
Selamat datang kembali teman-teman. kisah aludra dan zergan balik lagi nih, yeaaayyy!!!!
Selamat membaca dan semoga kalian selalu menikmati walau sudah lama kita tak bersatu hati. HAPPY READING!!
"kamu adalah pemberian Allah yang tak pernah aku sesali dan keluhkan, sayang," ucap zergan tulus menatap intens mata Aludra.
Aludra tersenyum. mendengar perkataan zergan sungguh membuatnya berbunga-bunga. "kamu juga, mas. Kamu adalah bentuk syukur yang selalu aku langit kan kepada Allah," ucap aludra tersenyum seolah menebar cinta untuk sang suami.
mata aludra menatap setiap inci tubuh suaminya. "kenapa sekurus ini, mas?" tanya aludra sendu mengambil tangan sang suami dan menggenggamnya dengan lembut.
Zergan menggeleng sambil tersenyum. "kan aku sakit," jawab zergan mencoba tenang agar sang istri tidak khawatir dengan keadaanya.
Aludra terdiam. wanita itu memandang wajah sang suami dengan sangat dalam tanpa ada kata yang terucap dari mulutnya. Entah apa yang ada dipikiran wanita itu, air bening keluar begitu saja dari sudut mata aludra. air bening yang tadinya sudah berhenti kini kembali mengalir membasahi wajahnya.
"Aku minta maaf," ucap aludra setelah beberapa menit terdiam dan dengan suara bergetar menyampaikan permintaan maaf untuk sang suami.
"minta maaf?" tanya zergan bingung.
aludra mengangguk. "aku minta maaf, mas. jika saja aku bisa menurunkan sedikit egoku, mungkin disini kamu gak sendirian," ucap aludra menyesal.
Zergan menggeleng. "kamu jangan buat aku semakin merasa bersalah, sayang. kata maaf yang kamu ucapkan seakan memancapkan belati di dada aku, sakit sayang," ucap zergan dengan tangan lemahnya menghapus air mata aludra.
Aludra menghela nafas pelan. wanita itu berkali-kali mencoba membuang nafas untuk meredakan emosinya.
__ADS_1
"lalu kenapa kemarin kamu sampai drop?" tanya Aludra.
"hanya kambuh, sayang," jawab zergan mencoba tetap santai.
"sebelumnya kondisi kamu membaik, mas," sanggah aludra yang merasa tak puas dengan jawaban zergan.
"lupakan itu, dan sekarang aku mau bilang sesuatu sama kamu," ucap zergan yang berusaha mengalihkan. pertanyaan Aludra.
"apa?" tanya aludra dengan alis berkerut.
Zergan tersenyum. Lelaki itu memindahkan kedua tangannya kebelakang dengan perlahan agar infusnya tidak lepas, beruntung infusnya sudah dimatikan terlebih dahulu, karena kalau tidak mungkin cairan merah akan memenuhi tangan lelaki itu.
"apa, mas?" tanya aludra bingung karena lelaki itu seperti akan memberi sebuah hadiah.
Senyum aludra mengembang sempurna, bukan karena ucapan cinta dari sang suami, melainkan ekspresi imut yang diberikan oleh zergan nampak sangat lucu di mata aludra. "suamiku ternyata masih ganteng dan lucu," ucap aludra mengusap lembut pipi sang suami.
"selamat hari pernikahan, sayangku," ucap zergan lembut dengan senyum manisnya.
Aludra lagi-lagi hanya bisa tersenyum lebar. perasaan senang membuncah dari hatinya ketika mendengar apa yang baru saja disampaikan oleh zergan. Tapi selang beberapa detik, wajah wanita itu berubah serius menatap zergan dengan mata yang sedikit memicing. "apa karena ini kesehatan kamu menurun, mas? apa karena gak ada saat hari pernikahan kita di samping kamu, kamu jadi drop?" tanya aludra curiga.
"Gak ada suami yang gak memikirkan istrinya, sayangku," ucap zergan serius.
"Itu memang benar, tapi jangan sampai mengorbankan kesehatan kamu, mas. aku bakal makin sedih kalau kamu kayak gini," ucap aludra sendu.
__ADS_1
Zergan mengangguk dan memberikan senyumnya. "Sekarang gak bakal kepikiran lagi, udah ada istri dan anak-anak aku disini," ucap zergan senang.
"Kita akan disini sampai kamu benar-benar sembuh, mas," ucap aludra yakin.
"Dan terimakasih untuk itu semua, sayangku," jawab zergan tulus.
"mau peluk?" tanya aludra merentangkan tangannya meminta zergan untuk masuk kedalam pelukannya.
Tanpa pikir panjang lelaki itu mengangguk dan memeluk tubuh aludra dengan lembut. "anak papa buat papa gak bisa nempel sama mama," ucap zergan mengusap perut buncit sang istri.
Zergan melepaskan pelukannya dan beralih menatap perut sang istri. "jika nanti kamu perempuan, maka tumbuhlah menjadi gadis baik seperti mama kamu. jika kamu laki-laki, maka jadilah lelaki terbaik bagi mamamu," ucap zergan memberi pesan seolah sang anak mendengar apa yang dia sampaikan.
Aludra tersenyum. wanita itu mengambil sebelah tangan zergan dan menggenggamnya lembut. "Jika nanti dia perempuan jangan seperti mamanya, biarkan dia menjadi wanita tangguh debgan hati selembut sutra."
...****************...
Bagi yang lupa kalian boleh baca bab sebelumnya dulu biar rasanya nyampe ke hati menusuk jiwa yaaa, hehe.
BTW, cuma mau kasih info kalau mulai sekarang, tanggal ini, bulan ini dan tahun ini, aku akan aktif nulis lagi, ya. kita akan berkomunikasi intens lewat karya-karya aku.
dan yang paling penting, aku minta maaf karena baru bisa update lagi.
Peluk jauh dari Nona Marwa dan enjoy your reading 🤗🥰
__ADS_1