Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
BAB 159


__ADS_3

HAPPY READING


Fatih yang sedang sibuk dengan email dari ponselnya harus terhenti sejenak saat notifikasi panggilan dari ana mengalihkan layer ponselnya saat ini. Tanpa pikir panjang, faith langsung mengangkatnya.


“iya ana. Ada apa?” tanya fatih.


“ada yang harus ana sampaikan pada ayah. Dan ada yang harus ana minta,” ucap ana dari seberang sana. Dahi faith berkerut mendengar suara menantunya yang seperti orang habis menangis. Serak dan sedikit bergetar.


“ada apa? Katakanlah, nak,” jawab faith.


“zergan kritis. Tolong bawa aludra dan zayn kesini,” ucap mama ana di seberang sana dengan suara bergetar menahan tangisnya.


“bisa kamu ceritakan, ana?” tanya fatih yang merasa tak tenang.


“ayah tenanglah. Tadi zergan kambuh. Saat akan tidur, dia mengalami kesulitan bernafas sampai pingsan. Ana benar-benar takut, ayah. Ana takut zergan bisa kambuh lagi dan tiba-tiba gagal nafas hingga meninggal,” ucap ana menceritakan apa yang baru saja terjadi dengan zergan.


“lalu sekarang?” tanya fatih dengan suara serat akan kekhawatiran.


“sekarang zergan sudah baik-baik saja, tapi tidak tahu jika nanti. Penyakit zergan bisa kambuh kapan saja, ayah. Penyakitnya bisa membuatnya meninggal kapan saja,” ucap mama ana menangis.


“ana tenanglah. Aku akan terbang kesana sekarang juga bersama aludra dan zayn,” ucap fatih yakin.


Ana menggeleng di tempatnya meski fatih tidak akan melihat. “jangan, ayah. Jangan malam ini. Tunggu besok saja. Jika ayah memberitahu aludra malam ini aku takut dia akan terkejut dan itu akan berdampak untuk kandungannya. Zayn pasti juga anak bingung nanti. Jika aludra kenapa-napa, zergan bisa marah jika dia bangun nanti,” ucap mama ana setelah berpikir jernih.


“tapi apa zergan akan baik-baik saja?” tanya fatih takut.


“iya, ayah. Profesor mengatakan bahwa zergan sudah berhasil melewati masa kritisnya. Banyak istirahat adalah yang paling dibutuhkan zergan saat ini. Ana minta doanya, ayah. Dan yang penting, tolong bawa aludra dan zayn kesini ya, ayah. Tidak harus sekarang, besok saja,” ucap mama ana menjawab dan mencoba menenangkan fatih.


Fatih menghela nafas ditempatnya. “baiklah. Aku selalu mendoakan kalian disana. Besok aku akan bicara baik-baik dengan aludra. Sekarang kamu istirahatlah, ana. Jaga juga kesehatanmu,” ucap fatih mengingatkan ana.


“baik, ayah. Ana tutup dulu. Asssalamu’alaikum,” ucap ana menutup panggilannya.


“waalaikumsalam,” jawab fatih. Fatih memejamkan mata setelah menjauhkan ponsel dari telinganya. Lelaki itu menghela nafas berat untuk menengkan pikirannya sejenak.

__ADS_1


“ada apa, tuan?” tanya anwar. Anwar memang menemani fatih. Anwar kembali ke rumah fatih setelah tadi makan malam bersama dengan wira.


“zergan kambuh, anwar,” ucap fatih jujur.


“lalu bagaimana?” tanya anwar khawatir.


“saat ini sudah baik-baik saja. Tapi belum tentu nanti. Ana memintaku untuk membawa aludra dan zayn kesana,” ucap fatih tanpa ada yang dia rahasiakan dari anwar. Anwar sudah seperti anak sendiri bagi fatih, jadi tidak ada yang salah jika dia menyampaikan semua ini.


“saya ikut sedih, tuan. Tapi tuan jangan pernah putus doa dan selalu pikirkan juga kesehatan tuan sendiri,” ucap anwar menasehati.


Fatih mengangguk. “aku akan tidur dulu. Kau juga istirahatlah,” ucap fatih berdiri dan berjalan menuju kamarnya.


Anwar menatap kepergian bos besarnya itu dengan pandangan sendu. “kau sangat kuat di umur yang sangat senja, tuan. Entah Bahagia seperti apa yang Allah siapkan sampai masa tuamu juga harus menanggung semua masalah ini. Aku selalu berdoa untuk kesehatanmu, tuan,” gumam anwar tulus.


