Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
Setelah Salah Paham - BAB 15


__ADS_3

🌹HAPPY READING🌹


Alis Aludra berkerut saya nama Wira tertera disana. Lelaki itu mengirim pesan kepada Aludra. Dengan cepat, Aludra langsung membuka pesan tersebut.


Apa besok kita bisa bertemu, Nyonya? Ada hal penting yang ingin saya sampaikan.


Setelah mengirim balasannya, Aludra kembali menutup ponselnya. "Hal penting apa?" gumam Aludra.


Saat Aludra asik dengan pikiran dan tebakannya, wanita itu dikejutkan dengan bunyi mobil yang memasuki rumah.


Aludra melihat ke luar jendela. Dan benar, itu adalah mobil Zergan yang baru saja datang. Dengan cepat Aludra keluar dari rumah dan menunggu suaminya itu di teras.


"Mas," panggil Aludra tersenyum dan mengulurkan tangannya ketika Zergan sampai di teras rumah.


Zergan membalas uluran tangan Aludra untuk menyalaminya. Lelaki itu hanya diam dan terus berjalan memasuki rumah.


"Mas mau aku siapin air hangat?" tanya Aludra.


Zergan menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Aludra. "Jika kau memang berniat melakukan itu, maka lakukanlah dan jangan bertanya. Kau pasti tahu apa yang aku butuhkan sekarang," jawab Zergan dingin.


Aludra yang mendengar itu tersenyum dan mengangguk Wanita itu dengan cepat berjalan ke kamarnya meninggalkan Zergan yang masih menyusuri anak tangga.


Sampai di kamar, Aludra langsung ke kamar mandi untuk menyiapkan air hangat. Entahlah, hati wanita itu tetap saja sakit mendengar jawaban Zergan tadi. "Harusnya kamu hanya perlu bilang iya dan apa yang kamu mau, Mas. Bukannya menjawab dengan sarkas begitu. Bukan begitu cara bicara suami pada istrinya," gumam Aludra sendu.


Tapi tidak apa-apa. Aludra harus membiasakan diri mulai sekarang. Mungkin selanjutnya dia memang akan hidup seperti ini. Bergelimang kesakitan dan berselimut salah paham.


Setelah selesai menyiapkan air hangat, Aludra keluar dari kamar mandi. Dia melihat Zergan yang duduk di sofa masih mengenakan kemeja dan celana kantornya. Jas lelaki itu sudah terletak di tangan sofa.


"Airnya udah selesai, Mas," ucap Aludra menghampiri Zergan.


Zergan yang tadinya menutup mata akhirnya kembali membuka ketika mendengar suara Aludra.


"Duduklah disini sebentar, Aludra," ucap Zergan pelan.


Aludra menurut. Wanita itu duduk di sofa bagian ujung yang sedikit berjauhan dengan lelaki itu. Zergan yang melihat itu mengernyitkan dahinya heran. "Kenapa kau berjauhan denganku?" tanya Zergan.


Aludra menggeleng. "Aku hanya takut kamu marah nanti, Mas," cicit Aludra pelan.


"Ya, aku paham. Kau takut sofaku menjadi kotor karena kau duduki bukan?" tanya Zergan terkekeh pelan.

__ADS_1


Aludra mengangkat kepalanya menatap Zergan. "Apa aku sekotor itu, Mas?" tanya Aludra.


Zergan menggeleng. "Dulunya tidak," jawabnya santai. "Tapi setelah pengkhianatan mu, kau lebih dari kotor, Aludra," lanjut lelaki itu tajam.


Setelah mengatakan itu, Zergan bangun dan segera berjalan ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya.


Aludra memandangi punggung Zergan yang menghilang dibalik pintu kamar mandi. Air mata itu masih saja menetes ketika mendengar perkataan Zergan yang menyakitkan. "Seharusnya aku sudah kebal. Kenapa ini masih saja menangis?" gumamnya lirih sambil mengusap air mata yang ada di pipi.


Tidak ingin terlalu larut, Aludra berjalan menuju walk in closed untuk mencari baju ganti Zergan.


Sedangkan di kamar mandi, Zergan tidak langsung mandi. Lelaki itu lebih dulu merenung sambil.menatap dirinya di cermin.


"Aku kurang apa hingga kamu berkhianat begitu, Aludra?" gumam Zergan bertanya entah pada siapa sambil menatap dirinya di cermin.


Zergan terkekeh hambar. "Mungkin kau kurang bisa memuaskannya, Zergan. Oleh karena itu dia mencari tempat lain untuk memuaskannya. Kau tentu tahu bagaimana istrimu jika sudah berhubungan badan, sangat ganas," gumam lelaki itu lagi sendu.


