Setelah Salah Paham

Setelah Salah Paham
Setelah Salah Paham - BAB 83


__ADS_3

Jangan lupa like


Jangan lupa komen


Jangan lupa favorit


Jangan lupa kasih vote


Jangan lupa kasih hadiah juga yaaaaa 😉🤗


🌹HAPPY READING🌹


Zergan mengangguk. Dia menarik nafas pelan dan mengeluarkannya perlahan. "Satu hal yang pasti, semua ini bukan karena pamor ataupun sensasi belaka. Dan untuk wartawan lainnya, berpikirlah sebelum bertanya. Saya yakin kalian semua yang hadir pasti sekolah yang tinggi untuk pekerjaan kalian ini," ucap Zergan mengakhiri jawabannya.


"Apakah video itu bisa dijamin keasliannya atau palsu?" tanya salah satu Wartawan lainnya.


"Biar ahli IT yang menjawab pertanyaan kalian," jawab Zergan memberi tanda kepada ahli IT untuk melakukan tugas mereka. Laptop sudah langsung terpasang ke proyektor. Semua yang hadir dapat menyaksikan keaslian video itu tanpa ada tipu daya sedikitpun.


Semua menatap layar besar itu dengan serius. Entah dimana fokus mereka, pada tugas IT atau pada video Adam dan Rea yang juga sedang terputar. Tapi kali ini video itu di buramkan untuk menjaga kesehatan mental dan kekuatan iman semua yang hadir.


Tiga orang tim IT yang dihadirkan Zergan bekerja dengan sangat baik. Sepuluh menit, pembuktian keaslian video itu selesai.


"See, tidak ada rekayasa sama sekali. Jadi cobalah untuk sedikit berpikir positif. Saya tahu kerjanya kalian memang memburu berita, tapi jangan karena kelancaran kerjaan kalian, menyebar fitnah menjadi halal untuk dilakukan," ucap Zergan mengakhiri perkataannya dan memutar kepala mikrofon ke arah yang berlainan dengan bibirnya.


Zergan menghela nafas pelan. Dia harus mengontrol Didi agar kata-kata yang dia keluarkan lagi tidak menyakiti para wartawan. Meskipun itu sudah sedikit menyindir wartawan yang hadir.


"Saya mau bertanya pada Nyonya Bailey," ucap salah satu wartawan lelaki yang sejak tadi fokusnya hanya pada Ana.


Mama Ana yang merasa dipanggil mengangkat kepalanya dan menoleh. Senyum dia kembangkan untuk mengizinkan wartawan itu mengajukan pertanyaan kepadanya.


"Apa Nyonya sudah tahu perselingkuhan Tuan Adan Bailey dan anak angkat kalian sejak lama?" tanya Wartawan itu. Entah kenapa dia lebih tertarik memperhatikan kondisi Mama Ana yang merupakan korban utama dalam masalah ini.

__ADS_1


Mama Ana mengangguk menjawab pertanyaan wartawan lelaki itu.


"Sudah sejak kapan?" tanya wartawan itu lagi.


Sebelum menjawab, Mama Ana menatap Fatih dan Zergan bergantian. Kedua lelaki berbeda usia itu nampak mengangguk memberikan kekuatan kepada Mama Ana.


"Tepatnya beberapa tahun yang lalu, saya mengetahui semuanya," jawab Mama Ana singkat.


"Lalu kenapa anda tidak mengungkap semuanya? Apa ada sesuatu hal yang membuat anda harus bungkam?" tanya Wartawan itu lagi.


Semua diam. Semua wartawan yang ada nampak menantikan jawaban yang diberikan oleh Mama Ana.


"Saat menjadi seorang istri, sudah tugas saya menjaga aib suami saya sendiri," jawab Mama Ana singkat.


"Tapi bukankah itu menyakiti anda?"


Mata Mama ana sudah sedikit berkaca-kaca. Percayalah, dicecar pertanyaan seperti ini membuat hatinya getir untuk menjawab. "Sangat sakit. Tapi sekali lagi, saya menjaga aib suami saya sampai Allah sendiri yang membukakan aibnya sebagai ganjaran atas setiap perbuatanya," jawab Mama Ana bijak.


"Boleh saya katakan sesuatu, Nyonya?" ucap salah seorang wartawan perempuan yang nampak masih muda. Kira-kira usianya tidak beda jauh dengan Rea.


"Silahkan," ucap Mama Ana sambil mengangguk.


