
WELCOME TO THE STORY
🌹HAPY READING🌹
Zergan terdiam sebentar. matanya beralih menatap wira yang juga menatapnya penuh tanya.
"Maaf aku gak sempat izin, sayang," ucap zergan dengan nada penuh penyesalan.
"Kenapa, Mas?" tanya aludra masih dengan kebingungannya.
"Aku harus ke New Zealand, Sayang."
"Jangan becanda deh, Mas," jawab aludra yang menganggap apa yang disampaikan zergan adalah candaan.
Terdengar helaan nafas zergan dari balik teleponnya. "Aku serius, Sayang. ini aku udah di pesawat. ada masalah mendesak di bailey group sampai kakek meminta aku untuk kesana," ucap Zergan meyakinkan aludra.
Aludra terdiam mendengar apa yang disampaikan zergan. Ada rasa kesal dan marah dalam dirinya mendengar zergan yang pergi dengan mendadak seperti ini. "Ada masalah apa, Mas? apa aku harus telepon kakek buat minta waktu agar kamu bisa siap-siap?" tanya aludra.
Zergan gelagapan di tempatnya. Jika sampai aludra menelpon fatih, maka itu akan jadi bencana besar bagi hubungan mereka. Semua akan semakin sulit dan salah paham ini akan semakin rumit.
"Tidak usah, Sayang. Kakek benar-benar sedang sibuk. aku diminta langsung kesana aja dan mungkin akan kembali beberapa hari. Aku tutup ya, Sayang. pesawatnya mau lepas landas. Kamu baik-baik ya. Nanti aku kabari lagi. Assalamu'alaikum," ucap zergan dan lansung memutus sambungan teleponnya.
Aludra menjauhkan ponsel dari telinganya dan menatap layar yang sudah hitam itu.
"Kenapa, Nak?" tanya Mama ana yang baru saja memasuki dapur. nampak wanita itu membawa gelas yang biasa dia gunakan untuk air minum di kamar.
"Mas zergan tiba-tiba ke New Zealand, Ma. Dan sekarang udah di pesawat. Katanya ada masalah di sana dan kakek minta mas zergan untuk kesana segera," ucap aludra memberitahu mama ana.
Mama ana terdiam. zergan tiba-tiba ke new zealand? ada apa? kalau ada apa-apa di bailey group, pasti ayah akan memberitahuku juga. Apa jangan-jangan,,,,. Batin mama ana menerka-nerka karena merasa ada yang tidak beres disini.
"Ma," panggil aludra yang menyadarkan mama ana dari lamunannya.
"Ah, iya Nak. Mama cuma kaget juga kalau zergan tiba-tiba pergi," ucap mama ana.
"Semoga mas zergan baik-baik aja dan masalah disana cepat selesai, Ma. Nanti kalau ada kabar lagi, alu bakal kasih tahu mama," ucap aludra tanpa rasa curiga sama sekali.
"Aamiin, Nak. Mama juga berdoa semoga kalian selalu bahagia," jawab mama ana dengan senyumnya.
Mama ana mengisi air ke dalam dengan segera dan langsung kembali ke kamarnya. "Mama ke kamar dulu, ya, Nak," ucap mama ana yang dianggukki oleh Aludra.
Aludra menatap punggung mama ana yang menjauh dari dapur. "Apa ini perasaan aku aja, ya? seperti ada yang aneh tapi apa?" monolog aludra menyadari keanehan yang dia rasakan.
"Udah, Ma?" teriak zayn dari arah meja makan mengalihkan pikiran aludra.
"Iya, Nak," jawab aludra dan segera membawa makanan zayn yang sudah siap ke meja makan.
"Selamat makan, Nak," ucap aludra meletakkan piring zayn ke meja makan.
Zayn menatap berbinar makanan di depannya. "Mama makan?" tanya Zayn menawarkan aludra.
Aludra menggeleng dan tersenyum. "Zayn makan yang cukup. Mama temani, ya," ucap aludra duduk dan mengusap lembut kepala zayn.