Anwar adalah saksi bagaimana kerasnya perjuangan fatih untuk menjaga kesehatan mental lelaki tua itu. Dari pengkhianatan yang diberikan oleh istrinya, skandal anak dan cucu angkatnya hingga kini penyakit cucu satu-satunya yang menjadi pikiran fatih.


…..


Ana duduk dikursi sebelah ranjang zergan. Tangannya tak lepas sedikitpun menggenggam tangan zergan.


“mama udah minta alu dan zayn kesini. Jangan kambuh seperti tadi lagi, nak. Mama sendiri disini. Mama bingunga harus bagaimana,” lanjut mama ana bicara seolah zergan mendengar apa yang disampaikannya. Dan memang itulah haraoan mama ana. Semoga dengan mendengar apa yang dia katakan, zergan bisa membuka matanya.


Keterkejutan masih sangat terasa bagi mama ana. Awalnya zergan baik-baik saja. Bahkan lelaki itu masih sempat marah perawat yang mencari kesempatan untuk berdekatan dengannya. entah kenapa, tiba-tiba zergan kambuh hingga membuat kondisinya drop sampai pingsan. “rasanya mama mau mati saja lihat kamu kayak tadi, nak,” ucap mama ana sendu.


Kepala mama ana menunduk dalam. Tangannya tak pernah lepas dari tangan zergan.


“ma,” panggil suara lemah yang membuat mama ana langsung mengangkat kepalanya. senyum mama ana terbit melihat zergan yang membuka matanya.


“kamu sudah sadar, nak,” ucap mama ana senang.


Zergan tersenyum. “maaf buat mama khawatir,” ucap zergan menyesal.


Mama ana menggeleng. “kamu baik-baik ya, nak. Kita harus pulang dengan selamat ke Indonesia,” ucap mama ana dengan senyum manisnya. Namun mata Wanita paruh baya it uterus berair karena rasa sedih dan juga Bahagia. Sedih karena kondisi anaknya, Bahagia karena zergan sudah bangun dan masih mencoba untuk bertahan.

__ADS_1


“besok tanggal berapa? dua kan, ma?” tanya zergan menatap mama ana sendu.


Mama ana mengangguk. “kenapa, nak?” tanya mama ana bingung.


“besok ulang tahun pernikahan zergan. Tapi zergan malah disini dan tidak bisa bersama aludra,” ucap zergan sendu dengan mata berair.


“jangan buat kondisi kamu semakin buruk, nak. Apa kamu memikirkan hal ini tadi?” tanya mama ana yang dijawab anggukkan oleh zergan.


Mama ana menghela nafas pelan. “nak,” panggil mama ana lembut.


Zergan menoleh.


“aludra pasti sangat mengerti. Jangan siksa batin dan pikiran kamu, nak. Itu bisa berbahaya buat kesehatan kamu sekarang. Kamu sangat butuh ketenangan untuk saat ini,” ucap mama ana menasehati.


“zergan rindu istri dan anak zergan, ma,” ucap zergan sendu mengalihkan pandangannya dari tatapan mama ana.


Jujur saja, melihat aludra yang duduk bersama rio di taman sangat mengganggu bagi zergan. Zergan tahu itu hanyalah sebah pertemuan tak disengaja, tapi tetap saja gambar yang dikirim oleh zayn sangat mengganggu zergan. Maksud zayn memang hanya untuk bercanda dan memanasinya, tapi jika dia tidak selamat disini maka gambar itu bisa saja jadi kenyataan. Dan zergan tidak mau itu terjadi.


“tolong panggilkan professor, ma,” ucap zergan pelan.


Mama ana mengangguk. Tangannya menekan tombol yang ada di kepala ranjang zergan yang langsung terhubung dengan professor yang mengobati zergan.


Sepuluh menit setelah itu, pintu ruang rawat zergan terbuka. “kau sudah sadar, zergan?” tanya professor dengan senyumnya.


Zergan menoleh ke pintu dan membalas senyum professor. “aku sudah lebih baik,” ucapnya jujur.


Professor langsung melakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan keadaan zergan. Dan dia mengangguk jika memang zergan sudah lebih baik. “lebih baik dari sebelumnya.”


“professor,” panggil zergan.


“ada apa?”


“boleh saya pulang ke Indonesia?”

__ADS_1


...****************...


__ADS_2