Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
Setelah Salah Paham - BAB 110


__ADS_3

WELCOME TO THE STORY


🌹HAPPY READING🌹


Setelah Rea pergi meninggalkan ruangan itu, tubuh ana terduduk lesu di sofa ruangannya. Air mata wanita itu mengalir tanpa bisa dicegah. Sungguh, sejak tadi dia menahan segala sesaknya menatap wajah wanita yang sangat menyakiti hatinya.


"teruslah baik-baik saja, Nak," ucap fatih menatap ana.


Ana mengatur nafasnya dan mengangguk. "Aku baik-baik saja, Ayah," ucapnya tersenyum.


"Ayah," panggil ana pelan.


fatih menoleh pada ana.


"Sudah bisakah aku kembali ke indonesia?" tanya Ana menatap penuh harapn pada fatih.


Fatih tersenyum dan mengangguk. "Kembalilah, nak. Hiduplah dengan tenang disana. jika nanti ada keperluan perusahaan denganmu maka ayah akan menghubungi," ucap fatih tenang.


"terimakasih, Ayah," ucap ana tulus.


Fatih menggeleng. "Terimakasih juga karena selalu baik-baik saja, Nak," ucap fatih. lelaki tua itu sangat bangga pada menantunya yang terlihat baik-baik saja setelah mendapat luka yang begitu parah. jika saja wanita lain atau bahkan dirinya sendiri, mungkin fatih akan stres, gila dan berakhir di rumah sakit jiwa. Tapi ana, wanita itu memang wanita pilihan yang derajatnya sangat tinggi dimata pencipta.


.....


Setelah seharian kemarin libur dari pekerjaannya karena ingin mengabiskan waktu bersama keluarga kecilnya, kini laki-laki itu sudah bersiap untuk kembali melakukan kesibukan yang begitu melelahkan. Dengan gerakan malas dia memasang kemejanya.


"Semangat, Papa," ucap zayn yang kini dipasangkan baju oleh aludra. mereka baru selesai mandi bersama.


"Ck. sayang, kamu ikut aku, ya," ucap zergan memelas menatap aludra.


"Sembarangan. terus zayn sama siapa?" ucap aludra tetap fokus pada pekerjaannya.


"Zayn bawa juga," jawab Zergan.


"Zayn gak mau! di kantol Papa membosankan," jawab anak itu tegas menolak permintaan Zergan. Karena jika pergi ke kantor papanya, Zayn tidak bisa bermain karena mamanya pasti akan di monopoli oleh Zergan. mending dia dirumah, dia bisa bermain dengan Bima dan juga bermanjaan dengan mamanya tanpa diganggu zergan.


Zergan menghela nafas pelan. "Kenapasih kamu susah banget diajak kerja sama?" tanya Zergan menatap anaknya. kini lekaki itu sudah selesai dengan pakaiannya. tinggal dasi yang akan dipakaian oleh aludra.


"Keljasama kalau untung gakpapa. Kalau keljasama sama papa lugi telus," jawab anak itu enteng.


"Terserah kamulah," ucap zergan malas.


Aludra tersenyum menatap suami dan anaknya. "Sekarang zayn turun duluan, ya. mama mau bantuin papa dulu," ucap aludra yang sudah selesai membantu zayn. Zayn mengangguk, anak itu segera berlari keluar kamar kedua orang tuanya.


Tangan zergan terulur memberikan dasi pada Aludra. aludra menggeleng sambil tersenyum menerima dasi itu. "Kamu kalau lagi jadi bayi gini lebih manja dari Zayn, ya," ucap aludra tersenyum.


"Iya dong. tapi cuma sama kamu, ya. sama yang lain gak," jawab zergan yakin.


Aludra tersenyum dan mengangguk. "Mas," panggil aludra serius.


"Hem?" gumam Zergan mengangkat sebelah alisnya menatap aludra.


"Nanti aku izin ke panti boleh, ya. udah lama aku gak kesana," ucap aludra meminta izin.


"Jam berapa?" tanya Zergan.

__ADS_1


"Nanti jam 10an aja. Tapi sorenya kamu jemput, ya," ucap aludra menyengir.


"Terus Zayn?"


"Aku bawalah. Disana kan rame banyak anak-anak. Lagian Zayn juga udah punya teman disana, Mas," jawab aludra.


Zergan berpikir sejenak. "Kamu antar Zayn kesana, terus ke kantor aku, ya?"


"Ngapain?"


"sama aku lah. di panti zayn kan banyak temannya."


"astaghfirullah, Mas. Manja kamu bener-bener gak ketulungan ya. Aku memang percaya zayn di panti akan baik-baik aja, tapi aku gak mau anak aku sendiri disana. Harus ada aku!" ucap aludra tegas.


"Nanti kalau aku diculik di kantor gimana?"


"Udah segede ini gak ada yang mau nyulik kamu," jawab aludra gemas menarik ujung hidung zergan.


"Kalau gitu kasih semangat dulu," minta zergan menunjuk bibirnya.


Aludra tersenyum. tanpa membantah wanita itu mempertemukan bibirnya dengan bibir zergan. pertemuan dua benda yang awalnya lembut itu kini sedikit menuntut. Zergan benar-benar memanfaatkan apa yang aludra beri.


