Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
Setalah Salah Paham - Bab 41


__ADS_3

Jangan lupa like


Jangan lupa komen


Jangan lupa favorit


Jangan lupa kasih vote


Jangan lupa kasih hadiah juga yaaaaa 😉🤗


🌹HAPPY READING🌹


Rea mencebikkan bibirnya kesal. "Nanti leher Rea sakit Rea aduin Papa," ucap wanita itu merajuk kesal.


Dih! Menjijikan. Batin Zergan jijik melihat wanita itu.


"Nanti kamu bisa minta kenyamanan sama Papa sepuasnya," ucap Zergan sedikit menyindir.


"Iya dong. Abang banyak larangan dari kak Aludra," jawab wanita itu sedikit kesal.


"Jelaslah! Orang dia istriku!" jawab Zergan sedikit ngotot.


"Ya jangan sensi juga, Bang. Aduin Papa baru tahu rasa," jawab Rea melirik sedikit pada Zergan. Wanita itu sudah menyandarkan kepalanya ke kursi pesawat.


"Gak takut. Papa sampai mana sih keberaniannya, dikasi ****** juga diam," jawab Zergan yang membuat Rea kembali menegakkan kepalanya.


"Bapak sendiri lho itu. Dikatain lagi," ucap Rea memicing menunjuk Zergan.


Zergan hanya mengangkat bahu acuh. Dia kembali melanjutkan kegiatannya tanpa perduli Rea yang yang sudah mengoceh tak jelas disampingnya. Semakin mendekatkan Rea, membuat Zergan semakin kuat dan rasanya pesawat itu sudah kotor karena sampah yang keluar dari mulut wanita licik itu.


.....


Setelah mengudara beberapa jam, pesawat yang ditumpangi Zergan dan Rea mendarat dengan sempurna.


Kedua manusia itu berjalan di bandara dengan koper dimasing-masing tangan mereka sambil melihat orang yang dikirim oleh Adam untuk menjemput Zergan dan Rea.


"Kita langsung ke rumah Papa sama Mama, Bang?" tanya Rea.


Zergan mengangguk. "Besok baru ada rapatnya," ucap Zergan. Ya, jadwal rapat dengan perusahaan Adam memang besok. Tapi sekarang, Zergan mau memastikan dulu bahwa keadaan Mamanya baik-baik saja. Tidak peduli dengan Papanya yang pasti baik-baik saja.


Rea hanya mengangguk mendengar jawaban Zergan Dalam hati wanita itu sedikit mengeluh sekaligus bersyukur. Pasrahlah. Memang takdir jadi simpanan papa tiri sendiri. Yang penting hidup enak. Batin wanita itu menertawai dirinya sendiri. Karena melihat sikap Zergan, rasanya perasaan Rea tak akan pernah terbalas.

__ADS_1


Sejak dia dibawa oleh Adam ke keluarga Bailey, Rea memang sudah jatuh cinta pada Zergan. Tapi karena Zergan yang sudah memiliki Aludra, Rea terpaksa menahan perasaannya dan memanfaatkan perannya sebagai adik untuk bermanja-manja bersama Zergan.


Tapi kali ini, dengan bantuan Adam, Rea harap dia bisa menjadi istri Zergan. Dengan syarat dia akan tetap menjadi simpanan Adam. Sungguh wanita yang tidak mau rugi.


Menembus perjalanan darat selama satu jam, Zergan dan Rea sampai di depan sebuah rumah minimalis dengan, namun terlihat sangat mewah. Halaman depan dan belakang yang luas, serta bunga yang berwarna-warni menambah kesan indah pada rumah tersebut.


"Kalian sudah datang!" pekik seorang wanita paruh baya yang nampak sangat cantik menyambut kedatangan Rea dan Zergan.


"Mama," balas Zergan senang dan langsung memeluk mamanya setelah turun dari mobil.


Mariana, atau yang biasa dipanggil Mama Ana itu memeluk erat Zergan dan mengecup berkali-kali wajah anaknya yang sudah sangat lama dia rindukan.


Setalah puas berpelukan dengan Zergan, Ana beralih pada Rea, anak angkatnya itu.


"Sayang," ucap Ana memeluk Rea.


"Mama apa kabar?" tanya Rea lembut memeluk Ana. Tidak bisa Rea pungkiri, Ana adalah wanita yang lembut yang memberikannya kasih sayang seorang Ibu. Tapi Rea juga tidak bisa munafik, dia masih butuh untuk menjadi simpanan Adam dengan kedok anak angkat.


