
Jangan lupa like
Jangan lupa komen
Jangan lupa favorit
Jangan lupa kasih vote
Jangan lupa kasih hadiah juga yaaaaa 😉🤗
🌹HAPPY READING🌹
Zergan membuka laptop yang tadi ada di atas mejanya. Tangan lelaki itu tergerak untuk mencari sesuatu dan memperlihatkan pada Aludra.
"Lihat ini!"
DEG
Mata Aludra membulat sempurna melihat apa yang ada di depan matanya. Kepalanya menggeleng kuat mengatakan bahwa itu bukan dirinya.
"Ini semua fitnah, Mas," ucap Aludra lirih menatap Zergan.
Zergan terkekeh pelan. "Fitnah? Yang benar saja. Itu kenyataanya, Aludra!" ucap Zergan taja.
"Dan ini terjadi kemarin malam. Saat kau pulang terlambat dan diantar pulang oleh sopir taksi," tambah Zergan lagi.
Aludra nampak terdiam sebentar. "Bukankah aku sudah menceritakan padamu tentang semua itu, Mas. Baru semalam aku bilang," ucap Aludra tak percaya bahwa Zergan secepat ini berubah.
"Adakah bukti jika memang kau hanya ke swalayan?" tanya Zergan lagi menatap Aludra tajam.
Aludra terdiam. Dia tidak bisa membuktikan apa-apa saat ini. Tapi dia ingat sesuatu. "Aku ketemu Rea dan Papa waktu itu, Mas," jawab Aludra.
"Rea," panggil Aludra pelan pada Rea.
Rea hanya diam. Wanita itu nampak sangat menikmati permainan yang terjadi.
"Rea, malam itu kita bertemu, bukan?" tanya Aludra lembut menatap Rea dengan mata berkaca-kaca.
Rea yang mendengar itu mengangguk polos. "Kita hanya bertemu sebentar, Kak. Setelahnya kakak pergi dengan taksi," jawab Rea dengan wajah polosnya.
"Aku tidak pergi dengan taksi, Rea. Kita bicara lama di luar swalayan," ucap Aludra lagi.
__ADS_1
Alis Rea nampak berkerut. "Kita tidak bicara lama, Kak. Kita hanya bertemu sebentar. Dan Kakak juga sudah ditahan oleh Papa agar diantar pulang, tapi Kakak menolak dan memilih untuk pergi dengan taksi," ucap Rea lagi.
Aludra menggeleng kuat. "Enggak, Mas. Itu bohong! Rea bohong, Mas. Aku tidak kemana-mana malam itu. Dan aku berani sumpah bahwa wanita menjijikan dalam video ini bukan aku, Mas," ucap Aludra berusaha menjelaskan pada Zergan.
"Rencana licik macam apa ini, Aludra?" tanya Zergan sendu menatap Aludra.
Aludra menggeleng dengan mata penuh air bening. "Percaya sama aku, Mas. Itu bukan aku. Bukan aku yang ada di video itu," ucap Aludra lagi meyakinkan Zergan.
"TAPI SEMUA BUKTI MENGARAH PADAMU, ALUDRA!" bentak Zergan keras tepat di depan wajah Aludra.
Aludra menutup mata ketika suara Zergan dengan sangat nyaring tepat berada di depan matanya. Demi tuhan, ini pertama kali dia mendapat bentakan keras seperti ini dari Zergan. Biasanya, lelaki itu hanya akan menasehati dengan lembut.
"Kendalikan dirimu, Zergan," ucap Wira yang dari tadi diam.
Aludra menoleh pada Wira. "Kak Wira, bilang pada Mas Zergan jika bukan aku pelakunya. Bukan aku Kak," ucap Aludra meminta bantuan.
"Kita sudah memeriksa dengan tim IT perusahaan, Aludra. Dan tidak ada kebohongan dalam video itu," ucap Wira menjawab tenang.
"Jelas itu bohong!" teriak Aludra reflek saat mendengar jawaban Wira.
Aludra kembali menatap sendu pada Zergan. "Percaya pada aku, Mas. Bukan aku pelakunya," ucap Aludra dengan harapan agar suaminya itu percaya tas apa yang dia katakan.
"Bahkan Kakak juga menghina Mama yang tidak tahu apa-apa," ucap Rea lagi mengompori.
"Aku tidak menyangka sekejam ini yang kamu lakukan, Aludra. Apa ajaran ku sebagai suamimu selama ini salah? Apa aku terlalu lembut hingga membuatmu seenaknya begini? Apa aku terlalu meratukanmu, Aludra?" tanya Zergan sendu.
