Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
Setelah Salah Paham - BAB 96


__ADS_3

WELCOME BACK TO THE STORY


🌹HAPPY READING🌹


Terdengar bunyi mobil pergi dari rumah, Aludra yakin pasti suaminya sudah pergi bersama Mama ana. Tadi zergan mengatakan bahwa ada keperluan dengan mama ana di perusahaan.


Apa ini menyangkut Ayah dan Rea? bagaimana keadaan Rea sekarang? haruskah aku menelponya?


batin aludra ragu. Jika nanti dia menelpon rea dan zergan tahu, maka sudah dipastikan lelaki itu akan marah. Tapi jika tidak, dia akan semakin penasaran dengan keadaan Rea.


Aludra menghela nafas pelan. "Sudahlah. biar mas zergan yang mengurus semua ini," ucap Aludra lirih.


"Mama ngomong apa?" tanya Zayn bingung dengan mamanya uang bicara sendiri sejak tadi.


"Ah, bukan apa-apa, Nak," ucap Aludra tersenyum.


"Mama," panggil Zayn lembut.


"Zayn minta maaf kalena tadi udah nyakiti mama sama adik. Zayn khilaf dan Zayn menyesal. Maafkan Zayn," ucap Zayn menunduk menyesali perbuatannya.


Aludra tersenyum. Tangannya terulur mengusap lembut kepala Zayn dan mengangkat dagu Zayn agar bisa menatap dirinya. "Zayn sudah bisa menerima adik?" tanya aludra pelan.


Zayn mengangguk. "Zayn sudah salah sangka tadi. Maaf," ucap Zayn lagi menatap aludra dengan mata berkaca-kaca.


"Mama sudah maafkan Zayn sejak tadi. Hanya saja mama sedang menunggu Zayn mengakui kesalahan Zayn sendiri," ucap aludra lembut.


"Terimakasih, Ma," jawab Zayn beralih memeluk tubuh aludra dari samping.


"Boleh mama katakan sesuatu, Nak?" tanya Aludra sambil mengusap lembut kepala anak yang berada dipelukannya sekarang ini.


kepala mungil itu mengangguk.


"Jika memang Zayn bersalah, maka jangan takut untuk meminta maaf, Nak. Dan jangan lupa untuk selalu berkata jujur. Karena kejujuran akan menyelamatkan kita sekaligus kesalahan kita sangat besar. Kita akan tetap dihargai karena kejujuran itu. Tapi jika tidak, maka Zayn akan jadi lelaki cemen yang penakut. takut menegakkan kebenaran dan takut berkata jujur. Dan itu tidak baik, Nak. percayalah, Nak. seorang pemberani adalah orang yang mengakui kesalahannya dan tidak malu untuk mengatakan maaf serga terimakaih," ucap Aludra lembut memberi kata-kata penenang untuk zayn.


Zayn tersenyum dan mengangguk. "Zayn akan jadi kesatlia pembelani untuk Mama dan Paa juga adik," jawabnya yakin.


Aludra semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Zayn. Anak itu sangat mudah dinasehati jika dengan. kelembutan. Berbeda dengan papanya yang sangat suka sekali bicara keras dan berteriak jika mendapat masalah.


.....


"Ada apa, Ayah?" tanya Mama ana menatap fatih.


Mama ana dan zergan sudah sampai di perusahaan zergan. Kini zergan, fatih, mama ana dan wira duduk bersama diruangan lelaki itu.

__ADS_1


"Besok kamu harus itu ayah ke perusahaan pusat bailey group," ucap Fatih memberitahu.


"Aku?"


"Besok?"


Tanya zergan dan mama ana bersamaan. Mama ana heran kenapa dia harus ikut ke New Zealand bersama ayah mertuanya itu.


Sedangkan zergan cukup terkejut kenapa harus besok perginya? itu artinya dia akan meninggalkan aludra dirumah untuk beberapa hari.


"Kamu harus ikut, Ana. Ada sesuatu yang harus aku sampaikan dan kamu harus ada disana," ucap Fatih tegas.


Mama ana menghela nafas pelan. "Apa kita juga akan bertemu adam?" tanya mama ana ragu.


Semua terdiam sebentar hingga suara Fatih kembali terdengar. "Siapkan saja dirimu, Ana," jawab kakek Fatih yang ana sudah mengerti akan maksudnya.


"Dan kenapa harus besok? karena semakin cepat semakin baik. Jika tidak maka perusahaanku akan semakin hancur. Wira juga sudah menyampaikan pada ayahmu itu untuk mempersiapkan semuanya," ucap Fatih yang sepertinya enggan menyebut nama asam bailey.


"Ayahku itu anakmu, Kakek," jawab zergan sedikit menggerutu.


"Apa aku boleh tidak ikut?"


"Jangan gila!"


"Harus ikut!"


"Tapi aku tidak bisa meninggalkan aludra sendiri," ucap zergan menyampaikan maksudnya.


"Maksudmu?" tanya wira angkat bicara.


"Aludra hamil. Dan keadaannya masih sedikit lemah. Aku tidak bisa meninggalkannya hanya berdua dengan zayn," ucap zergan menjelaskan.


"kabar baik," ucap Fatih ikut senang sedangkan wira ikut tersenyum dan mengucapkan selamat pada zergan.


"Nanti mama akan coba hubungi dokter arumu. kita konsultasi lewat telfon untuk menanyakan apa aludra bisa bepergian jauh untuk saat ini atau tidak," ucap mama ana memberi solusi.


