Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
Setelah Salah Paham - BAB 76


__ADS_3

Jangan lupa like


Jangan lupa komen


Jangan lupa favorit


Jangan lupa kasih vote


Jangan lupa kasih hadiah juga yaaaaa 😉🤗


🌹HAPPY READING🌹


Waktu terus berjalan. Adam baru saja turun dari jet pribadinya setelah sampai. Adam mengernyit bingung melihat orang kepercayaannya yang datang untuk menjemputnya datang dengan tergesa-gesa.


"Ada apa?" tanya Adam.


Orang kepercayaan Adam nampak ragu. Tapi dia harus memberitahu ini pada tuannya itu. "Ada berita tak enak, Tuan," ucapnya setelah meyakinkan diri untuk mengatakannya pada Adam.


"Apa?" tanya Adam.


Orang kepercayaan Adam sekaligus sekretarisnya itu menyerahkan sebuah iPad ditangannya kepada Adam. "Ini Tuan. Tuan bisa baca sendiri," ucap Mark.


Adam menerima iPad tersebut. Rahangnya mengeras dengan wajah memerah melihat sebuah video berdurasi cukup lama itu. Tidak tanggung-tanggung, video itu berdurasi selama enam puluh detik atau satu menit. Dan video itu memperlihatkan tubuh Adam dan Rea yang saling menyatu dan saling menghentak memberi kenikmatan. Tidak lupa dengan suara Rea dan Adam yang sangat menganggu telinga.


Bangsat! Siapa yang berani menyebar video ini? Ini video potongan kegiatanku dengan Rea beberapa hari yang lalu. Batin Adam mengingat kejadian di video itu.


Adam mengambil masker yang memasang sudah ada di dalam saku jasnya. Tidak peduli sudah sejak kapan masker itu ada, yang penting sekarang dia menutupi wajahnya agak tak terlihat oleh siapapun, terutama media. Setelahnya dia juga menggunakan kaca mata hitam untuk mempermulus persembunyiannya.


"Mark," panggil Adam pelan.


"Ya Tuan," ucap Mark pelan.


"Kau pasti tahu apa yang akan kau lakukan, bukan?" tanya Adam menatap Mark dari balik kaca mata hitamnya.


"Saya tahu, Tuan. Tapi kita sudah terlambat. Berita sudah menyebar, Tuan," ucap Mark menyesal.


"Kenapa kau baru beritahu aku sekarang?!" tanya Mark marah.

__ADS_1


"Saya sudah menghubungi Tuan sejak beberapa jam yang lalu. Tapi ponsel anda tidak aktif, Tuan," ucap Mark membela diri.


Adam menghela nafas pelan. Semalam dia masih berada di dalam pesawat. Wajar jika ponselnya tidak aktif sehingga tidak bisa dihubungi.


"Tahan media agar tak datang ke kediamanku," ucap Adam yang langsung berjalan meninggalkan Mark.


Tujuannya saat ini adalah rumahnya. Pertama yang harus dia selesaikan adalah Rea.


Beberapa menit mengendarai mobil, Adam berhenti tepat di depan rumahnya. Adam menghela nafas lega. Bersyukur media atau wartawan tidak datang ke rumahnya untuk mencaritahu mengenai berita yang beredar.


.....


Berbeda dengan Adam yang nampak kebingungan, Zergan nampak tersenyum senang menatap laptopnya yang menampilkan berita utama hari ini. "Entah dimana wajahnya akan diletakkan sekarang," ucap Zergan senang.


Wira yang duduk di kursi seberang Zergan menggelengkan kepala menatap Zergan. "Apa tidak apa-apa jika Aludra dan Mama Ana tahu semua ini, Gan?" tanya Wira.


Kini kedua lelaki itu sudah berada di AluZar Corp. Aludra dan Zergan memutuskan untuk tinggal sementara di rumah Mama ana demi menemani wanita itu. Karena Mama ana yang sedikit enggan untuk meninggalkan rumah yang penuh akan kenangan itu. Rumah yang penuh kenangan manisnya dengan Adam, meskipun dibalik sikap manis itu ada main api yang sangat besar yang dilakukan oleh Adam.


"Bahkan Mama sudah tahu jika mereka pernah melakukan semuanya di ranjangnya sendiri, Wir. Jadi ini tidak ada apa-apanya dibanding dengan apa yang dilihat langsung sama Mama," ucap Zergan mengalihkan pandanganya dari laptop.


"Apa kita gak terlalu kejam, Gan?" tanya Wira lagi.


Dahi Zergan berkerut bingung. "Maksud Lo?" tanya Zergan bingung.