Zergan mengusap sudut matanya yang sedikit berair. "Rumah tangga ini rasanya sangat hambar sekali," cicit Zergan sendu.


.....


Sesuai balasan pesan yang Aludra berikan kemarin pada Wira, siang ini mereka akan bertemu di sebuah cafe yang tidak jauh dari perusahaan.


Aludra baru saja turun dari taksi. Wanita itu langsung memasuki cafe dan mencari keberadaan Wira yang sudah datang lebih dulu.


"Selamat siang, Wira," ucap Aludra setelah menghampiri Wira.


Wira menoleh dan tersenyum. Lelaki itu ikut berdiri dan sedikit hormat pada Aludra. "Selamat siang, Nyonya," jawab Wira sopan.


"Kita sedang berada di luar kantor, jadi Kakak bisa panggil aku Alu saja," ucap Aludra.


Ya, Wira adalah sahabat dekat Zergan yang sekaligus menjadi asisten pribadi lelaki itu. Dia sangat bersuka profesional. Di hari kerja, mau itu di luar kantor atau di dalam kantor, dia akan bersikap layaknya bawahan pada atasannya. Tapi jika hari libur, maka dia dan Zergan akan terlihat seperti anak-anak yang bersahabat. Saling ledek dan bertengkar karena hal kecil. Tapi Aludra sakit dengan pertemanan mereka yang sudah berjalan sejak mereka duduk di bangku SMP.


Sedangkan Aludra, jangankan teman, orang tua saja dia tidak punya.


"Tapi ini masih hari kerja, Nyonya," jawab Wira.


"Kak," ucap Aludra tak enak.


Wira tersenyum. "Baiklah. Aku akan bersikap biasa," jawab Wira akhirnya.

__ADS_1


"Kau pesanlah dulu makan atau minum. Setalah itu aku akan sampaikan maksudku untuk mengajakmu bertemu disini," ucap Wira.


Aludra mengangguk dan langsung memanggil pelayang untuk memesan minum. Aludra hanya memesan minum, karena sebelum pergi tadi dia sudah makan siang bersama Zayn di rumah.


"Jadi apa yang ingin kakak sampaikan?" tanya Aludra.


"Apa selama ini kau cemburu dengan tingkah Rea pada Zergan, Alu?" tanya Wira.


"Maksud Kakak? Mereka itu adik dan kakak, jadi wajar Rea sedikit manja pada suamiku," jawab Aludra yang tak mau menjelekkan suami dan adik iparnya.


Wira terkekeh pelan. "Jangan menutupi perasaanmu Aludra," ucap Wira.


Aludra hanya diam. Dalam hening mereka, minuman yang tadi dipesan oleh Aludra datang. "Terimakasih," ucap Aludra pada pelayan yang dibalas senyuman oleh wanita itu.


Aludra langsung meneguk minumannya karena haus. "Terkadang aku memang cemburu, Kak. Karena mengingat Rea adalah gadis dewasa. Apalagi dia hanya adik tiri Zergan," jawab Aludra akhirnya setelah meminum minumannya.


Wira mengangguk. "Aku menaruh sedikit curiga padanya, Aludra," ucap Wira akhirnya.


"Pada Rea?" tanya Aludra memperjelas yang dianggukki oleh Wira.


"Kau hanya perlu menjaga jarak antara Zergan dan Rea agar mereka tak sering bersama, Alu. Selanjutnya, biar menjadi tugasku. Ada hal yang sedang aku selidiki darinya," ucap Wira.


"Hal apa?" tanya Aludra.


Wira diam.


Melihat keterdiaman Wira, Aludra akhirnya buka suara lagi. "Apa Rea yang berada dibalik semua salah paham ini, Kak?" tanya Aludra ragu.


Baru saja Wira akan menjawab. Aludra sudah duduk dengan tak tenang di tempat duduknya.


"Kamu kenapa, Aludra?" tanya Wira khawatir.


"Panas banget, Kak. Gerah," ucap Aludra tak tenang mengibaskan dress nya.


"Oh ****!"


......................


Ada apa iniiiiiii?????

__ADS_1


Untuk visual Zergan dan Aludra, silahkan lihat di instagram aku yaaa @yus_kiz


Dukung terus novel ini dengan terus ikuti kisahnya dan semoga kalian suka yaaa. Jangan lupa like, komen dan kasih hadiah juga vote yaaa 🤗


__ADS_2