Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
Setelah Salah Paham - BAB 113


__ADS_3

WELCOME TO THE STORY


🌹HAPPY READING🌹


"Ada satu hal lagi, kak," ucap aludra diam sebentar.


"Apa?" tanya wira. Sedangkan zergan hanya diam mendengarkan. lelaki itu asik bersandar manja di bahu aludra.


"Ada bekas luka di setiap jenis tato berbeda di tubuhnya grace," ucap Aludra yang membuat zergan dan wira cukup terkejut. yang wira tahu, grace menato tubuhnya hanya untuk pelampiasan dari segala masalahnya. sungguh tidak terpikir oleh wira jika tato itu juga menyembunyikan berbagai jenis luka.


"Kamu yakin, Sayang?" tanya Zergan yang kini sudah mengubah posisi duduknya menjadi lebih tegap.


Aludra mengangguk yakin. "Aku menatap jelas tato grace, Mas. Mata aku masih cukup sehat buat ngeliat itu dari jarak yang sangat dekat," jawab aludra tegas.


Zergan dan wira saling tatap. Zergan yang tahu arti tatapan sahabatnya mengangguk. setelah mendapat persetujuan dari Zergan, wira langsung berdiri dan segera keluar dari ruangan zergan.


"Lho? kok pergi?" tanya Aludra bingung.


"wira tahu apa yang harus dia lakukan, Sayang. udah kamu tenang aja. sekarang wira juga udah tahu, dia gak mungkin biarin grace kenapa-napa lagi. Kamu jangan khawatir ya," ucap zergan menenangkan Aludra.


Aludra mengangguk setuju. Dalam hatinya berdoa semoga grace segera mendapat kehidupan yang lebih baik dan layaknya wanita normal.


"Aku ke kamar mandi sebentar, ya," izin zergan yang dibalas anggukan oleh aludra.


Zergan merasa lega setelah melepas hajat kecilnya. lelaki itu berdiri di depan kaca untuk mematut dirinya agar lebih rapi.


Mata zergan mengerjap berkali-kali untuk menyesuaikan pandangannya yang tiba-tiba sedikit memburam. "Kenapa ini?" gumam zergan menggeleng-gelengkan kepalanya agar penglihatannya kembali jelas.


Kedua tangan Zergan mencengkram pinggir wastafel untuk menahan bobot tubuhnya yang tiba-tiba terasa berat. kakinya terasa lemas. "Ya Allah, apa aku sangat kelelahan?" gumam zergan lagi.


Zergan menghela nafas yang sedikit sesak. Zergan memejamkan matanya sejenak. Setelah beberapa menit, dia kembali membuka matanya. "Kenapa tadi?" tanya Zergan heran.


Setelah dirasa tenang dan penglihatannya sudah kembali jelas, zergan berjalan pelan keluar dari kamar mandi.


"Kok lama, Mas?" tanya Aludra heran.


Zergan tersenyum. "Sakit perut, Sayang," jawab Zergan lembut.


"Aku kira kenapa-napa. Oiya, mama ngabarin kalau mama udah sampai di bandara, Mas," ucap aludra memberitahu Zergan.


Zergan mengangguk. "Kita pulang sekarang, ya. Biar sopir yang jemput mama ke bandara," ucap Zergan.


"Kenapa gak kita yang jemput mama, Mas?" tanya Aludra heran.


"Badan aku berasa kurang enak, Sayang. Bandara dari sini jauh juga. Kita pulang aja, ya," ucap Zergan lembut.


"Kamu baik-baik aja, kan?" tanya Aludra khawatir menyentuh dahi Zergan.

__ADS_1


"Aku baik, Sayang. sedikit pusing aja. ayo pulang," ajak zergan.


"kamu yakin, Mas?"


"Iya, sayang. Ayo," ajak Zergan yang dianggukki oleh Aludra. Aludra menatap penuh khawatir suaminya saat ini yang terus menggelengkan kepala dengan mata yang berkedip-kedip pelan.


"Mas, sehat-sehat, ya," ucap aludra lembut. kini mereka sudah berada di dalam mobil dan menuju jalan pulang.


Zergan tersenyum dan mengangguk. "Aku sehat, sayangku. Berdoa selalu ya, Sayang."


"Pasti, Mas."


.....


"Lho? katanya mama baru sampe bandara?" tanya aludra kaget yang melihat mama ana sudah berada di rumah mereka.


Mama ana yang melihat kedatangan anak dan menantunya tersenyum lembut. "Mama sengaja kasih kejutan biar kalian kaget," jawab mama ana lembut.


