
WELCOME TO THE STORY
🌹HAPPY READING🌹
Zergan menghela nafas pelan. Dia mengangkat kepalanya. Saat hendak menoleh menatap fatih, mata zergan lansung membola melihat seorang wanita yang sudah berdiri di pintu.
DEG
Posisinya sangat terlihat dari tempat zergan. Badan zergan panas dingin. "Sa-Sayang."
fatih dan ana yang mendengar itu ikut menegang. dengan perlahan mereka berdua memutar badan dan benar saja. Disana aludra berdiri dengan tubuh gemetar dan mata yang sudah sangat berair membasahi pipinya.
Aludra menahan isak tangisnya. Dagu wanita itu bergetar hebat. Dengan perlahan kaki aludra melangkah maju mendekati ranjang. Wira dan anwar yang melihat itu juga ikut berdiri. Keadaan benar-benar tidak baik-baik saja.
Dokter David dan dokter Ryan yang menyadari ketidaknyamanan ini segera pamit undur diri. Mereka merasa tidak ada hak menyaksikan semua ini.
"Sayang," panggil Zergan lagi dengan mata memerah. Melihat tatapan kecewa aludra membuatnya semakin takut.
"Alu, Nak. Mama bisa jelasin semua ini sama aludra nanti," ucap mama ana yang sangat merasa bersalah saat ini. dia benar-benar ketahuan berbohong oleh aludra
Sedangkan fatih memberi akses pada aludra dengan beranjak berdiri di kaki ranjang Zergan. "Semua bisa dibicarakan baik-baik, Nak," ucap fatih mencoba bicara dengan aludra.
Aludra hanya diam. Dia hanya menatap Zergan. Sampai di depan Zergan. Aludra mengeluarkan sesuatu dari tasnya. "Kamu lupa menyembunyikan ini di tempat yang aman, Mas," ucap aludra menahan tangis memberikan amplop yang tadi dia dapatkan di kamarnya.
"Maaf jika aku lancang membaca itu. tapi aku tidak menyesal telah mengetahuinya," ucap aludra lagi.
Aludra meletakkan amplop itu di kasur karena zergan tak kunjung menerimanya. "Kamu akan ke thailand kan?" tanya aludra menatap Zergan.
"Sayang," panggil Zergan begitu lirih. Dia mencoba meraih tangan aludra namun wanita itu menghindar.
"Pergilah untuk berobat, Mas. Pikirkan kesehatan kamu. Jangan pikirkan aku dan anak-anak kita. Kami akan baik-baik saja. cepatlah kembali dengan kesehatan kamu, Mas," ucap aludra menangis.
Aludra menghapus kasar air matanya. "Maaf. aku gak bisa nahan air mata aku. Aku nambah beban kamu lagu, ya? Aku gak bakal nangis lagi, Mas," ucap aludea yang sangat berbanding terbalik dengan knyang terjadi. Buktinya tangis wanita itu semakin keras terdengar.
"Jam berapa kamu berangkat, Mas?" tanya aludra dalam tangisnya.
__ADS_1
Zergan menggeleng. "Maaf, Sayang," ucap zergan penuh penyesalan dengan suara bergetar.
"Jam berapa kamu berangkat, Mas? Aku akan ke rumah untuk siapin keperluan kamu," Ucap aludra tanpa menghiraukan apa yang dikatakan Zergan.
"Sayang, Maaf," ucap zergan lagi yang tak kuasa menahan air matanya.
"Aku akan segera kembali ngantar barang-barang kamu, Mas," ucap aludra dan langsung berbalik keluar dari ruangan Zergan.
"SAYANG! DENGERIN AKU DULU! SAYANG!" panggil Zergan berteriak.
Aludra berjalan cepat meninggalkan ruang perawatan Zergan.
tanpa pikir panjang, Zergan mencabut paksa infusnya dan turun dari ranjang dengan sekuat tenaga.
"Astagfirullah, Zergan!"
"Zergan!"
"Tenang, Nak."
"SAYANG TUNGGU!" teriak zergan pada aludra yang sudah sampai di ujung lorong.
Aludra menghentikan langkahnya. Wanita itu berbalik dan menatap zergan yang berjalan pelan sambil memegang dinding ke arahnya.