__ADS_1
.....
Sedangkan di rumah sakit, Wira menatap tak percaya mendengar apaan yang diberikan zergan kepada aludra.
"lo gila?! kalau nanti tiba-tiba aludra telepon kakek gimana?" tanya wira tak habis pikir dengan apa yang ada di otak zergan.
"Gak bakal. Gue udah yakinin aludra kalau beberapa hari lagi juga gue bakal pulang," jawab Zergan santai.
Wira menggeleng tak percaya. Zergan benar-benar sangat tidak mau jika aludra mengetahui semua ini.
"Berita ini pastiin gak bakal kesebar keluar perusahaan, Wir. gue gak mau kalau para petinggi dan investor perusahaan mendengar tentang ini. Akan sangat berbahaya buat kita, Wir," ucap zergan.
"Lo tenang aja. Gue udah urus semuanya. Petinggi atau pihak luar tidak akan ada yang mengetahui ini," ucap wira yakin.
Zergan mengangguk. Saat akan bertanya lagi, ponsel wira berbunyi. Zergan yang masih memegang ponsel wira mengangkat ponsel dan melihat di layar siapa yang melakukan panggilan. "Mama," ucap zergan ketika melihat nama 'Nyonya Ana' tertera di layar ponsel wira.
"Assalamu'alaikum, Ma," jawab zergan setelah menekan tombol hijau.
"Waalaikumsalam. kamu dimana?" tanya mama ana langsung dari balik teleponnya.
Wira juga dapat mendengar pertanyaan mama ana karena zergan mengaktifkan loudspeaker ponsel wira.
Zergan menghela nafas pelan. "Zergan di rumah sakit, Ma," jawabnya jujur.
"Mama kesana sekarang."
Tut, tut, tut.
.....
"Mau kemana, Ma?" tanya Aludra ketika melihat mama ana yang keluar kamar dengan tergesa-gesa. mertuanya itu nampak membawa tas jinjingnya.
Mama ana yang dipanggil aludra menghentikan langkahnya. kalau jujur pun sekarang tidak akan mungkin. dia takut alidra akan syok karena ini dan berakibat pada kandungannya. Nanti dia akan memberitahu tapi dengan perlahan.
Mama ana berbalik. "Mama mau ketemu sama dokter arumi, Nak. Ada janji hari ini," jawab mama ana berlasan.
"Janji?" tanya aludra bingung.
Mama ana tersenyum dan mengangguk. "Ketemu teman-teman lama mama, Nak. Kalau gitu mama pamit, ya," ucap mama ana pamit.
"Hati-hati, Ma."
"Iya, Nak," jawab mama ana dan berlalu pergi keluar rumah.
Aludra menghela nafasnya. Ya Allah kenapa ini? kenapa perasaan aku tak menentu begini? apa yang akan terjadi? Batin aludra bertanya-tanya. dia tidak mau memperlihatkan ketidak tenangannya di depan zayn karena itu bisa membuatnya khawatir.
Semoga semua baik-baik saja.
.....
Mama ana berjalan dengan tergesa memasuki rumah sakit. Dengan segera dia memasuki lift menuju ruangan Zergan yang sudah diberitahu wira lebih dahulu.
__ADS_1
Tanpa mengetuk pintu, mama ana langsung membuka pintu dan masuk ke ruang rawat zergan. "Ya Allah, Nak," ucap mama ana melihat zergan yang tertidur di ranjang rumah sakit.
Zergan yang tadi menutup mata kini membukanya. "Mama sampai?" tanya Zergan.
Mama ana mengangguk. "Dimana wira?" tanya mama ana yang tidak melihat wira disana.
"Wira harus ke perusahaan sebentar, Ma. Ada meeting yang gak bisa ditinggalin," jawab zergan jujur. tadi, setelah mama ana menelpon, wira langsung kembali ke perusahaan untuk menggantikan zergan di meeting hari ini. Sebenarnya dia berat meninggalkan zergan sendiri. tapi mau bagaimana? jika tidak datang meeting maka akan merugikan perusahaan.
