
Selamat datang kembali teman-teman. kisah aludra dan zergan balik lagi nih, yeaaayyy!!!!
Selamat membaca dan semoga kalian selalu menikmati walau sudah lama kita tak bersatu hati. HAPPY READING
"Apa Pak Wira ada di ruangannya?" ucap suara itu dengan lembut bertanya.
Grace berbalik. Matanya memicing menatap wanita cantik dengan hijabnya yang kini bicara dengan resepsionis. "Dia..."
DEG
Dia wanita yang makan malam bersama Wira waktu itu. Batin Grace ketika ingat siapa wanita berhijab yang sedang berbicara dengan resepsionis.
Grace menatap dari atas sampai bawah penampilan wanita itu, lalu bergantian menatap dirinya sendiri. "kita sangat beda, dia anggun sedangkan aku? Masih bernafas saja Alhamdulillah," gumam Grace iba melihat dirinya sendiri.
Grace menghirup udara dan membuangnya perlahan. "Siapapun wanita itu, aku harus tetap berusaha, mana tahu usahaku lebih direstui Tuhan," ucap Grace menyemangati dirinya sendiri.
Tak ingin semangatnya kembali turun, grace segera pergi dari sana untuk menaiki lift menuju ruangan Wira.
Melewati beberapa lantai dengan lift, kini grace sudah sampai di lantai ruangan Wira. Wanita itu keluar dari lift dengan memasang senyum manisnya. "Kaki gak ya?" tanya Grace entah pada siapa tentang senyumnya. Wanita itu takut saja jika nanti senyumnya nampak dipaksakan di depan Wira, kan jadi gak enak.
"Huh! Percaya diri, Grace," ucap Grace semangat dan berjalan dengan penuh keyakinan menuju ruangan Wira.
Sampai di depan pintu, grace menoleh karena mendengar suara langkah kaki. "Dia juga kesini, kan," gumam Grace melihat wanita berhijab tadi berjalan ke arahnya. Sudah sangat dipastikan dia pasti ke ruangan Wira.
__ADS_1
"Hai," sapa wanita itu lembut ketika sudah di sebelah Grace.
Grace tersenyum kaku. Jujur saja, grace yang perempuan saja sangat suka melihat wajah anggun wanita di depannya ini, apalagi laki-laki? Pasti akan langsung jatuh cinta.
"Ha-hai," jawab Grace pelan.
"Mau ke ruangan Wira?" tanya wanita itu yang dijawab anggukkan kepala oleh Grace.
"Mbaknya juga?" tanya Grace balik.
Wanita itu mengangguk dan tersenyum. "Silahkan di ketik aja, mbak," ucap Wanitu itu sopan mempersilahkan Grace untuk mengetuk pintu ruangan Wira.
"Ah iya," jawab Grace dan langsung mengetuk pintu ruangan Wira dengan sedikit keras.
"Datang!" ucap Wira semangat saat mendengar suara ketukan pintu.
Sebelum membuka pintu, Wira lebih dulu merapikan pakaiannya dan memastikan bawah dia tetap tampan walau sudah siang. Setelah selesai, Lelaki itu segera berdiri dan berjalan untuk membuka pintu.
Wira berdiri dengan manatap terkejut dua wanita yang ada di hadapannya saat ini. Kenapa dua? Batin Wira bingung.
Aduh, kenapa ada khadijah juga. Batin Wira lagi yang merutuki waktu seolah memberinya suasana yang tidak tepat.
"Grace, Khadijah? Kalian ngapain kesini?" tanya Wira berpura-pura bingung. Lelaki itu memulai aktingnya dengan keterkejutan yang terlihat alami.
__ADS_1
Oh, jadi namanya Khadijah. Bagus sekali, sesuai dengan orangnya. Batin Grace memuji.
"Dija bawain makan siang buat kak Wira," jawab Khadijah lebih dulu.
Wira mengangguk, setelahnya dia beralih menatap grace.
"Ah, aku juga," jawab Grace kikuk setelah ketahuan menatap kagum pada Khadijah oleh Wira. Grace hanya takut jika Wira nanti mengira bahwa dia menyukai Khadijah, dia memang suka, tapi bukan dalam artian pelangi, dia hanya kagum sebagai sesama perempuan.
"Masuklah," ucap Wira mempersilahkan keduanya untuk masuk.
Mereka bertiga duduk di sofa yang ada di ruangan Wira. "Aku pikir kamu tidak datang, Khadijah," ucap Wira saat mereka sudah duduk.
Khadijah tersenyum. "Dija gak jadi ikut Ayah, Kak, makanya jadi kesini," jawab Khadijah tersenyum.
"Kakak mau makan apa? Dija udah masakin banyak," ucap Khadijah mulai membuka kotak bekal yang berisi nasi, lauk dan sayur.
Grace yang melihat itu menjadi kecil hati. Dari yang dia dengar, sepertinya Wira dan Khadijah memang sudah berbalas pesan sebelumnya. Grace merasa menjadi pengganggu diantara keduanya.
Wira menatap Grace dari ujung matanya. Lelaki itu tersenyum kecil melihat Grace yang nampak sedih. Saatnya membuat Grace cemburu.
...----------------...
Peluk jauh dari Nona Marwa dan enjoy your reading 🤗🥰**
__ADS_1
Jangan lupa masukan cerita ini ke favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya ya teman-teman, dan follow juga akun penulis aku untuk dapatin notifikasi karya baru, terimakasih.