"Kita meminta pihak berita untuk menyebar berita ini tanpa ada sensor sama sekali. Apa ini tidak keterlaluan?" tanya Wira lagi.


"Tidak ada yang kejam, Wir. Apa yang Adam Bailey lakukan lebih kejam lagi. Sakit hatinya Mama, rumah tangga gue dan Aludra, keselamatan Zayn, dan rumah tangga gue sama Aludra. Bukan hanya hati, dia menghancurkan banyak hubungan Wir. Apa yang dia lakukan lebih kejam dari apa yang kita berikan saat ini," ucap Zergan menjawab.


Wira terdiam mendengar penuturan Zergan. Melihat wajah atasan sekaligus sahabatnya yang berubah sendu membuat Wira tidak tega. Zergan mengalami luka hebat dalam hatinya. Dia berusaha tegar untuk menegak kebenaran sedangkan perasaannya hancur karena harus melawan Ayah kandungnya sendiri.


"Gan," panggil Wira pelan.


Zergan menoleh.


"Lo gak mau liburan gitu?" tanya Wira mencoba mengalihkan pembicaraan.


Zergan tersenyum. "Jangan mengalihkan pembicaraan, Wir. Gue baik-baik aja," jawab Zergan dan langsung berjalan keluar dari ruangannya.

__ADS_1


Wira menatap punggung Zergan yang menjauh sehingga menghilang dari balik pintu lift. "Gue takut Lo depresi, Gan," gumam Wira sendu. Sungguh, dia dan Zergan sudah seperti adik dan kakaknya. Zergan yang emosi dan Wira yang menjadi penenangnya. Berteman sejak kecil membuat mereka memiliki ikatan yang cukup kuat sebagai seorang teman, sahabat dan saudara.


.....


Sedangkan di kediaman Fatih, lelaki itu menangis dengan diam. Anwar yang setia mendampingi Fatih menatap iba pada tuannya itu.


"Kenapa hari tua ku menyedihkan seperti ini, Anwar?" tanya Fatih sendu dengan suara bergetar menatap lurus ke depan. Pandangan itu nampak kosong tanpa arah.


"Dalam hidup, ada sedih dan senang, Tuan. Apa yang kita alami sekarang, merupakan bentuk tuhan menegur kita agar lebih bersyukur saat diberi kesenangan," ucap Anwar mencoba memberi pengertian pada Fatih.


"Tapi kesedihan ini menyakitkan, Anwar. Kenapa semua terjadi saat aku masih hidup? Kenapa Tuhan membiarkan aku melihat semua ini? kenapa Tuhan memberiku umur panjang untuk melihat semua ini? Aku tidak sekuat itu, Anwar," ucap Fatih mengeluarkan isi hatinya.


"Itu menurut anda, Tuan. Tapi Tuhan melihat anda adalah manusia paling kuat sehingga diberikan ujian seperti ini," ucap Anwar.


"Kau memang orang yang paling bisa mengerti aku, Anwar," ucap Fatih menatap tulus pada Anwar.


"Kita bukan orang lain, Tuan," ucap Anwar.


Fatih mengangguk. "Tuhan sangat baik, Anwar. Disaat aku sedih begini, dia mempersiapkan mu untuk menemaniku melewati semua ini. Tuhan mengambil istriku, Tuhan menghancurkan keluargaku, Tuhan memberi aku anak yang begitu menguji kesabaran ku, tapi Tuhan memberikanmu padaku, Anwar," ucap Fatih tulus.


"Terimakasih, Tuan. Sudah tugas saya melakukan ini," ucap Anwar menatap lelaki Tua yang sudah dia anggap seperti ayah, teman dan keluarganya sendiri.


.....


Adam berjalan memasuki rumah. Sampai diruang tamu, dia melihat Rea yang tertidur dengan meringkuk karena dingin. Pantas dingin, wanita itu hanya menggunakan kimono tipis untuk menutupi tubuhnya.


"Bangun," ucap Adam mengguncang tubuh Rea.


Tanpa sulit, Rea terbangun dari tidurnya. Wanita itu menguap dan memperjelas penglihatannya. Matanya melebar dan berbinar menatap Adam. "Mas Adam."


PLAK.


......................


Dukung novel ini dengan terus ikuti kisahnya dan semoga kalian suka yaaa. Jangan lupa like, komen dan kasih hadiah juga vote yaaa 🤗


Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yang lainnya. Tentunya ada info Alu dan Zergan jugaa. Terimakasih 🤗😉

__ADS_1


__ADS_2