Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
Setelah Salah Paham - BAB 123


__ADS_3

WELCOME TO THE STORY


🌹HAPPY READING🌹


"Terus lo mau gue bantu apa?" tanya Zergan lagi menatap Wira.


Wira tersenyum miring menatap zergan. "Bantu gue main-main, gan."


Zergan terkekeh pelan. "Lo yakin?" tanya zergan lagi yang dianggukki oleh Wira.


"Ayo susun rencana."


Wira mengangguk. Kedua lelaki itu bicara serius menyusun rencana apa yang akan mereka lakukan untuk membantu grace.


"Lo yakin dia mempan dengan cara ini?" tanya Zergan ragu.


Wira mengangguk yakin.


"Hanya mengancam tidak akan membuatnya berhenti, wir. langsung masukin jeruji besi," ucap Zergan memberikan ide.


Wira tersenyum dan mengangguk. "Bukan kita yang harus masukin dia ke dalam jeruji besi," ucap Wira dengan senyum misteriusnya.


"Terus siapa?" tanya Zergan lagi.


"Keluarganya sendiri," jawab Wira yakin.


"Maksud lo? gue gak ngerti," ucap zergan lagi.


Wira menepuk jidatnya. "Ada satu hal yang gue lupa kasih tahu sama lo," ucap Wira.


"Apa?" tanya Zergan heran.


"Orang yang selama ini tinggal sama grace memiliki kekuasaan. Tapi satu hal yang pasti, bukan kekuasaan dirinya sendiri," ucap Wira memberitahu zergan.


Zergan tetap diam mendengar apa yang wira katakan.


"Kakaknya adalah salah satu orang penting di negara ini."


Alis zergan terangkat.


"Dia adik salah satu menteri di negara kita," ucap Wira tersenyum menatap Zergan. Zergan yang paham dengan maksud wira tersenyum dan mengangguk. "Ide yang baik."


.....


"Apa masih sakit?" tanya aludra menatap grace dengan khawatir.


Grace tersenyum dan menggeleng. "Sudah tidak begitu sakit. terimakasih banyak, Aludra," ucap grace tulus.

__ADS_1


Kini kedua wanita itu sedang berada di kamar tamu. aludra membantu mengompres pergelangan tangan grace yang membiru dan sedikit bengkak.


"Kamu lihatkan, grace, semua tato ini tidak menutupi semua luka kamu. jadi berhenti untuk menyakiti tubuhmu sendiri, grace," ucap aludra perhatian.


"Tujuannya bukan hanya untuk itu, Alu. Rasa sakitku rasanya teralihkan jika membuat tato ini," ucap grace jujur.


Aludra menghela nafas pelan. "aku tidak tahu seberapa sakitnya, grace. tapi satu hal yang pasti, semua itu hanya akan menambah sakitmu," ucap aludra lembut.


Grace mengangguk dan tersenyum. "Terimakasih banyak sudah peduli padaku, Aludra," ucap Grace tulus.


"Karena aku peduli padamu, bisakah kamu berbagi sedikit saja? aku hanya ingin membantu mengurangi bebanmu, Grace," ucap aludra lembut.


Grace menghela nafas pelan. Tiba-tiba saja mata wanita itu berair tanpa bisa dia cegah. Mengingat bagaimana nasib orang tuanya kini, grace menjadi sangat khawatir.


Tangan aludra terulur mengusap lembut air mata grace. "Ceritalah, grace," ucap aludra lagi.


Dengan penuh air mata grace menceritakan apa yang terjadi pada aludra. Tidak ada satupun yang dia tutupi saat ini. Dia berharap dengan begini bisa merasa lebih lega.


Aludra menutup mulut tak percaya. Air mata wanita itu ikut menetes membayangkan bagaimana sulitnya kehidupan wanita yang terlihat kuat di depannya ini.


"Kedua orang tuamu dijadikan budak ****?" tanya Aludra tak percaya.


Grace mengangguk. "Dan aku selalu menyaksikan itu. hatiku terguncang, aludra. batinku tersiksa. mentalku benar-benar dihajar habis-habisan. dengan kedua mata ini aku menyaksikan kedua orang tuaku yang disiksa dengan begitu kejam. Aku hanya bisa menatap tanpa bisa melakukan apapun. Melihat mata kedua orang tuaku yang kosong, aku tak tahu harus berbuat apa. Semua terjadi karena kesalahanku," ucap grace menangis.


"Jangan menyalahkan dirimu, Grace. Kau hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan seorang adik untuk kakanya," ucap aludra memeluk tubuh grace.


"Mereka yang gila! mereka yang tidak punya hati nurani! mereka yang tidak punya otak. Bisa-bisanya menjadikan orang yang sudah paruh baya menjadi budak **** mereka. dan mereka juga sudah tua tapi masih memiliki keinginan yang begitu tinggi akan ****. benar-benar gila!" umpat Aludra kesal setengah mati dalam tangisnya.


