
WELCOME TO THE STORY
🌹HAPPY READING 5
“Kakak apa yang kau lakukan? Media akan menilaimu buruk karena memenjarakan adikmu sendiri!” ucap hendro tajam.
“aku tidak malu karena itu. Aku lebih malu saat media mengetahi jika aku menyembunyikan manusia jahat seperti kalian,” jawab pak Fredy tegas.
“Cepat bawa mereka Pak!” ucap pak Fredy tegas.
“ayo ikut kami!” ucap pak polisi membawa paksa hendro dan sinta yang berteriak meminta untuk dilepaskan.
“saya tidak bersalah, Pak. Kalian salah tangkap. Harusnya kalian menagkap gadis itu karena membunuh anakku!” teriak sinta histeris dan terus memberontak.
“Tenanglah, nyonya! Jangan sampai kami berlaku kasar padamu. Kau bisa menjelaskan semuanya nanti di kantor polisi,” ucap pak polisi dan dengan seribu langkah mereka membawa sinta dan hendro keluar rumah.
Setelah hendro dan sinta dibawa polisi, pak Fredy menghela nafas pelan. Dia berbalik dan tersenyum menatap grace. “Sekarang kaliam harus hidup dengan baik,” ucap pak Fredy lembut.
“maaf jika harus membuat adik paman masuk penjara,” ucap grace lirih.
Pak Fredy tersenyum. rasanya dia sangat beruntung memiliki grace yang sudah dia anggap seperti anaknya sendiri. Wanita itu memang berpenampilan seperti Wanita nakal, tapi hatinya sangat lembut dan rapuh.
“Paman beruntung menjadi bagian dalam hidup kamu, Nak. Setelah ini hiduplah Bahagia. Dan jangan berkata maaf pada paman. Harusnya paman yang berkata seperti itu padamu. Maaf karena sudah membuat kalian seperti ini,” ucap pak Fredy penuh penyesalan.
Margareth yang sudah mulai tenang setelah kepergian hendro dan sinta melepaskan pelukan suaminya. Dia berjalan mendekati pak Fredy. “aku akan tetap berterimakasih padamu. Terimakasih telah memberi kebebasan yang merupakan hal mustahil bagi kamu. Terimakasih.”
BRUK.
“IBU.”
“MARGARETH.”
Semua menatap terkejut melihat margareth yang jatuh ke lantai tak sadarkan diri setelah berbicara pada pak Fredy.
“Ibu pingsan, Nak. Ayo kita bawa ke rumah sakit,” ucap martin khawatir.
“Biar saya yang angkat ibu, Pak. Maaf,” ucap wira meminta izin dan segera mengangkat margareth untuk dibawa ke rumah sakit.
……
__ADS_1
Sedangkan di tempat lain, aludra menunggu cemas di depan ruangan tempat ibra diperiksa.
“duduk dulu, Nak. Kasian kandungan kamu,” ucap mama ana lembut menasehati aludra.
“alu khawatir, ma,” jawab Wanita itu gelisah.
“Mama tahu. Mama juga khawatir sama seperti kamu. Tapi jangan sampai kegelisahan kamu berakibat buruk pada bayi yang ada dalam kandungan kamu, nak. Zergan pasti tidak suka jika kamu ikut kenapa-napa. Berdoalah. Zergan pasti baik-baik saja,” ucap mama ana lembut.
Aludra mengangguk dan pasrah saat mama ana menggiringnya ke kursi tunggu. Nampak sekali kekhawatiran mendalam pada aludra melihat kondisi zergan.
Selang beberapa menit, dokter David yang merupakan dokter pribadi zergan keluar dari ruangan. “bagaimana, dokter?” tanya aludra segera berdiri perlahan.
“zergan hanya kelelahan. Dia butuh istirahat banyak untuk mengembalikan tenaganya, Nak aludra. Jangan khawatir, dalam beberapa hari kedepan zergan akan baik-baik saja,” jawab dokter David tersenyum lembut pada aludra.
“Apa benar hanya kelelahan, Dokter David?” tanya mama ana.
Dokter David tersenyum dan mengangguk. Lelaki itu terpaksa mengatakan ini atas paksaan zergan yang sudah sadar ditengah pemeriksaan tadi.