Aludra menepuk bahu zergan karena merasa kehabisan oksigen. "Hampir mati aku," ucap aludra ngos-ngosan.


Zergan tersenyum.


Cup


cup


cup


cup


cup


"Aku berangkat, ya. Nanti aku jemput di panti. aku pergi dulu," ucap zergan lembut.


"gak sarapan dulu?"


"Ada meeting pagi, sayang, hehe. Aku berangkat, ya. Papa berangkat, ya Nak. Assalamu'alaikum," ucap Zeegan berlari keluar kamar setelah berpamitan pada aludra dan calon anak kedua mereka.


Aludra menggeleng dan tersenyum melihat kelakuan suaminya. gak peduli ada meeting mendesak, bersikap manja di pagi hari adalah hal yang wajib zergan lakukan sebelum memulai pekerjaannya. "Semoga suamiku tetap seperti ini, Ya Allah."


.....


Aludra dan Zayn turun dari taksi yang mereka tumpangi. Senyum Zayn mengembang melihat teman-teman yang menunggunya di pagar panti.


"Ma, Zayn langsung main, ya," ucap Zayn menatap penuh harap pada Aludra.


Aludra mengangguk. "Gak boleh main keluar dari area panti, ya," ucap Aludra memperingati yang dianggukki oleh anak itu.


Aludra berjalan memasuki panti. wanita itu tersenyum menatap wanita paruh baya yang kini sedang sibuk mengajari seorang gadis muda. Aludra tahu, itu adalah orang suruhan suaminya untuk membantu ibu panti.


"Assalamu'alaikum."

__ADS_1


"Waalaikumsalam. Aludra," jawab ibu panti kaget dan langsung berjalan mendekati aludra.


kedua wanita itu saling memeluk melepas rindu karena sudah cukup lama tidak bertemu. "Kamu sudah lama, Nak? maaf ya, tadi ibu bicara dengan Nak sindy dulu," ucap bu lestari tak enak.


"Aludra baru sampai kok, bu," jawab aludra lembut.


"Selamat siang, bu Aludra," ucap Sindy ramah menyapa aludra. Aludra tersenyum dan mengangguk. Sindy sudah tahu aludra karena sebelum di pindahkan ke panti ini, Sindy adalah salah satu karyawan di perusahaan Zergan. tentu dia tidak masalah dipindahkan kesini karena zergan menjanjikan gajinya dua kali lipat daripada gaji di perusahaan.


"Semoga kamu betah bekerja disini ya, Sindy. maaf jika kamu harus meninggalkan kantor," ucap aludra tak enak.


"Tidak apa-apa, bu. sudah tanggung jawab saya yang diberikan oleh Bapak Zergan," ucap Sindy sopan.


Aludra mengangguk dan tersenyum.


"Nak Sindy, ibu tinggal dulu mau ke dalam sama aludra, ya. Kamu tidak apa sendiri di kantor kan?" tanya Bu lestari.


Sindy tersenyum dan mengangguk. "tidak apa, bu," jawab Sindy ramah.


"Terimakasih," ucap Bu lestari dan beralih ke luar dari kantor panti asuhan.


"Bagaimana kondisi ibu?" tanya aludra lembut.


"Baik, nak. Ibu sehat-sehat. ibu bersyukur nak zergan mengirim orang untuk membantu ibu disini. Dan ibu minta maaf karena sudah buat kamu kesusahan," hcap bu lestari menyesal.


"Tidak apa-apa, bu. Oiya, aludra mau kasih kabar."


"Kabar?"


Aludra mengangguk. Tangannya terulur mengusap perut buncit yang tertutup dress selututnya. "Cucu ibu bakal nambah," ucapnya senang.


"Alhamdulillah, Nak. selamat, ya. ibu ikut senang," ucap bu lestari memeluk aludra.


"Alhamd-"


"PERGI KAMU DARISINI!"


"Itu suara siapa, bu?" tanya aludra terkejut menatap bu lestari yang terlihat biasa saja.


Bu lestari menghela nafas pelan. "Itu rumah di depan panti, Nak. hampir setiap hari begitu," ucap bu lestari.


Aludra yang penasaran berjalan ke luar dan melihat ke sumber keributan. Anak-anak panti sudah banyak berdiri di depan pagar panti melihat apa yang terjadi termasuk anaknya sendiri.


Mata aludra memicing menatap seorang wanita dari rumah seberang yang menangis tersedu karena tersungkur ka tanah. "Itu siapa yang jatuh, bu?"


"Itu anaknya, Nak. Mereka selalu seperti itu setiap hari."


"Kamu mau kemana, Nak?" tanya bu lestari menahan tangan aludra.


"Aku mau pastiin sesuatu, bu," jawab aludra dan kembali berjalan agar lebih jelas melihat siapa wanita yang disiksa itu.


Semakin lama langkah aludra semakin dekat.


"Astagfirullahalazim. GRACE!"


......................

__ADS_1


Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yaa!!!!


Selamat membaca!!!!!!!!


__ADS_2