
WELCOME TO THE STORY
HAPPYREADING
“tidak bisakah temani aku dulu?” tanya grace menghentikan langkah kaki wira.
Wira berbalik. “pekerjaan menungguku. Dan tidak semua yang kita mau bisa terkabul kan?”jawab wira sambil tersenyum kecil. “jika ingin menungguku, maka tetaplah disini kalua kau selesai makan. Jika tidak, kau boleh langsung kembali. Lagi pula bukan aku yang memintamu untuk kesini, bukan?” ucap wira dan langsung keluar ruangannya tanpa menunggu jawaban dari grace.
Grace tersenyum sendu. Air matanya jatuh saat nasi di mulutnya belum selesai dia kunyah. Bibirnya bergetar bersamaan dengan kunyahan nasinya yang melambat. Rasanya sakit sekali. Air mata itu terasa jatuh ke dalam lubuk hatinya. Nasi itu terasa kasar hingga menyakiti tenggorokannya untuk ditelan.
Grace memaksakan untuk menelan suapan terakhirnya. Nasi di kotak bekalnya belum habis, tapi keinginan makannya sudah surut bersamaan dengan hatinya yang menciut. Grace menutup kotak bekalnya dan membereskan sisa makan mereka tadi yang sedikit mengotori meja wira. Grace juga membenarkan kotak bekal wira yang masih terbuka dan meletakkannya kedalam tas tenteng kotak bekal itu.
Tangan grace terulur mengambil kertas note kecil berwarna pink yang ada di meja kerja wira. Dengan perlahan grace menuliskan sesuatu disana. Setelah selesai, grace menegakkan tubuhnya dan berbalik untuk keluar dari ruangan wira. Sudah tidak ada lagi alasannya tetap disana. Cara wira sangat halus dalam mengusir grace. Itu mungkin terjadi hari ini, tapi hari berikutnya grace akan tetap berusaha.
“jadi ini yang kau rasakan dulu. Aku janji akan berusaha membayar dengan kebahagiaan dan perhatian,” gumam grace dan berlalu keluar dari ruangan wira.
…..
Wira berbohong. Lelaki itu kini menatap kepergian grace dari tembok kamar mandi lantai ruangannya. Bibirnya yang berucap akan melakukan meeting hanya sebuah alasan untuk menghindari grace. Untung grace tidak curiga. Mana mungkin ada orang yang meeting saat jam makan siang seperti ini, kecuali jika mereka meeting direstoran sekalian makan siang.
Wira tidak ingin berada lebih lama diruangannya bersama grace. Dia tidak ingin goyah. Melihat wajah grace dengan senyum manisnya membuat hati lelaki itu kacau dan patah. Kacau karena cinta untuk grace dan patah mengingat jika mereka tidak pernah bisa bersatu.
Wira berjalan keluar dari kamar mandi setelah memastikan grace memasuki lift. Dengan cepat lelaki itu berjalan memasuki ruangannya. Wira kembali duduk di kursi kerjanya. Dia mengambil note kecil yang tergeletak di meja kerjanya. Dapat wira pastikan bahwa note ini adalah tulisan grace untuknya.
Terkadang kamu tidak bisa memilih kepada siapa jatuh cinta, karena itu terjadi begitu saja. Meski mulut berkata tidak, hati tak bisa menolak.
Wira melipat kertas itu dan menyimpannya di laci meja kerja. Lelaki itu duduk dan memainkan pena ditangannya. “kenapa baru sekarang? Kenapa kau baru bertindak saat aku memilih untuk mengalah? Mengapa kau mau berjuang saat aku sudah merelakan?” monolog wira dengan hati gundah.
Wira sangat tahu maksud grace datang menemuinya saat ini. Makan siang bersama dan tadi malah akan menyuapinya, wira mengerti apa yang grace lakukan. Bukan tanpa tujuan, tapi perlakuan grace adalah bentuk dari usaha mengejar cinta.
Wira menghela nafas Lelah. Lelaki itu menyandarkan punggungnya di sandaran kursi dengan kepala mendongak dan mata yang terpejam. Menenangkan sejenak pikiran dan hatinya.
“huh! Situasi yang sangat aku benci!”
__ADS_1
…..
Zergan duduk dengan senyum mengembang di bibirnya. Lelaki itu dengan Bahagia melihat layer ponselnya.
