Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
Setelah Salah Paham - BAB 13


__ADS_3

🌹HAPPY READING🌹


Aludra mengalihkan pandangannya. Rasanya dia tidak sanggup melihat pandangan Zergan yang sangat terluka karena semua ini.


"Apa kamu memintaku menyerah, Mas?" tanya Aludra dengan mata berair.


"Apa dengan kepergian mu bisa membuat semuanya baik?" ucap Zergan balik bertanya menatap Aludra.


"Kamu serius memintaku untuk pergi, Mas?" tanya Aludra lagi.


Zergan menggeleng. "Aku tidak memintamu pergi, Aludra. Aku hanya bertanya mengenai pendapatmu. Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan untuk kebaikan semuanya," jawab Zergan mengalihkan pandangannya ke depan menghindari tatapan sendu Aludra.


Aludra mengangguk. "Aku akan pergi jika memang itu keluar langsung dari mulutmu yang memintaku pergi, Mas. Dengan kamu memintaku pergi, berarti itu adalah kenyamanan yang kamu inginkan," ucap Aludra sendu menatap keluar jendela dengan menyembunyikan tangisnya dari Zergan. Wanita itu menyandarkan kepalanya ke kaca mobil memandangi pemandangan di luar.


Tidak mau semakin bersedih dengan pembicaraan menyakitkan ini, Zergan kembali menghidupkan mobilnya dan menjalankan mobil untuk kembali ke perusahaan.


.....


"Kebodohan apa?!" Rea terlonjak kaget mendengar sebuah suara yang tiba-tiba datang dari arah belakangnya.


Wanita itu berbalik. "Kak Wi-wira," ucap Rea gugup.


"Kebodohan apa yang tidak akan terungkap, Rea?" tanya Wira menyelidik.


Wira menang berada di belakang Rea sejak wanita itu keluar dari ruangan Zergan tadi. Dia ingin masuk, tapi ketika melihat Zergan dan Aludra yang akan pergi, dia mengurungkan niatnya. Namun, langkahnya yang ingin kembali keruangannya terhenti ketika melihat gelagat yang mencurigakan dari Rea. Wira melihat Rea yang memandangi kepergian Zergan dan Aludra dengan tatapan yang tak biasa.


"Kebodohan siapa, Rea? Dan apa yang tidak akan bisa dibuktikan?" tanya Wira lagi dengan terus mendesak Rea.


Rea menggeleng. Wanita itu memang wajah polosnya untuk meyakinkan Wira. "Kebodohan Rea yang tak bisa menyelesaikan kerjaan yang tadi diminta sama Bang Zergan," jawab wanita itu.


Wira menatap Rea. "Jangan mencoba menjadi pengganggu, Rea. Kamu pikir aku tak tahu apa yang kamu maksud?" tanya Wira menatap tajam Rea.


"Kakak menuduhku, Wira?" tanya Rea pelan.


"Menuduh? Tentu tidak. Siapa yang berani menuduh putri kesayangan Tuan Adam Bailey ini," ucap Wira mengejek.


Tangan Rea mengepal mendengar perkataan Wira. Rea memang sangat tidak menyukai Wira karena lelaki itu selalu lebih dipercayai oleh Zergan daripada dirinya.


Wira hendak akan pergi dari hadapan Rea. Tapi dia mengentikan langkahnya dan berbalik. "Jadilah anak baik, Rea," ucap Wira dan pergi dari hadapan Rea untuk segera keruangannya.


"SIALAN!" geram Rea tertahan dengan tangan mengepal menatap Wira.


.....


Wira sampai di ruangannya. Lelaki itu duduk dengan menopang dagu. Pikirannya berkelana dengan apa yang dia lihat tadi pagi. Ekspresi Rea yang sangat tidak biasa menatap Aludra.

__ADS_1


"Ada tatapan benci disana," gumam Wira mencoba menebak.


Wira mengambil sesuatu dari laci mejanya dan menatap benda itu lama. "Kamu berada dalam pengawasanku, Rea," gumam Wira yakin menatap benda kecil yang ada ditangannya.


Tidak ingin menunda, Wira berdiri dari duduknya setelah memasukan alat tersebut ke dalam sakunya. Lelaki itu keluar dari ruangannya dan berjalan menuju ruangan Rea yang berada di depan ruangannya.


Wira berhenti di depan pintu yang terbuka itu. Dia melihat Rea yang sibuk dengan beberapa file dan laptopnya.


"Apa aku mengganggumu, Rea?" tanya Wira.


Rea yang tadinya menunduk mengangkat kepala. Ada apa lagi pria ini kesini? Batin Rea tak senang dengan kedatangan Wira.


Rea memasang senyum manisnya. "Tentu tidak, Wira. Masuklah," ucap Rea ramah.


Wira mengangguk dan segera masuk ke ruangan Rea. Lelaki itu duduk di kursi seberang meja Rea dengan tersenyum.


"Ada yang bisa aku bantu, Wira?" tanya Rea.


Wira menggeleng. "Bukan apa-apa. Aku mau meminta file yang kemarin diberikan oleh Tuan Zergan. Aku diperintahkan untuk menyelesaikannya," ucap Wira beralasan.


"File kemarin?" tanya Rea bingung.


"File kerjasama dengan perusahaan Malaysia," jawab Wira memperjelas untuk menjawab kebingungan Rea.


