
Jangan lupa like
Jangan lupa komen
Jangan lupa favorit
Jangan lupa kasih vote
Jangan lupa kasih hadiah juga yaaaaa 😉🤗
🌹HAPPY READING🌹
"Tolong jujur, Dewa. Siapa wanita di video itu?" tanya Zergan dengan yakin.
Dewa nampak terdiam sebentar. Setelahnya dia menghela nafas pelan dan menatap Rio, Wira dan Zergan secara bergantian. "Dia bukan orang lain. Wanita itu Rea sendiri," jawab Dewa jujur.
"WHAT?!" pekik Zergan dan Wira bersamaan ketika mendengarkan apa yang disampaikan oleh Dewa.
Zergan memegang kepalanya yang sedikit pusing. Entahlah, semua terasa sangat rumit untuknya. Begitu juga dengan Wira yang tak habis pikir dengan semua ini.
"Bukankah,,,"
"Adam Bailey tidak tahu menahu jika wanita itu adalah Rea," tambah Dewa menjawab kebingungan Zergan.
"Kau membuatku semakin bingung dewa," ucap Zergan menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa.
"Maaf jika apa yang gue bilang ini bakal nyakitin Lo sebagai anak dan juga suami, Bang," ucap Dewa.
"Maksud Lo?" tanya Zergan.
Dewa menatap ketiga lelaki itu bergantian. Mungkin memang sudah saatnya Zergan mengetahui semua ini. Bukan maksudnya untuk berkhianat sebagai sahabat Rea, tapi apa yang Rea dan Adam lakukan memang sudah keterlaluan. Dan Dewa sudah cukup lelah menyimpan semua rahasia ini. Memang dua bukan pemeran utama, tapi rahasia setiap cerita ada pada dirinya.
"Pertama, mengenai wanita di video itu. Sebenarnya ada perempuan lain yang diminta oleh Adam Bailey untuk menyamar sebagai istri Lo bang. Adam sudah mencari wanita itu yang memiliki postur tubuh yang sangat mirip dengan istri Lo. Tapi, saat malam kejadian, wanita yang diminta oleh Adam tidak datang karena ada masalah keluarga. Kenapa gue tahu? Karena wanita itu pacar gue, Bang. Kejadian ini berlangsung di ruangan Lo. Rea panik saat itu. Hingga Rea memutuskan bahwa dirinya sendiri yang akan menggantikan wanita itu. Jelas gue menolak keras. Tapi apa daya, Rea mencampur obat perangsang ke dalam minuman gue dan kamipun melakukan apa yang ada di video," ucap Dewa bercerita.
"Gue lelaki normal, Bang. Apalagi pengaruh obat perangsang itu sangat kuat. Melihat Rea yang sudah bertelanjang di depan gue, maaf, gue gak bisa nahan nafsu lagi," sambung Dewa.
"Dan Adam Bailey tidak marah jika Rea menjadi wanita itu?" tanya Wira heran.
"Adam Bailey sama sekali tidak tahu tentang ini. Yang dia tahu, di video itu adalah gue dan pacar gue, Bang. Rea sengaja merahasiakan semua ini. Dia mau rencananya tetap berjalan tanpa ada kendala. Karena jika sampai Adam Bailey tahu semua ini, gue gak tahu apa yang bakal terjadi sama Rea," jawab Dewa tenang.
Zergan, Rio dan Wira dapat melihat kejujuran di mata itu. Sama sekali tidak ada kebohongan yang disampaikan oleh Dewa.
__ADS_1
Darah Zergan terasa sangat mendidih mendengar semuanya. Tidak ada laki-laki yang lebih bejat dari Ayahnya di dunia ini.
"Dewa," panggil Wira lagi.
Dewa menoleh.
"Apa semua ini karena Rea menyukai Zergan?" tanya Wira yang membuat Zergan langsung menatapnya.
Dewa mengangguk. "Rea memendam cinta pada Abang tirinya sendiri. Dia sering cerita sama gue dan pacar gue, Bang. Kami selalu menasehati Rea, tapi gue rasa Lo tahu sendiri gimana karakter adik tiri Lo bang," jawab Dewa menatap Zergan.
Zergan terdiam. Jadi Selama ini Rea yang bermanja dan selalu menempel padanya itu karena dia memiliki perasaan pada Zergan. Zergan sudah pernah menduga ini, tapi dia menepis pikiran itu.
"Yang gue bingung, kenapa Adam Bailey melakukan semua ini?" tanya Zergan frustasi menjambak rambutnya ke belakang.
"Cinta, Bang. Cinta Ayah kandung Lo sama Rea membuat dia rela melakukan semuanya. Termasuk menghancurkan rumah tangga Lo sama istri Lo," jawab Dewa.
