
Jangan lupa like
Jangan lupa komen
Jangan lupa favorit
Jangan lupa kasih vote
Jangan lupa kasih hadiah juga yaaaaa 😉🤗
🌹HAPPY READING🌹
Wanita itu menghentikan kegiatannya. Dia menatap Wira lekat dan tidak lama langsung mengalihkan pandanganya. "Jangan menunggu hal yang tak pasti. Kita ini berbeda," jawab wanita itu pergi dari sana meninggalkan Wira yang menatap sendu punggung wanita itu.
"Sekalinya jatuh cinta, aku jatuh cinta pada wanita sepertimu," ucap Wira sendu. Ini sudah sangat lama, tapi wanita itu tetap saja menolak perasaanya.
"Makanya, Tuan. Berusahalah lebih keras," ucap seorang wanita yang sejak tadi memang tidur berbaring disana.
Wanita itu memang sejak tadi menyaksikan bagaimana Wira terus berusaha.
"Kau diamlah. Tetap tenang agar tubuhmu dilukis degan baik," ucap Wira yang membuat wanita itu mencebik kesal.
Tidak berapa lama, wanita yang sejak tadi menjadi incaran Wira keluar dari bilik lain yang tadi dia masuki.
"Kau masih belum pulang?" tanya Wanita itu.
Wira menggeleng. "Apa kau tidak kerja? Jangan sampai kau di pecat oleh Tuan Zergan karena disini," ucap wanita itu tidak mau disalahkan.
"Tenang saja. Aku kesini sudah mendapat dukungan dari bos ku. Hanya saja wanita yang aku kejar masih belum memberi penjelasan," ucap Wira sedikit menyindir.
Wanita itu fokus pada kerjaannya. Hingga setengah jam terdiam, wanita itu tersenyum melihat hasil kerjanya pada tubuh pelanggannya.
"Selesai," ucapnya tersenyum senang.
"Terimakasih," jawab si pelanggan puas setelah melihat Tato dari cermin di bagian punggungnya.
Setelah melakukan pembayaran dan mengucapkan terimakasih, pelanggan itu pergi dan kini menyisakan Wira bersama wanita incarannya itu.
"Kau betah sekali disini. Mau aku tato?" tanya wanita itu.
__ADS_1
"Berhentilah bersikap seolah tak terjadi apa-apa," jawab Wira menatap serius wanita itu.
"Lalu aku harus bagaimana?" tanya wanita itu serius.
"Ini sudah sangat lama dan kau-"
"Kenapa kau begitu memaksa? Bukankah aku sudah katakan bahwa kita akan sangat sulit untuk bersama meskipun aku memiliki perasaan yang sama terhadapmu. Kau adalah orang terpandang, Wira. Kau anak dari keluarga yang jelas. Kau adalah anak dari lelaki bijaksana. Sedangkan aku? Aku hanya wanita jalanan yang tanpa sengaja dipertemukan dengan Tuan Zergan dan di beri modal," ucap wanita itu tahu diri.
"Cinta tidak memandang semua itu," ucap Wira tak setuju.
"Dan satu lagi yang harus kamu ingat, kita ini manusia dengan iman yang berbeda," tambah wanita itu lengah menghindari tatapan Wira.
Tangan Wira mengepal kuat mendengar perkataan wanita itu. "Aku bisa masuk agama mu!"
"JANGAN GILA!" teriak wanita itu marah menatap Wira.
Wira terkesiap. Maksudnya tadi hanya ingin membuat wanita itu Luluh, tapi malah kemarahan yang dia terima.
"Jangan buat aku semakin tidak pantas. Karena dengan kau melakukan itu, kamu membuatku brengsek dengan mengambilmu dari Tuhanmu, Wira," sambungnya menatap Wira lekat.
"Kalau begitu jelaskan padaku bagaimana caranya kita bisa bersatu?" tanya Wira lembut.
"Setahuku, tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk menyerah dan mudah lurus asa. Tapi kenapa kau begini? Belum mencoba, tapi kau sudah mundur duluan. Dan ingat satu hal, aku tidak akan pernah berhenti, Grace," ucap Wira dan berlalu pergi meninggalkan wanita yang kini menatap sendu punggung Wira.