"Jangan sakiti diri kamu, Mas. Aku tidak apa-apa. Nanti aku akan kembali bawa keperluan kamu selama di thailand," ucap Aludra tegar. Padahal wanita itu sungguh tak tega melihat sang suami yang kini nampak kesulitan.
"Aku bisa jelasin, Sayang," ucap zergan memegang tangan aludra.
Mama ana, fatih, anwar dan wira berdiri di belakang zergan. semuanya menatap penuh iba dan penyesalan melihat aludra yang sangat terluka. hal itu sangat terlihat jelas dari tatapannya.
"Aku udah denger semuanya, Mas. Kamu melakukan semua ini demi calon anak kita, Kan? jadi tidak ada alasan aku untuk marah. kamu sengaja tidak memberitahu semua ini demi kebaikan dan kesehatan aku, kan? Jadi kamu tidak salah, Mas. Jangan membuang tenaga kamu untuk menjelaskan," ucap Aludra lembut. namun pada kenyataannya hati wanita itu sangat sakit. Dia ingin sekali marah dan berteriak, tapi alasan zergan menyembunyikan semua ini adalah karena memikirkan dirinya. Jadi untuk apa dia marah? Aludra merasa sangat tidak tahu diri jika marah pada zergan saat semua yang dilakukan lekaki itu adalah untuk dirinya.
"Maaf jika aku menyembunyikan semuanya, Sayang. aku salah, maaf," ucap Zergan dengan kepala menunduk.
Tangis aludra semakin tak tertahan. Wanita itu menatap keluarganya satu persatu dengan pandangan terluka. Entahlah. Dia bingung harus bersikap bagaimana sekarang.
__ADS_1
"Aku harus gimana, Mas, hiks?" tanya aludra dengan tangisnya.
Zergan diam. Mama ana menutup mulutnya menahan tangis saat menatap sangat menantu yang sangat terluka. dia perempuan. dia sangat tahu apa yang sekarang ini dirasakan aludra. Pasti sangat sakit sekali dan kecewa.
"Kakek, Alu harus bagaimana?"
"Alu harus bagaimana mana, Ma?"
"Kak wira? Alu harus bagaimana?"
"Paman?" tanya aludra menatap bergantian mereka yang berdiri di belakang zergan. mereka samua hanya diam. tidak bisa menjawab karena posisinya saat ini mereka yang salah.
"Hati alu sakit. Tapi alu gak bisa marah. Alasan kalian melakukan semua ini adalah karena kandungan alu. Kalian menyembunyikan ini agar kandungan alu baik-baik saja. Kalian melakukan ini agar alu tak sedih, begitu juga dengan zayn. Bukankah alu sangat tidak tahu diri kalau alu marah pada orang yang sudah memikirkan keadaan alu sendiri? benarkan, Ma?" tanya aludra masih berbicara pada mereka yang kini berdiri di belakang zergan dengan pandangan sendu dan menyesal.
"Aku harus gimana, Mas? Rasanya sangat tidak nyaman. rasanya sangat sakit sekali. Disini sesak, Mas. Tapi aku harus pada pada siapa kalau bukan pada diriku sendiri yang sangat lemah ini, Mas, hiks," ucap aludra beralih menatap Zergan. menunjuk dadanya yang terasa sangat tercekat.
"Maaf, Sayang. Marah sama aku. pukul aku. Teriak padaku. Lampiaskan sama aku, Sayang. ini salah aku. aku yang sudah minta mereka untuk rahasiain semua ini sama kamu. aku yang udah langgar janji kita untuk saling terbuka. aku yang salah, Sayang. jangan salahin diri kamu begini. aku mohon, Sayang," ucap zergan menatap aludra dengan menyesal.
"Boleh aku tanya satu hal sama kamu, Mas?" tanya aludra lirih.
Zergan mengangguk dalam sedihnya.
"Siapa aku dalam hidup kamu, Mas?" tanya aludra dengan suara semakin bergetar.
Zergan terdiam. Dia hanya bisa menangis dengan kepala tertunduk. tidak sanggup rasanya menatap wajah sang istri yang sangat terluka.
"Jawab Mas?" ucap aludra lagi. setiap kata yang terucap dari bibirnya menyiratkan luka dan kecewa.
"Kamu berhasil, Mas. Kamu berhasil bungkam aku dengan menjadikan aku sebagai alasannya."
................
Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yaa!!!!
SELAMAT MEMBACAAAA!!!!!
__ADS_1