“ini dedeknya, pa,” ucap suara laki-laki kecil dari balik telepon.
Saat ini zergan sedang melakukan video call dengan aludra yang sedang memeriksakan kandungannya. Mereka berangkat ke dokter kandungan saat sudah selesai ashar.
Zergan tersenyum haru. Wajah calon anaknya sudah terlihat cukup jelas. Dapat ia prediksi kecantikan calon anaknya nanti akan setara dengan kecantikan istrinya. Ya, hasil USG kandungan aludra menyatakan jika anaknya berjenis kelamin perempuan. Dan itu tentu saja adalah kabar yang sangat luar biasa membahagiakan bagia aludra
dan zergan.
“adik cantik ya, nak,” ucap zergan haru.
“iya dong. Cantik kayak mama zayn,” jawab zayn bangga.
Aludra yang mendengar perkataan anaknya hanya tersenyum. begitu juga dengan dokter arumi. Setelah selesai memeriksa, aludra turun dari ranjang dan duduk di kursi pasien bersama zayn disebelahnya.
“ini papa, ma,” ucap zayn memberikan ponselnya pada aludra.
Dokter arumi mengangguk dan tersenyum. “tak apa, nak,” jawab dokter arumi lembut.
Aludra mengalihkan pandangannya pada ponsel. “mas,” ucap Wanita itu menyapa zergan.
Zergan balik tersenyum. “maaf ya, sayang. Aku gak bisa nemenin kamu periksa Kesehatan calon anak kita sekarang,” ucap zergan menyesal.
“gakpapa, mas. Kan papanya lagi ada urusan disana,” jawab aludra lembut.
Zergan mengangguk. Lelaki itu sendiri di ruang inapnya karena mama ana sedang berada di ruang professor untuk mengambil resep obat baru zergan.
“sekarang kita dengar penjelasan dokter, ya,” ucap aludra.
Aludra menyandarkan ponselnya di vas bunga ruangan dokter arumi dengan kamera mengarah padanya dan juga zayn agar zergan bisa mendengar penjelasan dokter arumi dan tetap melihat wajah mereka berdua.
__ADS_1
“kandungan kamu sangat sehat, nak. Kamu menjaganya dengan sangat baik. Tapi aku ingatkan agar kamu tetap banyak istirahat, ya. Pikiranmu harus tenang agar tak mempengaruhi perkembangan calon bayi kalian,” ucap dokter arumi tersenyum.
Aludra tersenyum senang mendengarnya, begitu juga zergan yang mendengar dari telepon. “kamu harus dengar apa yang dikatakan deokter arumi, sayang,” ucap zergan yang dibalas anggukan oleh aludra.
“saya akan selalu ikuti saran dokter,” ucap aludra menatap dokter arumi.
“ini saya resepkan vitamin kamu, ya. Nanti silahkan tebus di apotik rumah sakit,” ucap dokter arumi memberikan kertas resep pada aludra.
Aludra menerima kertas yang diberikan oleh dokter arumi. “terimakasih banyak, dokter,” ucap aludra ramah.
Dokter arumi mengangguk. “zayn jaga mama, ya. Jangan biarin mama capek, ya,” ucap dokter arumi lembut pada zayn.
“pasti dokter. Zayn pasti jaga mama. Zayn kan gak suka buat mama nangis,” ucap zayn sedikit melirik ke layer ponsel bermaksud menyindir zergan.
“anak pintar,” ucap dokter arumi tulus.
Sedangkan zergan yang mendengar perkataan anaknya hanya mendengus. Anaknya itu benar-benar bermulut pedas kalau soal sindir menyindir.
“Ya sudah, kalua begitu saya permisi, dokter. Terimakasih banyak,” ucap aludra pamit yang dianggukki oleh dokter arumi.
Aludra keluar dari ruangan dokter arumi bersama dengan zayn. Anak itu setia menggandeng tangan mamanya dengan sebelah tangannya lagi masih memegang ponsel untuk video call dengan zergan.
“hati-hati! Nanti istri papa jatuh,” ucap zergan menyindir dan mengingatkan anaknya.
Zayn berdecak malas. “Zayn gak kayak papa, ya!”
Skak!
Zergan kalah jika sudah berusan dengan anaknya.
…..
Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @nonamarwa_ untuk melihat info mengenai novel aku yaa!!!!
__ADS_1
SELAMAT MEMBACAAAA!!!!!