Ya, wanita itu adalah Grace. Grace yang dulunya teman dari Rea ternyata adalah orang suruhan Zergan yang diminta untuk memata-matai Rea. Dia memang sengaja berteman dengan wanita licik itu agar bisa dengan mudah mencari informasi mengenai Rea dan Adam.
Grace yang memiliki pribadi mandiri dan sedikit keras membuat seorang lelaki seperti Wira memiliki perasaan padanya. Ditambah mereka yang sering bertemu untuk membicarakan mengenai masalah Rea, membuat perasaan Wira semakin dalam.
Tapi perbedaan diantara mereka semakin dalam. Perbedaan agama, perbedaan status sosial dan asal usul yang menjadi permasalahan untuk Grace tidak berani membalas perasaan Wira. Entah wanita itu juga cinta atau tidak, hanya dia yang tahu. Yang pasti, tugasnya hanya menganggap Wira sebagai teman.
.....
"Sayang," panggil Zergan ketika memasuki kamar. Lelaki itu baru saja menidurkan Zayn di kamarnya. Setelah memastikan anaknya tidur dengan nyenyak, baru Zergan kembali ke kamarnya.
Aludra yang baru keluar dari kamar mandi menoleh. Hanya menoleh tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.
Zergan menelan ludah melihat istrinya yang keluar dengan baju tidur satin dan outernya yang dibiarkan terbuka. Sehingga memperlihatkan dada dan bagian inti Aludra yang tertutup kain tipis itu.
Dengan perlahan Zergan melangkah mendekati Aludra.
__ADS_1
Aludra yang melihat itu tersenyum senang. Dengan penuh percaya diri wanita itu berjalan melewati Zergan menuju meja rias.
"Sayang," rengek Zergan memeluk Aludra dari belakang.
Tangan Zergan tentunya tak tinggal diam. Kedua tangannya bergerilya di setiap lekuk tubuh Aludra.
Aludra berusaha menahan diri. Wanita itu hanya cuek dan terus melanjutkan kegiatannya memakai lotion untuk tubuhnya.
"Aku mau pakai lotion dulu," ucap Aludra melepaskan tangan Zergan dari pahanya.
"Sayang," rengek Zergan lagi.
Aludra tetap diam.
Setalah selesai, wanita itu lanjut memakai skincare malamnya. Tangan Aludra sengaja bekerja lambat untuk mengerjai Zergan.
"Kamu sengaja mengulur waktu?" tanya Zergan kini sudah merebahkan tubuh Aludra di kasur.
"Kamu saja yang tidak bisa mengendalikan diri," jawab Aludra santai.
Permainan dimulai. Batin Aludra senang.
Jari-jari lentik Aludra menjelajahi wajah Zergan mulai dari dahi hingga bibirnya dengan gerakan yang sensual.
Tidak bisa tahan, Zergan segera meraup dengan rakus bibir merah alami itu. Atas bawah menjadi kecanduan bagi Zergan. Aludra membalas pautan bibir Zergan dan tangannya yang mengacak-ngacak rambut Zergan menahan sensasi yang diberikan oleh lelaki itu.
Tidak puas hanya itu, kini Zergan beralih pada leher jenjang Aludra dan meninggalkan bekas kemerahan disana. Tangan lelaki itu terus saja menjelajah tubuh Aludra. Aludra mendongakkan kepalanya agar Zergan bisa lebih leluasa untuk menikmati leher mulusnya.
"Mash," satu kata lolos dari bibir Aludra dengan suara merdu ketika bibir Zergan beralih pada dua benda menonjol yang ada di dada wanita itu.
Sungguh, Zergan sangat suka akan semua tubuh Aludra yang membuatnya candu. Hingga pada tangan Zergan sampai pada inti tubuh Aludra yang berada dibawah sana, kegiatan lelaki itu terhenti seketika dan mengangkat kepalanya menatap Aludra.
Aludra tersenyum polos melihat wajah frustasi Zergan. Sungguh, dia sangat puas sekali kali ini bisa mengerjai suaminya itu. "Aku lagi datang tamu, Mas."
..........
Kalian masih ingat Grace bukan?
Dukung terus novel ini dengan terus ikuti kisahnya dan semoga kalian suka yaaa. Jangan lupa like, komen dan kasih hadiah juga vote yaaa 🤗
__ADS_1
Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yang lainnya. Tentunya ada info Alu dan Zergan jugaa. Terimakasih 🤗😉