Aludra menggeleng kuat. "Aku harus bagaimana biar kamu percaya, Mas. Aku mengatakan yang sebenarnya. Penjelasan dari Rea tadi tidak benar, Mas," ucap Aludra lirih.
"Setelah mengkhianati keluarga Bailey, kakak juga memfitnah bahwa aku berbohong?" tanya Rea buka suara.
"Karena memang kamu bohong, Rea," jawab Aludra yakin.
"Jangan pernah menyalahkan orang lain atas kesalahan yang kamu lakukan untuk mencari kebenaran, Aludra!" ucap Zergan taja.
"Dan jangan pernah mencoba memfitnah adikku dan menyamakan dirinya denganmu. Jangan membuat kau semakin rendah dengan pembelaanmu yang sangat buruk ini!" tambah Zergan tajam.
Dengan lancar air mata Aludra jatuh membasahi pipinya dengan begitu deras. Bibir wanita itu bergetar hebat menahan tangis agar tak pecah saat ini juga.
Sakit sekali hatinya, saat orang yang dia cintai berbicara dengan sangat kasar padanya. Aludra bisa terima jika kata kasar itu dari orang lain, tapi jika dari orang yang dia cintai, rasanya sangat sakit sekali. Rasanya luka yang baru menganga itu langsung disiram oleh air garam, pedih sekali.
"Kau membuktikan dirimu memang tak pantas ada di tengah-tengah keluarga Bailey, Aludra," ucap Zergan.
__ADS_1
Aludra terus menatap sendu Zergan yang sejak tadi juga menatapnya sendu. Mata Aludra yang berair bertemu dengan mata Zergan yang sudah memerah menahan semuanya. Tangan lelaki itu mengepal kuat di dalam saku celananya.
"Boleh aku katakan sesuatu, Mas?" tanya Aludra sendu.
Zergan hanya diam.
"Hati dan mulut kamu berbicara dengan kata yang berbeda. Lain hati, maka lain yang keluar dari mulut kamu," ucap Aludra bergetar.
Zergan yang mendengar itu terkekeh pelan. "Jangan sok tahu dengan apa yang ada pada diriku, Aludra," jawab Zergan pelan.
"Caramu membela diri membuat aku jijik. Kau semakin menampilkan kualitas diirimu sendiri. Pantas saja dulu keluarga Bailey sangat menolak keras kehadiran dirimu, Aludra. Ternyata kau memang serendah itu," ucap Zergan lagi manatap Aludra.
"Dan aku hanya tidak percaya, bahwa apa yang aku perjuangkan, malah memberi luka paling dalam," tambah Zergan.
"Aku harus apa biar kamu percaya, Mas?" tanya Aludra lirih.
Zergan menggeleng. "Entahlah, Aludra. Aku hanya tidak bisa percaya pada siapapun saat ini. Aku masih bisa terima kau ingin menghancurkan perusahaanku, tapi kau menghancurkan semuanya, Aludra. Hati dan cintaku," jawab Zergan sendu.
.....
"Apa ini tidak berlebihan?" tanya Wira setelah semua yang telah terjadi tadi.
Zergan diam dengan pandangan kosong. Wira yang melihat itu menatap sendu pada sahabatnya. "Jika memang cara ini menyakitkan untukmu, maka jangan diteruskan, Zergan. Aku tahu lukamu sangat dalam akibat air mata Aludra tadi," ucap Wira.
"Aku melukainya dengan sangat dalam, Wira," jawab Zergan sendu.
"Apa kita beritahu Aludra semua ini?" tanya Wira yang dibalas gelengan kepala oleh Zergan.
"Kau tahu bagaimana Aludra, bukan. Dia tidak akan tinggal diam jika mengetahui semua ini. Kita lanjutkan hingga waktunya semua akan terbongkar."
*FLASHBACK OFF*
................
Akhirnya Flashback selesai juga. Tunggu kelanjutannya ya bestie 😉🤗
Untuk visual Zergan dan Aludra, silahkan lihat di instagram aku yaaa @yus_kiz
Dukung terus novel ini dengan terus ikuti kisahnya dan semoga kalian suka yaaa. Jangan lupa like, komen dan kasih hadiah juga vote yaaa 🤗
Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan. Nanti berbukalah dengan yang manis-manis ya 🤗😉 Semoga setiap ikhlas menjadi berkah, dan setiap sabar menjadi anugrah.
__ADS_1