
WELCOME TO THE STORY
🌹HAPPY READING🌹
"Maaf aku terlambat, ya sayang. tadi nyetirnya pelan-pelan aja," ucap Zergan turun dari mobil dan langsung merangkul tubuh aludra.
Aludra menatap wajah suaminya yang nampak sangat lelah, dan "Kok wajahnya pucat, Mas? kamu baik-baik aja kan?"
Reflek zergan langsung memegang wajahnya. "Akhir-akhir ini aku ngerasain lelah aja, Sayang. Mungkin karena kerjaan juga," jawab Zergan merangkul tubuh san istri.
"Kerjaan banyak, ya mas?" tanya Aludra polos.
zergan tersenyum dan mengangguk. "Tapi bisa diatasi kok, Sayang. Bukan kerjaan yang buat pusing juga kan," jawab Zergan santai.
"Besok libur dulu, ya Mas. Mas istirahat dirumah sehari aja dulu tanpa ada pegang kerjaan," ucap Aludra menatap Zergan lembut.
Dengan patuh zergan mengangguk. lelaki itu juga merasa bahwa tubuhnya butuh istirahat walau hanya sehari.
"Aku siapin air hangat ya?" tanya Aludra. Kini mereka berdua sudah berada di kamar. Zergan duduk di ranjang sedangkan Aludra sudah berjalan ke kamar mandi untuk menyiapkan air hangat.
"Zayn dimana, Sayang?" tanya Zergan sedikit berteriak.
"Udah tidur, Mas," jawab aludra dari kamar mandi.
"Mama?" tanya zergan lagi berteriak.
"Udah tidur juga," jawab Aludra lagi dari kamar mandi.
Senyum terbit di bibir Zergan. Dengan segera lelaki itu melepaskan jas dan membuka kemejanya beserta celana kainnya. kini hanya tersisa celana boxer pada tubuh zergan. "Siapa tahu memang ini obatnya," gumam zergan dengan senyum penuh kemenangan. Mumpung semua orang sudah istirahat, jadi dia bisa bermain berdua dengan aludra tanpa gangguan sama sekali.
"Saatnya buka puasa," gumamnya memasuki kamar mandi. Padahal laki-laki itu baru puasa satu minggu tapi dia sudah berbicara seperti tidak bertemu selama bertahun-tahun dengan aludra.
Zergan berjalan menuju bath up. Tanpa melewatkan kesempatan lelaki itu memeluk aludra yang berdiri membelakanginya.
"Mas!" pekik aludra terkejut karena sentuhan suaminya yang tiba-tiba.
"Hem," jawab zergan menyenderkan kepalanya pada leher belakang aludra.
__ADS_1
"Mas geli ih!" ucap aludra bergerak tak nyaman.
Zergan menjauhkan kepalanya. Laki-laki itu memutar tubuh aludra sehingga mereka saling berhadapan. "Sayang," panggil aludra manja.
Aludra mengangguk dan tersenyum. sepertinya laki-laki itu sedang dalam mode manja. "Katanya lelah, mandi dulu biar segar, ya," ucap aludra lembut.
"Mandi berdua, ya?" tanya Zergan memohon.
"Mas, kamu lagi capek. kalau kita mandi berdua yang ada mandinya bisa berjam-jam. Aku gak mau kamu kehabisan tenaga nanti," ucap aludra memberitahu zergan.
"Justru itu buat aku makin bertenaga, Sayang. kan memang itu sumber energinya," ucap Zergan merayu.
"Tapi aku udah mandi lho, Mas. Dan ini udah malem," jawab aludra lagi mengelak.
"Mandi malampun gak bakal buat kamu masuk angin, Sayang. kan pakai air hangat," ucap Zergan dengan seribu rayunya.
"Tapi aku lagi hamil mas," ucap aludra lagi.
"Dia pasti lagi kangen mau dijenguk. ini udah seminggu lho, Sayang," ucap Zergan merengek.
"Istriku makin seksi, ya," ucap Zergan melihat lekuk tubuh istrinya.
"Tapi aku gendut, Mas," jawab aludea cemberut.
"Aku suka kamu yang kayak gini. Menggoda dan bergairah," ucap Zergan dengan suara serak seksinya.
