Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
BAB 155


__ADS_3

WELCOME TO THE STORY


HAPPY READING


“kau benat tidak mau lagi dengan grace?” tanya anwar lagi.


Wira mengangguk.


“kau yakin?” tanya anwar lagi.


Lagi dan lagi wira mengangguk.


“kalua begitu ayah akan menjodohkanmu dengan seseorang.”


“aku tidak mau!” ucap wira tegas menolak perkataan ayahnya.


“ayah tidak meminta persetujuanmu. Ayah memberi pernyataan yang harus kau terima,” ucap anwar menatap wira.


“ayah tidak berhak mengatur siapa Wanita yang akan aku nikahi. Dan tidak ada yang bisa mengatur hatiku untuk itu,” ucap wira menatap tajam anwar.


Anwar sama sekali tak takut. Dia terkekeh pelan mendengar perkataan anaknya itu. “kau ini sudah tidak muda. Zergan saja sudah mau anak dua, tapi kau kasih dp saja belum,” ucap anwar meledek anaknya itu.


Wira hanya bisa menganga mendengar apa yang disampaikan oleh anwar. Karena setelah mengatakan itu anwar berjalan keluar meninggalkan ruangan wira. Tapi sebelum itu, laki-laki paruh baya itu kembali menoleh. “nanti malam kita akan makan malam bersama. Tempatnya akan ayah kirim nanti,” ucap anwar tanpe menerima penolakan.


Anwar berdecak setelah pintu ruanganya tertutup sempurna. “dijodohin? Benar-benar takdir diluar kuasa manusia,” gumam wira terkekeh hambar.


…..


Setelah pulang dari dokter kandungan, aludra singgah di taman kota yang biasa dia jumpai untuk mengajak zayn bermain. Disini dia akan bertemu dengan grace sesuai janji mereka. Tadi grace berniat untuk menjemput aludra dan zayn di rumah sakit, tapi Wanita itu menolak dan memilih untuk naik taksi.


Aludra memperhatikan zayn yang asik bermain dengan anak-anak seumurannya yang baru dia kenal hari ini. “aludra,” panggil sebuah suara membuat aludra menoleh.


“rio,” ucap aludra kaget mendapati tetangga kompleknya yang ada disini juga.


“kamu disini?” tanya rio yang mash berdiri.


Aludra mengangguk. “silahkan duduk, rio,” ucap aludra sedikit bergeser memberi ruang pada rio.


“terimakasih,” ucap rio tulus.


“kamu bersama bima?” tanya aludra basa-basi.


Rio mengangguk. “itu dia sudah bermain dengan zayn,” jawab rio menatap ke arah ayunan yang memperlihatkan bima dan zayn sedang bermain bersama dengan anak lainnya.


Aludra tersenyum. zayn nampak sangat senang bermain dengan bima. “kamu disini sendiri?” tanya rio yang dibalas anggukkan oleh aludra.

__ADS_1


“aku baru pulang dari dokter kandungan. Ada janji juga sama teman disini,” jawab aludra jujur.


Rio hanya mengangguk. Dia tidak ingin banyak tanya karena tak ingin dianggap kepo tentang urusan pribadi orang lain. Tapi ada satu hal yang sangat membuat rio ingin berbicara pada aludra.


“aludra?” tanya rio menatap aludra dari samping.


“iya,” jawab aludra.


“bagaimana keadaan rea?”


Deg.


Jantung aludra terasa berpacu cepat mendengar nama seseorang yang sudah sangat lama tidak dia dengar kabarnya. Aludra menatap heran pada rio. “kamu tahu tentang kasusnya dengan ayah mertuaku, bukan?” tanya aludra yang dianggukki rio.


“untuk apa kamu menanyakan rea?” tanya aludra yang membuat rio sedikit gugup. Tapi lelaki matang itu dapat menyembunyikan ekspresinya dengan gaya santai dan tawa kecilnya.


“aku hanya bertanya. Karena dia dulu sahabat adik iparku, dewa,” jawab rio.


Aludra mengangguk percaya. “sudah lama aku tidak mendengar kabar tentang rea. Setiap kali aku ingin menghubunginya, maka aku dan suamiku akan berakhir dengan pertengkaran,” jawab aludra jujur.


Rio hanya diam dan mengangguk. Setelahnya dia tidak lagi bersuara karena sudah tidak ada topik yang akan dia tanyakan pada aludra. Ada alasan kenapa rio menanyakan rea. Dan itu hanya rio dan tuhan yang tahu.