"Yang aku heran, kenapa bisa sepasang suami istri melakukan itu pada lelaki dan perempuan lain? apa mereka tidak sakit hati melihat pasangannya sendiri bercocok tanam dengan orang lain?" tanya aludra heran. tangis wanita itu kini sudah sedikit berkurang karena rasa marah, kesal dan benci kepada orang biadap yang sudah memperlakukan manusia lain layaknya binatang itu.


Grace mengangkat kepalanya. Senyum terbit di wajah wanita itu melihat aludra dengan wajah marahnya yang nampak lucu. "Orang seperti itu tidak pernah ada cinta dihati mereka, Aludra. Jika memang mereka saling mencintai, maka tidak pernah ada semua kejadian buruk ini. dalam otak mereka hanya ada **** dan harta," jawab Grace lancar.


Aludra mengangguk. benar juga apa yang dikatakan grace. orang seperti itu mana tahu dengan cinta yang penuh kelembutan, kehangatan dan juga kasih sayang. yang mereka tahu adalah kejahatan untuk memenuhi semua keinginan mereka.


"Setelah ini apa rencana kamu, grace?" tanya aludra menatap grace.


Grace menghela nafas pelan. "Aku tidak tahu, Aludra. Aku hanya bisa pasrah dan diam saat ini," kawan grace putus asa.


"Berdoalah kepada tuhanmu, grace," ucap aludra yang mengetahui bahwa grace adalah seorang non muslim.


Grace hanya tersenyum. Wanita itu tidak tahu harus menjawab apa. entah saat ini dia masih memiliki Tuhan atau tidak? yang pasti hidupnya hampa dengan hati yang kosong tidak memiliki harapan.


.....


"besok aku bakal ada urusan sebentar sama wira ya, sayang," ucap zergan memberitahu aludra.


Saat ini sepasang suami istri itu sedang rebahan di ranjang mereka dan bersiap untuk tidur. Waktu sudah menunjukan pukul satu malam. Namun mereka baru saja masuk kamar karena membahas permasalahan grace.

__ADS_1


"Bukan melakukan hal yang buruk kan, Mas?" tanya Aludra khawatir.


Zergan tersenyum dan menggeleng. "Hanya menemui seseorang, Sayang. tidak akan ada hal membahayakan juga," ucap zergan menenangkan istrinya.


Aludra mengangguk. sepasang suami istri itu saling memandang dan semakin lama wajah keduanya semakin mendekat. Sudah dipastikan, kegiatan menyenangkan terjadi di kamar yang luas milik sepasang suami istri untuk mencapai surga dunianya.


.....


Sedangkan di kamar tamu, grace masih belum bisa memejamkan matanya dengan segelas kopi yang tadi dia buat bersama aludra.


Saat asik dengan pikirannya, pintu kamar tamu yang ditempati grace terbuka.


"Kamu belum tidur?" tanya Wira memasuki kamar grace.


Grace menggeleng. Mereka berdua memang menginap dirumah zergan. tapi di kamar yang berbeda. Wira di kamar tamu yang ada di lantai dua, sedangkan grace dilantai satu.


Wira berjalan mendekat dan duduk di sisi ranjang milik grace. "Apa yang kamu pikirkan?" tanya Wira lembut.


"Bukan apa-apa. Aku hanya sulit terpejam," jawab grace lembut.


"Bukankah kamu suka waktu malam begini?" tanya Wira.


Grace mengangguk.


"Orang yang suka malam akan memanfaatkan waktu tidur dengan tenang. tapi kamu masih terjaga seperti ini. Apa yang membuatmu masih membuka mata tengah malam? kopi ini, atau kegelisahan hati?" tanya wira berganti melirik gelas kopi yang ada di meja sebalah ranjang dan juga menatao grace.


Grace terdiam. Dia hanya menatap wira dengan mata berkaca-kaca. Sungguh, grace sangat mencemaskan kedua orang tuanya saat ini.


"Ak-" perkataan grace terpotong saat wira menempelkan bibir mereka begitu saja. Grace tidak menolak. dia masih terkejut dengan apa yang terjadi.


Tidak mendapat penolakan, wira menggerakkan bibirnya pada bibir grace. Grace merasakan kenyamanan. Wanita itu menutup mata meresapi apa yang sedang terjadi.


Tiga menit silaturahmi bibir itu terjadi. wira benar-benar bisa memberikan ketenangan pada grace.


Grace membuka mata dan menatap sayu pada wira yang kini juga menatapnya. nafas mereka nampak terengah.


"maaf," ucap wira menunduk.


Grace tersenyum dan mengangkat dagu wira agar mereka saling menatap satu sama lain. "Terimakasih banyak," ucap grace tulus.


Wira tersenyum dan mengangguk. "Aku harus kembali untuk sholat isya. Aku lupa belum melakukannya," ucap Wira berdiri.


"Bukankah tadi kita berdosa? lalu sekarang kamu sholat?" tanya grace mengingatkan wira akan apa yang baru saja mereka lakukan.


"menangkan mu adalah keinginanku. Tapi sholat? kewajiban yang tidak bisa aku tinggalkan, grace."


........................

__ADS_1


Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yaa!!!!


SELAMAT MEMBACAAAA!!!!!


__ADS_2