"Jika nanti memang tidak bisa, maka kau bisa kembali saat itu juga setelah pertemuan. kau adalah orang yang sangat ingin ditemui pemegang saham selain aku, Zergan. Jadi mau tak mau kau harus ikut. untuk disini sementara akan di handel oleh wira dan sekretarismu," ucap Fatih tegas.


Zergan menghela nafas pelan dan hanya bisa mengangguk pasrah. Dia berjanji akan cepat menyelesaikan masalah disana. Apalagi ini dia harus bertemu dengan adam bailey, jika ada satuan waktu lebih singkat dari detik maka hanya sebanyak itu waktu yang zergan gunakan untuk bertemu adam.


.....


"Aku gakpapa berdua sama Zayn dirumah, Mas. Lagian ada bibi sama sopir juga, kan?" ucap Aludra meyakinkan zergan yang kini menyandar manja di bahu wanita itu. sepasang suami istri itu sudah duduk diatas kasur dan melakukan deeptalk sebelum tidur. bagaimanaun sibuknya, deeptalk sebelum tidur ini akan sangat penting untuk menjaga komunikasi sebagai pasangan suami istri.

__ADS_1


Tadi setelah makan malam bersama, mama ana menelpon dokter arumi untuk menanyakan keadaan aludra untuk bepergian jauh. Dan dokter arumi menyarankan agar aludra tetap beristirahat di rumah mengingat kondisi yang cukup lemah saat ini. Jika tetap pergi maka itu akan sangat berpengaruh untuk janin yang ada dalam kandungan aludra.


"Kamunya gakpapa, akunya yang gak baik-baik aja," rengek zergan manja. Sungguh, lelaki yang jika marah bagaikan singa itu kini mendusel-dusel pada leher aludra seperti anak kucing bertemu induknya.


"kamu percaya aku kan?" tanya aludra lagi yang dianggukki oleh zergan.


"Kalau gitu aku sama Zayn akan baik-baik aja. Lagian. aku punya kesatria kecil yang selalu lindungi aku. Zayn gak mungkin biarin aku terluka, Mas," ucap Aludra membujuk Zergan.


"Janji baik-baik aja, ya?" tanya zergan menengadah menatap aludra.


Aludra tersenyum dan mengangguk.


"Janji selesai pertemuan itu aku akan langsung pulang," tambah zergan.


Aludra mengangguk lagi sambil tersenyum. Wanita itu mengecup singkat bibir suaminya yang nampak sangat lucu saat ini.


"Jangan goda aku, Sayang," ucap zergan manja.


"Ih, siapa yang godain sih. Kamu aja yang mudah banget kegodanya," ucap aludra sambil berdiri.


"Mau kemana?" ucap zergan merengek.


"Packing baju kamulah," jawab aludra heran.


zergan menggeleng dan menarik tangan aludra lembut untuk kembali rebahan di kasur. "Udah gak usah. Nanti beli disana aja. lagian aku gak lama juga," ucap zergan santai yang hanya bisa dituruti oleh aludra. Zergan jika sedang mode manja hanya ingin dituruti. laki-laki itu akan ngambek jika aludra membantahnya. Sekali saja aludra membantah, maka dia akan menerima hukuman sama pagi.


.....


"Aku harus kemana? Mau hidup pakai apa nanti?" ucap Rea miris menatap dompet yang kini tidak tersedia apa-apa itu. hanya ada kartu yang sudah tidak bisa digunakan lagi. sedangkan semua uang cashnya sudah tidak ada yang tersisa. semua rekeningnya juga sudah tidak bisa gunakan. Siapa lagi jika bukan adam yang melakukannya. lelaki itu benar-benar menunjukkan posisi Rea yang sebenarnya.


tangan Rea terulur mengusap perutnya. "Mama tidak mengajarkanmu mencuri, Nak. Tapi ini sangat mendesak. Kita hanya mengambil saja, nanti jika kaya kita kembalikan pada Ayahmu lagi," ucap Rea tersenyum setelah mendapat ide untuk memecahkan masalahnya saat ini.


Rea berjalan menuju kamar adam. dia membuka. pintu perlahan dan beruntung lelaki itu tidak ada disana. Rea yakin pasti adam tengah menghabiskan waktunya di ruang kerja.


kakinya melangkah memasuki kamar dan lansung menuju meja sebelah ranjang. rea ingat kebiasaan adam. Lelaki itu pasti akan selalu meletakkan dompetnya disana.


"Aku ambil cash dan satu kartu saja," gumam Rea. adam juga tidak akan peduli dia mengambil uang dari kartu itu. Toh adam juga tidak akan mencarinya sampai kapanpun , jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan.


Setelah selesai, Rea kembali meletakkan dompet adam seperti posisi semula. setelah itu Rea membuka laci meja dan meletakkan amplop yang tadi dia bawa dari kamarnya. "Aku harap kamu akan menyesal nanti, Adam. Meskipun tidak dalam waktu dekat, saat kematian akan datang kamu pasti akan merasakan sakitnya penyesalan."


................


Hai temanku semua Aludra dan Zergan masih berlanjut, ya. Bagi yang sedikit lupa, kalian bisa baca bab sebelumnya ya, dijamin tetap seru.

__ADS_1


Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yaa!!!!


Selamat membaca!!!!!!!!


__ADS_2