
WELCOME TO THE STORY
HAPPY READING
“ini. Ponsel kita mati dari semalam,” ucap mama ana memberikan ponsel zergan. Mama ana memilih keluar ruang rawat zergan untuk mengabari faith. Sedangkan zergan tetap disana sambil memeriksa ponselnya.
Mata zergan menatap nama anak buahnya yang dia tugaskan untuk menjaga aludra dan zayn. Saat dia hendak menekan pesan itu, sebuah notifikasi panggilan tak terjawab mengalihkan fokusnya. “Zayn,” gumamnya melihat kontak dengan nama anaknya tertara di layer. Zergan menekuk alisnya heran. Tidak biasanya zayn menghubungi dari iPad nya sendiri. Biasanya dia akan menelpon zergan lewat ponsel aludra.
Tidak ingin penasaran, zerggan menekan kontak zayn dan melakukan panggilan pada anaknya.
Sedangkan di tempat lain, zayn baru memasuki kamar dan langsung mendengar suara dering dari iPad nya. Anak itu sedikit menutup pintu kamar agar taka da yang mendengar dan curiga nanti. Jika dia menutup pintu dengan sempurna dan nanti aludra melihat, maka itu akan membuat aludra bertanya dan curiga padanya.
Zayn langsung berjalan menuju kasur. Dia menggeser layer pada tombol hijau untuk mengangkat panggilan yang dia yakini adalah papanya. Karena hanya aludra dan zergan yang mengetahui mengenai nomor di ponsel pintarnya ini.
“assalammu’alaikum, pa,” ucapnya setelah panggilan mereka tersambung.
“waalaikumsalam, nak. Zayn telepon papa kemarin?” tanya zergan diseberang sana.
Zayn mengangguk ditempatnya. “papa apain mama?” tanya zayn langsung pada intinya.
Anak itu bukan bocah cilik yang pandai berbasa-basi.
Zergan terdiam ditempatnya. Tidak mungkin aludra mengatakan yang sebenarnya pada zayn.
Lalu kenapa anaknya bertanya seperti itu? Batin zergan bertanya-tanya. “Maksud zayn apa, nak?” tanya zergan lembut.
“kemarin malam, mama nangis-nangis sama Nek Lestari. Sampai tidur aja mama masih nangis sambil peluk zayn. Pasti papa nakal kan?” tanya anak itu penuh selidik.
Zergan terdiam dibalik telepon. “Nenek Lestari? Zayn dimana, nak?” tanya zergan khawatir.
“zayn sama mama di panti. Zayn sama mama mau disini dulu karena di rumah gak ada siapa-siapa,” jawab anak itu jujur.
Terdengar Helaan nafas dari zergan. Zayn yang tidak kunjung mendapat jawaban dari pertanyaanya kembali bersuara. “papa apain mama?” tanya anak itu lagi.
“papa minta maaf udah nakal sama mama. Papa janji nanti pulang akan segera minta maaf sama mama. Papa salah,” ucap zergan penuh penyesalan.
__ADS_1
“halusnya papa minta maaf dulu sebelum pelgi. Gimana kalua nanti papa gak ketemu lagi sama mama? Kan papa jadi gak bisa minta maaf dan mama telus malah sama papa,” jawab anak itu bijak.
“papa bener-bener minta maaf, nak,” ucap zergan lagi.
“hem,” jawab zayn sekenanya.
“papa boleh minta tolong gak sama zayn?” tanya zergan lagi.
“imbalannya?” tanya zayn cerdik. Jika saja aludra yang minta tolong maka dia tidak akan meminta imbalan. Tapi ini zergan, papanya. Tentu berbeda.
“apapun yang zayn minta nanti setelah papa pulang pasti papa kasih. Gimana?” tawar zergan.
“oke. Papa mau minta tolong apa?” tanya anak itu menerima penawaran zergan.
“jangan biarin mama kemana-mana, ya. Kalua mama mau pergi zayn harus ikut mama terus,” ucap zergan memberitahu.
Kan itu memang tugas zayn jagain mama. Kok papa aneh? Tapi gakpapa demi hadiah. Batin anak itu heran. Tanpa
diberi hadiahpun dia akan ikhlas melakukan apa yang diminta oleh zergan.
“iya, nak.”
“Jangan buat mama nangis lagi. Untung zayn masih kecil, kalua udah besal zayn pasti bawa mama kabul dali papa,” ucap anak itu tak main-main.
“Papa janji, nak. Setelah pulang nanti papa akan minta maaf dan perbaiki semuanya,” jawab zergan yakin.
