Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
Setelah Salah Paham - BAB 149


__ADS_3

Welcome Back To My Story


🌹HAPPY READING🌹


Aludra tidak melepas pandangannya dari punggung Zergan. Ada rasa tidak rela saat membiarkan suaminya berobat sendiri disana. tapi tetap saja, hatinya masih belum menerima sepenuhnya apa yang Zergan lakukan.


Maaf, Mas. batin aludra sendu menatap kepergian suaminya.


"Ayo nak," ajak fatih yang berdiri di belakang Aludra.


Aludra menggeleng. "Kakek duluan saja. Alu mau jalan-jalan sama Zayn," ucap aludra menolak ajakan fatih.


"Jangan kelelahan alu," ucap Wira menyela perhatian layaknya seorang kakak kepada adiknya.


Alu mengangguk. "Alu tahu apa yang harus alu lakukan," ucap aludra lalu menggandeng tangan Zayn pergi meninggalkan tiga lelaki yang menatapnya sendu.


"Dia masih butuh waktu ternyata," gumam Fatih yang dianggukki wira.


"Tidak mudah menjadi aludra, kakek. Dia ingin menjadi istri baik. tapi disisi lain kesetiaanya dikhianati dengan kebohongan," ucap Wira yang mendengar gumaman fatih.


Fatih mengangguk. "Tolong urus perusahaan Zergan selama dia berobat, Wira. Kau akan dibantu oleh aku dan ayahmu sesekali," ucap Fatih berpesan.


"Kakek dan ayah akan kembali sekarang?" tanya Wira dengan dahi berkerut.


"aku akan disini untuk beberapa hari lagi," jawab fatih yang dianggukki anwar.


"Baiklah. Aku butuh bimbingan ayah dan kakek," ucap wira tulus.


.....


Sejak naik pesawat zergan tak hentinya menghela nafas dengan sesekali memegang dadanya.


"kamu kenapa, Nak?" tanya Mama ana bingung. Dia juga sedikit terganggu dengan helaan nafas Zergan yang tak henti-henti.


"Gak tau, Ma. Perasaan Zergan gak enak aja bawaanya," jawab lelaki itu lesu.


"Aludra?" tanya Mama ana tepat sasaran.


"Apa yang kamu khawatirkan?" tanya Mama ana lembut.


"Zergan khawatir, ma. Perasaan zergan rasanya gak enak banget," jawab Zergan menatap lembut Mama ana.


"Pasti ada yang kamu pikirkan sampai buat kamu khawatir, Nak. Kamu khawatir aludra akan berpaling?" tanya Mama ana.


Zergan menggeleng. "Zergan percaya sama kesetiaan istri zergan," jawabnya yakin tanpa ragu.


"Kamu khawatir ada orang yang akan mengganggu aludra?" tanya Mama ana.

__ADS_1


lagi dan lagi zergan menggeleng. "zergan sudah meminta beberapa pengawal menjaga aludra tanpa sepengetahuan aludra."


"lalu apa yang membuatmu seperti ini?" tanya mama ana ikut pusing.


"Zergan takut aludra pergi, Ma," jawabnya lirih.


"Kan kamu udah kasih pengawal," jawab mama ana bingung.


"Tetap aja zergan takut. Aludra wanita dengan pendirian kuat. Apalagi ini menyangkut kekeceeaannya, zergan sangat takut," ucap lelaki itu lirih sambil memeluk tubuh mama ana dari samping.


Mama ana menghela nafas pelan. tangannya terulur mengusap lembut kepala zergan. "Aludra bukan wanita seperti itu, Nak. Kalaupun pergi, dia pasti akan pergi ke tempat dimana kamu bisa menemuinya. Setahu mama, dari dulu aludra tidak pernah menyusahkan kamu. Tapi malah sebaliknya," ucap mama ana sedikit menyindir anaknya itu.


Zergan diam. Tidak ada kata yang bisa dia ucapkan untuk menyanggah karena apa yang dikatakan mama ana memang benar adanya.


"Sekarang kamu tenangkan pikiran. nanti setelah sampai segera hubungi aludra," ucap mama ana yang dianggukki zergan.


Mama ana tersenyum menunduk menatap anaknya itu. Kamu beruntung menikahi aludra, Nak. wanita dengan hati yang luar biasa. Batin Mama ana tulus.


"Kok malam-malam ke taman, Ma?" tanya Zayn bingung pada aludra. pasalnya, kini mereka sedang berada di taman dekat dengan panti asuhan, bukan taman komplek rumahnya. biasanya, Zayn akan kesini saat siang hari. Ternyata kalau malam begini juga ramai. Dan lampu taman hidup dengan warna warni yang indah.