"Mama baik. Ayo kita masuk dulu. Papa kalian menunggu di dalam," ucap Ana mengajak Rea dan Zergan untuk masuk.


"Papa," teriak Rea riang dan langsung berhambur memeluk Adam yang duduk di sofa ruang tamu dengan koran ditangannya.


Adam yang melihat itu membalas pelukan Rea. "Bagaimana perjalananya?" tanya Adam setelah membalas pelukan Rea.


"Biasa saja," jawab Zergan yang nampak cuek. Lelaki itu sangat muak melihat semua ini.


Adam mengalihkan pandanganya pada Mama Ana yang hanya tersenyum melihat tingkah manja Rea. Benar-benar menjijikkan. Batin Zergan mengumpati dua orang manusia berbeda jenis dan umur itu.


"Ma, Zergan mau langsung istirahat," ucap Zergan lembut pada Mama Ana.


Mama Ana tersenyum dan mengangguk. "Ayo Mama antar kamu ke kamar, Nak," ajak Ana yang langsung dianggukki oleh Zergan.


"Rea mau disini dulu ya, Ma," ucap Rea.


"Iya, Nak," jawab Mama Ana lembut.


Setelah kepergian Mama Ana dan Zergan ke lantai atas. Adam langsung menyambar bibir Rea dengan sedikit rakus. "Aku merindukan ini," ucap Adam berbisik tepat disebelah telinga Rea.


Rea tersenyum menggoda menatap Adam. "Aku merindukan sentuhanmu, Daddy," jawab Rea mengedipkan sebelah matanya.


"Nanti malam tidak akan ada istirahat," ucap Adam dan kembali menyambar bibir Rea. Hanya bibir, karena Adam takut nanti jika mereka melakukan lebih sekarang, maka itu tidak akan aman.

__ADS_1


.....


"Mas Zergan sudah sampai belum, ya? Kenapa belum ada kabar juga?" tanya Aludra khawatir menunggu kabar sang suami yang sejak pergi memang belum ada mengabarinya. Ponsel ditangan wanita itu tidak lepas sejak tadi.


"Mungkin masih baru sampai dan langsung istirahat. Perjalanannya kan jauh," ucap Aludra mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri.


"Mama," panggil Zayn dari pintu kamar Aludra.


"Iya Nak," jawab Aludra berbalik menatap anaknya yang berjalan mendekatinya.


"Kenapa sayang?" tanya Aludra lembut.


"Zayn tidur sama Mama, ya," ucap anak itu dan langsung menaiki kasur Aludra.


Aludra tersenyum dan mengangguk. "Kenapa Zayn terbangun?" tanya Aludra. Pasalnya, tadi dia meninggalkan Zayn di kamar anak itu dalam keadaan tidur.


"Mimpi Papa," jawabnya singkat.


"Mimpi Papa?" beo Aludra yang dianggukki oleh Zayn.


"Mimpi apa, Nak?" tanya Aludra penasaran.


Zayn menggeleng. "Pokoknya mimpi Papa aja," jawab anak itu yang memang lupa dengan mimpinya. Tapi dia ingat kalau dia memang memimpikan Zergan.


"Papa baru pergi sebentar udah kangen aja, ya. Nanti kita telpon Papa," ucap Aludra yang dianggukki oleh Zayn. Anak itu masih sangat mengantuk dan langsung tidur karena usapan lembut dari tangan Aludra.


Semoga semua baik-baik saja. Batin Aludra berdoa. Karena memang, sejak Zergan pergi hati wanita itu merasa sedikit tidak tenang. Entahlah, Aludra tak tahu kenapa, tapi darahnya terus berdesir tak karuan.


.....


"Ma," panggil zergan pada Mama Ana saat wanita itu akan keluar dari kamarnya.


"Kenapa Nak?" tanya Mama Ana lembut sambil tersenyum.


Zergan menatap sendu pada Mama Ana. "Menangislah, Ma. Zergan tahu apa yang ada dibalik senyuman Mama," ucap Zergan lembut.


Mama Ana mengalihkan pandangannya mengindari tatapan mata Zergan. "Kamu bicara apa, Nak," ucap Mama Ana sambil terkekeh pelan.


"Ayo pergi dan ikut Zergan, Ma."


..........

__ADS_1


Dukung terus novel ini dengan terus ikuti kisahnya dan semoga kalian suka yaaa. Jangan lupa like, komen dan kasih hadiah juga vote yaaa 🤗


Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan. Nanti berbukalah dengan yang manis-manis ya 🤗😉 Semoga setiap ikhlas menjadi berkah, dan setiap sabar menjadi anugrah.


__ADS_2