"Oh, file itu. Tunggu Kak," jawab Rea. Wanita itu berdiri dan mencari file yang diminta oleh Wira di lemari ruangannya.


Dengan begini aku bisa menjawab rasa curiga dan penasaranku padamu, Rea. Batin Wira.


Setelah mencari beberapa menit, Rea kembali duduk sambil membawa file yang diminta oleh Wira. "Ini Kak," ucap Rea menyerahkan file itu kepada Wira.


Wira menerimanya dan membuka sedikit untuk melihat-melihat. Lelaki itu mengangguk bahwa file ini memang benar file yang dia minta. "Kalau begitu aku kembali ke ruangan ku dulu, Rea. Terimakasih," ucap Wira berdiri.


Rea mengangguk. "Sama-sama, Kak," jawab Rea dan kembali melanjutkan perkataanya.


Saat Rea kembali melanjutkan tugasnya, tangan wanita itu terhenti dari keyboard laptopnya. "Apa Kak Wira menaruh curiga padaku, ya? Aku harus lebih hati-hati dengan lelaki itu," gumam Rea.


.....


Zergan sampai di depan rumahnya. Lelaki itu langsung mengantar Aludra pulang ke rumah sebelum dia kembali perusahaan.


"Kamu tidak turun dulu, Mas? Kita makan dulu,"ajak Aludra pada suaminya. Karena memang, Zergan dan Aludra sama-sama belum makan siang sejak mereka pergi tadi.


Zergan menggeleng. "Aku makan di kantor saja," jawab Zergan datar.


"Sekali ini makan sianglah dirumah, Mas. Zayn pasti akan senang jika Papanya makan dirumah. Sudah cukup lama kamu tidak pulang untuk makan siang, Mas" ucap Aludra. Memang, sejak kesalahpahaman itu, Zergan yang biasanya makan siang di rumah, dia lebih memilih makan siang di kantor untuk menghindari Aludra.

__ADS_1


"Kamu tahu pasti penyebab aku tidak pulang untuk makan siang, kan?" tanya Zergan.


Aludra tersenyum sendu. "Jangan lakukan demi aku, Mas. Setidaknya demi Zayn," ucap Aludra lagi.


Zergan menghela nafas pelan. Tanpa banyak suara, lelaki itu turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah. Meninggalkan Aludra yang tersenyum menatap punggung Zergan dari dalam mobil.


"Selamat siang, anak Papa," ucap Zergan sampai di ruang makan. Dia melihat Zayn yang sedang makan disuapi oleh Bi Nurma.


Zayn dengan pandangan berbinar menatap Zergan. "Papa pulang?" tanya Zayn senang.


Anak lelaki itu turun dari kursi dan langsung memeluk kaki Zergan. Zergan yang melihat itu langsung membawa tubuh Zayn ke gendongannya.


"Biar aku yang suapi Zayn, Bi," ucap Zergan pada Bi Nurma.


Bu Nurma dengan sopan mengangguk. Setelahnya wanita paruh baya itu pamit undur diri ke dapur dan meninggalkan ayah dan anak itu berdua.


"Mama mana, Pa?" tanya Zayn.


"Mama disini, Nak," jawab Aludra yang baru datang dari arah luar.


Zayn semakin tersenyum lebar. "Hari ini Zayn makan sama Mama dan Papa, ya? Biasanya cuma sama Mama aja atau sama Bibi aja," ucap anak itu berubah sendu.


Zergan tersenyum. "Kita akan makan bersama siang ini, Nak. Tapi nanti Papa harus kembali ke kantor, ya? Ada pekerjaan yang tak bisa Papa tinggalkan," ucap Zergan.


Zayn mengangguk senang. Makan bersama seperti ini saja sudah membuatnya bahagia. Hanya itu yang dia inginkan.


Aludra tersenyum melihat anak dan suaminya. Mereka makan siang dengan Zayn yang terus berceloteh pada Zergan menceritakan apa yang dia lakukan sejak tadi pagi sampai makan siang.


Setelah selesai makan siang, Zergan kembali kantornya. "Papa hati-hati, ya," ucap Zayn ikut mengantar Zergan ke depan rumah.


Zergan mengangguk. "Zayn main dirumah jangan nakal, ya. Kasian Mama dan Bu Nurma nanti," ucap Zergan yang dianggukki oleh anak itu.


Setelahnya, Zayn langsung berlari ke taman rumah ketika melihat para kelinci peliharaanya sudah keluar dari kandang.


Zergan beralih menatap Aludra yang sejak tadi hanya diam dengan terus memasang senyumnya.


"Aku pergi," ucap Zergan.


"Dan satu lagi. Jangan berusaha membuktikan apapun lagi. Berdiam diri lebih baik untukmu. Karena dengan membuktikan, kau membuat dirimu terlihat semakin bersalah."


..........


......................


Untuk visual Zergan dan Aludra, silahkan lihat di instagram aku yaaa @yus_kiz

__ADS_1


Dukung terus novel ini dengan terus ikuti kisahnya dan semoga kalian suka yaaa. Jangan lupa like, komen dan kasih hadiah juga vote yaaa 🤗


Kalian bisa follow Instagram aku @yus_kiz buat lihat visual dan segala perkataan indah yang berkaitan dengan novel ini 😉🤗


__ADS_2