Zayn mengangguk ditempatnya. “zayn sayang papa dan mama. Papa segalanya, tapi zayn gak bisa kalua gak ada mama,” ucap anak itu dengan matanya yang berkaca-kaca.
“zayn tutup dulu. Assalammu’alaikum,” ucap zayn mengakiri panggilannya. Anak itu tidak mau menangis jika terus bicara dengan zergan.
Aludra mendengar semuanya. Wanita itu berdiri dibalik pintu dengan hati yang senang luar biasa. Matanya berair karena perasaan haru atas apa yang dilakukan oleh zayn. Tapi aludra merasa bersalah karena zayn harus mengetahi semua ini. Andai aludra lebih bisa mehahan diri, maka zayn pasti menelpon zergan untuk melepas
rindunya, bukan malah menceramahi zergan seperti ini. “semoga kamu tetap seperti ini sampai nanti dewasa, nak,” gumam aludra penuh harap.
…..
__ADS_1
Zergan menurunkan ponsel dari telinganya. Lelaki itu termenung setelah mendengar semua perkataan anaknya dari balik telepon. Zergan sangat paham aka napa yang dikatakan oleh zayn. Anak itu sangat menyayangi aludra. Setiap air mata aludra adalah kesedihan juga untuknya. Menyakiti aludra berarti zergan juga menyakiti dua nyawa anaknya.
Zergan kembali melihat ponselnya dan membuka pesan yang diberikan oleh anak buahnya. Anak buahzergan mengatakan bahwa aludra tidak pulang ke rumah melainkan ke panti asuhan. Mereka juga memastikan jika anak dan istrinya dalam keadaan sehat dan selamat.
Mama ana yang baru selesai menelpon fatih untuk memberi kabar kembali masuk ke kamar. Dia berjalan dan mendekat ke ranjang zergan. “kenapa, nak?” tanya mama ana melihat zergan yang termenung.
“alurda gak pulang ke rumah, ma,” ucapzergan memberitahu.
“maksud kamu?” tanya mama ana tak paham.
“selama zergan disini. Kemungkinan aludra dan zayn akan tinggal di panti asuhan. Aludra
yang membawa zayn kesana,” jawab zergan jujur.
Mama ana menghela nafas. “aludra menunggu kamu menjemputnya, nak,” ucap mama ana lembut.
Zergan mengangguk. “bagaimana jika zergan tak selamat, ma?” ucap lelaki itu sendu.
“itu artinya kamu merelakan aludra untuk lelaki lain. Kamu merelekan masa tua yang harusnya kamu lalui bersama kamu berikan pada orang lain,” ucap mama ana memanasi zergan dengan niat agar anaknya itu terpancing untuk semangat sembuh. Padahal tadi saat bertemu professor zergan sangat antusias. Tapi sekarang dia malah ragu dengan kesembuhannya. Mungkin memang seperti yang dirasakan oleh seseorang yang mengalami suata penyakit. Terkadang dia optimis, namun bisa juga dia ragu atas umur Panjang yang sudah menjadi takdir Tuhan.
“zergan percaya dengan cinta aludra, ma,” jawab lelaki itu yakin.
“kalau begitu jangan kamu sia-siakan pengorbanannya,” ucap mama ana. Setelahnya Wanita paruh baya itu beralih memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri.
Zergan menghela nafas pelan. Tangan terulur mencari kontak aludra di ponselnya. Zergan melakukan panggilan tiga kali namun tidak diangkat oleh aludra. Zergan beralih mengirimkan pesan agar nanti aludra bisa membacanya.
Hai sayangku. Hari sudah berganti, tapi semoga perasaan dan cinta kamu tetap untuk aku ya, sayang. Aku disini membutuhkan doa kamu karena yang sebenarnya penyembuh aku adalah doa dan harapan kamu. Hidup aku hanya untuk kamu, sayang. Semarah apapun jangan pernah putuskan doa kamu untuk aku ya, sayangku. Karena
jika sampai itu terjadi, satu persatu kekuatan hidup aku di dunia akan pergi dan kematian menggantikannya. Tetaplah jadi istri aku ya, sayangku. Hidup dan mati, aku akan tetap berstatus menjadi suami kamu. I love you sayangku. Telepon aku lagi kalua kamu udah baca pesan ini ya, sayang.
…..
Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @nonamarwa_ untuk melihat info mengenai novel aku yaa!!!!
SELAMAT MEMBACAAAA!!!!!
__ADS_1