
Jangan lupa like
Jangan lupa komen
Jangan lupa favorit
Jangan lupa kasih vote
Jangan lupa kasih hadiah juga yaaaaa 😉🤗
🌹HAPPY READING🌹
"Ma," panggil Aludra masuk.
"Sini, Nak," ucap Mama Ana menepuk sisi ranjang sebelahnya dan meminta Aludra untuk duduk disan.
"Kenapa, Ma? Ada apa?" tanya Aludra sedikit khawatir melihat wajah Mama Ana yang seperti habis menangis.
"Maafkan sikap Mama, Nak," ucap Mama Ana menunduk tidak berani menatap Aludra.
"Minta maaf untuk apa, Ma?" tanya Aludra bingung.
Mama Ana tetap menunduk. Wanita itu nampak menyembunyikan wajahnya dari Aludra. "Maafkan sikap Mama selama ini yang terkesan tidak bisa menerima kamu sebagai menantu, Nak. Maafkan Mama," ucap Mama Ana penuh penyesalan.
"Ma," panggil Aludra lembut.
"Angkat kepalanya. Tidak ada orang tua yang menunduk di depan anaknya, Ma. Jangan buat Aludra jadi menantu yang menakutkan," tambah Aludra lagi mengangkat dagu Mama Ana dengan lembut.
Dengan perlahan, Mama Ana mengangkat kepalanya. Air mata tidak bisa dia tahan lagi begitu matanya bertatapan dengan manik mata dengan Aludra.
"Aludra sudah memaafkan Mama. Bagaimanapun sikap Mama, Mama adalah orang tua dari lelaki yang Aludra cintai. Aludra harus menerima setiap resiko ketika Alu menerima Mas Zergan sebagai suami. Termasuk sikap Mama sebelumnya. Alu ikhlas, Ma," ucap Aludra lembut menenangkan Mama Ana.
"Mama sungguh menyesal, Nak. Mama salah paham selama ini sama kamu. Karena rasa malu Mama yang sangat besar, Mama rasanya tidak sanggup untuk minta maaf lebih cepat pada kamu, Nak. Rasanya tidak ada tempat untuk mama meletakkan wajah ketika bicara sama kamu," ucap Mama Ana dengan suara bergetar.
"Salah paham? Salah paham apa, Ma?" tanya Aludra dengan alis berkerut bingung.
__ADS_1
Dengan perlahan, tangan Mama Ana menggenggam tangan Aludra yang ada diatas paha wanita itu. "Mengenai sandiwara yang dilakukan oleh Zergan, Mama minta maaf untuk itu, Nak," ucap Mama Ana pelan.
"Bukan salah Mama. Mama tidak berbuat apa-apa, jadi jangan minta maaf begitu, Ma," ucap Aludra lembut.
"Jangan marah terlalu lama sama Zergan, Nak. Ada alasan disetiap apa yang dia lakukan," ucap Mama Ana lagi.
"Apapun alasannya, tapi itu tetap salah, Ma. Bukankah Alu sebagai istri menjadi tempat cerita dan berbagi semua masalah untuk Mas Zergan? Tapi dia memilih untuk menyembunyikan semuanya dan menjadikan Alu sebagai objek sandiwara. Mungkin perlakuan Mas Zergan memang sandiwara, Ma. Tapi sakit yang Aludra terima adalah nyata," ucap Aludra dengan mata berkaca-kaca.
Sungguh, jika mengingat bagaimana dulu perlakuan dan semua kata kasar yang Zergan keluarkan dari mulut lelaki itu, membuat hati Aludra serasa teriris ribuan bambu runcing.
"Mama mengerti, Nak. Mama tidak membenarkan apa yang Zergan lakukan. Tapi ada alasan dibalik semua itu, Nak. Ada sebuah hantaman besar dibalik sandiwara yang Zergan lakukan. Ada hati sakit yang harus dia tahan saat melawan orang yang begitu berarti bagi hidupnya," ucap Mama Ana.
"Maksud Mama?" tanya Aludra tak paham.
"Zergan melakukan semua ini untuk membongkar kebusukan dalang dari semuanya, Nak. Zergan tahu, bahwa yang di video dan orang yang telah mencuri data perusahaannya bukanlah dirimu, Nak. Oleh karena itu, untuk membuktikannya dia harus melakukan semua ini," jawab Mama Ana.
"Mengapa harus bersandiwara dan berbohong, Ma?" tanya Aludra lagi.
"Karena bukan orang sembarangan yang Zergan lawan, Nak," jawab Mama Ana pelan dan menunduk.