"Mama apa kabar?" tanya aludra lagi. kini mereka bertiga sudah duduk bersama di ruang keluarga. Aludra berbincang dengan mama ana, sedangkan zergan menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa dengan mata terpejam.


"Mama baik, Nak. Alhamdulillah. Kamu sama cucu mama gimana?" tanya aludra lagi.


"Alhamdulillah baik juga, Ma. Aku, zayn dan calon cucu mama sehat. Tapi mas zergan yang kelihatannya kurang sehat," ucap aludra menatap khawatir pada zergan.


"aku baik, Sayang," jawab zergan masih dengan mata terpejam.


"Kamu kenapa, gan?" tanya mama ana ikut khawatir.


"Kamu istirahat aja. Mama juga istirahat dulu. Jangan kembali ke kantor dulu. biar wira yang urus kerjaan sementara. Lagian di kantor ada sekretaris kamu juga kan?" ucap mama ana memperingati zergan.


"Gak bisa, Ma. Aku ada rapat penting nanti sore. Aku istirahat sebentar abis itu ke kantor. Aku tidur sebentar ya, Sayang," ucap zergan menatap aludra.


Alidra mengangguk. "Aku temenin. Ma, aludra temenin mas zergan dulu, ya," ucap aludra pamit pada mama ana yang dianggukki wanita itu.


"Oiya, zayn dimana?" tanya mama ana setengah berteriak pada zayn dan aludra yang akan memasuki lift.


"Main dirumah Bima, Ma," jawab aludra yang dianggukki mama ana.


Melihat zergan dan aludra yang sudah memasuki lift, mama ana ikut berdiri dan berjalan menuju kamarnya untuk beristirahat.


.....


Sedangkan di tempat lain, Wira menunggu kedatangan seorang wanita di lobi studio tato milik tambatan hatinya.


"Apa grace bilang dia akan kembali?" tanya wira tak sabar pada resepsionis.


"grace bilang dia ada urusan diluar, Pak. dan katanya dia balik lagi kesini," jawab resepsionis itu.

__ADS_1


"Ini sudah tiga jam sejak dia pergi," gumam Wira mengingat bahwa tadi resepsionis itu mengatakan jika grace sudah pergi sekitar tiga jam yang lalu.


Wira kembali duduk dan memainkan ponselnya untuk mengusir kebosanan. Setengah jam setelahnya, sebuah mobil datang dan wirapun menoleh. dia melihat grace keluar mobil dan segera berdiri menyambut wanita itu.


"Wira?" ucap grace kaget melihat wira yang tiba-tiba sudah berdiri di depannya.


"Ikut aku!" ucap wira tegas dan langsung menarik tangan grace lembut untuk mengikutinya.


"Apa-apan sih? lepasin gak!"


"Jangan ngebantah, grace!" jawab wira tegas.


Wira membawa grace ke ruangan yang biasa digunakan wanita itu untuk beristirahat.


"Duduk." perintah wira yang tak mau dibantah.


grace menggerutu, tapi dia tetap mengikuti apa yang dikatakan oleh wira. Baru kali ini grace melihat wira yang begitu tegas. biasanya lelaki itu penuh senyum jika menatapnya.


"Mana tangan kamu?" tanya wira yang reflek membuat grace menyembunyikan tangannya di belakang tubuh.


"Gak usah sembunyiin grace. aludra udah cerita semuanya," jawab wira.


Grace menghela nafas pelan. beruntung wira tidak memaksa untuk melihat tangannya. jika tidak, lakaki itu bisa melihat luka baru di bawah lipatan sikut grace.


"Apa mau kamu, wira?" tanya grace buka suara.


"Tidak banyak. aku hanya ingin kamu keluar dari rumah itu," ucap wira tanpa ragu.


"Jangan terlalu ikut campur, Wira," ucap grace mengalihkan pandangannya.


"Ini semua demi kebaikan kamu, grace. bertahan disana akan membuat kamu semakin terluka," ucap wira lembut.


"Tidak semudah yang kamu pikirkan, wira. Sekarang lebih baik kamu pergi dari sini," ucap grace membelakangi wira.


"Jangan keras kepala, grace. keluar dari rumah itu dan kita bisa menyelesaikan masalah kamu sama-sama," ucap wira lagi membujuk grace.


"Aku tidak memiliki masalah apapun!" jawab grace kekeh.


Wira terdiam sesaat. setelahnya lelaki itu terkekeh pelan menatap grace.


grace yang mendengar kekehan wira memutar badannya.


"Atau kamu takut bahwa mereka akan melaporkanmu ke polisi karena telah menghabisi nyawa anak mereka?"


DEG


......................

__ADS_1


Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yaa!!!!


Selamat membaca!!!!!!!!


__ADS_2