Sedangkan dari ayunan, zayn dapat melihat mamanya sedang berbincang dengan papanya bima. Terlintas ide jahil di kepala anak itu. Dengan senyum mengembang zayn mengeluarkan ponsel aludra yang tersimpan di tas kecil miliknya.


“kamu mau apa?” tanya bima saat melihat zayn mengeluarkan ponselnya.


Bima mengikuti arah pandang zayn. Dia ikut mengangguk setuju. Membuat zergan emosi adalah kesukaan kedua anak itu.


Tangan mungil zayn terulur mengakat ponsel aludra setelah membuka aplikasi kamera.


Cekrek.


Bima dan zayn terkekeh kecil. Dengan lihat zayn membuka aplikasi hijau itu untuk mengirim gambar kepada zergan.


“tambahkan kata-katanya,” ucap bima semangat.


“kita tambahin apa?” tany zayn bingung.


Bima membisikkan sesuatu kepada zayn. Sedetik kemudian mereka berdua tertawa sambil mengetikkan sesuatu untuk gambar yang akan di kirim.


Centang dua. Itu artinya gambar sudah terkirim. Setelahnya zayn kembali menyimpan ponsel aludra. Kedua bocah kecil itu bertos ria setelah berhasil mengerjai zergan yang sedang berobat di negeri Thailand. Entah sembuh atau malah tambah sekarat yang akan zergan alami setelah membaca pesan yang dikirim oleh zayn.


…..


Ditengah keterdiaman aludra dan rio, grace datang menghampiri dari belakang.

__ADS_1


“alu,” panggil grace lembut.


Aludra dan rio sama-sama menoleh. “temanmu sudah datang. Kalua gitu aku permisi ke bima dulu, aludra,” ucap rio pamit dan meninggalkan aludra bersama dengan grace.


“dia siapa?” tanya grace yang kini sudah duduk di tempat yang tadi di duduki oleh rio.


“tetangga rumah. Dia juga menemani anaknya disini. Kebetulan anaknya juga teman dekat dengan zayn. Itu mereka lagi main,” jawab aludra sambil menatap sebentar pada zayn dan bima.


Grace mengangguk. Wanita itu menghela nafas dan menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi.


“ada apa?” tanya aludra lembut melihat kegelisahan dan tidak semangat dari grace.


“aku tadi ke tempat wira,” ucap grace memberitahu.


“ke kantor?” tanya aludra agar lebih jelas.


Grace mengangguk. “aku berniat mengajaknya makan siang bersama. Aku membawakannya bekal,” ucap grace menjeda perkatannya.


Aludra diam mendengarkan. Dia tidak mau memutus perkataan grace.


“kami makan bersama, tapi wira dengan bekal yang sudah dia bawa dari rumah,” ucap grace sendu.


“hanya itu. Tidak terjadi apa-apa. Saat makanku belum selesai, wira harus segera pergi untuk meeting. Saat aku meminta izin untuk menunggunya, dia mengizinkan. Tapi apa yang dia katakana jelas menolak keberadaanku,” lanjut grace lirih.


“apa itu membuatmu terluka?” tanya aludra lembut.


Grace mengangguk. “sangat,” jawab grace jujur.


“itu juga yang dulu kak wira rasakan. Bukan sekali dua kali penolakan yang dia terima. Tapi dia tidak menyerah karena satu penolakan, kan?” ucap aludra yang dianggukki oleh wira.


“itu karena kak wira yakin dengan beribu usaha yang akan dia lakukan, grace. Sampai akhirnya hatinya ikhlas,” ucap aludra yang membuat grace menatapnya.


“apa wira sudah menyerah? Atau aku yang terlalu lemah?” tanya grace sendu.


“tidak ada yang menyerah dan tak ada yang lemah,” jawab aludra menyemangati.


“kamu harus tetap berusaha, grace. Jangan patah arang begini. Kesedihanmu harus segera di musnahkan,” ucap aludra menghibur grace.


“kamu benar. Sepertinya kita butuh keluar,” jawab grace.


“bagaimana kalau nanti malam kita makan bersama?”


...****************...


Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @nonamarwa_ untuk melihat info mengenai novel aku yaa!!!!

__ADS_1


SELAMAT MEMBACAAAA!!!!!


__ADS_2