"Angkat kepalanya. Dan siapa yang Mama maksud?" tanya Aludra lagi.
Dengan perlahan Mama Ana mengangkat kepalanya menatap Aludra. Badan wanita paruh baya itu sedikit bergetar karena tidak sanggup rasanya memberitahu semua ini pada Aludra.
"Ze-Zergan."
"Kenapa, Ma?" tanya Aludra melihat Mama Ana yang tak kunjung membuka suara.
"Zergan harus melawan seseorang yang darahnya mengalir dalam tubuh Zergan," ucap Mama Ana dengan pandangan berair dan suara bergetar menatap Aludra.
"Ma-maksud Mama?" tanya Aludra tak percaya dengan apa yang dia simpulkan sendiri.
Mama Ana mengangguk. "Dalang dari semua ini adalah Adam Bailey, Nak. Papa mertua kamu sendiri."
DEG
__ADS_1
Jantung Aludra rasanya ingin berhenti saat itu juga. Pasokan udara terasa sangat sedikit sehingga membuatnya sesak tidak bisa bernafas.
Aludra memegangi dadanya yang turun naik. Sungguh, ini adalah sebuah kebenaran besar yang baru Aludra ketahui sekarang ini. Ingatan-ingatan mengenai kebersamaanya dengan Adam Bailey yang terasa sangat tulus muncul begitu saja di kepala Aludra.
"Rasanya sangat mustahil, Ma," ucap Aludra lirih.
Aludra beralih menatap Mama Ana yang sudah tidak bisa menahan tangisnya. Tanpa aba-aba, Aludra membawa tubuh Mama Ana ke dalam dekapannya.
"Jika ada sesuatu yang tidak sanggup Mama sampaikan lagi, jangan di sampaikan. Aku tidak akan memaksa. Sakit dan luka Mama jang-"
"Kamu harus tahu semua, Nak," ucap Mama Ana memotong perkataan Aludra.
"Kedekatan kamu dengan Papa mertuamu membuat Zergan menyembunyikan ini semua. Dia tidak mau kamu kecewa karena orang yang sangat kamu sayangi. Dia tidak ingin kamu kecewa karena lelaki yang sudah kamu anggap ayah sendiri, ternyata menjadi penyebab kehancuran hubungan kalian," ucap Mama Ana mulai menjelaskan.
Ternyata bukan hanya aku yang sakit. Batin Aludra mengingat betapa sulitnya Zergan jika harus melawan Ayah kandungnya sendiri.
"Dan karena kedekatan kamu juga dengan Papa mertuamu, membuat Mama curiga bahwa kalian memiliki hubungan terlarang," ucap Mama Ana yang membuat Aludra langsung melepaskan pelukannya dan beralih menatap Mama Ana.
"Itu tidak mungkin, Ma. Alu menganggap Papa sebagai Papa kandung Alu sendiri. Karena kasih sayang yang diberikan Papa terasa sangat tulus dan murni dari hatinya bagaikan seorang Ayah dan Anak," ucap Aludra menjelaskan.
Mama Ana mengangguk. "Dan disini Mama yang salah paham. Kamu dan Papa mertuamu memang tidak memiliki hubungan apa-apa, Nak. Maafkan Mama sudah salah paham hingga bersikap tak baik padamu. Maafkan Mama," ucap Mama Ana dengan kedua tangan menangkup di depan dadanya.
Aludra menggeleng. Dia mengambil tangan Mama Ana dan menggenggamnya lembut. "Bukan salah Mama. Hati wanita tidak akan salah, Ma. Mama merasa begitu karena ada hal lain yang mama rasakan ketika bersama Papa," ucap Aludra yang membuat wanita itu termenung sendiri dengan apa yang dia katakan.
Aludra langsung menatap Mama Ana intens. "Apa Papa juga berselingkuh, Ma?" tanya Aludra pelan namun menatap lekat Mama Ana. Karena firasat wanita mengenai pasangannya adalah hal yang benar dan pasti ada hal dibalik firasat itu.
Mama Ana mengangguk dengan tangisnya.
"Ma," ucap Aludra dengan suara bergetar.
"Papa mertuamu memiliki hubungan dengan anak angkatnya sendiri."
......................
Dukung terus novel ini dengan terus ikuti kisahnya dan semoga kalian suka yaaa. Jangan lupa like, komen dan kasih hadiah juga vote yaaa 🤗
__ADS_1
Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yang lainnya. Tentunya ada info Alu dan Zergan jugaa. Terimakasih 🤗😉