Mama ana menghela nafas pelan. "Sekarang gimana keadaan kamu, nak?" tanya Mama ana menatap lembut anaknya dengan penuh kasih sayang.
"Zergan udah baik-baik aja, Ma," jawab lelaki itu dengan senyumnya.
Mama ana mengangguk dengan tersenyum walaupun hatinya sangat sakit melihat anaknya seperti ini. baru sebulan yang lalu zergan masuk rumah sakit, dan sekarang dia harus merasakan lagi jarum infus menancap di punggung tangannya.
"Apa tidak sebaiknya kita beritahu aludra, Nak?" tanya mama ana menatap Zergan.
Zergan menggeleng. "Jangan, Ma. Sebentar lagi zergan juga bisa pulang," jawab lelaki itu tak yakin. karena saat ini tubuhnya benar-benar berasa tak ada tenaga.
"Alasan apa lagi yang akan kamu sampaikan sama aludra kalau nanti kamu kembali seperti ini, Nak?" tanya mama ana sendu.
"Aku yakin ini terakhir kali aku masuk rumah sakit lagi, Ma. aku bakal sembuh," jawab zergan meyakinkan mama ana.
"Mama tidak tega melihat aludra. dia tadi sangat bingung sekaligus khawatir mendengar kabar yang kamu sampaikan tadi. Mama sedih melihat menantu mama yang tak tahu apa-apa," jawab mama ana lembut.
"Mama perempuan, Nak. Jadi mama ngerti gimana perasaan akudra nanti jika dia tahu semua ini," lanjut mama ana mencoba membujuk zergan.
"Zergan mau istirahat, Ma," ucap Zergan memejamkan matanya.
Mama ana menghela nafas pelan. sangat sulit sekali merubah pendirian zergan. jika saja dia bisa memberitahu aludra, maka dia sudah mengatakan yang sebenarnya. tapi akan lebih rumit nanti jika aludra tahu dari orang selain zergan.
.....
Hari telah berganti. Hari ini aludra tidur bersama zayn karena hanya mereka berdua di rumah bersama Satpam yang menjaga di luar. Mama ana menelponnya semalam dan mengatakan jika dia tidak pulang dan menginap di rumah dokter arumi bersama teman-temannya. Aludra juga sudah bilang pada zayn kalau zergan ada kerja mendadak ke luar negeri.
Aludra dan zayn baru saja selesai sarapan bertiga dengan bibi. Zayn langsung berlari ke kandang moci untuk bermain dengan singa kesayangannya. Sedangkan aludra memilih untuk kembali ke kamarnya. Dia sudah mengubungi ponsel wira untuk menanyakan kabar zergan namun belum ada balasan.
Aludra duduk di kepala ranjang dengan bantal sebagai alas punggungnya. saat hendak mengganti posisi menjadi tiduran, tidak sengaja aludra menggeser bantal yang biasa zergan gunakan untuk tidur. Ada sebuah amplop yang keluar dari sarung bantal. Ini pasti karena tadi zayn menggunakan bantal ini makanya bisa sarung bantal terbuka begini.
Aludra mengambil amplop putih itu. "Ini kan amplop waktu itu," gumam aludra mengingat kalau amplop itu sama dengan yang dia temukan beberapa waktu lalu. tapi dia tidak sempat melihat karena kedatangan Zergan lebih dulu.
Tidak mau ambil pusing, aludra iseng membuka amplop itu dan mengeluarkan kertas yang terlipat rapi di dalamnya.
Mata Aludra membaca setiap apa yang tertulis di kertas itu dengan tangan bergetar. Air matanya tiba-tiba saja menetes dengan sakit dan sesak di ulu hati melihat semua ini. "Mas zergan mengidap ALS?"
................
Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yaa!!!!
SELAMAT MEMBACAAAA!!!!!
OIYA, CUMA MAU BILANG, JANGAN KAGET KALAU NANTI TIBA-TIBA CERITA ZERGAN DAN ALUDRA TAMAT YA 🤗
__ADS_1