam keluar sebentar, Ma," pamit Adam yang langsung dianggukki oleh Mama Ana.


Zergan keluar dari kamar Mama Ana. Dia berjalan menyusuri tangga untuk menemui Wira dan Anwar yang ada dibawah.


Di meja makan, Wira melihat sudah Ada Fatih yang ikut duduk bersama mereka. Lalu kepala menoleh ke ruang tamu dan sudah tidak ada Adam disana. Itu artinya lelaki itu sudah pergi.


"Wir," panggil Zergan yang membuat mereka semua menoleh.


"Bagaimana Mamamu, Zergan?" tanya Fatih.


"Mama akan selalu mengatakan dia baik-baik saja, Kek," jawab Fatih yang dibalas helaan nafas oleh Fatih.


"Kenapa Gan?"


Zergan menoleh sebentar pada Fatih. "Lakukan apa yang benar menurut kamu, Nak," ucap Fatih seolah mengerti arti tatapan Zergan.


Zergan mengangguk. Kemudian dia kembali menoleh menatap Wira. "Sebarkan video Adam dan Rea."


......................


Dukung novel ini dengan terus ikuti kisahnya dan semoga kalian suka yaaa. Jangan lupa like, komen dan kasih hadiah juga vote yaaa 🤗


Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yang lainnya. Tentunya ada info Alu dan Zergan jugaa. Terimakasih 🤗😉

__ADS_1


__ADS_2