"Astaga," desah Zergan frustasi. Entah dosa apa yang dia lakukan sehingga memiliki Ayah kandung dan saudara tiri seperti Adam dan Rea. Sungguh, rasanya Zergan ingin membunuh keduanya saat ini juga.
"Ini semua benar-benar diluar pikiran," gumam Wira tak habis pikir.
Rio yang mendengar cerita itu hanya diam. Dia tidak bisa bicara banyak. Ini bukan ranahnya untuk menasehati. Yang bisa dia lakukan hanya membiarkan Desa menceritakan semuanya.
Zergan mengangkat kepalanya menatap Rio. "Lo tahu semua ini?" tanya Zergan menatap Rio. Mengingat Rio yang sering menghibur Aludra saat dulu dia masih bersandiwara dengan bersikap dingin pada istrinya itu.
Zergan menghela nafas pelan. Pantas saja sewaktu di kantornya tadi saat memberitahu mengenai Adik iparnya Rio nampak santai dan hanya sedikit marah. Ternyata dia sudah tahu semua ini.
"Makasi atas semua info Lo, Wa," ucap Zergan berdiri diikuti Wira.
Dewa mengangguk. "Gue minta maaf sekali lagi, Bang," ucap Dewa menyesal.
Zergan mengangguk. Wira dan Zergan berjalan menuju pintu.
"Gan," panggil Rio yang menghentikan langkah Zergan dan Wira.
"Ya?" jawab Zergan berbalik.
"Kalau perlu bantuan, gue dan Dewa siap membantu," ucap Rio tulus.
Zergan hanya mengangguk. Setalah itu dia benar-benar keluar dari ruangan itu diikuti Wira.
Dewa menghela nafasnya. Rasanya cukup lega setelah mengatakan semua ini pada Zergan.
__ADS_1
"Kamu sudah melakukan hal yang benar, dewa," ucap Rio menepuk pelan bahu Dewa.
Dewa tersenyum. "Makasi, Bang. Dewa gak mau buat Almarhum Kakak kecewa lagi," jawab Dewa yang membuat Rio tersenyum.
.....
"Mas," panggil Aludra pelan menghampiri suaminya yang duduk di ranjang.
Sejak pulang dari rumah Rio, Zergan memutuskan untuk pulang saja dan meminta Wira mengurus semuanya di kantor. Saat sampai dirumah sampai sekarang sudah masuk magrib, Zergan sama sekali tidak keluar dari kamarnya. Dan itu membuat Aludra bingung melihat suaminya itu.
Zergan menoleh. "Ya Sayang," ucap Zergan.
"Kenapa?" tanya Aludra lembut.
Mendebat suara lembut suaminya membuat Zergan menatap lekat lelaki itu.
Zergan dan Aludra saking bertatapan. Hingga tanpa sadar, mata Zergan berair dan mengeluarkan cairan bening yang begitu saja menetes membasahi pipinya.
Aludra yang melihat itu membawa tubuh Zergan kedalam dekapannya.
Tubuh Zergan bergetar karena tangisnya dalam pelukan Aludra.
Begitu berat beban kamu, Mas. Batin Aludra melihat Zergan yang sangat terpukul seperti ini. Entah apa
yang terjadi tadi, Aludra benar-benar tidak tahu karena Zergan memang belum bercerita sama sekali.
Hanya tangis Zergan yang terdengar di kamar itu. Hingga setengah jam, suara ketukan pintu membuat Zergan harus menghentikan tangisnya.
"Aku buka pintu dulu, ya," ucap Aludra lembut. Melihat suaminya seperti ini, membuat Aludra mengurungkan niatnya untuk kembali menjahili Zergan.
"Kenapa, Bi?" tanya Aludra setelah membuka pintu.
"Di ruang tamu ada tuan Adam, Nyonya," ucap Bibi yang juga di dengar oleh Zergan.
Tangan Zergan mengepal kuat.
Setalah mendengar kabar dari Bibi, Aludra kembali menutup pintu dan mendekati suaminya. Mata Aludra membola melihat sebuah benda tajam yang ada di tangan Zergan. "Apa yang kamu lakukan, Mas?!" tanya Aludra segera merebut benda itu dari tangan Zergan.
"Berikan Sayang. Adam Bailey harus mati!"
................
__ADS_1
Dukung novel ini dengan terus ikuti kisahnya dan semoga kalian suka yaaa. Jangan lupa like, komen dan kasih hadiah juga vote yaaa 🤗
Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yang lainnya. Tentunya ada info Alu dan Zergan jugaa. Terimakasih 🤗😉