"Anda wanita luar biasa, Nyonya," ucapnya kagum melihat ketegaran Mama Ana.


Mama Ana hanya bisa mengangguk dengan sedikit senyum kecilnya.


"Tuan Fatih," panggil wartawan lainnya pada Fatih.


Fatih menoleh. Dia tidak mengeluarkan suara, tapi pandangnya meminta wartawan itu mengatakan apa yang akan dia tanyakan.


"Sebagai seorang ayah, apa tanggapan anda mengenai kasus ini? Karena yang kita tahu selama ini, Tuan Fatih adalah lelaki yang tegas dan penuh wibawa," ucap Wartawan itu bertanya.

__ADS_1


"Tuan wartawan, apakah anda sudah menjadi seorang ayah?" tanya Fatih.


Wartawan lelaki itu mengangguk mengiyakan pertanyaan Fatih.


"Jika anda berada di posisi saya, apa yang anda rasakan?" ucap Fatih yang membuat wartawan itu terdiam tidak bisa menjawab.


Fatih yang melihat itu tersenyum getir. "Anda tidak bisa menjawabnya kan? Begitu juga dengan saya. Perasaan yang saya rasakan campur aduk hingga tidak bisa saya ungkapkan untuk menggambarkan bagaimana perasaan saya saat ini. Tapi satu hal yang pasti, seorang Ayah pasti akan kecewa dan hancur jika melihat anaknya seperti ini," jawab Fatih.


Semua telinga yang mendebat itu pasti langsung memberikan sinyal sedih pada hatinya. Sampai sejauh ini, semua jawaban yang diberikan oleh Keluarga Bailey sangat tegas dan tanpa ada keraguan sedikitpun.


"Lalu bagaimana dengan Anda Nyonya Aludra? Sebagai menantu dari Tuan Adam Bailey, Bagaimana tanggapan anda?" tanya Wartawan itu.


Semua pertanyaan yang diajukan hanya berupa skandal antara Adam Bailey dan Rea. Karena memang hanya itu yang dibeberkan oleh Zergan. Zergan sengaja tidak membeberkan mengenai video yang memfitnah Aludra, karena itu juga berarti akan membuat Aludra semakin diburu media. Dan Zergan tidak mau lebih menyusahkan istrinya.


"Sebagai menantu, saya juga sebagai anak oleh Ayah mertua saya. Setiap kita disini adalah seorang anak. Dan tidak ada seorang anak yang sedih atas kesalahan yang dibuat oleh Ayahnya. Dan kalian semua pasti bisa merasakan itu," jawab Aludra penuh kelembutan.


"Lalu apa anda tidak takut jika suatu saat nanti suami anda juga akan berbuat hal yang sama? Karena bagaimanapun Tuan Zergan adalah anak dari Tuan Adam. Pada tubuh mereka mengalir darah yang sama, dan bukan tidak mungkin jika Tuan Zergan juga melakukan hal yang sama."


Zergan reflek berdiri mendengar pertanyaan yang diajukan oleh wartawan itu. Sungguh, pertanyaan sangat menyinggung Zergan yang secara tidak langsung menuduh Zergan juga bisa melakukan hal yang sama.


Aludra menahan Zergan dengan menggenggam lembut tangan suaminya. Zergan kembali duduk dan menghela nafas untuk meredakan emosinya. Aludra tersenyum dan mengangguk menyapa Zergan. Menenangkan lelaki itu seolah semua akan baik-baik saja dan dia bisa mengatasi pertanyaan yang diberikan oleh wartawan itu.


"Ketakutan itu memang pernah ada. Tapi cinta saya dan suami saya membuat ketakutan saya kalah. Bukti cinta suami saya lebih besar dari ketakutan yang saya rasakan," jawab Aludra.


"Tapi kita kita ada yang tahu nanti, Nyonya Aludra. Bagaimana jika suatu saat nanti suami anda melakukan hal yang sama dengan Ayahnya?"


Aludra tersenyum lembut menatap wartawan itu. "Mereka memang Ayah dan anak kandung. Darah mereka boleh sama, tapi pikiran mereka tentu berbeda."


......................


Dukung novel ini dengan terus ikuti kisahnya dan semoga kalian suka yaaa. Jangan lupa like, komen dan kasih hadiah juga vote yaaa 🤗

__ADS_1


Jangan lupa mampir dan ikuti instagram aku @yus_kiz untuk melihat info mengenai novel aku yang lainnya. Tentunya ada info Alu dan Zergan jugaa. Terimakasih 🤗😉


__ADS_2