Kini mereka berdua sudah berada dalam bath up. Aludra yang tiduran di depan zergan membuat wanita itu bisa merasakan bahwa benda pusaka milik suaminya sudah mengeras meskipun mereka masih mengenakan pakaian dalam.
"Anak kita gak rewel kan, Sayang?" tanya Zergan lembut mengusap perut aludra dari belakang.
"Dia sangat baik, Mas. gak bikin aku sakit, mual atau pusing juga. Saking antengnya, aku sampai gak nyadar kalau ada calon anak kita disini," jawab aludra dengan senyumnya meletakkan tangannya diatas tangan Zergan.
Zergan ikut tersenyum. waktu berdua seperti ini yang sangat dia butuhkan. Sudah lama sekali mereka berdua tidak menghabiskan waktu begini.
"Udah lama kita gak kayak gini, Sayang," ucap zergan menumpu dagunya pada bahu pundak aludra.
Aludra tersenyum dan mengangguk. tangan wanita itu terangkat untuk menyentuh rahang Zergan. "Rindu ya, Mas?" tanya Aludra yang dibalas anggukkan oleh Zergan.
__ADS_1
Aludra tersenyum. "Semoga kita seperti ini sampai tua ya, Mas. Sampai menyaksikan anak-anak kita tumbuh nanti dewasa. Sampai mereka memiliki keluarga sendiri. Sampai mereka nanti yang akan mengangkat kita untuk pulang ke rumah yang abadi," ucap Aludra lembut.
Entah kenapa perkataan Aludra membuat zergan terdiam. Tiba-tiba saja air mata itu turun tanpa bisa dia cegah.
Aludra segera menoleh merasakan bahunya yang basah. "Kamu nangis?" tanya Aludra kaget.
Zergan mengeratkan pelukannya pada aludra. Bahu lelaki itu sedikit berguncang karena menangis. "Entah ini akan terjadi atau tidak, jika nanti aku tidak berumur panjang, carilah laki-laki yang bisa menerima kamu dan anak kita, ya sayang," ucap lelaki itu bergetar.
"Tidak akan ada laki-laki. lain, Mas. Udah jangan sedih, ya. Janji kita bukan cuma sampai mati aja mas, tapi sampai surga," ucap aludra tersenyum lembut.
Zergan mengangguk. Entah kenapa hatinya tiba-tiba saja takut tanpa sebab. Tidak ada yang mereka lakukan di dalam bath up sampai saat ini. hanya pelukan hangat yang dapat menyalurkan kasih sayang dan cinta.
"Mas," panggil aludra lembut.
"Mas, kamu tidur?" tanya aludra lagi. Wanita itu merasakan berat pada bahunya karena menahan kepala Zergan.
Aludra sedikit mengangkat kepala Zergan dan mengambil bantal mandi yang ada di dekat bath up. wanita itu menyandarkan kepala zergan disana agar lebih nyaman.
"Bisa-bisanya tidur, ya," gumam aludra menggeleng. Aludra keluar dari bath up. Dia mengambil handuk dan mengeringkan air yang ada disana. Setelahnya aludra berjalan menuju kamar.
Dengan senyumnya wanita itu kembali ke kamar mandi dan bergabung dengan zergan yang tidur di bath up. Meskipun bajunya basah, tapi aludra tetap menggunakan selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua. Kini sepasang suami-istri itu tiduran di dalam bath up dengan posisi aludra diatas tubuh Zergan.
Dua jam berlalu.
Zergan membuka matanya. Lelaki itu menatap sekitar dan terkejut mendapati dirinya masih di dalam bath up bersama aludra.
Zeegan terdiam melihat selimut yang menutupi tubuh mereka. Syukurlah. Aludra menyangka aku ketiduran. batin Zergan lega.
Dengan segera zergan mengangkat tubuh aludra untuk memindahkannya ke kasur. Tapi sebelum itu di mengganti pakaian aludra dan juga pakaiannya agar tidak dingin dan lebih nyenyak dalam tidur.
Setelah selesai, Zergan membaringkan aludra di ranjang. lelaki itu memandang wajah damai sang istri yang sedang tertidur. Sudah dua kali aku pingsan hari ini. ada apa sebenarnya? cobaan apa lagi ini, Ya Allah?"
................
Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yaa!!!!
Selamat membaca!!!!!!!!
__ADS_1