*Flashback On*
“Cek pernapasan pasien,” ucap dokter David yang kini sudah ditemani dokter rizal memeriksa zergan. Tadi, saat melihat zergan ke rumah sakit dalam keadaan tidak sadarkan diri, dokter David dengan segera menghubungi dokter rizal.
“Alhamdulillah kamu sadar, zergan,” ucap dokter David menghela nafas pelan. Begitu juga dengan dokter rizal.
“apa kamu masih merasa sesak, Zergan?” tanya dokter rizal.
Zergan menggeleng. “badan saya rasanya tidak bertenaga, dokter,” jawab zergan lemah.
“apa kamu meminum obat yang saya berikan?” tanya dokter rizal lagi.
Zergan menggeleng. “baru tadi siang, dokter. Setelah itu saya tak sadarkan diri,” jawab zergan jujur.
“saat kamu sudah mulai kambuh?” tany dokter rizal lagi yang dianggukki oleh zergan.
Dokter rizal meghela nafas pelan. “kali ini saya memohon kepada kamu agar rutin memakan obatnya, zergan. Jangan biarkan penyakit ini menguasai tubuh kamu dengan mudah,” ucap dokter rizal penuh perhatian.
Zergan mengangguk. “lain kali saya tidak akan lupa dokter,” jawab zergan beralasan. Zergan pikir dia bisa melawan semua ini tanpa obat. Tapi nyatanya dia salah. Mulai sekarng obat akan menjadi temanya hingga akhir usia nanti.
“Om,” panggil zergan menatap dokter David.
__ADS_1
“Iya zergan.”
“tolong jangan beritahu aludra dan mama,” ucap zergan lirih memohon pada dokter David.
Dokter David dan dokter rizal nampak saling pandang. Kemudia mereka berdua mengangguk.
“baiklah. Tapi tolong lebih semangat dan jangan lupakan obat kamu,” ucap dokter David yang dianggukki oleh zergan.
*Flashback Off*
Dokter David merasa bersalah karena menyembunyikan semua ini. Tapi zergan sendiri yang meminta untuk merahasiakan penyakitnya. Tidak ada alasan untuk menolak karena zergan memanfaatkan kesembuhannya untuk membungkam dokter David dan dokter rizal. Bukan apa-apa, zergan hanya takut nanti semua kesakitannya menambah beban bagi ana dan aludra. Sudah cukup kesedihan yang didapatkan oleh ana dari adam.
Zergan tidak mau menjadi alasan tangis dari ibunya. Begitu juga dengan aludra. Zergan tidak mau membuat aludra khawatir dan ikut berpengaruh pada kandungannya nanti. Dan zergan juga takut jika anaknya zayn mengetahui semua ini. Dia tidak mau jika pahlawan yang selama ini dibanggakan anaknya itu menderita pernyakit seperti ini.
“kami akan memindahkan zergan ke ruang perawatan. Dan kalian bisa bertemu disana nanti,” ucap dokter David mengalihkan pikirannya sendiri.
“Baiklah. Terimakasih banyak dokter David,” jawab aludra ramah.
“Kalau begitu saya permisi, dulu,” ucao dokter David pamit dan segera pergi menuju ruangannya.
Mama ana menatap dokter David dengan pandangan tak yakin. Setelahnya Wanita itu beralih menatap aludra. “Mama ke kamar mandi sebentar ya, Nak. Nanti kabari mama kalau udah tahu ruangannya zergan,” ucap mama ana beralasan.
“Apa perlu aludra temani, Ma?”
Mama ana tersenyum dan menggeleng.
“kalua begitu mama hati-hati,” ucap aludra ramah.
Mama ana berjalan menyusul dokter David keruangannya. Bukannya tidak percaya atas apa yang disampaikan dokter David, tapi mama ana merasakan ada satu hal yang janggal menurutnya. Mungkin aludra tidak menyadari, tapi dia sangat tahu akan hal ini.
“Dokter David,” panggil mama ana menghentikan pergerakan dokter David yang akan membuka pintu ruangannya.
Dokter David berbalik. “Ana,” ucap Dokter David terkejut melihat mama ana yang sudah berdiri di debelakangnya.
“Sebenarnya ada apa dengan anak saya, Dokter?”
................
Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yaa!!!!
__ADS_1
SELAMAT MEMBACAAAA!!!!!