"Zayn belum pernah kesini malam-malam kan? Itu banyak anak-anak yang main juga. Zayn mau main apa duduk aja sama mama? mama disini ada pengen bicara sebentar sama tante grace," ucap Aludra memberitahu.


"Zayn gak mau main. Zayn main ponsel ya, ma?" tanya Zayn menatap aludra penuh harap.


Aludra tersenyum. Dia mendudukkan Zayn di sebelahnya dan memberikan ponsel pada anak itu.


"Kamu sudah datang? kami baru sampai," jawab Aludra jujur.


tadi grace memang menghubungi aludra untuk bertemu. wanita itu hanya ingin berbagi apa yang dia rasakan pada Aludra demi mengurangi sedikit beban di hatinya.


"Ada apa?" tanya aludra lembut.


"Dia berubah," Jawab grace jujur sambil tersenyum hambar menandakan kesedihannya.


"sejak kapan?" tanya Aludra lembut.


"Sejak kedua orang tuaku keluar dari rumah sakit. sikapnya setelah itu benar-benar menunjukkan bahwa dia hanya membantu sebagai manusia," jawab grace memberitahu.


"Apa kamu ada menyinggung nya? apa kamu ada mengatakan hal yang begitu menyakitinya?" tanya Aludra lagi. karena setahunya, bagaimanapun penolakan grace, wira tidak pernah berubah dan selalu menyatakan cintanya.


grace terdiam. Otak kembali berputar mengenai kejadian saat wira membantu kedua orang tuanya. Seingatnya, tidak ada perkataan kasar yang menyinggug ataupun penolakan yang dia keluarkan.


"Tidak ada, alu," jawab Grace setelah mengingat kembali.


"Ini yang aku inginkan, tapi sekarang kenapa aku yang merasa tersakiti, ya? Ini yang aku minta pada wira tapi aku yang merasa tersiksa," ucap grace dengan mata berair.


"Bagaimana sebenarnya perasaan mu?" tanya Aludra lembut. Wanita itu mendengar cerita orang, padahal dalam hati dan pikirannya sangat berantakan saat ini. nurani dan pikirannya berperang hebat. tapi aludra lebih suka memendam daripada mengatakan apa yang dia rasakan. Rasanya memendam lebih nyaman daripada bercerita tapi tidak ada jalan keluarnya.

__ADS_1


"Jujur atau bohong?" tanya grace sedikit bercanda.


"Bohong," jawab aludra terkekeh.


"Aku tidak mencintainya," ucap grace tanpa ragu.


"Apa kau benar-benar ingin mendengar saranku?" tanya Aludra setelah mendengar apa yang grace katakan.


Grace mengangguk.


"Kejar dia. Sudah saatnya dirimu yang berjuang. tidak akan salah jika kita mengejar cinta untuk kesenangan hati kita, grace," ucap aludra lembut.


Grace terkekeh pelan. "Berjuang? setelah aku berjuang dan mengejarnya dia kembali mencintaiku, kami tetap tidak akan bisa bersama aludra. Jika saja aku bisa, sudah sejak dulu aku menerimanya. tapi semuanya mustahil," jawab grace putus asa.


"Karena agama yang berbeda?" tanya Aludra yang dianggukki Grace.


Aludra menggaruk kepalanya yang tak gatal. wanita itu juga bingung harus berkata apa pada grace. kalau sudah urusan agama ini memang sangat sensitif.


Grace yang melihat itu terkekeh pelan. ibu hamil itu nampak lucu dengan tingkah polonya. "Lupakan dulu masalahku. ini bisa diatur dengan mengikuti alur takdir. sekarang, bagaimana denganmu?" tanya grace balik.


"Aku?" tanya Aludra bingung.


Grace mengangguk.


"Tentu sangat baik. Aku baik-baik saja," jawab aludra meyakinkan grace.


grace tersenyum. "Kita wanita, aludra. dan aku harap kau tidak lupa jika aku juga jago dalam hal menyembunyikan kesedihan. Jika ingin berbohong, tentu kamu salah orang, alu."


"Kau memang pintar, grace," jawab aludra terkekeh.


"Terimakasih," jawab grace yang tidak mau memaksa untuk bercerita. jika memang butuh, maka nanti alu akan bercerita sendiri padanya.


"Kau akan pulang?" tanya grace yang dianggukki aludra.


"Kemana?" tanya grace yang membuat aludra terdiam.


"Bisa kau bawa aku?"


 


...----------------...


 


Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @nonamarwa_ (ganti nama dari yus_kiz ke nonamarwa_) untuk melihat info mengenai novel aku yaa!!!!


SELAMAT MEMBACAAAA!!!!!

__ADS_1


__ADS_2